Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Administrasi Farmasi di RS

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan pengelolaan stok obat di rumah sakit?

a)

Pengelolaan stok obat di rumah sakit adalah proses menjual obat kadaluarsa

b)

Pengelolaan stok obat di rumah sakit adalah proses pemberian obat tanpa resep dokter

c)

Pengelolaan stok obat di rumah sakit adalah proses penghapusan obat yang tidak terpakai

d)

Pengelolaan stok obat di rumah sakit adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pemantauan obat-obatan untuk memastikan ketersediaan dan keamanan obat sesuai kebutuhan pasien.

2.

Jelaskan proses penerimaan obat di rumah sakit!

a)

Pengecekan resep oleh petugas kebersihan

b)

Penyiapan obat oleh dokter

c)

Penyerahan obat kepada pasien oleh petugas administrasi

d)

Tahap pemberian resep oleh dokter, pengecekan resep oleh apoteker, penyiapan obat oleh petugas farmasi, dan penyerahan obat kepada pasien oleh petugas keperawatan.

3.

Mengapa pengawasan kualitas obat di rumah sakit penting?

a)

Pengawasan kualitas obat di rumah sakit penting untuk memastikan obat yang digunakan aman, efektif, dan sesuai standar.

b)

Kualitas obat di rumah sakit tidak berpengaruh

c)

Obat di rumah sakit tidak perlu diawasi

d)

Pengawasan kualitas obat di rumah sakit tidak penting

4.

Apa saja yang termasuk dalam dokumentasi administrasi obat?

a)

Jenis kelamin, usia, golongan darah

b)

Nama pasien, alamat, nomor telepon

c)

Nama dokter, spesialisasi, nomor izin praktek

d)

Nama obat, dosis, frekuensi pemberian, cara pemberian, tanggal dan waktu pemberian, tanda tangan petugas

5.

Apa peran apoteker dalam administrasi farmasi di rumah sakit?

a)

Apoteker tidak terlibat dalam administrasi farmasi di rumah sakit.

b)

Perawat yang bertanggung jawab dalam administrasi farmasi di rumah sakit.

c)

Apoteker bertanggung jawab dalam administrasi farmasi di rumah sakit.

d)

Administrasi farmasi di rumah sakit tidak memerlukan peran apoteker.

6.

Bagaimana cara mengelola stok obat yang baik di rumah sakit?

a)

Menyimpan obat di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung

b)

Melakukan inventarisasi obat secara berkala, memantau tanggal kedaluwarsa obat, menjaga kondisi penyimpanan obat agar sesuai dengan aturan, dan melakukan rotasi stok obat.

c)

Mengabaikan tanggal kedaluwarsa obat

d)

Tidak perlu melakukan inventarisasi obat

7.

Sebutkan langkah-langkah dalam proses penerimaan obat di rumah sakit!

a)

Pendaftaran, pengambilan resep, pembayaran, pengambilan obat

b)

Pendaftaran, pemeriksaan dokter, pengambilan resep, pengambilan obat

c)

Pendaftaran, pemeriksaan dokter, pengambilan resep, pembayaran

d)

Pendaftaran, pengambilan obat, pembayaran, konsultasi dokter

8.

Mengapa penting untuk memeriksa kualitas obat secara berkala di rumah sakit?

a)

Karena obat tidak akan pernah berubah kualitasnya

b)

Untuk memastikan obat yang digunakan aman, efektif, dan sesuai standar kesehatan.

c)

Agar pasien semakin bingung dengan obat yang diberikan

d)

Untuk menghemat biaya rumah sakit

9.

Apa yang harus dicatat dalam dokumen administrasi obat?

a)

Warna cat rumah

b)

Nama hewan peliharaan

c)

Informasi seperti nama pasien, nama obat, dosis obat, waktu pemberian, dan tanda tangan petugas yang memberikan obat.

d)

Jenis mobil keluarga

10.

Bagaimana apoteker dapat membantu dalam pengelolaan administrasi farmasi di rumah sakit?

a)

Apoteker dapat membantu dalam pengelolaan administrasi farmasi di rumah sakit dengan melakukan tugas administratif lainnya di rumah sakit.

b)

Apoteker dapat membantu dalam pengelolaan administrasi farmasi di rumah sakit dengan melakukan tugas seperti memeriksa resep, menyusun jadwal pemberian obat, memberikan informasi kepada pasien tentang penggunaan obat, dan berkolaborasi dengan tim medis untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif.

c)

Apoteker dapat membantu dalam pengelolaan administrasi farmasi di rumah sakit dengan menjadi koki di kantin rumah sakit.

d)

Apoteker dapat membantu dalam pengelolaan administrasi farmasi di rumah sakit dengan memberikan saran mode fashion kepada pasien.

11.

Berikan contoh strategi efektif dalam pengelolaan stok obat di rumah sakit!

a)

Mengabaikan tanggal kedaluwarsa obat karena tidak terlalu penting

b)

Melakukan analisis konsumsi obat secara berkala untuk memprediksi kebutuhan obat di masa mendatang.

c)

Membeli obat dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan kebutuhan

d)

Tidak melakukan pemantauan terhadap stok obat secara berkala

12.

Apa yang harus dilakukan jika ada obat yang kedaluwarsa dalam stok rumah sakit?

a)

Menggunakan obat tersebut tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa

b)

Pisahkan, identifikasi, catat, laporkan, dan lakukan penghapusan yang aman.

c)

Menjual obat kedaluwarsa kepada pasien

d)

Mengabaikan obat kedaluwarsa dan menyimpannya bersama obat yang masih layak pakai

13.

Bagaimana cara memastikan obat yang diterima sesuai dengan pesanan di rumah sakit?

a)

Menggunakan obat tanpa memeriksa label

b)

Memeriksa label obat, membandingkan dengan resep dokter, menggunakan sistem identifikasi obat, meminta konfirmasi, dan bertanya kepada petugas kesehatan jika ada keraguan.

c)

Tidak membandingkan obat dengan resep dokter

d)

Tidak bertanya kepada petugas kesehatan jika ada keraguan

14.

Mengapa penting untuk melakukan uji kualitas terhadap obat yang diterima?

a)

Uji kualitas obat dapat dilakukan setelah obat digunakan dalam jumlah besar

b)

Uji kualitas obat yang diterima penting untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan.

c)

Uji kualitas obat tidak penting karena sudah ada izin edar

d)

Uji kualitas obat hanya diperlukan untuk obat-obat tertentu

15.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan dalam dokumentasi administrasi obat?

a)

Mengabaikan kesalahan dan tidak melakukan perbaikan

b)

Menyembunyikan kesalahan dan tidak melaporkannya

c)

Melaporkan kesalahan kepada atasan atau petugas yang berwenang, memperbaiki dokumentasi sesuai informasi yang benar, dan melakukan langkah pencegahan agar kesalahan tidak terulang.

d)

Mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain

16.

Bagaimana apoteker dapat berperan dalam meningkatkan pengawasan kualitas obat di rumah sakit?

a)

Memberikan obat tanpa melakukan pemeriksaan berkala

b)

Dengan melakukan pemeriksaan obat secara berkala, memberikan edukasi kepada tim medis terkait penggunaan obat yang tepat, serta memastikan proses distribusi obat sesuai standar keamanan dan kualitas.

c)

Tidak memberikan edukasi kepada tim medis terkait penggunaan obat yang tepat

d)

Mengabaikan proses distribusi obat di rumah sakit

17.

Sebutkan jenis-jenis laporan yang perlu disusun dalam administrasi obat di rumah sakit!

a)

Laporan keuangan, Laporan kebersihan, Laporan kecelakaan

b)

Laporan penggunaan obat, laporan stok obat, laporan obat yang kadaluarsa, laporan obat yang habis

18.

Apa yang harus dilakukan apoteker jika ada pasien yang mengalami efek samping obat?

a)

Menyimpan informasi efek samping untuk diri sendiri

b)

Mengabaikan efek samping yang dialami pasien

c)

Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan jenis efek samping yang dialami pasien dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwenang.

d)

Memberikan obat tambahan tanpa konsultasi

19.

Bagaimana apoteker dapat memberikan edukasi kepada pasien tentang penggunaan obat dengan benar?

a)

Memberikan informasi yang tidak relevan dengan obat yang diberikan

b)

Menggunakan bahasa yang sulit dipahami oleh pasien

c)

Tidak memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya

d)

Melalui konseling obat, memberikan informasi leaflet obat, dan menjawab pertanyaan pasien terkait obat.

20.

Apa yang harus dilakukan apoteker jika ada obat yang dicurigai palsu masuk ke stok rumah sakit?

a)

Menggunakan obat tersebut tanpa melaporkan kejadian

b)

Mengabaikan obat yang dicurigai palsu

c)

Mengedarkan obat tersebut ke pasien tanpa pengecekan lebih lanjut

d)

Melaporkan kejadian ke otoritas yang berwenang dan mengisolasi obat yang dicurigai palsu.