WorksheetsAUDIT
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Jika diketahui persentase risiko bawaan 20%, persentase pengendalian yang dibangun manajemen 18%, dan risiko yang ditolerir sebesar 3%, maka tindakan manajemen adalah:
Tidak melakukan apa pun.
Tingkatkan pengendalian.
Turunkan risiko bawaan.
Turunkan risiko toleransi.
Menilai tingkat kematangan risiko auditi yang hendak diaudit merupakan tahapan awal dalam pelaksanaan audit internal berbasis risiko. Jika tingkat kematangan pengelolaan risiko berada di tingkat Risk Managed, maka pendekatan audit internalnya:
Memfasilitasi organisasi membangun manajemen risiko. Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen.
Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko. Auditor memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen.
Penekanan audit pada proses manajemen risiko. Perhatian khusus diberikan untuk memverifikasi pemantauan risiko utama.
Penekanan audit pada proses manajemen risiko dengan memperhatikan dan memverifikasi seluruh risiko yang dinilai oleh auditi.
Beberapa faktor risiko berikut ini dapat digunakan dalam menyusun PKPT. Namun, faktor risiko berikut ini yang positif paling banyak digunakan.
Jumlah anggaran.
Jumlah temuan audit tahun lalu.
Kompetensi dan integritas manajemen.
Tingkat keahlian pegawai.
Bila hasil sensus dibandingkan dengan hasil sampling, akan diperoleh perbedaan atau selisih yang biasa disebut dengan:
Risiko sampling
Risiko audit
kesalahan sampling (sampling error)
risiko pengujian
Sampel hanya mewakili sebagian dari data, oleh karenanya harus ada keyakinan terhadap derajat kemampuan sampel untuk mewakili data dalam populasi, yang disebut
Tingkat keandalan
Tingkat keterwakilan
Tingkat kedekatan
Tingkat kebenaran
Dalam audit, jika data dalam populasi bersifat homogen, maka jumlah sampel semakin:
Sedikit
Banyak
Tidak ada pengaruhnya terhadap populasi
Akurat
Dalam mengembangkan pendekatan pengujian, auditor harus menetapkan luas pengujian. Luas pengujian berhubungan dengan:
Penetapan jenis prosedur audit yang akan dilakukan
Penetapan jenis teknik audit yang akan dilakukan
Penetapan jumlah data yang akan diuji
Penetapan waktu pengujian yang akan dilakukan
Dalam konsep manajemen risiko, penilaian risiko ditentukan dari:
Unsur kemungkinan terjadinya dan konsekuensinya.
Unsur tujuan dan kemungkinan penghambat pencapaian tujuan.
Unsur probabilitas kegagalan mencapai tujuan.
Unsur tujuan, kemungkinan terjadinya dan dampaknya.
Risiko yang belum dibangun pengendaliannya.
Risk return
Inherent risk
Control risk
Residual risk
Pada tahapan penyusunan rencana audit tahunan (Program Kerja Pengawasan Tahunan), langkah pertama yang umumnya dilakukan adalah mengidentifikasi audit universe yaitu potensi audit unit dengan beberapa kriteria di bawah ini, kecuali:
Tidak diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Memiliki anggaran dalam jumlah yang besar.
Mendukung tujuan, program dan menarik perhatian pemerintah.
Memiliki pengaruh yang signifikan.
