Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASESMEN SUMATIF MODUL 1 KELAS XII

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.
Kalian mungkin sering mendengar dan membaca kata musibah. Kata musibah berasal dari Bahasa Arab ashaaba, yushiibu, mushiibatan yang berarti segala yang menimpa pada sesuatu baik berupa kesenangan maupun kesusahan. Namun, umumnya dipahami musibah selalu identik dengan kesusahan.Padahal, kesenangan yang dirasakan pada hakikatnya musibah juga. Dengan musibah, Allah Swt. hendak menguji siapa yang paling baik amalnya. Ujian dalam bahasa Arab disebut Balaa’. Dalam istilah kehidupan balaa’ dapat diartikan cobaan yang diberikan kepada hamba-Nya untuk mengujinya atau mengetahui kualitas manusia itu sendiri. Orang yang mendapat ujian atau cobaan diharapkan bersikap sabar dalam menjalani apa yang sedang menimpa dirinya. Sabar berarti menahan diri dalam melaksanakan sesuatu dan meninggalkan sesuatu. Adapun Tawakal berasal dari bahasa Arab dengan kata dasarnya wakl yang berarti menyerahkan, membiarkan, serta merasa cukup (pekerjaan itu dikerjakan oleh seorang wakil). Sedangkan menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah, bahwa tawakal adalah...
a)
Berusaha menaati segala perintah Alloh swt dan menjauhi setiap larangan-laranganNya.
b)
Berusaha dengan sungguh-sungguh sejauh batas kemampuan manusiawi untuk bisa mewujudkan sesuatu yang diinginkan, dengan dibarengi berserah diri kepada Allah Swt. atas apa yang diusahakan.
c)
Menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
d)
Suatu sikap mental seorang yang merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada Allah, karena di dalam tauhid ia diajari agar meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk menyerahkan segala persoalannya kepada Allah. Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana.
e)
Menyerahkan diri kepada Allah swt setelah berusaha keras dalam berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuan dalam mengikuti sunnah Allah yang Dia tetapkan.
2.
Kisah Seorang Siswi Belajar Daring Hampir satu setengah tahun lebih mayoritas siswa belajar secara daring. Tidak tercuali si Fulanah yang sekarang duduk di bangku kelas XII salah satu SMK favorit di kotanya. Dia putri dari pasangan keluarga yang kurang mampu, tapi semangatnya yang luar biasa membuatnya bisa membagi waktu antara tugas sekolah secara daring dan tugas membantu pekerjaan rumah yang dia selesaikan. Dia tidak pernah mengeluh dengan keadaaan yang dialami, tetapi keadaan ini membuat semangat yang menggebu-gebu untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Sebagai anak perempuan dari tiga bersaudara, dia begitu sangat menyayangi adiknya yang masih balita. Di samping dia aktif sebagai anggota pramuka Bantara di pangkalan sekolahnya, dia juga aktif di kegiatan sosial remaja kampung halamannya. Keadaan yang demikian membuat simpati dari guru guru yang mengajar di kelasnya, dan alhamdulillah prestasi di kelas termasuk siswi yang menonjol. Sebagai seorang anak perempuan tentunya di rumah harus dapat membagi waktu antara belajar secara daring dengan menggunakan HP yang tidak begitu mahal di pagi hari, mengerjakan tugas tugas asinkronus yang diberikan bapak ibu guru dengan tepat waktu, membantu orang tua mengerjakan tugas rumah dan mengasuh adiknya yang masih balita. Orang tuanya bekerja di salah satu rumah makan yang pada saat awal awal pandemi kadang masuk kadang tidak, penghasilan untuk keluarga juga berpengaruh dalam membelikan kuota internet bagi dia. Akhir-akhir ini pandemic sudah mulai mereda pembelajaran berangsur-angsur pertemuan tatap muka meski hanya separoh, membuat dia sangat senang sekali karena bisa ketemu teman dan guru secara langsung dan bisa menghemat biaya pulsa selama pembelajaran. Dari cerita di atas, hikmah yang bisa kalian ambil sebagai pelajaran yang sesuai dengan konteks materi modul/bab 1 adalah...
a)
Fulanah anak yang sholihah
b)
Fulanah sangat berbakti kepada orang tua
c)
Fulanah senantiasa aktif dalam kegiatan sekolah dan kegiatan sosial remaja di kampungnya.
d)
Fulanah anak yang sabar dan ikhlas serta tawakkal dalam menjalani takdirnya sebagai seorang siswi yang sholihah.
e)
Fulanah memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar di SMK favorit di kotanya.
3.
Apa pendapatmu tentang gambar di bawah ini ?
a)
Orang sholat di luar bangunan
b)
Lelaki sholat di tempat yang kumuh
c)
Sholat di mana saja dibolehkan kecuali di kamar mandi dan kuburan
d)
Lelaki tua tetap mendirikan sholat di tengah menghadapi musibah
e)
Potret lelaki tuna wisma
4.
Ayat di bawah ini merupakan ayat tentang...
a)
Tamak
b)
Syukur
c)
Ridha
d)
Sabar
e)
Qana'ah
5.
Salah satu ujian di dalam Al Qur'an Surah al-Baqarah ayat 155 adalah الجُوْعِ yang artinya...
a)
Kekurangan buah-buahan
b)
Rasa takut
c)
Kelaparan
d)
Kehilangan jiwa
e)
Penyakit
6.
Sabar dalam menghadapi coban dari Allah berupa hilangnya harta dan anak, serta penyakit yang menahun. Kesabaran tersebut pernah dialami oleh...
a)
Luqman al-Hakim
b)
Uwais al-Qarni
c)
Maryam Binti Imran
d)
Nabi Ayyub As
e)
Nabi Musa As
7.
Sabar yang diartikan sebagai tahan menghadapi cobaan dan ujian, tidak mudah marah dan tidak lekas putus asa. Sabar juga berarti tenang dan dapat mengendalikan emosi dan diri saat diterpa banyak bencana, cobaan dan ujian. Keutamaan dan janji Allah untuk orang yang sabar banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Berikut adalah manfaat menjaga kesabaran dalam menghadapi ujian kecuali...
a)
Memperoleh Keberuntungan
b)
Memperoleh cinta Alloh swt.
c)
Memperoleh martabat yang tinggi di syurga
d)
Dapat segera bertemu Alloh swt.
e)
Diberi petunjuk oleh Alloh swt.
8.
Banyak manusia yang berhasil menjalani ujian kesulitan dengan baik, meskipun mereka tidak beriman kepada Allah Swt. Tetapi sedikit sekali orang kafir yang mampu melewati ujian kesalahan disebabkan tidak mendapatkan petunjuk yang mereka dapat dari Allah Swt. Akibatnya mereka terus mengulangi kesalahan dan dosa yang sama dari waktu ke waktu. Begitu juga halnya dengan ujian kesenangan, sebagian manusia yang terlena oleh berbagai kesenangan dunia yang mereka rasakan sehingga mereka lupa kepada Allah Swt. Dalam menghadapi berbagai ujian, ada beberapa sikap yang wajib dilakukan seorang mukmin. Pertama, tetap merasa yakin atau optimistis bahwa akan datang pertolongan Allah kepada kita. Kedua, segera mengucapkan “innaa lillaahi wainnaa ilaihi rajiuun” setiap kali mendapat musibah. Ketiga, bertawakal kepada Allah. Tawakal menjadi salah satu syarat bagi seseorang mendapat pertolongan Allah. Sebagai ummat islam yang baik dan sholih, yang akan kamu lakukan saat tersandung, terjatuh atau saat menerima bullian dari teman-teman adalah...
a)
Mengucap kalimat istirja'
b)
Mengucap kalimat thoyyibah
c)
Mengucap "innaa lillaahi wainnaa lillaahi wainnaa ilaihi raajiuun"
d)
Bangkit dan segera pergi menjauh
e)
Mengucap "jancuk"
9.
Gempa pertama yang dikisahkan dalam Al-Quran adalah gempa yang menimpa kaum Tsamud. Dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 77-78, dikisahkan bahwa Kaum Tsamud telah durhaka kepada Allah dan utusan-Nya, yakni Nabi Shaleh a.s. “Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS. Al-A’raf: 77-78) Ayat di atas menjelaskan tentang turunnya azab berupa gempa bumi kepada kaum Tsamud disebabkan...
a)
Tidak mau sholat dan menyembah kepada Alloh swt.
b)
Mengabaikan tanda-tanda kebesaran Alloh swt. yang terdapat pada alam semesta
c)
Mengancam Nabi Sholeh as
d)
Mengingkari dan menentang kebenaran yang dibawa oleh Nabi Shaleh a.s.
e)
Suka berzina dan mabuk-mabukan.
10.
Ada beberapa hal yang dapat ditarik dari uraian Al-Qur`an mengenai mushibah salah satunya yaitu....
a)
Musibah tidak terjadi karena ulah manusia
b)
Musibah tidak bertujuan apa-apa
c)
Musibah terjadi karena ulah manusia
d)
Musibah bertujuan bukan untuk menempa manusia
e)
Musibah antara lain bertujuan menempa manusia