NEW
Font size
WorksheetsAnalisis Novel
Total questions: 15
Worksheet time: 20mins
Kamu tidak mengerjakan PR Ra?Miss Keriting menatapku tajam. Saya mengerjakan PR Bu. Lantas kenapa kamu maju ke depan? Saya lupa membawa bukunya. Teman-teman tertawa. Satu dua memukul meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan. Miss Keriting menatapku lama. Itu sama dengan tidak mengerjakan PR. Dengan sangat menyesal ibu terpaksa keluarkan kamu dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajar berlangsung, paham? Aku pun mengangguk pelan. (Kutipan Novel Bumi, Tere Liye)
Nilai yang tercermin dalam kutipan novel tersebut
nilai agama
nilai moral
nilai estetis
nilai budaya
nilai sosial
Kamu tidak mengerjakan PR Ra?Miss Keriting menatapku tajam. Saya mengerjakan PR Bu. Lantas kenapa kamu maju ke depan? Saya lupa membawa bukunya. Teman-teman tertawa. Satu dua memukul meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan. Miss Keriting menatapku lama. Itu sama dengan tidak mengerjakan PR. Dengan sangat menyesal ibu terpaksa keluarkan kamu dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajar berlangsung, paham? Aku pun mengangguk pelan. (Kutipan Novel Bumi, Tere Liye) Karakter tokoh dalam novel tersebut digambarkan melalui...
pandangan tokoh lain
jalan pikiran tokoh
penjelasan langsung penulis
dialog antar tokoh
Kamu tidak mengerjakan PR Ra?Miss Keriting menatapku tajam. Saya mengerjakan PR Bu. Lantas kenapa kamu maju ke depan? Saya lupa membawa bukunya. Teman-teman tertawa. Satu dua memukul meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan. Miss Keriting menatapku lama. Itu sama dengan tidak mengerjakan PR. Dengan sangat menyesal ibu terpaksa keluarkan kamu dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajar berlangsung, paham? Aku pun mengangguk pelan. (Kutipan Novel Bumi, Tere Liye)
Sudut pandang dalam kutipan novel tersebut...
Orang ke-3
Orang ke-2
Orang ke-1
Setelah menjemput Au dan Vey, kita akan segera mengungsi ke luar kota. Kami punya tempat peristirahatan di Teluk Kota. Tempat itu sering digunakan Av, jadi memiliki sistem keamanan yang baik. Disana kita bisa lebih tenang memikirkan jalan keluar agar kalian bisa pulang. Aku janji akan membantu kalian... (Kutipan Novel Bumi, Tere Liye)
Nilai yang ada dalam kutipan novel tersebut...
nilai pendidikan
nilai sosial
nilai budaya
nilai estetis
nilai moral
Ya. Siti tak pernah duduk di depan pintu rumah karna takut jadi gadis tua. Siti tak pernah keluar magrib karena hantu Wewe yang tak pernah ia lihat sudah menantinya di pohon belimbing....
Nilai yang terlihat dalam kutipan teks tersebut...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai estetis
Betapa megah dan indah bangunan itu karena terbuat dari bahan-bahan pilihan. Pilar-pilar kayunya atau semua bagian dari tiang saka, belandar bahkan sampai pada usuk diraut dari kayu jati pilihan dengan perhitungan bangunan itu sanggup melewati waktu puluhan tahun, bahkan diharap bisa tembus lebih dari seratus tahun. Tiang saka diukir indah warna-warni, kakinya berasal dari bahan batu merah penuh pahatan ukir mengambil tokoh-tokoh pewayangan, atau tokoh yang pernah ada bahkan masih hidup. Bangunan itu berbeda-beda bentuk atapnya, pun demikian dengan bentuk wajahnya. Halaman tiga istana utama itu diatur rapi dengan sepanjangjalan ditanami pohon tanjung, kesara, dan cempaka. Melingkar-lingkar di halaman adalah tanaman bunga perdu. Nilai yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah...
nilai agama
nilai budaya
nilai estetis
nilai moral
nilai sosial
Sebagian terbesar pengantar sumbangan, pria, wanita, tua, dan muda, menolak disuruh pulang. Mereka bermaksud menyumbangkan tenaga juga. Maka jadilah dapur raksasa pada malam itu juga. Menyusul kemudian datang bondongan gerobak mengantarkan kayu bakar dan minyak-minyakan. Dan api pun menyala dalam berpuluh tungku.. Nilai yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah...
nilai agama
nilai budaya
nilai estetis
nilai moral
nilai sosial
"Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhi merestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabanku, kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di atas bumi ini...;' clan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan paradewa. Sumber: Pramoedya Ananta Toer, Mangir, Jakarta, KPG, 2000. Nilai yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah...
nilai agama
nilai budaya
nilai estetis
nilai moral
nilai sosial
Dan bila orang mendarat dari pelayaran, entah dari jauh entahlah dekat, ia akan berhenti di satu tempat beberapa puluh langkah dari dermaga. Ia akan mengangkat sembah di hadapannya berdiri Sela Baginda, sebuah tugu batu berpahat dengan prasasti peninggalan Sri Airlangga. Bila ia meneruskan langkahnya, semua saja jalanan besar yang dilaluinya, jalanan ekonomi sekaligus militer. Ia akan selalu berpapasan dengan pribumi yang berjalan tenang tanpa gegas, sekalipun di bawah matari terik. Nilai yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah...
nilai agama
nilai budaya
nilai estetis
nilai moral
nilai sosial
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apa pun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawakarta yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapa pun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardhana. Berdasarkan struktur teks penggalan tersebut merupakan bagian:...
orientasi
pengungkapan peristiwa
menuju konflik
komplikasi
koda
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apa pun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawakarta yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapa pun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardhana. Sudut pandang dalam dalam teks penggalan tersebut merupakan ...
sudut pandang orang ke-1
sudut pandang orang ke-2
sudut pandang orang ke-3
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apa pun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawakarta yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapa pun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardhana. Latar suasana dalam dalam teks penggalan tersebut adalah ...
bahagia
senang
berduka
mencekam
semangat
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000) Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
nilai moral
nilai sosial
nilai agama
nilai estetis
nilai budaya
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000) Amanat dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
Perbuatan dosa dan dusta sama-sama akan melanggar keadilan
Janganlah berbuat dusta karena akan menutup kesucian hati nurani.
Jangan takut membela kebenaran, karena ketakutan sama buruknya dengan kejahatan.
Segala amalan akan diperhitungkan di hari akhir, sehingga senantiasa berbuat baik.
Seseorang yang memeliki kebenaran dalam hatinya akan selalu direstui Sang Kuasa.
Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?” Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.” Hm?” “Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.” Fakta sejarah yang terdapat dalam penggalan di atas adalah…
Keadaan Majapahit
Perjuangan Ronggo Lawe
Perjuangan Gajah Mada
Kerajaan Taruma negara
Perjuangan Diponegoro
