wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tes Formatif 1 (Manusia dan Lingkungannya)

Total questions: 26

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Bencana yang disebabkan oleh perilaku manusia

a)

Antropogenik

b)

Sosiologi

c)

Fisika

d)

Andromedaa

2.

Energi, Materi, Informasi adalah ..... sebuah sistem

a)

Input

b)

Output

c)

Proses

3.

Sistem yang terdiri atas makhluk hidup dan lingkungannya

a)

Ekosistem

b)

Ekoenzim

c)

Ekologi

d)

Ekonomi

4.

(Pilih semua yang benar).

Input dari sistem.

a)

Energi

b)

Informasi

c)

Materi

d)

Produk

5.

Apa yang menyebabkan terjadinya bencana antropogenik?

a)

Perilaku manusia

b)

Gejala alam

c)

Interaksi sosial

6.

Apa istilah yang digunakan untuk sistem yang terdiri atas makhluk hidup dan lingkungannya?

a)

Ekosistem

b)

Ekoenzim

c)

Ekologi

7.

yang mana yang tidak termasuk sebagai lingkungan?

a)

Manusia

b)

Danau

c)

Pabrik

d)

Ruang Kelas

8.

Berikut yang bukan merupakan ciri-ciri lingkungan yang seimbang yaitu …

a)

Interaksi antar organisme dan faktor lingkungan berjalan secara proporsiona

b)

Mampu mengatasi tekanan dari luar maupun dari dalam

c)

Mampu menjaga kestabilan kehidupan di dalamnya

d)

Terjadi peningkatan jumlah secara drastis satu komponen biotik

e)

Fluktuasi pertumbuhan populasi setiap komponen relatif stabi

9.

Apa yang dimaksud dengan istilah 'biodiversitas'?

a)

Keanekaragaman hayati

b)

Proses fotosintesis

c)

Penyusunan rantai makanan

10.

Lingkungan adalah...

a)

yang menjadi pusat perhatian

b)

entalpi

c)

hal-hal yang bisa menghasilkan reaksi kimia

d)

hal-hal yang diluar sistem

e)

hal-hal yang didalam sistem

11.

Manakah yang termasuk sebagai faktor lingkungan biotik?

a)

Pohon

b)

Batu

c)

Udara

12.

Penebangan hutan menghilangkan tutupan vegetasi yang melindungi tanah. Tanpa akar untuk menahan tanah, erosi meningkat. Erosi menghilangkan lapisan tanah yang subur, membuat pertumbuhan tanaman lebih sulit, yang dapat menyebabkan lebih banyak erosi.

Hal tersebut merupakan contoh timbal balik apa?

a)

Positif

b)

Negatif

13.

Limpasan nutrisi (seperti pupuk) ke badan air menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan (blooming alga). Alga yang mati tenggelam dan terurai oleh bakteri, proses ini menghabiskan oksigen dalam air. Rendahnya oksigen membunuh ikan dan organisme lain, dekomposisi mereka selanjutnya mengurangi oksigen, memperburuk blooming alga.

Fenomena itu termasuk timbal balik?

a)

Positif

b)

Negatif

14.

Permafrost (tanah beku) mengandung metana, gas rumah kaca yang kuat. Saat permafrost mencair karena pemanasan global, metana dilepaskan ke atmosfer. Metana memerangkap panas lebih efektif daripada karbon dioksida, menyebabkan pemanasan lebih lanjut, yang mempercepat pencairan permafrost dan pelepasan metana.

Fenomena itu termasuk timbal balik?

a)

Positif

b)

Negatif

15.

Pelapukan batuan tertentu (misalnya, batuan silikat) mengonsumsi CO2 dari atmosfer. Peningkatan kadar CO2 dapat mempercepat pelapukan, yang menghilangkan CO2 dari atmosfer. Penurunan CO2 memperlambat pelapukan, memungkinkan CO2 menumpuk lagi.

Fenomena itu termasuk timbal balik?

a)

Positif

b)

Negatif

16.

Seiring pertumbuhan populasi manusia, permintaan akan sumber daya (seperti makanan, air, dan energi) meningkat. Peningkatan permintaan ini dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya, yang dapat membatasi pertumbuhan populasi atau mendorong inovasi untuk menemukan sumber daya alternatif atau mengurangi konsumsi.

Fenomena itu termasuk timbal balik?

a)

Positif

b)

Negatif

17.

Peningkatan populasi mangsa menyediakan lebih banyak makanan bagi predator, menyebabkan populasi predator meningkat. Namun, peningkatan predator menyebabkan penurunan populasi mangsa. Dengan lebih sedikit mangsa, populasi predator akhirnya menurun, memungkinkan populasi mangsa pulih.

Fenomena itu termasuk timbal balik?

a)

Positif

b)

Negatif

18.

Kebakaran hutan dapat dimulai oleh petir atau aktivitas manusia. Api menyebar dengan cepat, terutama di hutan yang kering dan padat. Panas dari api mengeringkan vegetasi di sekitarnya, membuatnya lebih mudah terbakar, sehingga mempercepat penyebaran api dan memperbesar kebakaran.

Setelah kebakaran mereda, proses regenerasi hutan dimulai. Abu dari vegetasi yang terbakar menyediakan nutrisi bagi tanah, mendorong pertumbuhan tanaman baru. Tanaman baru ini membantu menstabilkan tanah, mengurangi erosi, dan menciptakan kondisi yang lebih sejuk dan lembab. Seiring berjalannya waktu, hutan yang lebat dapat tumbuh kembali, mengurangi risiko kebakaran di masa depan.

Paragraf ke berapa yang termasuk timbal balik negatif

a)

Awal

b)

Akhir

19.

Di Kalimantan, laju penggundulan hutan yang tinggi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Hutan yang sebelumnya berfungsi sebagai penyerap karbon dan habitat bagi ribuan spesies flora dan fauna, kini hilang. Selain hilangnya keanekaragaman hayati, tanah menjadi lebih rentan terhadap erosi, dan siklus hidrologi terganggu.

Kasus di atas adalah contoh dari ....

a)

Degradasi Lingkungan

b)

Bencana Lingkungan

c)

Deteriosasi Lingkugnan

20.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, tingkat polusi udara telah meningkat drastis karena emisi dari kendaraan bermotor dan industri. Kondisi udara yang semakin buruk ini menyebabkan masalah lingkungan, di mana kualitas udara terus menurun dari waktu ke waktu. Akibatnya, banyak warga mengalami gangguan pernapasan dan penyakit terkait polusi udara.

Kasus di atas adalah contoh dari ....

a)

Degradasi Lingkungan

b)

Bencana Lingkungan

c)

Deteriosasi Lingkugnan

21.

Bagaimana peningkatan populasi mangsa dapat memengaruhi populasi predator?

a)

Menyebabkan penurunan populasi predator

b)

Menyebabkan peningkatan populasi predator

22.

Apa yang terjadi ketika permafrost (tanah beku) mencair akibat pemanasan global?

a)

Metana dilepaskan ke atmosfer

b)

CO2 dilepaskan ke atmosfer

23.

Bagaimana kebakaran hutan dapat mempengaruhi regenerasi hutan setelah kebakaran mereda?

a)

Mendorong pertumbuhan tanaman baru

b)

Mengurangi nutrisi bagi tanah

24-26.

Rawa gambut di Kalimantan merupakan salah satu ekosistem unik yang menyimpan karbon dalam jumlah besar di tanahnya yang kaya akan bahan organik. Namun, akibat aktivitas manusia, seperti pengeringan lahan untuk perkebunan sawit dan pertanian, lapisan gambut yang kaya karbon menjadi kering dan rentan terbakar. Pada musim kemarau, kebakaran gambut sering terjadi, menyebabkan asap tebal yang menyebar ke seluruh wilayah, bahkan hingga ke negara tetangga.

24.

Manakah dari berikut ini yang merupakan degradasi lingkungan dalam kasus ini?

a)

Pengeringan lahan gambut untuk perkebunan

b)

Penyebaran asap tebal ke wilayah lain

25.

Manakah dari berikut ini yang merupakan bencana lingkungan dalam kasus ini?

a)

Kebakaran gambut yang menyebabkan asap tebal

b)

Pengeringan lahan gambut untuk perkebunan

26.

Manakah dari berikut ini yang merupakan lingkungan dalam kasus ini?

a)

Ekosistem rawa gambut, termasuk tanah, air, dan vegetasi

b)

Aktivitas manusia yang menyebabkan kebakaran

27-28.

Lahan rawa gambut di Kalimantan memiliki peran penting dalam menyimpan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, dan mengatur siklus air. Beberapa tahun terakhir, pemerintah dan LSM bekerja sama untuk merestorasi lahan gambut yang rusak akibat kebakaran dan pengeringan lahan. Upaya restorasi ini termasuk membasahi kembali lahan gambut, menanam kembali vegetasi asli, dan mendorong masyarakat lokal untuk mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan yang tidak merusak lahan gambut.

Namun, ada juga tekanan untuk memanfaatkan lahan gambut untuk pertanian komersial, terutama perkebunan kelapa sawit dan akasia, yang membutuhkan pengeringan lahan dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem gambut.

Restorasi Gambut dan Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan

Restorasi lahan gambut dengan cara membasahi kembali lahan dan menanam vegetasi asli memiliki dampak positif pada ekosistem. Lahan gambut yang sehat dapat menyimpan lebih banyak karbon, mengurangi risiko kebakaran, dan mendukung keanekaragaman hayati. Selain itu, masyarakat lokal yang terlibat dalam praktik pertanian berkelanjutan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan. Pengembangan ekowisata berbasis konservasi gambut juga membuka peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan.

Pengeringan Lahan untuk Perkebunan

Pengeringan lahan gambut untuk pertanian komersial, seperti perkebunan kelapa sawit, memiliki dampak negatif jangka panjang. Proses pengeringan ini menyebabkan lahan gambut kehilangan kapasitasnya untuk menyimpan air dan karbon, sehingga lebih rentan terhadap kebakaran dan degradasi. Kebakaran gambut yang diakibatkan oleh pengeringan lahan ini tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga menghasilkan asap tebal yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, serta mempercepat perubahan iklim.

27.

Apa contoh timbal balik positif yang terjadi sebagai hasil dari restorasi lahan gambut di Kalimantan?

a)

Penurunan keanekaragaman hayati karena perubahan penggunaan lahan

b)

Pengurangan risiko kebakaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui praktik pertanian berkelanjutan

28.

Apa contoh timbal balik negatif dari pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan?

a)

Peningkatan kapasitas penyimpanan karbon di lahan gambut

b)

Peningkatan risiko kebakaran dan degradasi ekosistem akibat pengeringan lahan

29-30.

Lahan rawa gambut di Kalimantan memiliki peran penting dalam menyimpan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, dan mengatur siklus air. Beberapa tahun terakhir, pemerintah dan LSM bekerja sama untuk merestorasi lahan gambut yang rusak akibat kebakaran dan pengeringan lahan. Upaya restorasi ini termasuk membasahi kembali lahan gambut, menanam kembali vegetasi asli, dan mendorong masyarakat lokal untuk mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan yang tidak merusak lahan gambut.

Restorasi lahan gambut dengan cara membasahi kembali lahan dan menanam vegetasi asli memiliki dampak positif pada ekosistem. Lahan gambut yang sehat dapat menyimpan lebih banyak karbon, mengurangi risiko kebakaran, dan mendukung keanekaragaman hayati. Selain itu, masyarakat lokal yang terlibat dalam praktik pertanian berkelanjutan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan. Pengembangan ekowisata berbasis konservasi gambut juga membuka peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan.

Namun, ada juga tekanan untuk memanfaatkan lahan gambut untuk pertanian komersial, terutama perkebunan kelapa sawit dan akasia, yang membutuhkan pengeringan lahan dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem gambut.

Pengeringan lahan gambut untuk pertanian komersial, seperti perkebunan kelapa sawit, memiliki dampak negatif jangka panjang. Proses pengeringan ini menyebabkan lahan gambut kehilangan kapasitasnya untuk menyimpan air dan karbon, sehingga lebih rentan terhadap kebakaran dan degradasi. Kebakaran gambut yang diakibatkan oleh pengeringan lahan ini tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga menghasilkan asap tebal yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, serta mempercepat perubahan iklim.

29.

Apa contoh timbal balik negatif dari pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan?

a)

Peningkatan kapasitas penyimpanan karbon di lahan gambut

b)

Peningkatan risiko kebakaran dan degradasi ekosistem akibat pengeringan lahan

30.

Apa contoh timbal balik positif yang terjadi sebagai hasil dari restorasi lahan gambut di Kalimantan?

a)

Penurunan keanekaragaman hayati karena perubahan penggunaan lahan

b)

Pengurangan risiko kebakaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui praktik pertanian berkelanjutan