WorksheetsANBK LITERASI 1
Total questions: 15
Worksheet time: 4hrs 45mins
DOKTER CILIK
Hari ini Vita dan Veha di rumah saja karena orang tua mereka sibuk. Vita senang bermain dokter-dokteran, tetapi Veha tidak suka permainan itu. Vita mengajak Veha untuk bermain bersama. Dia berpura-pura memiliki peralatan dokter. Vita berpura-pura menjadi dokter. Dia memeriksa Veha. Vita berseru, "Tenang! Biar dokter memeriksamu." Oh, suhu badan Veha tidak tinggi! Detak jantungnya pun normal! Veha bosan.
"Kakak, aku tidak suka permainan ini. Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja?" Veha bertanya.
"Tidak, kita hanya berdua," Vita menolak. "Pasti tidak seru. Bagaimana kalau kau yang jadi dokternya?"
Kemudian, dia memberikan peralatan dokter kepada Veha. Veha masih juga bosan. Ketika Vita berbalik, Veha berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi. Vita memandang sekeliling, tetapi tidak melihat adiknya. Vita berseru, "Di mana kau, Veha?" Namun, tidak ada jawaban.
Vita masuk dan mencari Veha. Veha bersembunyi dan menertawakan kakaknya. Lalu, dia masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi.
"Veha, kau di dalam rumah?"
Hening. Tidak ada jawaban. Tak lama kemudian, Vita mendengar Veha terjatuh di kamar. Vita masuk dan melihat lutut adiknya terluka. Dia sangat ketakutan, tetapi tidak tahu cara menghubungi orang tuanya. Vita mendapat ide, dia akan membalut lutut adiknya dengan perban.
Vita mengambil kunci untuk membuka sebuah laci, berharap menemukan kapas, kasa, dan perban. Namun, karena ketakutan, dia menjatuhkan kunci di bawah sebuah peti berat.
"Auw! Sakit sekali!" Veha berseru.
"Tunggu sebentar! Aku menjatuhkan kuncinya!" sahut Vita.
Vita tidak mendapat mengangkat peti yang berat itu untuk meraih kunci. Veha punya ide. Veha menyuruh kakaknya menggunakan tongkat kayu untuk mengangkat peti. Mereka bekerja sama untuk mengangkat peti dan menggapai kunci.
"Bagus sekali! Bagaimana kamu bisa tahu cara melakukan ini?" tanya Vita.
"Aku pernah melihat Ayah melakukannya," jawab Veha.
Vita menggunakan kapas, kasa, dan perban untuk menghentikan pendarahan. Orang tua mereka pulang untuk membantu.
"Lihat, lukanya tidak berdarah lagi! Kakak dapat melakukan pekerjaan dokter!"
Veha bercerita kepada orang tuanya.
"Bisakah kamu tidak terlalu aktif, Veha?"Vita dan orang tuanya berkata serentak. Veha tertawa, melupakan lututnya yang sakit.
Keesokan harinya, Vita dan Veha bermain bersama. Vita menjadi dokter dan Veha menjadi petugas rumah sakit.
"Vita, pasiennya di sini!" seru Veha sambil menarik mobil-mobilannya yang mengangkut boneka.
"Oh, biar kuperiksa pasiennya!" sahut Vita. Vita dan Veha bermain bersama dengan gembira.
PERTANYAAN
Mengapa Veha berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi?
Karena Vita menyuruh Veha untuk mengambil kain kasa di dalam rumah.
Karena Veha merasa bosan bermain dokter-dokteran dengan Vita.
Karena Vita mengejar Veha yang berlari sampai ke dalam rumah.
Karena Vita dan Veha sedang bermain petak umpet.
DOKTER CILIK
Hari ini Vita dan Veha di rumah saja karena orang tua mereka sibuk. Vita senang bermain dokter-dokteran, tetapi Veha tidak suka permainan itu. Vita mengajak Veha untuk bermain bersama. Dia berpura-pura memiliki peralatan dokter. Vita berpura-pura menjadi dokter. Dia memeriksa Veha. Vita berseru, "Tenang! Biar dokter memeriksamu." Oh, suhu badan Veha tidak tinggi! Detak jantungnya pun normal! Veha bosan.
"Kakak, aku tidak suka permainan ini. Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja?" Veha bertanya.
"Tidak, kita hanya berdua," Vita menolak. "Pasti tidak seru. Bagaimana kalau kau yang jadi dokternya?"
Kemudian, dia memberikan peralatan dokter kepada Veha. Veha masih juga bosan. Ketika Vita berbalik, Veha berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi. Vita memandang sekeliling, tetapi tidak melihat adiknya. Vita berseru, "Di mana kau, Veha?" Namun, tidak ada jawaban.
Vita masuk dan mencari Veha. Veha bersembunyi dan menertawakan kakaknya. Lalu, dia masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi.
"Veha, kau di dalam rumah?"
Hening. Tidak ada jawaban. Tak lama kemudian, Vita mendengar Veha terjatuh di kamar. Vita masuk dan melihat lutut adiknya terluka. Dia sangat ketakutan, tetapi tidak tahu cara menghubungi orang tuanya. Vita mendapat ide, dia akan membalut lutut adiknya dengan perban.
Vita mengambil kunci untuk membuka sebuah laci, berharap menemukan kapas, kasa, dan perban. Namun, karena ketakutan, dia menjatuhkan kunci di bawah sebuah peti berat.
"Auw! Sakit sekali!" Veha berseru.
"Tunggu sebentar! Aku menjatuhkan kuncinya!" sahut Vita.
Vita tidak mendapat mengangkat peti yang berat itu untuk meraih kunci. Veha punya ide. Veha menyuruh kakaknya menggunakan tongkat kayu untuk mengangkat peti. Mereka bekerja sama untuk mengangkat peti dan menggapai kunci.
"Bagus sekali! Bagaimana kamu bisa tahu cara melakukan ini?" tanya Vita.
"Aku pernah melihat Ayah melakukannya," jawab Veha.
Vita menggunakan kapas, kasa, dan perban untuk menghentikan pendarahan. Orang tua mereka pulang untuk membantu.
"Lihat, lukanya tidak berdarah lagi! Kakak dapat melakukan pekerjaan dokter!"
Veha bercerita kepada orang tuanya.
"Bisakah kamu tidak terlalu aktif, Veha?"Vita dan orang tuanya berkata serentak. Veha tertawa, melupakan lututnya yang sakit.
Keesokan harinya, Vita dan Veha bermain bersama. Vita menjadi dokter dan Veha menjadi petugas rumah sakit.
"Vita, pasiennya di sini!" seru Veha sambil menarik mobil-mobilannya yang mengangkut boneka.
"Oh, biar kuperiksa pasiennya!" sahut Vita. Vita dan Veha bermain bersama dengan gembira.
Pertanyaan !
Bagaimana cara Vita dan Veha mengambil kunci yang terjatuh di bawah peti berat?
DOKTER CILIK
Hari ini Vita dan Veha di rumah saja karena orang tua mereka sibuk. Vita senang bermain dokter-dokteran, tetapi Veha tidak suka permainan itu. Vita mengajak Veha untuk bermain bersama. Dia berpura-pura memiliki peralatan dokter. Vita berpura-pura menjadi dokter. Dia memeriksa Veha. Vita berseru, "Tenang! Biar dokter memeriksamu." Oh, suhu badan Veha tidak tinggi! Detak jantungnya pun normal! Veha bosan.
"Kakak, aku tidak suka permainan ini. Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja?" Veha bertanya.
"Tidak, kita hanya berdua," Vita menolak. "Pasti tidak seru. Bagaimana kalau kau yang jadi dokternya?"
Kemudian, dia memberikan peralatan dokter kepada Veha. Veha masih juga bosan. Ketika Vita berbalik, Veha berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi. Vita memandang sekeliling, tetapi tidak melihat adiknya. Vita berseru, "Di mana kau, Veha?" Namun, tidak ada jawaban.
Vita masuk dan mencari Veha. Veha bersembunyi dan menertawakan kakaknya. Lalu, dia masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi.
"Veha, kau di dalam rumah?"
Hening. Tidak ada jawaban. Tak lama kemudian, Vita mendengar Veha terjatuh di kamar. Vita masuk dan melihat lutut adiknya terluka. Dia sangat ketakutan, tetapi tidak tahu cara menghubungi orang tuanya. Vita mendapat ide, dia akan membalut lutut adiknya dengan perban.
Vita mengambil kunci untuk membuka sebuah laci, berharap menemukan kapas, kasa, dan perban. Namun, karena ketakutan, dia menjatuhkan kunci di bawah sebuah peti berat.
"Auw! Sakit sekali!" Veha berseru.
"Tunggu sebentar! Aku menjatuhkan kuncinya!" sahut Vita.
Vita tidak mendapat mengangkat peti yang berat itu untuk meraih kunci. Veha punya ide. Veha menyuruh kakaknya menggunakan tongkat kayu untuk mengangkat peti. Mereka bekerja sama untuk mengangkat peti dan menggapai kunci.
"Bagus sekali! Bagaimana kamu bisa tahu cara melakukan ini?" tanya Vita.
"Aku pernah melihat Ayah melakukannya," jawab Veha.
Vita menggunakan kapas, kasa, dan perban untuk menghentikan pendarahan. Orang tua mereka pulang untuk membantu.
"Lihat, lukanya tidak berdarah lagi! Kakak dapat melakukan pekerjaan dokter!"
Veha bercerita kepada orang tuanya.
"Bisakah kamu tidak terlalu aktif, Veha?"Vita dan orang tuanya berkata serentak. Veha tertawa, melupakan lututnya yang sakit.
Keesokan harinya, Vita dan Veha bermain bersama. Vita menjadi dokter dan Veha menjadi petugas rumah sakit.
"Vita, pasiennya di sini!" seru Veha sambil menarik mobil-mobilannya yang mengangkut boneka.
"Oh, biar kuperiksa pasiennya!" sahut Vita. Vita dan Veha bermain bersama dengan gembira.
Pertanyaan !
Veha tahu cara mengambil kunci yang terjatuh di bawah peti berat karena……………
KISAH PEMUDA DAN SEEKOR KUCING
Dahulu kala, ada seorang laki-laki kaya di padang pasir sedang mencari kambingnya yang terletak di lembah. Di tengah perjalanan, ia merasakan haus yang luar biasa hingga dirinya hampir meninggal. Tiba-tiba ia menemukan sebuah sumur. Tanpa banyak berpikir, ia kemudian turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Maka, hilanglah rasa hausnya.
Ketika sedang beristirahat di sisi sumur, tiba-tiba ada seekor kucing yang mendekatinya seakan-akan kucing itu merasa kehausan. Kucing itu hampir saja mati. Melihat itu, laki-laki tersebut melepaskan sepatunya lalu ia turun ke dalam sumur dan mengisi sepatunya dengan air sumur. Setelah selesai, ia kemudian keluar dan memberi minum kucing tersebut sampai hilang rasa hausnya. Akhirnya laki-laki dan kucing tersebut selamat.
Pertanyaan !
Pilihlah setiap kalimat yang menyatakan latar tempat sesuai bacaan tersebut! Jawaban lebih dari 1 !
Ada seorang laki-laki kaya di padang pasir yang mencari kambingnya.
la merasakan haus yang luar biasa hingga dirinya hampir meninggal.
Laki-laki tersebut melepas sepatunya dan turun
la kemudian keluar dan memberi minum kucing tersebut sampai hilang hausnya.
KISAH PEMUDA DAN SEEKOR KUCING
Dahulu kala, ada seorang laki-laki kaya di padang pasir sedang mencari kambingnya yang terletak di lembah. Di tengah perjalanan, ia merasakan haus yang luar biasa hingga dirinya hampir meninggal. Tiba-tiba ia menemukan sebuah sumur. Tanpa banyak berpikir, ia kemudian turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Maka, hilanglah rasa hausnya.
Ketika sedang beristirahat di sisi sumur, tiba-tiba ada seekor kucing yang mendekatinya seakan-akan kucing itu merasa kehausan. Kucing itu hampir saja mati. Melihat itu, laki-laki tersebut melepaskan sepatunya lalu ia turun ke dalam sumur dan mengisi sepatunya dengan air sumur. Setelah selesai, ia kemudian keluar dan memberi minum kucing tersebut sampai hilang rasa hausnya. Akhirnya laki-laki dan kucing tersebut selamat.
Pertanyaan !
Jelaskan hubungan antara pemuda dan kucing dalam bacaan tersebut!
KISAH PEMUDA DAN SEEKOR KUCING
Dahulu kala, ada seorang laki-laki kaya di padang pasir sedang mencari kambingnya yang terletak di lembah. Di tengah perjalanan, ia merasakan haus yang luar biasa hingga dirinya hampir meninggal. Tiba-tiba ia menemukan sebuah sumur. Tanpa banyak berpikir, ia kemudian turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Maka, hilanglah rasa hausnya.
Ketika sedang beristirahat di sisi sumur, tiba-tiba ada seekor kucing yang mendekatinya seakan-akan kucing itu merasa kehausan. Kucing itu hampir saja mati. Melihat itu, laki-laki tersebut melepaskan sepatunya lalu ia turun ke dalam sumur dan mengisi sepatunya dengan air sumur. Setelah selesai, ia kemudian keluar dan memberi minum kucing tersebut sampai hilang rasa hausnya. Akhirnya laki-laki dan kucing tersebut selamat.
Pertanyaan !
Watak pemuda dalam bacaan tersebut adalah ....
kaya
pantang menyerah
peduli
dermawan
KISAH PEMUDA DAN SEEKOR KUCING
Dahulu kala, ada seorang laki-laki kaya di padang pasir sedang mencari kambingnya yang terletak di lembah. Di tengah perjalanan, ia merasakan haus yang luar biasa hingga dirinya hampir meninggal. Tiba-tiba ia menemukan sebuah sumur. Tanpa banyak berpikir, ia kemudian turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Maka, hilanglah rasa hausnya.
Ketika sedang beristirahat di sisi sumur, tiba-tiba ada seekor kucing yang mendekatinya seakan-akan kucing itu merasa kehausan. Kucing itu hampir saja mati. Melihat itu, laki-laki tersebut melepaskan sepatunya lalu ia turun ke dalam sumur dan mengisi sepatunya dengan air sumur. Setelah selesai, ia kemudian keluar dan memberi minum kucing tersebut sampai hilang rasa hausnya. Akhirnya laki-laki dan kucing tersebut selamat.
Pertanyaan !
Pesan apa yang terdapat dalam cerita tersebut?
KISAH GAJAH DAN SEMUT
Dahulu kala di sebuah hutan rimba, hiduplah bermacam-macam binatang Dari yang kecil, seperti Semut sampai binatang yang paling besar, seperti Gajah. Gajah sangat angkuh, ia mengakui dirinya paling kuat. Gajah binatang yang sangat disegani di hutan tersebut karena berhasil mengalahkan Harimau si raja hutan Gajah sangat mudah mengalahkan Harimau dengan belalainya yang panjang. Setelah itu Gajah tersebut mengakui bahwa dirinya sebagai raja di hutan itu. Gajah sangat sombong, karena Gajah memiliki badan yang sangat besar, kaki yang kuat belalai yang panjang, dan gading yang kuat. la berfikir dapat mengalahkan semua binatang. Karena kesombongannya, ia tidak disenangi oleh binatang-binatang lainnya.
Suatu hari Gajah mengadakan suatu sayembara, siapa pun yang dapat mengalahkannya, ia berhak menggantikannya sebagai raja hutan. Waktu sayembara pun tiba. Semua hewan besar berkumpul, seperti Harimau, Badak, Landak, dan Beruang. Mereka merasa takut untuk melawan Gajah. Sehingga tak ada satu pun yang berani melawannya. Tiba-tiba turunlah seekor Semut dari batang pohon.
"Aku ingin mengikuti sayembara ini! Bolehkah aku ikut?" tanya Semut dengan ramah.
"Hei kau hewan kecil! Kau bukan lawan, karena kau hanya semut kecil. Kau akan melawanku yang sebesar ini?" jawab Gajah sambil tertawa.
Mendengar perkataan si Gajah, Semut merasa kesal, tetapi ia tetap rendah hati.
"Baiklah, Gajah, sekarang engkau boleh sombong di hadapanku. Namun, kau belum pernah merasakan gigitanku, bukan?" jawabnya.
Dengan gagah berani Semut maju ke dalam arena pertempuran. Pertempuran itu sangat tidak seimbang karena badan Gajah sangat besar sedangkan Semut hanya memiliki badan yang kecil.
Pada akhirnya Semut dapat mengalahkan Gajah tersebut dengan menggigit lubang belalainya. Gajah yang sombong pun merasa malu karena dapat dikalahkan oleh Semut yang sangat kecil. Gajah tersebut meminta maaf kepada binatang- binatang yang lain karena sikapnya yang sombong.
Pertanyaan!
Amanat yang terdapat dalam cerita "Kisah Gajah dan Semut" adalah....................
Bersikaplah sombong dan angkuh agar disegani.
Janganlah kita bersikap sombong dan angkuh.
Ketika menang kita boleh bersikap sombong.
Janganlah bersikap rendah hati ketika menang.
KISAH GAJAH DAN SEMUT
Dahulu kala di sebuah hutan rimba, hiduplah bermacam-macam binatang Dari yang kecil, seperti Semut sampai binatang yang paling besar, seperti Gajah. Gajah sangat angkuh, ia mengakui dirinya paling kuat. Gajah binatang yang sangat disegani di hutan tersebut karena berhasil mengalahkan Harimau si raja hutan Gajah sangat mudah mengalahkan Harimau dengan belalainya yang panjang. Setelah itu Gajah tersebut mengakui bahwa dirinya sebagai raja di hutan itu. Gajah sangat sombong, karena Gajah memiliki badan yang sangat besar, kaki yang kuat belalai yang panjang, dan gading yang kuat. la berfikir dapat mengalahkan semua binatang. Karena kesombongannya, ia tidak disenangi oleh binatang-binatang lainnya.
Suatu hari Gajah mengadakan suatu sayembara, siapa pun yang dapat mengalahkannya, ia berhak menggantikannya sebagai raja hutan. Waktu sayembara pun tiba. Semua hewan besar berkumpul, seperti Harimau, Badak, Landak, dan Beruang. Mereka merasa takut untuk melawan Gajah. Sehingga tak ada satu pun yang berani melawannya. Tiba-tiba turunlah seekor Semut dari batang pohon.
"Aku ingin mengikuti sayembara ini! Bolehkah aku ikut?" tanya Semut dengan ramah.
"Hei kau hewan kecil! Kau bukan lawan, karena kau hanya semut kecil. Kau akan melawanku yang sebesar ini?" jawab Gajah sambil tertawa.
Mendengar perkataan si Gajah, Semut merasa kesal, tetapi ia tetap rendah hati.
"Baiklah, Gajah, sekarang engkau boleh sombong di hadapanku. Namun, kau belum pernah merasakan gigitanku, bukan?" jawabnya.
Dengan gagah berani Semut maju ke dalam arena pertempuran. Pertempuran itu sangat tidak seimbang karena badan Gajah sangat besar sedangkan Semut hanya memiliki badan yang kecil.
Pada akhirnya Semut dapat mengalahkan Gajah tersebut dengan menggigit lubang belalainya. Gajah yang sombong pun merasa malu karena dapat dikalahkan oleh Semut yang sangat kecil. Gajah tersebut meminta maaf kepada binatang- binatang yang lain karena sikapnya yang sombong.
Pertanyaan!
Berdasarkan wacana tersebut, sifat siapa yang patut untuk diteladani?
Gajah
Semut
Singa
Kancil
KISAH GAJAH DAN SEMUT
Dahulu kala di sebuah hutan rimba, hiduplah bermacam-macam binatang Dari yang kecil, seperti Semut sampai binatang yang paling besar, seperti Gajah. Gajah sangat angkuh, ia mengakui dirinya paling kuat. Gajah binatang yang sangat disegani di hutan tersebut karena berhasil mengalahkan Harimau si raja hutan Gajah sangat mudah mengalahkan Harimau dengan belalainya yang panjang. Setelah itu Gajah tersebut mengakui bahwa dirinya sebagai raja di hutan itu. Gajah sangat sombong, karena Gajah memiliki badan yang sangat besar, kaki yang kuat belalai yang panjang, dan gading yang kuat. la berfikir dapat mengalahkan semua binatang. Karena kesombongannya, ia tidak disenangi oleh binatang-binatang lainnya.
Suatu hari Gajah mengadakan suatu sayembara, siapa pun yang dapat mengalahkannya, ia berhak menggantikannya sebagai raja hutan. Waktu sayembara pun tiba. Semua hewan besar berkumpul, seperti Harimau, Badak, Landak, dan Beruang. Mereka merasa takut untuk melawan Gajah. Sehingga tak ada satu pun yang berani melawannya. Tiba-tiba turunlah seekor Semut dari batang pohon.
"Aku ingin mengikuti sayembara ini! Bolehkah aku ikut?" tanya Semut dengan ramah.
"Hei kau hewan kecil! Kau bukan lawan, karena kau hanya semut kecil. Kau akan melawanku yang sebesar ini?" jawab Gajah sambil tertawa.
Mendengar perkataan si Gajah, Semut merasa kesal, tetapi ia tetap rendah hati.
"Baiklah, Gajah, sekarang engkau boleh sombong di hadapanku. Namun, kau belum pernah merasakan gigitanku, bukan?" jawabnya.
Dengan gagah berani Semut maju ke dalam arena pertempuran. Pertempuran itu sangat tidak seimbang karena badan Gajah sangat besar sedangkan Semut hanya memiliki badan yang kecil.
Pada akhirnya Semut dapat mengalahkan Gajah tersebut dengan menggigit lubang belalainya. Gajah yang sombong pun merasa malu karena dapat dikalahkan oleh Semut yang sangat kecil. Gajah tersebut meminta maaf kepada binatang- binatang yang lain karena sikapnya yang sombong.
Pertanyaan !
Berdasarkan bacaan tersebut, apakah Gajah menyesali perbuatannya?
Match the followingPUISI
SENYUM MENTARI TANGIS PEPOHONAN
Karya: Mun
Mentari tersenyum sumringah
Bersama gemericik air yang menari
Berkejaran dengan kupu dan capung
Nun jauh, gunung terlihat
Punggungnya mulai memerah
Tak sehijau dulu kala
Merusak segala ada
Setelah cucuran deras keringat penambang pasir
Digantikan mesin keruk, pasir mengalir
Jadikan manusia congkak semakin tajir
Sementara, tak lagi kulihat indah ekor kutilang
Semua alam mengering
Bersama hati yang semakin kerontang
Pertanyaan!
Kalimat-kalimat dalam puisi di atas menggunakan beberapa majas dalam penulisannya. Jodohkan kalimat dan majas berikut ini dengan tepat!
Mentari tersenyum sumringah
Personifikasi
Setelah cucuran deras keringat penambang pasir
Hiperbola
Punggungnya mulai memerah
Metafora
PUISI
SENYUM MENTARI TANGIS PEPOHONAN
Karya: Mun
Mentari tersenyum sumringah
Bersama gemericik air yang menari
Berkejaran dengan kupu dan capung
Nun jauh, gunung terlihat
Punggungnya mulai memerah
Tak sehijau dulu kala
Merusak segala ada
Setelah cucuran deras keringat penambang pasir
Digantikan mesin keruk, pasir mengalir
Jadikan manusia congkak semakin tajir
Sementara, tak lagi kulihat indah ekor kutilang
Semua alam mengering
Bersama hati yang semakin kerontang
Pertanyaan!
Simpulan apa yang kamu dapat dari puisi tersebut?
Match the followingPUISI
SENYUM MENTARI TANGIS PEPOHONAN
Karya: Mun
Mentari tersenyum sumringah
Bersama gemericik air yang menari
Berkejaran dengan kupu dan capung
Nun jauh, gunung terlihat
Punggungnya mulai memerah
Tak sehijau dulu kala
Merusak segala ada
Setelah cucuran deras keringat penambang pasir
Digantikan mesin keruk, pasir mengalir
Jadikan manusia congkak semakin tajir
Sementara, tak lagi kulihat indah ekor kutilang
Semua alam mengering
Bersama hati yang semakin kerontang
Pertanyaan!
Kalimat-kalimat dalam puisi di atas menggunakan beberapa majas dalam penulisannya. Jodohkan kalimat dan majas berikut ini dengan tepat!
Bait ke-1
Bahagia
Bait ke-2
Sedih
Bait ke-3
Marah
Bait ke-4
Sedih
PUISI
SENYUM MENTARI TANGIS PEPOHONAN
Karya: Mun
Mentari tersenyum sumringah
Bersama gemericik air yang menari
Berkejaran dengan kupu dan capung
Nun jauh, gunung terlihat
Punggungnya mulai memerah
Tak sehijau dulu kala
Merusak segala ada
Setelah cucuran deras keringat penambang pasir
Digantikan mesin keruk, pasir mengalir
Jadikan manusia congkak semakin tajir
Sementara, tak lagi kulihat indah ekor kutilang
Semua alam mengering
Bersama hati yang semakin kerontang
Pertanyaan!
Tema dari puisi tersebut adalah...
KOSERVASI ELANG JAWA
Burung elang jawa merupakan acuan lukisan burung garuda yang menjadi ambang negara Indonesia. Namun, kini jenis burung itu nyaris punah. Penyebab utamanya adalah kerusakan habitatnya. Kerusakan habitat tersebut disebabkan karena adanya bencana alam maupun alih fungsi hutan menjadi ladang atau perkebunan. Selain itu, adanya perburuan yang dilakukan manusia menyebabkan populasi elang jawa semakin menyusut tajam. Burung elang hasil perburuan biasanya diperjualbelikan atau dijadikan koleksi pribadi.
Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia berupaya melakukan pelestarian terhadap populasi elang jawa. Salah satunya di Taman Nasional Gunung Salak. Namun, minimnya perhatian dan dukungan pembiayaan membuat usaha pelestarian ini tidak mudah dilakukan. Indonesia juga masih menggunakan metode tradisional dalam penandaan burung, yaitu dengan memasang semacam bendera kuning di sayap. Dalam hal pengamatan burung juga masih mengandalkan pengamatan mata. Sementara, jika dibandingkan dengan negara Thailand, pemantauan burung sudah menggunakan teknologi yaitu berbasis satelit.
Pertanyaan!
Penyebab utama kepunahan elang jawa berdasarkan bacaan tersebut adalah ....
tindakan memperjualbelikan burung elang jawa
alih fungsi hutan menjadi permukiman
kerusakan habitat tempat hidupnya
minimnya pembiayaan dan perhatian
