NEW
Font size
WorksheetsNeuro 27
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Wanita, 55 tahun dengan keluhan gerakan invoulunter pada wajah kanan sejak 1,5 tahun lalu, dirasakan juga pada kelopak mata kanan namun makin lama muncul juga pada bibir dan pipi. Tidak ditemukan keluhan nyeri. Pilihan terapi
Injeksi Botulinum
Obat-obat sudah sangat efektif
B-blocker merupakan first line
Tindakan pembedahan mikrovaskuler merupakan pilihan awal
Laki-laki 72 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tangan gemetar sejak 4 bulan yang lalu. Keluhan dirasakan di kedua sisi tubuh namun lebih dominan di tangan kiri.
Jalan pasien menjadi lebih lambat dan sulit untuk menulis.
Penderita juga kesulitan untuk bangkit dari duduk. Dokter memberikan obat levodopa, dan keluhan membaik. Apakah patofisiologi dari kasus di atas
Penurunan inhibisi striatum terhadap globus pallidus akibat degenerasi sirkuit talamokortikal
Penurunan aktivitas dopaminergie akibat penumpukan Lewy bodies pada striatum
Penurunan rasio dopamine dan asetilkolin akibat penurunan sintesis dopamine
Penurunan kadar enzim dopa dekarboksilase akibat degenerasi substansia nigra
Penurunan aktivitas glutamate akibat toksisitas protein alfa sinuklein pada nucleus subtalamikus
Perempuan 55 tahun datang dengan keluhan Gerakan kontraksi involunter wajah kanan. Keluhan muncul sudah 1,5 tahun ini. Awamnya keluhan hanya di sekitar mata namun semakin lama muncul pada pipi dan bibir bagian atas. Penderita tidak mengelukan adanya nyeri, hanya rasa tidak nyaman. Berdasarkan skenario kasus ini, pernyataan yang sesuai dengan keluhan pasien
Injeksi toksin botulinum merupakan salah satu pilihan terapi namun kurang efektif
Terapi obat-obatan cukup efektif mengurangi gejala
Terapi pembedahan tidak cukup efektif dibanding terapi lainnya
. Beta blocker merupakan obat lini pertama pada kasus ini
Dekompresi mikrovaskular dapat dipertimbangkan bila terapi lain kurang efektif
Seorang perempuan 55 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri di wajah kiri seperti ditusuk, durasi < 2menit, berulang, terutama saat tersentuh atau menggosok gigi.
Hasil pemeriksaan status neurologis dalam batas normal.
Pembuluh darah apa yang paling sering terlibat dalam penekanan saraf yang menyebabkan keluhan tersebut?
Arteri vertebralis
Anterior inferior cerebellar artery
. Arteri cerebri posterior
Arteri serebelaris superior
Arteri basilaris
Laki-laki 54 tahun datang ke poliklinik Neurologi dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri dan nyeri leher. Keluhan dirasakan saat pasien mengangkat beban berat. Pasien khawatir karena kelopak mata atas sebelah kirinya turun. Pada pemeriksaan, terdapat ptosis mata kiri dan pupil anisokoria terutama saat kondisi gelap daripada terang. Setelah dilakukan tes Hydroxyamphetamine 1%, tidak terdapat dilatasi pupil kiri. Dimanakah diagnosis topis kasus di atas?
a. Central neuron
a. Preganglionic Horner
a. Postganglionic Horner
a. Neuron simpatis ordo I
a. Neuron simpatis ordo II
Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala unilateral terutama daerah periorbital sisi kanan dengan intensitas berat, mata merah, rhinoroe pada sisi yang sama disertai mual dan muntah. Nyeri kepala sudah diderita sejak kelas 3 SMP. Apakah mekanisme yang mengawali timbulnya nyeri kepala pada pasien ini?
Pelepasan CGRP
Degranulasi sel Mast
Aktivasi neuron orde ke 2 sistem trigeminovaskuler
Pelepasan glutamate
Aktivasi nosiseptor di dura
Perempuan 20 tahun datang dengan keluhan nycri kepala sebelah kiri sejak 2 bulan sebelum periksa ke Puskesmas. Nyeri kepala dirasakan berdenyut dan terus menerus.
Pasien mengatakan bahwa melihat bintik-bintik hitam sebelum nyeri kepala. Nyeri kepala disertai dengan mual muntah. Nyeri kepala semakin memberat saat melakukan aktivitas. Tekanan darah 120/80, denyut nadi 72x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,7 derajat celcius, pemeriksaan fisik dan neurologis dalam batas normal.
Terapi abortif spesifik yang tepat untuk pasien ini adalah:
Ergotamin
Parasetamol
Ibuprofen
Flunarizine
Verapamil
Seorang perempuan 45 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri pada saat menelan. Keluhan ini dialami penderita sejak 3 bulan. Nyeri seperti tersengan listrik timbul selama 10 detik ketika menelan tetapi pada saat mengunyah tidak dirasakan lagi. Nyeri sering timbul apabila penderita menguap, bersin, ataupun bercerita. Keluhan panas tidak dirasakan. Pada pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan.
Dimanakah topis lesi pada kasus di atas?
Distribusi motorik N. IX dan N. X
Sepanjang inervasi motorik N. V
Glossopharingeal neuralgia
Sepanjang inervasi sensorik N. V
Sepanjang distribusi nervus spinalis servikalis
Laki-laki 65 tahun dengan gerakan tidak terkontol seperti menghitung uang sejak 6 bulan yang lalu. ADL masih baik namun ditemukan juga keluhan badan kaku dan jalan pelan. Struktur apakah yang terganggu :
Fornix anterior
Substantia Nigra
Genu corpus callosum
Nukleus genikulatum lateral
Nukleus kaudatus
Laki-laki, 42 tahun, riwayat melanoma maligna, dengan nyeri kepala sejak 6 bulan disertai kejang tonik klonik dan hemiparesis kanan. Dokter mencurigai adanya brain metastasis pada pasien tersebut Dimanakah kemungkinan tersering lokasi lesi pada kasus tersebut?
A. Thalamus
A. Fossa Posterior
A. Gray – white junction
A. Meninges
A. Sella Turcica
