Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Panduan Operasional Kepala Sekolah

Total questions: 87

Worksheet time: 4hrs 9mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan dari Panduan Operasional Model Kompetensi Kepala Sekolah?

4 lines
2.

Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah!

4 lines
3.

Apa yang dimaksud dengan Level Kompetensi?

4 lines
4.

Indikator1.1.Kematanganmoral,emosi,danspiritualdalamberperilakusesuaidengan kodeetik

4 lines
5.

Sub-Indikator1.1.1.Makna,tujuan,danpandanganhidupkepemimpinansatuan pendidikanberdasarkanprinsipmoraldankeyakinanterhadapTuhanYangMahaEsa dalammemimpinsatuanpendidikan

4 lines
6.

Sub-Indikator1.1.2.Pengelolaanemosidalammenjalankanperansebagaikepala sekolah

4 lines
7.

Sub-Indikator1.1.3.Penerapankodeetikdalammenjalankantugasdanperan sebagaikepalasekolah

4 lines
8.

Indikator1.2.Pengembangandirimelaluikebiasaanrefleksi

4 lines
9.

Sub-Indikator1.2.1.Refleksidanperencanaankebutuhanpengembangandiriuntuk peningkatankepemimpinansatuanpendidikanyangberpusatpadapesertadidik

4 lines
10.

Sub-Indikator1.2.2.Caraadaptifmelakukanpengembangandiriuntuk meningkatkankepemimpinansatuanpendidikanyangberpusatpadapesertadidik

4 lines
11.

Sub-Indikator1.2.3.Penerapanhasilpengembangandiriyangberkelanjutanuntuk perbaikankualitaskepemimpinansatuanpendidikan

4 lines
12.

Indikator1.3.Orientasiberpusatpadapesertadidik

4 lines
13.

Sub-Indikator1.3.1.Empatiterhadappesertadidikdalampengambilankeputusan

4 lines
14.

Sub-Indikator1.3.2.Respekterhadaphakpesertadidikdalammenjalankanperan sebagaikepalasekolah

4 lines
15.

Sub-Indikator1.3.3.Kepedulianterhadapkeselamatandankeamananpesertadidik sebagaiindividudankelompokdalammenjalankanperansebagaikepalasekolah

4 lines
16.

Indikator2.1.Pemberdayaanwargasatuanpendidikanuntukmeningkatkankualitas pembelajaran

4 lines
17.

Sub-Indikator2.1.1.Pemberdayaangurudantenagakependidikanuntuk peningkatankualitaspembelajarandisatuanpendidikan

4 lines
18.

Sub-Indikator2.1.2.Pemberdayaanorangtua/waliuntukpeningkatankualitas pembelajarandisatuanpendidikan

4 lines
19.

Indikator2.2.Kolaborasiuntukpeningkatankualitassatuanpendidikan

4 lines
20.

Sub-Indikator2.2.1.Komunikasiefektifdenganwargasatuanpendidikanyang mengarahpadapeningkatankualitassatuanpendidikan

4 lines
21.

Sub-Indikator2.2.2.Pengorganisasiantugas-tugasbersamawargasatuan pendidikanuntukpeningkatankualitassatuanpendidikan

4 lines
22.

Sub-Indikator2.2.3.Inisiatifberkontribusiuntukmencapaitujuanbersamadalam peningkatankualitassatuanpendidikan

4 lines
23.

Satu dari sekian banyak cara mengukur kualitas guru yang ditugaskan menjadi kepala sekolah dilaksanakan melalui uji kompetensi.

4 lines
24.

Hasil dari uji kompetensi digunakan untuk pemetaan kompetensi yang dilakukan melalui proses mengidentifikasi, menilai, dan mengevaluasi tingkat penguasaan pengetahuan/keterampilan.

4 lines
25.

Model Kompetensi Kepala Sekolah ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 7327/B.B1/HK.03.01/2023 tanggal 11 Desember 2023.

4 lines
26.

Terbitnya peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 6565/B/GT/2020 tentang Model Kompetensi Dalam Pengembangan Profesi Guru.

4 lines
27.

Secara umum, panduan operasional ini bertujuan untuk:

a)

Menjadi alat bantu bagi kepala sekolah dalam mengoperasikan kompetensi teknis dalam rangka menjalankan tugas profesinya.

b)

Menjadi dokumen rujukan bagi kepala sekolah dalam merefleksikan, mengukur, dan mengevaluasi kompetensinya sebagai dasar merencanakan pengembangan diri yang berdampak pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

28.

Kompetensi kepala sekolah terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait, yaitu:

a)

Kompetensi, indikator, sub-indikator, dan level kompetensi.

b)

Kompetensi, tujuan, dan hasil.

29.

Ketentuan Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan mengatur kompetensi tenaga kependidikan menjadi tiga, antara lain:

a)

Kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

b)

Kompetensi akademik, kompetensi praktis, dan kompetensi sosial.

30.

Makna, tujuan, dan pandangan hidup kepemimpinan satuan pendidikan berdasarkan prinsip moral dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin satuan pendidikan.

4 lines
31.

Pengelolaan emosi dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
32.

Penerapan kode etik dalam menjalankan tugas dan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
33.

Refleksi dan perencanaan kebutuhan pengembangan diri untuk peningkatan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
34.

Cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
35.

Penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

4 lines
36.

Empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.

4 lines
37.

Respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
38.

Kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik sebagai individu dan kelompok dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
39.

Pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

4 lines
40.

Pemberdayaan orang tua/wali untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

4 lines
41.

Komunikasi efektif dengan warga satuan pendidikan yang mengarah pada peningkatan kualitas satuan pendidikan.

4 lines
42.

Pengorganisasian tugas-tugas bersama warga satuan pendidikan untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan.

4 lines
43.

Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan kualitas satuan pendidikan.

4 lines
44.

Berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan.

4 lines
45.

Berbagi praktik baik dan karya tentang kepemimpinan satuan pendidikan untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
46.

Kepemimpinan satuan pendidikan dalam mewujudkan visi yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan warga satuan pendidikan.

4 lines
47.

Pengembangan kebiasaan belajar sebagai cerminan visi satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
48.

Pengelolaan komunitas belajar dalam satuan pendidikan yang berbasis data dengan berorientasi pada peningkatan capaian belajar peserta didik.

4 lines
49.

Kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
50.

Kepemimpinan pembelajaran dalam perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan pelaporan capaian belajar peserta didik dengan memperhatikan karakteristik guru.

4 lines
51.

Penelusuran sumber daya satuan pendidikan yang berasal dari berbagai sumber untuk perencanaan dan pelaksanaan program.

4 lines
52.

Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara efektif untuk peningkatan pembelajaran peserta didik.

4 lines
53.

Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel.

4 lines
54.

Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara efektif untuk peningkatan pembelajaran peserta didik.

4 lines
55.

Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel.

4 lines
56.

Level kompetensi merepresentasikan tingkat penguasaan kompetensi pada setiap sub-indikator untuk masing-masing indikator kompetensi. Level yang dimaksud terdiri dari lima tingkat taksonomi. Penjelasan mengenai tingkat penguasaan kompetensi adalah sebagai berikut:

a)

Level 1 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Paham

b)

Level 2 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Dasar

c)

Level 3 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Menengah

d)

Level 4 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Mumpuni

e)

Level 5 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Ahli

57.

Kemampuan kepala sekolah dalam menunjukkan kualitas diri melalui kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik.

a)

Memahami konsep kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.

b)

Menunjukkan kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.

c)

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.

d)

Mengevaluasi perilaku yang menunjukkan kematangan moral, emosi, dan spiritual sesuai dengan kode etik.

e)

Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri untuk menunjukkan kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai dengan kode etik.

58.

Makna, tujuan, dan pandangan hidup kepemimpinan satuan pendidikan berdasarkan prinsip moral dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin satuan pendidikan.

4 lines
59.

Strategi pengelolaan emosi dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
60.

Penerapan kode etik dalam menjalankan tugas dan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
61.

Konsep pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi.

4 lines
62.

Refleksi dan perencanaan kebutuhan pengembangan diri untuk peningkatan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
63.

Memahami cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
64.

Menerapkan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
65.

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
66.

Mengevaluasi penerapan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
67.

Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri pada penerapan cara adaptif dalam melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
68.

Memahami cara penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

4 lines
69.

Menerapkan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

4 lines
70.

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

4 lines
71.

Mengevaluasi penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

4 lines
72.

Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan.

4 lines
73.

Memahami konsep kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
74.

Menerapkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
75.

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
76.

Mengevaluasi penerapan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
77.

Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam penerapan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

4 lines
78.

Memahami pentingnya empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.

4 lines
79.

Menerapkan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.

4 lines
80.

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.

4 lines
81.

Mengevaluasi penerapan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.

4 lines
82.

Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri pada penerapan empati terhadap peserta didik dalam pengambilan keputusan.

4 lines
83.

Memahami pentingnya respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
84.

Menerapkan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
85.

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
86.

Mengevaluasi penerapan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines
87.

Membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri pada penerapan respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai kepala sekolah.

4 lines