NEW
Font size
WorksheetsBahasa Indonesia soal cerita
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Rara si Penolong
Di sebuah desa yang asri, tinggallah seorang gadis bernama Rara. Rara dikenal sebagai anak yang baik hati dan suka menolong. Setiap kali melihat orang kesusahan, ia tak segan untuk membantu.
Suatu hari, ketika Rara sedang bermain di dekat sungai, ia melihat seorang nenek tua terjatuh dan tidak bisa bangun. Nenek itu terlihat kesakitan sambil memegangi kakinya. Tanpa pikir panjang, Rara berlari menghampiri nenek tersebut.
"Nek, kenapa nenek bisa jatuh?" tanya Rara dengan nada khawatir.
"Nenek terpeleset, Nak," jawab nenek tersebut lirih. "Sepertinya kaki nenek terkilir."
Rara segera membantu nenek itu untuk duduk di tepi sungai. Ia kemudian berlari pulang untuk mengambil minyak kayu putih guna meredakan nyeri di kaki nenek.
Setelah sampai di rumah, Rara langsung mengambil minyak kayu putih dan kembali bergegas ke sungai. Ia dengan lembut mengoleskan minyak tersebut ke kaki nenek sambil meniupinya perlahan.
"Terima kasih, Nak. Kamu baik sekali," ucap nenek itu terharu.
"Sama-sama, Nek," jawab Rara dengan senyum manis.
Setelah beberapa saat beristirahat, nenek tersebut merasa sedikit lebih baik. Rara kemudian membantunya untuk berjalan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah nenek, Rara baru mengetahui bahwa nenek itu tinggal sendirian. Kedua anaknya merantau jauh dan jarang pulang menjenguk. Rara pun tergerak untuk membantu nenek. Ia menawarkan diri untuk membantu nenek memasak dan membersihkan rumah.
Nenek itu sangat senang dengan kebaikan hati Rara. Sejak saat itu, Rara sering berkunjung ke rumah nenek untuk membantunya. Mereka berdua pun menjadi akrab seperti nenek dan cucunya sendiri.
Watak tokoh utama (Rara) dalam cerita di atas adalah .......
rajin, suka menolong, dan peduli terhadap orang lain
baik hati, suka menolong, dan tidak peduli terhadap orang lain
baik hati, suka menolong, dan peduli terhadap orang lain
baik hati, sederhana, dan peduli terhadap orang lain
Tokoh yang selalu bersikap jujur dan dapat dipercaya disebut tokoh...
Antagonis
Protagonis
Tritagonis
Pelengkap
Tokoh antagonis dalam sebuah cerita biasanya memiliki sifat...
Baik hati dan suka menolong
Jahat, licik, dan suka menyakiti
Pemalu dan pendiam
Cerdas dan bijaksana
Budi adalah anak yang rajin dan suka belajar. Setiap hari, ia selalu mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan tekun. Ia juga senang membaca buku dan bertanya kepada gurunya jika ada yang tidak dimengerti. Karena ketekunannya, Budi selalu mendapat nilai yang baik di sekolah.
Suatu hari, ada ulangan matematika di sekolah. Budi merasa sedikit khawatir karena ia belum begitu paham materi yang akan diujikan. Namun, ia tetap berusaha untuk belajar dengan giat. Ia membaca kembali catatannya dan mencoba mengerjakan latihan soal.
Ketika ulangan berlangsung, Budi mengerjakan soal demi soal dengan teliti. Ia tidak terburu-buru dan berusaha untuk memahami setiap pertanyaan. Meskipun ada beberapa soal yang sulit, Budi tidak menyerah. Ia terus berusaha untuk menjawabnya dengan sebaik mungkin.
Setelah selesai mengerjakan ulangan, Budi merasa lega. Ia berharap bisa mendapatkan nilai yang baik. Beberapa hari kemudian, hasil ulangan diumukan. Budi sangat senang ketika mengetahui bahwa ia mendapat nilai yang tinggi. Ia bersyukur atas kerja kerasnya selama ini.
Bagaimana sikap Budi ketika belajar?
tekun mengerjakan PR, rajin membaca status WA, mau bertanya hal yang belum dimengerti.
tekun mengerjakan PR, mudah panik, mau bertanya hal yang belum dimengerti.
tekun mengerjakan PR, rajin membaca buku, mengerjakan soal dengan terburu-buru
tekun mengerjakan PR, rajin membaca buku, mau bertanya hal yang belum dimengerti.
Teks 1:
Kucing adalah hewan peliharaan yang populer. Bulunya lembut dan warnanya bermacam-macam. Kucing suka bermain dengan bola benang dan mengejar tikus. Kucing juga sering tidur sepanjang hari.
Teks 2:
Anjing adalah sahabat setia manusia. Anjing memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Anjing suka bermain dengan bola dan berlari-lari di taman. Anjing juga pandai mencium bau.
Perbedaan utama antara kucing dan anjing adalah....
Kucing suka bermain bola benang dan mengejar tikus, anjing suka bermain bola dan berlari di taman.
Kucing suka tidur sedangkan anjing suka berlari.
Kucing memiliki bulu lembut, sedangkan anjing memiliki bulu kasar.
Kucing dan anjing sama-sama pandai mencium bau.
Teks 1:
Kucing adalah hewan peliharaan yang populer. Bulunya lembut dan warnanya bermacam-macam. Kucing suka bermain dengan bola benang dan mengejar tikus. Kucing juga sering tidur sepanjang hari.
Teks 2:
Anjing adalah sahabat setia manusia. Anjing memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Anjing suka bermain dengan bola dan berlari-lari di taman. Anjing juga pandai mencium bau.
Persamaan kucing dan anjing dalam cerita di atas adalah....
Keduanya hanya memiliki satu warna bulu.
Keduanya tidak suka bermain dengan manusia.
Keduanya suka bermain dengan bola.
Keduanya hanya makan ikan.
Andi dan Budi adalah sahabat karib. Mereka selalu melakukan segala sesuatu bersama. Mereka telah menjadi sahabat sejak duduk di bangku TK. Bahkan sampai sekarangpun mereka selalu duduk sebangku saat di kelas. Suatu hari, mereka menemukan seekor anak kucing kecil yang terluka di pinggir jalan. Mereka pun membawa kucing itu pulang dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Siapa sajakah tokoh dalam cerita di atas?
Andi, Budi, dan kucing
Andi dan Budi
Hanya Budi
Hanya Andi
Pada zaman dahulu, ada seorang petani bernama Pak Sanusi. Pak Sanusi adalah petani yang
dermawan dan bijaksana. Pak Sanusi bukanlah orang yang bergelimang harta, Meskipun demikian, Pak
Sanusi suka membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Setiap minggu, Pak Sanusi memberi
sumbangan untuk anak-anak panti asuhan, meskipun jumlahnya tidak banyak. Pak Sanusi tidak takut
kehilangan hartanya hanya karena memberikan sumbangan.
Kedermawanan Pak Sanusi menjadi buah bibir masyarakat di sekitar, sehingga terdengar oleh
Baginda Raja. Ketika raja berulang tahun, Pak Sanusi diundang untuk makan bersama di istana. Undangan
Baginda Raja tersebut tidak membuat Pak Sanusi sombong. Pak Sanusi justru semakin rendah hati. Pak
Sanusi merasa tidak ada yang perlu disombongkan dari seorang manusia biasa seperti dirinya.
Sikap Pak Sanusi saat diundang ke istana untuk menghadiri ulang tahun Baginda Raja adalah . . . .
Pak Sanusi menunjukkan kedermawanannya di hadapan Bagida Raja agar dapat pujian.
Pak Sanusi tidak merasa sombong dan tetap rendah hati walaupun sudah diundang Baginda Raja
Pak Sanusi merasa dirinya perlu membantu sesama,karena manusia saling hidup berdampingan
Pak Sanusi tidak khawatir hartanya akan berkurang,meskipun beliau rutin member Sumbangan ke
panti asuhan
Pada zaman dahulu, ada seorang petani bernama Pak Sanusi. Pak Sanusi adalah petani yang
dermawan dan bijaksana. Pak Sanusi bukanlah orang yang bergelimang harta, Meskipun demikian, Pak
Sanusi suka membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Setiap minggu, Pak Sanusi memberi
sumbangan untuk anak-anak panti asuhan, meskipun jumlahnya tidak banyak. Pak Sanusi tidak takut
kehilangan hartanya hanya karena memberikan sumbangan.
Kedermawanan Pak Sanusi menjadi buah bibir masyarakat di sekitar, sehingga terdengar oleh
Baginda Raja. Ketika raja berulang tahun, Pak Sanusi diundang untuk makan bersama di istana. Undangan
Baginda Raja tersebut tidak membuat Pak Sanusi sombong. Pak Sanusi justru semakin rendah hati. Pak
Sanusi merasa tidak ada yang perlu disombongkan dari seorang manusia biasa seperti dirinya.
Kalimat utama paragraf kedua adalah....
Kedermawanan Pak Sanusi menjadi buah bibir masyarakat sekitar,sehingga terdengar oleh Baginda
Raja.
Pak Sanusi merasa tidak ada yang perlu disombongkan dari dirinya.
Pak Sanusi diundang untuk makan bersama di istana.
Undangan Baginda Raja tidak membuat Pak Sanusi sombong.
Suatu hari, kijang mendengar suara auman singa di sekitar sumur di tengah hutan. Kijang merasa
takut dan hendak berlari. Akan tetapi, suara auman tersebut terdengar seperti tangisan. Kijang mencari
tahu asal suara itu.Ternyata singa terjebak di dalam lumpur. Mengetahui kijang datang, singapun meminta
tolong. Kijang takut tetapi dia kasihan melihat singa yang terjebak. Kijang memutuskan untuk menolong
singa itu. Kijang segera mengambil beberapa bambu dan memasukkannya ke lubang sumur. Singa pun
segera memanjat bambu tersebut dan berhasil keluar dari sumur. Singa berterima kasih kepada kijang dan
berjanji tidak akan memakan kijang.
Maksud dari kalimat yang bercetak miring dalam cerita tersebut adalah . . . .
Kijang senang melihat keadaan singa yang terjebak di dalam sumur, sehingga kijang tidak ingin
mengeluarkan singa dari sana.
Kijang khawatir kalau suara auman itu adalah jebakan yang singa siapkan untuk memakannya.
Kijang takut mendengar suara auman singa dari dalam sumur, mengingat ancaman singa yang akan
menerkamnya.
Kijang ingin menolong singa, tetapi kijang juga takut akan dimangsa setelah singa keluar dari sumur.
