WorksheetsPanduan Operasional Kepala Sekolah
Total questions: 87
Worksheet time: 4hrs 9mins
Apa tujuan dari Panduan Operasional Model Kompetensi Kepala Sekolah?
Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah!
Apa yang dimaksud dengan Level Kompetensi?
Indikator1.1.Kematanganmoral,emosi,danspiritualdalamberperilakusesuaidengan kodeetik
Sub-Indikator1.1.1.Makna,tujuan,danpandanganhidupkepemimpinansatuan pendidikanberdasarkanprinsipmoraldankeyakinanterhadapTuhanYangMahaEsa dalammemimpinsatuanpendidikan
Sub-Indikator1.1.2.Pengelolaanemosidalammenjalankanperansebagaikepala sekolah
Sub-Indikator1.1.3.Penerapankodeetikdalammenjalankantugasdanperan sebagaikepalasekolah
Indikator1.2.Pengembangandirimelaluikebiasaanrefleksi
Sub-Indikator1.2.1.Refleksidanperencanaankebutuhanpengembangandiriuntuk peningkatankepemimpinansatuanpendidikanyangberpusatpadapesertadidik
Sub-Indikator1.2.2.Caraadaptifmelakukanpengembangandiriuntuk meningkatkankepemimpinansatuanpendidikanyangberpusatpadapesertadidik
Sub-Indikator1.2.3.Penerapanhasilpengembangandiriyangberkelanjutanuntuk perbaikankualitaskepemimpinansatuanpendidikan
Indikator1.3.Orientasiberpusatpadapesertadidik
Sub-Indikator1.3.1.Empatiterhadappesertadidikdalampengambilankeputusan
Sub-Indikator1.3.2.Respekterhadaphakpesertadidikdalammenjalankanperan sebagaikepalasekolah
Sub-Indikator1.3.3.Kepedulianterhadapkeselamatandankeamananpesertadidik sebagaiindividudankelompokdalammenjalankanperansebagaikepalasekolah
Indikator2.1.Pemberdayaanwargasatuanpendidikanuntukmeningkatkankualitas pembelajaran
Sub-Indikator2.1.1.Pemberdayaangurudantenagakependidikanuntuk peningkatankualitaspembelajarandisatuanpendidikan
Sub-Indikator2.1.2.Pemberdayaanorangtua/waliuntukpeningkatankualitas pembelajarandisatuanpendidikan
Indikator2.2.Kolaborasiuntukpeningkatankualitassatuanpendidikan
Sub-Indikator2.2.1.Komunikasiefektifdenganwargasatuanpendidikanyang mengarahpadapeningkatankualitassatuanpendidikan
Sub-Indikator2.2.2.Pengorganisasiantugas-tugasbersamawargasatuan pendidikanuntukpeningkatankualitassatuanpendidikan
Sub-Indikator2.2.3.Inisiatifberkontribusiuntukmencapaitujuanbersamadalam peningkatankualitassatuanpendidikan
Satu dari sekian banyak cara mengukur kualitas guru yang ditugaskan menjadi kepala sekolah dilaksanakan melalui uji kompetensi.
Hasil dari uji kompetensi digunakan untuk pemetaan kompetensi yang dilakukan melalui proses mengidentifikasi, menilai, dan mengevaluasi tingkat penguasaan pengetahuan/keterampilan.
Model Kompetensi Kepala Sekolah ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 7327/B.B1/HK.03.01/2023 tanggal 11 Desember 2023.
Terbitnya peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 6565/B/GT/2020 tentang Model Kompetensi Dalam Pengembangan Profesi Guru.
Secara umum, panduan operasional ini bertujuan untuk:
Menjadi alat bantu bagi kepala sekolah dalam mengoperasikan kompetensi teknis dalam rangka menjalankan tugas profesinya.
Menjadi dokumen rujukan bagi kepala sekolah dalam merefleksikan, mengukur, dan mengevaluasi kompetensinya sebagai dasar merencanakan pengembangan diri yang berdampak pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Kompetensi kepala sekolah terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait, yaitu:
Kompetensi, indikator, sub-indikator, dan level kompetensi.
Kompetensi, tujuan, dan hasil.
Ketentuan Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan mengatur kompetensi tenaga kependidikan menjadi tiga, antara lain:
Kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Kompetensi akademik, kompetensi praktis, dan kompetensi sosial.
Makna, tujuan, dan pandangan hidup kepemimpinan satuan pendidikan berdasarkan prinsip moral dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin satuan pendidikan.
Pengelolaan emosi dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Penerapan kode etik dalam menjalankan tugas dan peran sebagai kepala sekolah.
Refleksi dan perencanaan kebutuhan pengembangan diri untuk peningkatan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.
Empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.
Respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik sebagai individu dan kelompok dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Pemberdayaan orang tua/wali untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Komunikasi efektif dengan warga satuan pendidikan yang mengarah pada peningkatan kualitas satuan pendidikan.
Pengorganisasian tugas-tugas bersama warga satuan pendidikan untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan.
Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan kualitas satuan pendidikan.
Berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan.
Berbagi praktik baik dan karya tentang kepemimpinan satuan pendidikan untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Kepemimpinan satuan pendidikan dalam mewujudkan visi yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan warga satuan pendidikan.
Pengembangan kebiasaan belajar sebagai cerminan visi satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Pengelolaan komunitas belajar dalam satuan pendidikan yang berbasis data dengan berorientasi pada peningkatan capaian belajar peserta didik.
Kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Kepemimpinan pembelajaran dalam perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan pelaporan capaian belajar peserta didik dengan memperhatikan karakteristik guru.
Penelusuran sumber daya satuan pendidikan yang berasal dari berbagai sumber untuk perencanaan dan pelaksanaan program.
Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara efektif untuk peningkatan pembelajaran peserta didik.
Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel.
Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara efektif untuk peningkatan pembelajaran peserta didik.
Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel.
Level kompetensi merepresentasikan tingkat penguasaan kompetensi pada setiap sub-indikator untuk masing-masing indikator kompetensi. Level yang dimaksud terdiri dari lima tingkat taksonomi. Penjelasan mengenai tingkat penguasaan kompetensi adalah sebagai berikut:
Level 1 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Paham
Level 2 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Dasar
Level 3 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Menengah
Level 4 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Mumpuni
Level 5 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Ahli
Kemampuan kepala sekolah dalam menunjukkan kualitas diri melalui kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik.
Memahami konsep kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.
Menunjukkan kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.
Mengevaluasi perilaku yang menunjukkan kematangan moral, emosi, dan spiritual sesuai dengan kode etik.
Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri untuk menunjukkan kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.
Makna, tujuan, dan pandangan hidup kepemimpinan satuan pendidikan berdasarkan prinsip moral dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin satuan pendidikan.
Strategi pengelolaan emosi dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Penerapan kode etik dalam menjalankan tugas dan peran sebagai kepala sekolah.
Konsep pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi.
Refleksi dan perencanaan kebutuhan pengembangan diri untuk peningkatan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Memahami cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Menerapkan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Mengevaluasi penerapan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri pada penerapan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Memahami cara penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.
Menerapkan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.
Mengevaluasi penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.
Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.
Memahami konsep kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Menerapkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Mengevaluasi penerapan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam penerapan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Memahami pentingnya empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.
Menerapkan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.
Mengevaluasi penerapan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.
Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri pada penerapan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.
Memahami pentingnya respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Menerapkan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Mengevaluasi penerapan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri pada penerapan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.
