wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

try out soal Industri dan kimia 05

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.
Apoteker RnD membuat tablet dengan bobot zat aktif 15 mg dan bobot tablet 200 mg. Uji apakah yang harus dilakukan?
a)
Uji Keseragaman Kandungan
b)
Uji Keragaman bobot
c)
Uji Keseragaman Bobot
d)
Uji Keragaman Kandungan
e)

uji keseragaman dosis

2.
Suatu Industri farmasi ingin melakukan evaluasi kadar terhadap Tablet asam mefenamat 500 mg. Sebelum melakukan penetapan kadar, 20 tablet ditimbang dan diperoleh rata-rata 620 mg. Di dalam kompendial tercantum bahwa kadar asam mefenamat tidak boleh kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110% dari yang tercantum dalam kemasan. Berapa minimum kadar (% b/b) asam mefenamat yang harus didapat untuk memenuhi syarat farmakope?
a)
72
b)
65
c)
70
d)
80
e)
88
3.
Industri farmasi akan membuat sediaan tablet Metronidazole 500mg. Untuk menjamin mutu ketersediaan biofarmasetik sediaan tersebut, metode pengujian apakah yang sesuai?
a)
Uji Kerapuhan
b)
Uji Keragaman Bobot
c)
Uji Keseragaman Kandungan
d)
Uji Disolusi
e)
Uji Waktu Hancur
4.
Industri farmasi akan memproduksi tetes mata polimiksin dalam jumlah besar. Industri tersebut sedang mencoba membuat sediaan tersebut dalam skala kecil, sebelum di scale up. diketahui bahwa polimiksin stabil terhadap suhu tinggi. Apoteker diminta untuk membuat SOP pembuatan tetes mata polimiksin. Agar memastikan bahwa produksi yang dihasilkan steril, dilakukan proses sterilisasi. Tetes mata polimiksin sterilisasinya bagaimana?
a)
Panas Kering
b)
Panas Basah
c)
Gas Etilen Oksida
d)
Penyaringan
e)
Radiasi
5.
Industri personal care akan membuat sabun cair dengan komposisi: potassium hydroxide, ekstrak bengkuang 6%, Tri etanol amin, nitril lauryl sulfat, coconut oil, aqua bidestilata, tocopherol, Bahan apa yang digunakan sebagai surfaktan pada komposisi tersebut?
a)
TEA
b)
Tocoferol
c)
Nitrit lauryl Sulfat
d)
Potassium hydroxide
e)
Ekstrak Bengkuang
6.
Seorang Apoteker di Industri farmasi melakukan validasi terhadap produk. Validasi yang dilakukan adalah validasi prospektif dengan jumlah 3 bets. Selanjutnya Apoteker melakukan validasi konkuren. Berapakah jumlah bets yang diperlukan untuk melakukan validasi konkuren?
a)
1 bets
b)
3 bets
c)
6 bets
d)
10 bets
e)
30 bets
7.
Suatau industri farmasi akan mengembangkan sediaan aerosol salbutamol sulfat. Dalam kemasan tertera MDI 200 dosis. Volume sediaan 10ml dengan kandungan salbutamol 40mg. Berapa mcg salbutamol untuk satu kali pakai?
a)
50
b)
100
c)
150
d)
200
e)
400
8.
Suatu Industri Farmasi ingin membuat tablet antasida yang berwarna hijau homogen. Antasida dibuat dengan granulasi basah. Agar tidak terjadinya mottling pada tablet Antasida, apakah yang harus dilakukan?
a)
Aliran panas diperbaiki
b)
Penggunaan warna yang cocok
c)
Pemutaran panci putar diperbaiki
d)
Proses pengeringan diperbaiki
e)
Larutkan zat pewarna dengan binder
9.
Seorang Apoteker di Industri farmasi akan melakukan uji disolusi Paracetamol tablet. Menurut Farmakope Indonesia Edisi V. Metode apakah yang tepat untuk menguji obat tersebut?
a)
Basket
b)
Flow
c)
Cell
d)
Dayung
e)
Keranjang
10.
10.Industri Farmasi akan mengembangkan suatu formula Sirup. Untuk mencegah kristalisasi gula pada leher botol maka dalam formula dapat ditambahkan....
a)
Xanthan Gum
b)
Natrium Benzoat
c)
Na CMC
d)
Natrium Clorida
e)
Gliserol
11.
11.Sebuah industri farmasi akan memproduksi suatu sediaan obat herbal. Berdasarkan sifat fisika kimia, zat aktif tersebut memiliki kompresibilitas kurang baik, mudah terhidrolisis, tidak tahan panas. Metode apa yang cocok untuk pembuatan sediaan obat ini?
a)
Granulasi Basah
b)
Granulasi Kering
c)
Kempa Langsung
d)
Kapsulasi
e)
Cetak langsung
12.
12.Apoteker QC menemukan adanya bagian sediaan emulsi terbentuknya menjadi gabungan partikel – partikel kecil fase terdispersi membentuk lapisan yang tidak dapat terdispersi kembali meskipun sudah dilakukan pengocokan. Kondisi apa yang dimaksud?
a)
Koalesen
b)
Breacking
c)
Creaming
d)
Inversi
e)
Sedimentasi
13.
Menurut persyaratan, jumlah apoteker dalam suatu industri farmasi adalah 3 apoteker. Sebagai apa sajakah peran apoteker dalam suatu industri farmasi?
a)
Kepala Bagian Produksi, QA, QC
b)
Kepala Bagian Produksi, PPIC, QC
c)
QA, QC, Kepala Gudang Penyimpanan
d)
RnD, Produksi, Kepala Gudang Penyimpanan
e)
RnD, Manager Marketing, Kepala Produksi
14.
Suatu industri farmasi melakukan uji disolusi tahap pertama. Hasilnya 79, 81, 83, 85, 90, 91. Q=80.Bagaimanakah hasil uji tersebut?
a)
Tidak memenuhi karena ada 1 hasil dibawah 80
b)
Tidak memenuhi karena ada 4 hasil di bawah 90
c)
Memenuhi karena rata-rata Q diatas 80
d)
Memenuhi kerena rata-rata Q > 75
e)
Tidak memenuhi karena ada 3 hasil di bawah 85
15.
Suatu industri farmasi memproduksi suppositoria dengan basis oleum caco terkandung 0,4 gram aminophillin sebagai zat aktif. Jumlah suppositoria yang akan dibuat adalah 50 buah dengan berat masing - masing 3 gram. Jika koefisien oleum cacao adalah 0,86. Berapa gram jumlah basis yang digunakan?
a)
57,8
b)
67,08
c)
130
d)
111,8
e)
151,1
16.
16.Industri farmasi mengembangkan copy obat sediaan tablet kaptopril. Bahan aktif merupakan gol. BCS kelas 2. Untuk menjaga mutu dilakukan pengujian membandingkan dengan produk inovator. Apa uji yang dimaksud?
a)
Uji Bioekivalensi invivo
b)
Uji Bioekivalensi invitro
c)
UDT
d)
Uji sifat Fisika
e)
Uji sifat Kimia
17.
Suatu industri farmasi akan memproduksi krim dengan komposisi : Vaselin 30% Asetilsalisilat 20 gram Emulgator 5 gram aqua ad 100 gram Emulgator yg digunakan tween dan span . Tween (HLB=15) dan Span (HLB=4,3) serta HLB campuran 12. Berapa gram Tween yg di butuhkan ?
a)
3,0
b)
1,4
c)
3,6
d)
2,3
e)
5,6
18.
Bagian kontrol kualitas industri farmasi melakukan kualifikasi LAF (Laminar Air Flow) berkala. Dari hasil pengujian ditemukan pertumbuhan 5 koloni bakteri. Untuk memastikan ada/tidaknya kebocoran maka dilakukan uji kecepatan aliran udara. Persyaratan kecepatan aliran udara yang ditetapkan adalah (m/detik)
a)
0,25
b)
0,35
c)
0,45
d)
0,55
e)
0,75
19.
Tugas seorang apoteker sebagai QA dalam industri farmasi adalah
a)
Pengawasan mutu produk sebelum dipasarkan
b)
Meluluskan atau menolak produk jadi untuk dipasarkan
c)
Memastikan bahwa validasi yang sesuai telah dilaksanakan
d)
Mengatur persediaan dan permintaan membeli bahan baku dalam produksi
e)
engembangan formulasi dan spesifikasi produk
20.
Bagian R&D Industri X akan mengembangkan suatu tablet denganformula baru. Akan dilakukan uji stabilitas dipercepat. Bagaimana suhu pengujian yang diperlukan?
a)
20±2C, RH 75±5%
b)
30±2C, RH 75±5%
c)
35±2C, RH 75±5%
d)
40±2C, RH 75±5%
e)
45±2C, RH 75±5%
21.
Jika suatu produksi tablet, tablet yang dihasilkan mengalami cracking, solusi apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki produksi tablet tersebut?
a)
Kalibrasi pencetakan
b)
Memperkecil ukuran granul
c)
Menurunkan jumlah lubrikan
d)
Menurunkan suhu ruangan
e)
Mengganti lubrikan
22.
Sebuah industry farmasi ingin membuat formulasi tablet ibuprofen. Setelah dilakukan granulasi dan penambahan fase luar, indeks kompresibilitas masa granul tersebut adalah 9%. Nilai tersebut menunjukan bahwa sifat granul?
a)
Sangat Baik
b)
Baik
c)
Sedang
d)
Buruk
e)
Sangat Buruk
23.
Seorang Apoteker RnD melakukan reformulasi sediaan topikal. Diketahui suatu tabir surya memiliki kekuatan 30SPF bila 1 unit SPF dapat melindungi selama 10 menit, berapa lama tabir surya tersebut dapat melindungi kulit?
a)
4,5 jam
b)
5 jam
c)
5,5 jam
d)
6 jam
e)
6,5 jam
24.
Seorang apoteker di Industri farmasi melakukan evaluasi mutu sediaan tablet. Evaluasi yang dilakukan adalah uji disolusi pada tablet bukal. Berapakah persyaratan waktu uji disolusi tablet bukal tersebut?
a)
Lebih dari 4 jam
b)
Kurang dari 4 jam
c)
Tidak dipersyaratkan
d)
Kurang dari 12 jam
e)
Lebih dari 12 jam
25.
Pada suatu industri farmasi memproduksi multi produk. Salah satunya obat X. Bahan aktif yang akan digunakan disimpan dalam ruangan dengan suhu terkontrol. Proses produksi obat X dilakukan dengan metode kempa langsung, sesuai dengan sifat dan karakteristik zat aktif. Proses produksi tersebut beresiko menimbulkan pencemaran silang terhadap produk lain. Cara pencegahan apakah yang dapat dilakukan agar tidak terjadi pencemaran silang?
a)
Pengendalian kelembaban ruang produksi
b)
Pengendalian penerangan ruangan produksi
c)
Pengendalian suhu ruang produksi
d)
Pengendalian tekanan ruang produksi
e)
Pengendalian pertukaran udara
26.
Sebuah industri farmasi ingin membuat tablet A dengan kekuatan dosis 200mg. Sebelumnya industri tersebut sudah memproduksi tablet A dengan kekuatan dosis 100mg. Uji apakah yang perlu dilakukan ?
a)
Uji Bioekivalensi
b)
Uji Disolusi Terbanding
c)
Uji Produk Inovator
d)
Uji Dosis Tunggal
e)
Uji Keseragaman Kandungan
27.
Menurut PMK RI No 6 Tahun 2012. Izin Industri Obat Tradisional dikeluarkan oleh ?
a)
Dinkes Kota/Kabupaten
b)
Dirjen Binfar
c)
BPOM Kabupaten
d)
Dinkes Provinsi
e)
Badan PTSP
28.
Sebuah industry farmasi akan membuat sediaan tablet lepas lambat Nefidipine untuk pasien dewasa dengan formulasi PVP, Tween, Etil selulosa, HPMC dan NaCl. Apakah fungsi dari etil selulosa?
a)
Mengontrol pelepasan
b)
Mempertahankan kelembaban
c)
Meningkatkan disolusi
d)
Meningkatkan karakteristik tablet
e)
Mengikat zat aktif
29.
Industri farmasi membuat sediaan injeksi vitamin C, dan di tambahkan NaHCO3. Apa fungsi dari NaHCO3 ?
a)
Emulgator
b)
Penstabil pH
c)
Zat isotonis
d)
Suspending Agent
e)
Gelling Agent
30.
Dalam suatu analisis yang dilakukan terhadap zat A dan B dengan KCKT, dikeahui waktu retensi zat A dan B secara berturut - turut yaitu 4 dan 2,2 menit. Sedangkan puncaknya masing - masing adalah 1,5 dan 0,5. Berapa resolusi dari kedua zat tersebut?
a)
1,1
b)
1,2
c)
1,8
d)
2,2
e)
2,8
31.
Seorang Apoteker melakukan evaluasi uji friabilitas pada tablet. Nilai friabilitas diperoleh hasil sebesar 0,7%. Apa yang dapat disimpulkan dengan hasil evaluasi tersebut?
a)
Hasil uji kerapuhan tablet sudah baik
b)
Hasil tidak baik, perlu diperbaiki dengan menambah kekerasan tablet
c)
Hasil tidak baik, perlu reformulasi
d)
Hasil tidak baik, perlu penambahan zat pengikat
e)
Hasil kurang baik, perlu evaluasi ulang
32.
Industri farmasi memproduksi tablet Allopurinol yang akan dipasarkan dalam negeri. Salah satu uji yang dilakukan adalah uji stabilitas dipercepat. Untuk pengujian stabilitas dipercepat dilakukan sampling minimal pada tiga titik. Waktu pengambilan sampel tersebut adalah?
a)
1, 3, 5
b)
0, 3, 6
c)
0, 1, 3
d)
0, 6, 12
e)
1, 6, 12
33.
Seorang apoteker di industry melakukan sterilisasi dengan metode panas basah. Alat yang digunakan adalah Autoclave. Berapakah suhu dan waktu yang diperlukan?
a)
Suhu 121C selama 15 menit
b)
Suhu 121C selama 30 menit
c)
Suhu 100C selama 15 menit
d)
Suhu 100C selama 30 menit
e)
Suhu 110C selama 15 menit
34.
Bagian R&D industri obat tradisional mengembangkan sediaan fitofarmaka dengan bahan aktif ekstrak Phylantus niruri. Kadar senyawa marker yang terkandung merupakan parameter kontrol kualitas ekstrak dan produk jadi, yang ditetapkan menggunakan metode HPLC. Pada proses validasi, metode harus dapat memastikan bahwa antar puncak tidak tumpang tindih antara satu puncak dengan puncak yang lain. Apakah parameter yang dimaksud?
a)
Peak identity
b)
Batas Deteksi
c)
Resolusi
d)
AUC
e)
Peak purify
35.
Seorang Apoteker melakukan evaluasi suatu sediaan obat, diperoleh hasil evaluasi nilai pH 7 dan pKa 4,2. Berapakah nilai persentase obat terionkan?
a)
90% bentuk terionkan
b)
99% bentuk terionkan
c)
90% bentuk tak terionkan
d)
99% betuk tak terionkan
e)
50% dalam bentuk terion
36.
Sebuah industry menerima bahan baku asam ascorbat dari supplier. Bagian pengawasan mutu segera melakukan analisis kadar asam ascorbat dalam bahan baku tersebut dengan metode titrasi. Metode titrasi apa yang dapat digunakan dalam menetapkan kadar?
a)
Kompleksometri
b)
Nitrimetri
c)
Iodimetri
d)
Kromatografi
e)
Spektrofotometri
37.
Apoteker QC di industri farmasi melakukan evaluasi terhadap tablet amoksisilin 500 mg. Hasil evaluasi tampak bagian atas tablet terlepas atau terpisah. Kondisi ini biasa dikenal dengan kondisi apa?
a)
Motling
b)
Cracking
c)
Capping
d)
Binding
e)
Chipping
38.
Seorang pengusaha akan mendirikan industri farmasi yang memproduksi jamu dan obat tradisional lainnya. Untuk memenuhi persyaratan, maka diperlukan Apoteker. Berapakah jumlah minimal Apoteker yang dipersyaratkan?
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
e)
Tidak dipersyaratkan
39.
Seorang Apoteker di industri farmasi akan membuat Prednison dengan metode kempa. Pada saat proses kempa, masa tablet bagian permukaan atas menempel pada alat punch. Menurut Anda sebagai seorang Apoteker, bahan tambahan apakah yang kurang pada masa tablet tersebut?
a)
Antiadherent
b)
Disintegran
c)
Super disintegran
d)
Pengisi
e)
Surfaktan
40.
Seorang Apoteker di Industri farmasi melakukan produksi tablet hisap vitamin C dengan kemasan blister. Menurut CPOB, syarat ruangan yang digunakan untuk pengemasan adalah
a)
Kelas A
b)
Kelas B
c)
Kelas C
d)
Kelas D
e)
Kelas E
41.
Produk sitostatik perlu penanganan khusus agar tidak mengkontaminasi personel dan juga lingkungan. Rekonstitusi obat sitostatika dilakukan di ruang aseptis, di dalam LAF (Laminar Air Flow) dengan pengaturan udara yang telah disesuaikan. LAF type apa yang digunakan untuk rekonstitusi produk sitostatika?
a)
Horizontal flow
b)
Vertical flow
c)
Reversible flow
d)
Irreversible flow
e)
Teknis Aseptic
42.
Industri farmasi sedang mengembangkan bentuk sediaan larutan dengan bahan aktif ibuprofen. Ibuprofen memiliki sifat sukar larut dalam air. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kelarutan ditambahkan polimer hidrofilik. Metode apakah yang digunakan?
a)
Solubilisasi
b)
Kompleksi Inklusi
c)
Dispersi Padat
d)
Kosolvensi
e)
Inverse
43.
Apoteker akan membuat 70% alkohol 100ml dengan alkohol yang tersedia 96% 1 liter yang akan dicampur dengan aquadest. Berapa botol alkohol 70% yang akan dihasilkan?
a)
12
b)
13
c)
14
d)
15
e)
16
44.
Sebuah industri ingin membuat tablet 150mg dengan zat aktif Fexofenadin (BM 501,68 g/mol). Tetapi memiliki sifat kelarutan yang buruk pada air, sehingga dibuat dengan Fexofenadin HCl (BM 538,13 g/mol). Berapakah jika menggunakan Fexofenadin HCl?
a)
107,27
b)
160,9
c)
109,6
d)
127,7
e)
139,8
45.
Seorang Apoteker RnD mengembangkan sirup untuk anak dengan bahan aktif A. Kelarutan zat A dalam air adalah 1:70. Jumlah air yang tersedia belum mencukupi. Kosolven apakah yang dapat digunakan untuk memperbaiki kelarutan zat aktif tersebut?
a)
Gliserin
b)
Etanol
c)
Kloroform
d)
CMC
46.
Bagian QC disuatu Industri Farmasi akan melakukan uji On Going Stability pada tablet A 10 mg. Kemudian sampel dikumpulkan. Sampel apakah yang digunakan untuk uji ini?
a)
Bahan Baku
b)
Bahan Kemas
c)
Produk Antara
d)
Produk jadi setelah dikemas
e)
Produk ruahan
47.
Apoteker di suatu Industri Farmasi melakukan pengembangan sediaan gel Na Diklofenak. Formulasi gel tersebut terdiri dari Na Diklofenak, Carbomer, TEA, Propilenglikol, Nipagin, Nipasol, Air. Apakah bahan yang berfungsi sebagai Enhancer?
a)
Carbomer
b)
TEA
c)
Propilenglikol
d)
Nipagin
e)
Nipasol
48.
Sebuah industri farmasi akan membuat gel piroksikam 5 gram. Gelling agent yang digunakan adalah Carbopol sebanyak 50mg. Bearapa %b/b gelling agent dalam sediaan tersebut?
a)
1
b)
0,1
c)
2
d)
1,2
e)
10
49.
Dalam mengatur suhu dan kelembaban di ruangan pabrik dengan menggunakan AHU (air handling unit). Apa nama bagian dari AHU yang memiliki fungsi untuk mengatur suhu dan kelembaban tersebut ?
a)
Cooling coil =Suhu dan Kelembaban
b)
Ductus = Menyalurkan udara dingin yang berasal dari AHU
c)
Dumper = mengatur jumlah (debit) udara yang dipindahkan ke dalam ruangan produksi
d)
Filter= mengendalikan dan mengontrol jumlah partikel dan mikroorganisme
e)
Blower= menggerakkan udara di sepanjang sistem distribusi udara (tekanan udara)
50.
Bahan berikut yang digunakan sebagai preservative adalah
a)
Metil selulosa = emulgator
b)
Metil paraben atau Nipagin
c)
CMC= Tickening Agent
d)
HPMC = Pengikat
e)
Crosspovidon = Penghancur