wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ppu with naara

Total questions: 10

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

(1) Manusia, untuk tetap dapat melangsungkan kehidupannya, selalu bergantung pada lingkungan

alam dan fisik tempatnya hidup. (2) Hubungan manusia dengan lingkungan fisik dan alamnya itu tidaklah

semata-mata terwujud sebagai hubungan ketergantungan manusia dengan lingkungannya, melainkan juga

terwujud sebagai suatu hubungan yang saling memengaruhi dan mengubah lingkungannya. (3) Dengan

kata lain, manusia juga turut menciptakan corak dan bentuk lingkungannya. (4) Manusia, dari satu segi,

menjadi bagian dari lingkungan fisik dan alam tempatnya hidup; dari segi yang lain, lingkungan alam dan

fisik tempatnya hidup adalah bagian dari dirinya.

(5) Kerangka landasan yang menciptakan dan membuat manusia bergantung pada lingkungannya

adalah kebudayaan. (6) Dengan begitu, manusia, kebudayaan, dan lingkungan merupakan tiga faktor yang

saling menjalin secara integral. (7) Pandangan ini mengisyaratkan perlunya hubungan timbal balik yang

serasi dan harmonis antara manusia dan lingkungan. (8) Dengan demikian, suatu jenis makhluk hidup

akan dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya sepanjang ia merasa sebagai bagian integral dari

lingkungan hidupnya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (9) Lingkungan tempat

manusia hidup, di antaranya, juga mencakup lingkungan sosiobudaya. Masalah utama teks tersebut adalah...

a)

pengertian atau konsep dasar tentang

kebudayaan dan lingkungan.

b)

pengaruh lingkungan alam dan lingkungan

sosiobudaya terhadap manusia.

c)

hubungan resiprokal antara manusia,

kebudayaan, dan lingkungan.

d)

pentingnya kebudayaan dalam

menyelaraskan jalinan manusia dengan

lingkungan

2.

(1) Manusia, untuk tetap dapat melangsungkan kehidupannya, selalu bergantung pada lingkungan

alam dan fisik tempatnya hidup. (2) Hubungan manusia dengan lingkungan fisik dan alamnya itu tidaklah

semata-mata terwujud sebagai hubungan ketergantungan manusia dengan lingkungannya, melainkan juga

terwujud sebagai suatu hubungan yang saling memengaruhi dan mengubah lingkungannya. (3) Dengan

kata lain, manusia juga turut menciptakan corak dan bentuk lingkungannya. (4) Manusia, dari satu segi,

menjadi bagian dari lingkungan fisik dan alam tempatnya hidup; dari segi yang lain, lingkungan alam dan

fisik tempatnya hidup adalah bagian dari dirinya.

(5) Kerangka landasan yang menciptakan dan membuat manusia bergantung pada lingkungannya

adalah kebudayaan. (6) Dengan begitu, manusia, kebudayaan, dan lingkungan merupakan tiga faktor yang

saling menjalin secara integral. (7) Pandangan ini mengisyaratkan perlunya hubungan timbal balik yang

serasi dan harmonis antara manusia dan lingkungan. (8) Dengan demikian, suatu jenis makhluk hidup

akan dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya sepanjang ia merasa sebagai bagian integral dari

lingkungan hidupnya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (9) Lingkungan tempat

manusia hidup, di antaranya, juga mencakup lingkungan sosiobudaya. Kata bergantung pada kalimat (1) teks

tersebut berantonim dengan kata..

a)

menjuntai.

b)

tersangkut.

c)

ketagihan.

d)

terlepas.

3.

(1) Manusia, untuk tetap dapat melangsungkan kehidupannya, selalu bergantung pada lingkungan

alam dan fisik tempatnya hidup. (2) Hubungan manusia dengan lingkungan fisik dan alamnya itu tidaklah

semata-mata terwujud sebagai hubungan ketergantungan manusia dengan lingkungannya, melainkan juga

terwujud sebagai suatu hubungan yang saling memengaruhi dan mengubah lingkungannya. (3) Dengan

kata lain, manusia juga turut menciptakan corak dan bentuk lingkungannya. (4) Manusia, dari satu segi,

menjadi bagian dari lingkungan fisik dan alam tempatnya hidup; dari segi yang lain, lingkungan alam dan

fisik tempatnya hidup adalah bagian dari dirinya.

(5) Kerangka landasan yang menciptakan dan membuat manusia bergantung pada lingkungannya

adalah kebudayaan. (6) Dengan begitu, manusia, kebudayaan, dan lingkungan merupakan tiga faktor yang

saling menjalin secara integral. (7) Pandangan ini mengisyaratkan perlunya hubungan timbal balik yang

serasi dan harmonis antara manusia dan lingkungan. (8) Dengan demikian, suatu jenis makhluk hidup

akan dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya sepanjang ia merasa sebagai bagian integral dari

lingkungan hidupnya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (9) Lingkungan tempat

manusia hidup, di antaranya, juga mencakup lingkungan sosiobudaya. Kata hubung melainkan pada kalimat (2)

seharusnya diganti dengan..

a)

tetapi.

b)

sedangkan.

c)

sehingga.

d)

maupun.

4.

(1) Manusia, untuk tetap dapat melangsungkan kehidupannya, selalu bergantung pada lingkungan

alam dan fisik tempatnya hidup. (2) Hubungan manusia dengan lingkungan fisik dan alamnya itu tidaklah

semata-mata terwujud sebagai hubungan ketergantungan manusia dengan lingkungannya, melainkan juga

terwujud sebagai suatu hubungan yang saling memengaruhi dan mengubah lingkungannya. (3) Dengan

kata lain, manusia juga turut menciptakan corak dan bentuk lingkungannya. (4) Manusia, dari satu segi,

menjadi bagian dari lingkungan fisik dan alam tempatnya hidup; dari segi yang lain, lingkungan alam dan

fisik tempatnya hidup adalah bagian dari dirinya.

(5) Kerangka landasan yang menciptakan dan membuat manusia bergantung pada lingkungannya

adalah kebudayaan. (6) Dengan begitu, manusia, kebudayaan, dan lingkungan merupakan tiga faktor yang

saling menjalin secara integral. (7) Pandangan ini mengisyaratkan perlunya hubungan timbal balik yang

serasi dan harmonis antara manusia dan lingkungan. (8) Dengan demikian, suatu jenis makhluk hidup

akan dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya sepanjang ia merasa sebagai bagian integral dari

lingkungan hidupnya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (9) Lingkungan tempat

manusia hidup, di antaranya, juga mencakup lingkungan sosiobudaya. Simpulan yang tepat atas isi teks tersebut

adalah..

a)

Sebagai makhluk sosiobudaya, manusia

dibentuk oleh lingkungannya sehingga

memerlukan kebudayaan.

b)

Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia

dibentuk oleh dan membentuk perilaku

manusia dalam hubungan dengan

lingkungan hidupnya.

c)

Perubahan lingkungan hidup bergantung

pada perilaku manusia dalam membentuk

budaya untuk memenuhi tuntutan

hidupnya

d)

Dalam mengatur dan mengubah

lingkungannya, manusia sangat

bergantung pada kebudayaan yang

dimiliki.

5.

(1) Riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Cendana menunjukkan, mangga kelapa Pulau

Alor kaya dengan vitamin C. (2) Setiap 100 g (gram) daging buahnya mengandung 31,91 mg (miligram)

vitamin C. (3) Artinya, cukup dengan menyantap 200 g alias seperempat buah mangga alor – dulu

bernama mangga kelapa, sekarang mangga alor –, kebutuhan asupan vitamin C untuk laki-laki dan

perempuan dewasa sebanyak 60 mg per hari terpenuhi. (4) Karena itu, bila musim buah tiba, Mangifera

indica – nama Latin mangga alor – itu menjadi incaran para wisatawan atau pejabat yang berkunjung ke

kabupaten paling timur di Provinsi NTT itu. (5) Rasanya yang manis dan ukuran buahnya yang superbesar

sehingga membuat mangga itu menjadi oleh-oleh khas dari Pulau Alor yang paling digemari.

(6) Pada Oktober 2008, mangga alor asal Pulau Seribu Moko – julukan Pulau Alor – itu resmi

ditetapkan sebagai satu di antara varietas unggul lokal. (7) Untuk perkembangan bibit, pohon mangga alor

milik Hamid Eta yang menjuarai kontes dipilih menjadi pohon induk. (8) Dari pohon mangga yang sudah

berumur 18 tahun itulah nantinya akan dikembangkan bibit-bibit mangga alor. Topik bacaaan tersebut adalah...

a)

peneliti Undana membuktikan kandungan

nutrisi mangga kelapa

b)

mangga alor yang kaya vitamin C

sebagai varietas unggul lokal.

c)

Mangifera indica menjadi incaran para

wisatawan dan pejabat.

d)

mangga alor merupakan oleh-oleh khas

dari Pulau Alor.

6.

(1) Riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Cendana menunjukkan, mangga kelapa Pulau

Alor kaya dengan vitamin C. (2) Setiap 100 g (gram) daging buahnya mengandung 31,91 mg (miligram)

vitamin C. (3) Artinya, cukup dengan menyantap 200 g alias seperempat buah mangga alor – dulu

bernama mangga kelapa, sekarang mangga alor –, kebutuhan asupan vitamin C untuk laki-laki dan

perempuan dewasa sebanyak 60 mg per hari terpenuhi. (4) Karena itu, bila musim buah tiba, Mangifera

indica – nama Latin mangga alor – itu menjadi incaran para wisatawan atau pejabat yang berkunjung ke

kabupaten paling timur di Provinsi NTT itu. (5) Rasanya yang manis dan ukuran buahnya yang superbesar

sehingga membuat mangga itu menjadi oleh-oleh khas dari Pulau Alor yang paling digemari.

(6) Pada Oktober 2008, mangga alor asal Pulau Seribu Moko – julukan Pulau Alor – itu resmi

ditetapkan sebagai satu di antara varietas unggul lokal. (7) Untuk perkembangan bibit, pohon mangga alor

milik Hamid Eta yang menjuarai kontes dipilih menjadi pohon induk. (8) Dari pohon mangga yang sudah

berumur 18 tahun itulah nantinya akan dikembangkan bibit-bibit mangga alor. Pernyataan manakah berikut ini yang tidak

berhubungan dengan isi teks tersebut?

a)

Seperempat mangga alor sudah dapat

memenuhi kebutuhan akan vitamin C

untuk perempuan dewasa.

b)

Dari segi rasa, mangga alor memiliki rasa

seperti buah mangga pada umumnya.

c)

Mangga kelapa – atau yang lebih

dikenal dengan mangga alor – bukanlah

buah khas dari Alor.

d)

Mangga alor hanya terdapat dan

dikembangbiakan di Pulau Alor, pulau

bagian timur Provinsi NTT.

7.

(1) Riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Cendana menunjukkan, mangga kelapa Pulau

Alor kaya dengan vitamin C. (2) Setiap 100 g (gram) daging buahnya mengandung 31,91 mg (miligram)

vitamin C. (3) Artinya, cukup dengan menyantap 200 g alias seperempat buah mangga alor – dulu

bernama mangga kelapa, sekarang mangga alor –, kebutuhan asupan vitamin C untuk laki-laki dan

perempuan dewasa sebanyak 60 mg per hari terpenuhi. (4) Karena itu, bila musim buah tiba, Mangifera

indica – nama Latin mangga alor – itu menjadi incaran para wisatawan atau pejabat yang berkunjung ke

kabupaten paling timur di Provinsi NTT itu. (5) Rasanya yang manis dan ukuran buahnya yang superbesar

sehingga membuat mangga itu menjadi oleh-oleh khas dari Pulau Alor yang paling digemari.

(6) Pada Oktober 2008, mangga alor asal Pulau Seribu Moko – julukan Pulau Alor – itu resmi

ditetapkan sebagai satu di antara varietas unggul lokal. (7) Untuk perkembangan bibit, pohon mangga alor

milik Hamid Eta yang menjuarai kontes dipilih menjadi pohon induk. (8) Dari pohon mangga yang sudah

berumur 18 tahun itulah nantinya akan dikembangkan bibit-bibit mangga alor. Dalam teks tersebut terdapat penggunaan

kata yang tidak sesuai dengan konteks

kalimatnya, yaitu...

a)

kata mengandung pada kalimat (2).

b)

kata menyantap pada kalimat (3).

c)

kata incaran pada kalimat (4).

d)

kata perkembangan pada kalimat (7).

8.

(1) Riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Cendana menunjukkan, mangga kelapa Pulau

Alor kaya dengan vitamin C. (2) Setiap 100 g (gram) daging buahnya mengandung 31,91 mg (miligram)

vitamin C. (3) Artinya, cukup dengan menyantap 200 g alias seperempat buah mangga alor – dulu

bernama mangga kelapa, sekarang mangga alor –, kebutuhan asupan vitamin C untuk laki-laki dan

perempuan dewasa sebanyak 60 mg per hari terpenuhi. (4) Karena itu, bila musim buah tiba, Mangifera

indica – nama Latin mangga alor – itu menjadi incaran para wisatawan atau pejabat yang berkunjung ke

kabupaten paling timur di Provinsi NTT itu. (5) Rasanya yang manis dan ukuran buahnya yang superbesar

sehingga membuat mangga itu menjadi oleh-oleh khas dari Pulau Alor yang paling digemari.

(6) Pada Oktober 2008, mangga alor asal Pulau Seribu Moko – julukan Pulau Alor – itu resmi

ditetapkan sebagai satu di antara varietas unggul lokal. (7) Untuk perkembangan bibit, pohon mangga alor

milik Hamid Eta yang menjuarai kontes dipilih menjadi pohon induk. (8) Dari pohon mangga yang sudah

berumur 18 tahun itulah nantinya akan dikembangkan bibit-bibit mangga alor. Makna kata varietas pada kalimat (6) teks

tersebut adalah...

a)

mempunyai berbagai bentuk/jenis.

b)

pemulihan atau penetapan nilai sesuatu.

c)

perubahan dari keadaan bahan semula.

d)

kelompok tanaman dalam jenis tertentu.

9.

(1) Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tahapan sangat penting bagi penyintas untuk

kembali menata hidup lebih baik dan lebih aman dari bencana. (2) Namun, selama ini fase ini lebih

difokuskan pada aspek infrastruktur fisik dan mengabaikan dimensi sosial budaya. (3) Pengabaian dimensi

sosial ini kerap memicu berbagai persoalan, seperti yang terjadi di Sulawesi Tengah setelah bencana

gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. (4) Berbagai persoalan itu ditemukan tim peneliti dari Pusat

Penelitian Kependudukan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). (5) Dalam penelitian itu

ditemukan adanya persoalan terkait lambannya pemulihan sumber penghidupan warga, baik petani

maupun nelayan yang mendominasi profil penyintas.

(6) Kajian ini memberikan dua rekomendasi untuk pemulihan tempat tinggal dan sumber

penghidupan. (7) Karena itu, pemerintah harus menjaga kualitas sesuai dengan standar minimal sehingga

penyintas tidak menjadi lebih rentan dan perlahan dapat kembali ke kehidupan normal, seperti penyediaan

huntara (hunian sementara untuk para korban gempa dan tsunami) berkualitas baik agar bisa menjadi

transisi untuk pembangunan kembali yang lebih baik. (8) Untuk rencana relokasi ke depan,

direkomendasikan untuk dikomunikasikan dengan baik bersama masyarakat sebagai kunci keberhasilan

relokasi. (9) Sementara itu, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Bappenas, Sumedi

Andono Mulyo, mengatakan, untuk membangun kembali daerah pascabencana yang lebih baik, idealnya

dengan pendekatan berbasis komunitas, tetapi membutuhkan proses dan waktu yang lebih lama. Kata rekonstruksi pada kalimat (1) teks

tersebut berantonim dengan kata..

a)

didiskreditkan.

b)

diskriminasi.

c)

dideskripsikan.

d)

destruksi.

10.

(1) Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tahapan sangat penting bagi penyintas untuk

kembali menata hidup lebih baik dan lebih aman dari bencana. (2) Namun, selama ini fase ini lebih

difokuskan pada aspek infrastruktur fisik dan mengabaikan dimensi sosial budaya. (3) Pengabaian dimensi

sosial ini kerap memicu berbagai persoalan, seperti yang terjadi di Sulawesi Tengah setelah bencana

gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. (4) Berbagai persoalan itu ditemukan tim peneliti dari Pusat

Penelitian Kependudukan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). (5) Dalam penelitian itu

ditemukan adanya persoalan terkait lambannya pemulihan sumber penghidupan warga, baik petani

maupun nelayan yang mendominasi profil penyintas.

(6) Kajian ini memberikan dua rekomendasi untuk pemulihan tempat tinggal dan sumber

penghidupan. (7) Karena itu, pemerintah harus menjaga kualitas sesuai dengan standar minimal sehingga

penyintas tidak menjadi lebih rentan dan perlahan dapat kembali ke kehidupan normal, seperti penyediaan

huntara (hunian sementara untuk para korban gempa dan tsunami) berkualitas baik agar bisa menjadi

transisi untuk pembangunan kembali yang lebih baik. (8) Untuk rencana relokasi ke depan,

direkomendasikan untuk dikomunikasikan dengan baik bersama masyarakat sebagai kunci keberhasilan

relokasi. (9) Sementara itu, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Bappenas, Sumedi

Andono Mulyo, mengatakan, untuk membangun kembali daerah pascabencana yang lebih baik, idealnya

dengan pendekatan berbasis komunitas, tetapi membutuhkan proses dan waktu yang lebih lama. Padanan kata menyantap adalah...

a)

menyediakan.

b)

mengambil.

c)

mengonsumsi.

d)

mengerahkan.