wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Jenis Pajak Quiz

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan Pajak Penghasilan (PPh)?

a)

Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan usaha.

b)

PPh adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi masyarakat

c)

PPh adalah pajak yang tidak berhubungan dengan penghasilan

d)

PPh adalah pajak yang hanya dikenakan pada orang pribadi

2.

Jelaskan apa itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)!

a)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hanya dikenakan pada barang saja, bukan jasa

b)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa yang dilakukan oleh pengusaha yang terdaftar sebagai pemungut PPN.

c)

Pajak Pertambahan Kurang Nilai (PPKN) adalah pajak atas penjualan barang dan jasa dengan nilai rendah

d)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas pembelian barang dan jasa

3.

Bagaimana cara menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)?

a)

PBB = Tarif PBB - Nilai Jual Objek Pajak

b)

PBB = Nilai Jual Objek Pajak / Tarif PBB

c)

PBB = Nilai Jual Objek Pajak x Tarif PBB

d)

PBB = Luas Tanah x Harga Tanah

4.

Apa perbedaan antara Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan Pasal 23?

a)

PPh Pasal 21 dikenakan pada penghasilan karyawan yang diterima secara teratur setiap bulan, sedangkan PPh Pasal 23 dikenakan pada penghasilan yang diterima tidak secara teratur atau sekali dalam setahun.

b)

PPh Pasal 21 dikenakan pada penghasilan yang diterima sekali dalam setahun

c)

PPh Pasal 23 dikenakan pada penghasilan karyawan yang diterima setiap bulan

d)

PPh Pasal 21 dikenakan pada penghasilan yang diterima tidak secara teratur

5.

Apa yang dimaksud dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)?

a)

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah pajak yang hanya berlaku di wilayah perkotaan.

b)

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah pajak yang hanya berlaku untuk kendaraan roda dua.

c)

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan bermotor setiap tahun sebagai kontribusi atas penggunaan jalan umum.

d)

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan bermotor setiap bulan sebagai kontribusi atas penggunaan jalan umum.

6.

Jelaskan apa itu Pajak Bea Masuk!

a)

Pajak Bea Masuk adalah pajak yang dikenakan pada barang impor yang masuk ke suatu negara.

b)

Pajak Bea Masuk adalah pajak yang dikenakan pada barang ekspor

c)

Pajak Bea Masuk tidak ada hubungannya dengan impor

d)

Pajak Bea Masuk hanya berlaku untuk barang lokal

7.

Bagaimana sistem Pajak Pengeluaran (PPh Pasal 22) bekerja?

a)

PPh Pasal 22 hanya berlaku untuk pajak penghasilan individu

b)

PPh Pasal 22 bekerja dengan pemotong pajak memotong sejumlah pajak tertentu dari pembayaran yang diterima oleh penerima penghasilan, kemudian pemotong pajak tersebut wajib menyetor pajak yang dipotong ke kas negara.

c)

PPh Pasal 22 tidak memerlukan pemotong pajak untuk menyetor pajak yang dipotong

d)

PPh Pasal 22 tidak memotong pajak dari pembayaran

8.

Apa saja jenis Pajak Daerah di Indonesia?

a)

Pajak Penerangan Jalan

b)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan

c)

Pajak Air Bersih

d)

Pajak Sampah

9.

Apa yang dimaksud dengan Pajak Penghasilan Final (PPh Final)?

a)

PPh Final tidak memiliki batasan jumlah penghasilan yang dikenakan pajak.

b)

PPh Final hanya berlaku untuk pajak penghasilan orang pribadi.

c)

PPh Final adalah pajak yang dikenakan pada sumbernya setelah dipotong pada saat pencairan atau pembayaran.

d)

PPh Final adalah pajak yang dikenakan secara final pada sumbernya tanpa dipotong lagi pada saat pencairan atau pembayaran.

10.

Bagaimana Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 diterapkan?

a)

PPh Pasal 25 diterapkan pada penghasilan yang diterima oleh wajib pajak bukan badan usaha atau bentuk usaha tetap dari luar negeri, dipotong oleh pihak yang membayar penghasilan sebelum diserahkan kepada penerima penghasilan.

b)

PPh Pasal 25 hanya berlaku untuk penghasilan dari bentuk usaha tetap dalam negeri

c)

PPh Pasal 25 diterapkan pada penghasilan yang diterima oleh wajib pajak badan usaha dari dalam negeri

d)

PPh Pasal 25 tidak perlu dipotong sebelum diserahkan kepada penerima penghasilan