wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Remidial sejarah 11.1

Total questions: 11

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Latar belakang penjajahan bangsa Barat di Indonesia sangat berkaitan dengan berbagai faktor yang mendorong negara-negara Eropa, khususnya Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris, untuk melakukan ekspansi dan eksplorasi ke wilayah Asia, termasuk Indonesia. Motivasi utama adalah ….. (pilih 3 jawaban benar)

a)

Gold

b)

Glory

c)

Gospel

d)

Rempah-rempah

e)

Runtuhnya Konstantinopel

2.

Ketika bangsa Barat tiba di Indonesia, mereka pada awalnya datang sebagai pedagang, namun seiring waktu, kepentingan ekonomi dan politik berkembang menjadi penjajahan. Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang datang ke Nusantara, diikuti oleh Belanda yang mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Faktor utama yang menjadi latar belakang penjajahan bangsa Barat di Indonesia adalah ….(pilih 3 jawaban benar)

a)

Motivasi Ekonomi: Mencari Sumber Rempah-rempah Rempah-rempah, seperti lada, pala, cengkeh, dan kayu manis, sangat bernilai di pasar Eropa pada abad ke-15 hingga 17. Pada masa itu, rempah-rempah digunakan tidak hanya sebagai bumbu masakan, tetapi juga sebagai obat dan bahan pengawet makanan. Kekayaan alam Indonesia, terutama di Maluku yang dikenal sebagai "Kepulauan Rempah," menarik perhatian bangsa Eropa. Bangsa Barat berlomba-lomba menguasai jalur perdagangan dan sumber daya tersebut.

b)

Perkembangan Teknologi Navigasi Penemuan teknologi baru dalam bidang pelayaran dan navigasi, seperti kompas dan kapal layar, mempermudah bangsa-bangsa Eropa menjelajahi dunia. Negara-negara seperti Portugis dan Spanyol mempelopori penjelajahan ini, diikuti oleh Belanda dan Inggris. Kemampuan untuk berlayar lebih jauh meningkatkan peluang bangsa Barat untuk menemukan wilayah baru yang kaya akan sumber daya

c)

Runtuhnya Konstantinopel (1453) Ketika Konstantinopel, pusat perdagangan antara Eropa dan Asia, jatuh ke tangan Kesultanan Ottoman, jalur perdagangan rempah-rempah antara Eropa dan Asia terganggu. Bangsa Eropa mulai mencari jalur alternatif langsung ke Asia, yang kemudian membawa mereka ke wilayah Nusantara.

d)

Keinginan Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia, khususnya Kepulauan Maluku, dikenal sebagai "Kepulauan Rempah-Rempah" yang kaya akan lada, pala, cengkeh, dan kayu manis. Rempah-rempah sangat diminati di Eropa karena berharga mahal, digunakan sebagai bumbu, obat, dan pengawet makanan. Tingginya permintaan akan rempah-rempah menjadi motivasi utama bangsa Barat seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris untuk menguasai wilayah Nusantara demi memonopoli perdagangan dan sumber daya alam ini.

e)

Semangat Imperialisme dan Kolonialisme Pada masa itu, imperialisme menjadi kebijakan banyak negara Eropa untuk memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruhnya. Bangsa Barat ingin mendirikan koloni-koloni di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, untuk memperkuat ekonomi dan politik mereka, serta memonopoli perdagangan internasional. Kolonialisme memungkinkan mereka untuk mengontrol secara langsung wilayah yang memiliki sumber daya berlimpah.

3.

Penyebab penjajahan bangsa Barat di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi internal di Eropa dan situasi di Asia, termasuk Indonesia. Penyebab-penyebab ini berperan besar dalam memicu penjajahan bangsa Barat di Indonesia, yang pada akhirnya berujung pada kekuasaan kolonial selama berabad-abad, dimulai dengan Portugis dan diikuti oleh Belanda yang mendominasi Nusantara melalui VOC dan pemerintahan kolonial. Penyebab dibidang politik adalah ….

a)

Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kesultanan Ottoman pada tahun 1453 sehingga menutup akses jalur perdagangan darat antara Eropa dan Asia. Hal ini mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk mencari jalur laut alternatif guna memperoleh barang-barang dagangan dari Asia, termasuk rempah-rempah.

b)

Keinginan Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia, khususnya Kepulauan Maluku, dikenal sebagai "Kepulauan Rempah-Rempah" yang kaya akan lada, pala, cengkeh, dan kayu manis. Rempah-rempah sangat diminati di Eropa karena berharga mahal, digunakan sebagai bumbu, obat, dan pengawet makanan. Tingginya permintaan akan rempah-rempah menjadi motivasi utama bangsa Barat seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris untuk menguasai wilayah Nusantara demi memonopoli perdagangan dan sumber daya alam ini

c)

Penyebaran Agama Kristen Selain faktor ekonomi dan politik, ada juga motif religius dalam penjajahan bangsa Barat. Bangsa Portugis dan Spanyol, misalnya, memiliki misi menyebarkan agama Kristen di wilayah yang mereka taklukkan. Para penjajah sering kali menggabungkan kegiatan perdagangan dengan misi penyebaran agama, sehingga ketika mereka menguasai suatu wilayah, mereka juga menyebarkan pengaruh agama Kristen kepada penduduk setempat.

d)

Keinginan Menguasai Sumber Daya Alam Indonesia, khususnya Kepulauan Maluku, dikenal sebagai "Kepulauan Rempah-Rempah" yang kaya akan lada, pala, cengkeh, dan kayu manis. Rempah-rempah sangat diminati di Eropa karena berharga mahal, digunakan sebagai bumbu, obat, dan pengawet makanan. Tingginya permintaan akan rempah-rempah menjadi motivasi utama bangsa Barat seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris untuk menguasai wilayah Nusantara demi memonopoli perdagangan dan sumber daya alam ini.

e)

Lemahnya Persatuan di Nusantara Indonesia pada masa itu terdiri dari kerajaan-kerajaan yang terpecah-pecah dan sering berkonflik satu sama lain. Ketidakbersatuan ini mempermudah bangsa Barat untuk memanfaatkan situasi dan menaklukkan wilayah-wilayah Nusantara secara bertahap. Bangsa Barat sering kali menggunakan taktik devide et impera (politik pecah belah) untuk memecah belah kerajaan-kerajaan lokal dan menguasai mereka satu per satu

4.

Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia dengan tujuan melakukan perdagangan adalah ….

a)

Inggris

b)

Spanyol

c)

Belanda

d)

Portugis

e)

Perancis

5.

Penjajahan bangsa Barat di Indonesia membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, baik dalam aspek politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Dampak utama penjajahan bangsa Barat bagi masyarakat Indonesia dalam bidang social adalah ….(pilih 3 jawaban benar)

a)

Penjajahan menciptakan kesenjangan sosial yang besar antara kaum elit kolonial dan masyarakat lokal. Bangsa Eropa, serta orang-orang yang bekerja untuk pemerintahan kolonial, menikmati kehidupan yang lebih sejahtera, sementara rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan dan eksploitasi

b)

Penjajahan membawa perubahan dalam struktur sosial masyarakat Indonesia. Kaum priyayi (bangsawan) sering kali dijadikan alat oleh pemerintah kolonial untuk mengontrol rakyat, sementara masyarakat umum mengalami penindasan. Banyak nilai-nilai dan tradisi lokal yang tergeser oleh pengaruh Barat.

c)

Akses pendidikan pada masa penjajahan sangat terbatas dan hanya tersedia untuk kaum elit atau orang-orang yang berafiliasi dengan pemerintahan kolonial. Ini membuat sebagian besar masyarakat Indonesia tetap buta huruf dan tidak memiliki kesempatan untuk berkembang.

d)

Penjajahan membawa pengaruh budaya Barat ke Indonesia, baik dalam gaya hidup, busana, bahasa, maupun sistem pendidikan. Meski ada beberapa hal positif, seperti perkembangan pendidikan modern dan infrastruktur, namun hal ini juga menimbulkan erosi terhadap budaya lokal

e)

Bangsa Portugis dan Spanyol membawa misi penyebaran agama Kristen di wilayah yang mereka kuasai. Meski upaya ini tidak seagresif di beberapa wilayah lain, dampaknya tetap terasa, terutama di wilayah-wilayah timur Indonesia seperti Maluku, yang menjadi basis penting bagi penyebaran agama Kristen

6.

Penjajahan bangsa Barat membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, yang mencakup penderitaan ekonomi dan sosial, namun juga melahirkan semangat perlawanan dan nasionalisme yang pada akhirnya membawa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Dampak positif pada bidang pendidikan adalah …. (pilih 2 jawaban benar)

a)

Pembangunan jalan raya, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang mendukung perekonomian dan mobilitas rakyat Indonesia.

b)

Diperkenalkan sekolah modern oleh bangsa Barat, meskipun terbatas pada golongan elit. Sekolah-sekolah seperti ELS (Europeesche Lagere School) dan HIS (Hollandsch-Inlandsche School) didirikan oleh Belanda, dan dari sinilah muncul kaum intelektual Indonesia yang kemudian memimpin pergerakan nasional.

c)

Lahirnya kaum terpelajar dari kalangan pribumi seperti Soekarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir, menjadi penting dalam pergerakan nasional untuk meraih kemerdekaan.

d)

Teknologi: Transfer teknologi dan pengetahuan yang membawa perkembangan dalam bidang pertanian, industri, dan kesehatan

e)

Perjuangan melawan penjajahan membantu membentuk identitas nasional dan kesadaran akan pentingnya persatuan bangsa. Semangat perlawanan ini akhirnya berujung pada proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

7.

Secara keseluruhan, penjajahan bangsa Barat membawa implikasi mendalam bagi masyarakat dan negara Indonesia. Meski ada dampak positif seperti perkembangan pendidikan dan infrastruktur, dampak negatif seperti eksploitasi ekonomi, diskriminasi sosial, dan perampasan kedaulatan lebih mendominasi. Bahkan hal tersebut masih berlanjut hingga kini. Implikasi yang dimaksud adalah ….

a)

Ketergantungan Ekonomi.: Salah satu dampak jangka panjang dari penjajahan adalah ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap ekspor komoditas tertentu, seperti karet, minyak, dan kopi, yang merupakan warisan dari ekonomi kolonial.

b)

Kesenjangan Sosial yang Meningkat. Penjajahan menciptakan jurang kesenjangan sosial antara kelompok elit kolonial (bangsa Eropa) dan rakyat pribumi. Orang-orang Eropa mendapatkan hak istimewa dalam segala hal, dari pendidikan, pelayanan publik, hingga akses ekonomi, sementara rakyat pribumi mengalami diskriminasi dan hidup dalam kemiskinan.

c)

Perubahan Struktur Sosial. Perubahan struktur sosial terjadi dengan munculnya kelas-kelas baru, seperti priyayi (bangsawan) yang diangkat oleh pemerintah kolonial untuk membantu mengendalikan rakyat. Selain itu, buruh paksa dan pekerja kontrak dipaksa bekerja di perkebunan dan tambang milik kolonial, yang mengubah pola kehidupan masyarakat desa

d)

Urbanisasi dan Perubahan Demografi. Penjajahan juga menyebabkan perubahan demografi dengan adanya urbanisasi. Banyak penduduk desa yang dipaksa bekerja di kota atau perkebunan yang dikelola oleh penjajah, mengubah pola permukiman dan cara hidup masyarakat.

e)

Monopoli Perdagangan. Bangsa Barat, terutama VOC, memonopoli perdagangan rempah-rempah dan komoditas lain di Indonesia. Monopoli ini mematikan perdagangan lokal dan menguntungkan pihak kolonial secara sepihak, sementara rakyat Indonesia hanya mendapatkan keuntungan minimal.

8.

Implikasi penjajahan bangsa Barat bagi Indonesia memiliki dampak jangka panjang di berbagai aspek kehidupan, yang membentuk sejarah, masyarakat, serta perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya bangsa Indonesia. Implikasi penjajahan bangsa Barat dalah hal politik adalah ….. (pilih 2 jawaban benar)

a)

Hilangnya Kedaulatan Nusantara. Penjajahan menyebabkan hilangnya kedaulatan politik dari kerajaan-kerajaan lokal yang ada di Nusantara. Pemerintahan kolonial menggantikan peran raja-raja lokal, dan Indonesia secara perlahan jatuh ke dalam sistem administrasi pemerintahan kolonial yang dipimpin oleh bangsa Barat, terutama Belanda

b)

Terbentuknya Struktur Pemerintahan Kolonial. Penjajahan memunculkan struktur pemerintahan yang berbeda dengan sistem kerajaan yang ada sebelumnya. Belanda membentuk sistem birokrasi dan pemerintahan pusat yang dikendalikan dari Batavia (Jakarta), yang secara perlahan mengubah pola kekuasaan di Nusantara dan menciptakan sistem pemerintahan kolonial yang terstruktur.

c)

Perlawanan dan Pembentukan Identitas Nasiona.: Penindasan kolonial melahirkan berbagai gerakan perlawanan di kalangan masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya memicu munculnya kesadaran nasional dan pergerakan menuju kemerdekaan. Perang-perang seperti Perang Diponegoro, Perang Aceh, dan berbagai pemberontakan lokal menjadi cikal bakal lahirnya nasionalisme modern.

d)

Erosi Budaya Lokal. Penjajahan membawa pengaruh budaya Barat yang menggeser tradisi dan nilai-nilai lokal. Misalnya, pakaian, bahasa, dan gaya hidup Barat mulai diadopsi oleh kalangan elit Indonesia, terutama di kota-kota besar, yang secara bertahap mengurangi pengaruh budaya tradisional.

e)

Tumbuhnya Kesadaran Nasional. Penindasan dan ketidakadilan yang dirasakan selama masa penjajahan menyebabkan munculnya kesadaran nasional di kalangan masyarakat Indonesia. Pergerakan-pergerakan nasional seperti Budi Utomo (1908), Sarekat Islam (1912), dan Partai Nasional Indonesia (1927) menjadi tonggak penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan

9.

Setelah Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511, mereka mulai mengeksplorasi wilayah kepulauan Nusantara. Malaka adalah pusat perdagangan yang sangat strategis di Asia Tenggara, dan penguasaannya memberikan Portugis kontrol atas sebagian besar perdagangan rempah-rempah. Dari Malaka, mereka memperoleh informasi tentang Kepulauan Maluku, yang dikenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah utama, terutama cengkeh dan pala. Pemimpin ekspedisi pertama Portugis ke Kepulauan Maluku adalah ….. (pilih2 jawaban benar)

a)

Alfonso de Albuquerque

b)

Vasco da Gama

c)

Antonio de Abreu

d)

Francisco Serrão

e)

Juan Sebastián Elcano

10.

Walaupun Spanyol tidak memiliki pengaruh jangka panjang di Indonesia seperti Portugis dan Belanda, mereka sempat memainkan peran dalam konflik politik lokal di Maluku. Persekutuan Spanyol dengan Sultan Tidore membantu meningkatkan posisi Tidore dalam persaingannya melawan Ternate dan Portugis. Namun, setelah Perjanjian Saragosa, pengaruh Spanyol di wilayah Nusantara memudar, dan fokus kolonial mereka bergeser sepenuhnya ke Filipina. Peninggalan budaya dan sejarah yang masih dapat disaksikan oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini adalah ….

a)

Benteng San Juan Bautista di Ternate

b)

Benteng Fort Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan

c)

Benteng Vredenburg di Yogyakarta

d)

Benteng Fort Rijswijk di Maluku

e)

Benteng Fort Belgica di Maluku

11.

Pada tahun 1619 Gubernur VOC memutuskan untuk membangun pusat perdagangan yang lebih kuat di kawasan Asia Tenggara menggantikan Maluku. Dia mengalahkan Sultan Banten dan mendirikan Batavia (sekarang Jakarta) di pantai barat pulau Jawa. Batavia segera menjadi markas besar VOC dan pusat perdagangan Belanda di Asia. Penetapan Batavia sebagai pusat perdagangan dan administrasi sangat penting dalam memperkuat kekuasaan Belanda di Indonesia. Gubernur yang dimaksud adalah ….

a)

Jan Pieterszoon Coen

b)

G.B. van der Capellen

c)

Herman Willem Daendels

d)

Cornelis de Houtman

e)

Pieter Both