wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 1 Kls 12 Agama Tasawuf Bab 1 dan 2

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Dengan bertasawuf, hati dan jiwa seseorang akan menjadi bersih, dan ia akan selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt. Oleh karena itu ada dua aspek penting dalam tasawuf, yaitu tasawuf ‘amali (praktis) dan tasawuf falsafi dengan secara...

a)

Radikal

b)

Rasionalis

c)

Fatisme

d)

Terbuka

e)

Tertutup

2.

Tasawuf tathbīqi (terapan) yaitu tasawuf yang membahas bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui zikir dan wirid dengan harapan memperoleh ridha Ilahi. Fokus utamanya berorientasi pada penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, Tasawuf yang di maksud adalah...

a)

Tasawuf falsafi

b)

Tasawuf Moderen

c)

Tasawuf Amali

d)

Tasawuf Moderat

e)

Tasawuf Radikal

3.

Menjalankan amaliah tasawuf yang ajaran yang bertumpu pada kegiatan, usaha dan ,membersihkan jiwa (tazkiyah al-nafs), dekat kepada Allah (taqarrub ilallah), dengan bersumber pada ajaran al-Quran. Taswuf yang di maksud adalah...

a)

Amali

b)

Qurani

c)

Falsafi

d)

Moderat

e)

Radikal

4.

Mengamalkan tasawuf dengan mengikuti sunnah Nabi; perkataan, perbuatan, ketetapan atau persetujuan Nabi Muhammad Saw tentang perilaku sahabat yang senantiasa dijadikan acuan, Tasawuf yang di maksud adalah...

a)

Sunni

b)

Akhlaki

c)

Qurani

d)

Falsafi

e)

Moderat

5.

Aturan kehidupan yang meliputi segala aspek kehidupan berupa penyembahan atau ibadah (shalat, puasa, zakat dan haji), ekonomi, politik dan moral kemasyarakatan, dengan amalan lahiriah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang menjadi titik tolak keberangkatan dalam perjalanan ruhani manusia, hal yang di maksud adalah...

a)

Hakekat

b)

Tarekat

c)

Syariat

d)

Muamalat

e)

fisafat

6.

Jalan yang harus ditempuh oleh seorang sufi dalam tujuan berada sedekat mungkin dengan Allah Swt. Metode yang dilakukan sufi supaya senantiasa dekat kepada Allah diantaranya dengan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, mengisinya dengan sifat-sifat terpuji dan memperbanyak membaca zikir dengan penuh keikhlasan semata-mata mengharapkan untuk bertemu dan bersatu secara rūḥiyah dengan Tuhan, hal yang di maksud adalah...

a)

Falsafi

b)

Tarekat

c)

Hakekat

d)

Amalih

e)

Syariat

7.

Pengetahuan mengenai Tuhan melalui hati (qalb). Pengetahuan yang dipelajari objeknya bukan pada hal-hal yang bersifat zahir, tetapi lebih mendalam terhadap batinnya dengan mengetahui rahasianya. Pengetahuan itu demikian lengkap dan jelas, sehingga jiwanya merasa bersatu dengan Tuhan. hal yang di maksud adalah...

a)

Hakikat

b)

Falsafi

c)

Amali

d)

Syariat

e)

Makrifat

8.

Syaikh ‘Abdu al-Qādir al-Jailāni dilahirkan di desa Jilan Baghdad (wilayah Iraq sekarang) pada malam 1 Ramadhan 471 H/1078 M. Beliau adalah seorang sufi besar yang kealiman dan kepribadiannya banyak mendapat pujian dari para sufi dan ulama sesudahnya. Beliau juga seorang ulama besar sunni yang bermazhab...

a)

Maliki

b)

Syafii

c)

Hambali

d)

Sunni

e)

Jahnaidi

9.

Rabi’ah al-Adawiyah lahir di Basra pada tahun 105 H dan meninggal pada tahun 185 H. Nama lengkapnya Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyyah. Rabi’ah al-Adawiyyah adalah salah seorang sufi perempuan yang mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Seorang perempuan yang alur kehidupannya tidak seperti perempuan pada umumnya. Ia terisolasi dalam dunia mistisime, jauh dari hal-hal duniawi, Rabiah di dengan ajarannya yaitu...

a)

Mahabba

b)

Baqo

c)

Fanna

d)

Wahdatul Wujud

e)

Mujtahid

10.

Fanā dan Baqā, yakni lenyapnya kesadaran dan kekal. Dari segi bahasa fanāََberarti hancur, hilang, lebur, musnah, lenyap, atau tiada. Sementara baqāَberarti tetap, kekal, abadi, atau hidup terus (lawan dari fanā). Tokohnya adalah...

a)

Al-Suhrawardi

b)

Syihabuddin Yahya bin Hafasy

c)

Abu Yazid al-Bustami

d)

Hafasy bin Airek Suhrawardi

e)

Ibn Arabi

11.

Tarekat diartikan sekumpulan sufi yang tunduk dalam aturan-aturan tertentu yang terperinci dalam tindakan spiritual, hidup secara berkelompok di dalam ruang-ruang peribadatan atau berkumpul secara berkeliling dalam momen-momen tertentu, serta membentuk majelis-majelis ilmu dan sikir secara organisasi. pendapat ini menurut...

a)

Al-Jurjani

b)

Harun Nasution

c)

Aboebakar Atjeh

d)

Abu Al-Wafa Al-Taftazani

e)

Nurcholish Madjid

12.

Tujuan tarekat adalah menggapai ridha Allah SWT dengan membersihkan jiwa, dan menjaga hawa nafsu untuk melepaskan diri dari pelbagai bentuk ujub, takabur, riya, ḥubbu ad-dunyā yang artinya...

a)

Cinta kepada Allah

b)

Cinta kepada Dunia

c)

Cinta kepada Alam

d)

Cinta kepada Manusia

e)

Cinta Akhirat

13.

Guru atau pembimbing, tepatnya guru tarekat. Mursyid adalah pemimpin tertinggi tarekat. Mereka adalah orang yang memiliki otoritas dan legalitas kesufian, yang berhak mengawasi muridnya dalam setiap langkah dan geraknya sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu dia mempunyai keistimewaan khusus, seperti jiwa yang bersih. unsur yang di maksud adalah....

a)

Wirid

b)

Murid

c)

Mursyid

d)

Baiat

e)

Silsilah

14.

Perjanjian atau sumpah setia di antara dua orang atau dua pihak. Murid berjanji akan mengamalkan zikir yang diajarkan guru dengan sebaik-baiknya. Janji itu hakikatnya kepada Allah Swt bukan kepada mursyid. Seorang pengamal tarekat diharuskan berjanji setia kepada mursyid, bahwa ia akan menaatinya, memegang teguh ajaran dan mengamalkan wirid yang diajarkan guru kepadanya; tidak mempertanyakan atau meragukan ajaran dan amalan guru. Unsur yang di maksud adalah...

a)

Wirid

b)

Mursyid

c)

Guru

d)

Baiat

e)

Silsilah

15.

Pada abad ini banyak muncul kelompok-kelompok kecil antara seorang guru sufi dengan sejumlah pengikutnya dalam sebuah organisasi yang tidak tetap dan masih longgar. Tarekat menjadi sebuah wadah sekaligus metode psikologi moral untuk bimbingan praktis bagi setiap individu. Syaikh menjadi mursyd yang dipatuhi jamaah. Kontemplasi dan latihan-latihan spiritual dilakukan secara individual dan secara kolektif. abad berapa.....

a)

Abad Ke- 9 & 10 Masehi (Tahap Khanaqah)

b)

Abad Ke-13 & 14 Masehi (Tahap Ṭarīqah)

c)

Abad Ke-15 Masehi (Tahap Ṭaīfah)

d)

Abad Ke-16 Masehi (Tahap Ṭaīfah)

e)

Abad Ke-17 Masehi (Tahap Ṭaīfah)