wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

POSTTEST - Seni Kriya Lampion Benang

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang membedakan seni kriya terapan dari seni rupa bebas menurut Bastomi (1992)?

a)

Seni kriya terapan lebih fokus pada estetika, sedangkan seni rupa bebas lebih fokus pada fungsi.

b)

Seni kriya terapan terikat pada fungsi praktis sehari-hari, sedangkan seni rupa bebas tidak terikat oleh fungsi praktis.

c)

Seni kriya terapan tidak memerlukan keterampilan tangan, sedangkan seni rupa bebas memerlukannya.

d)

Seni kriya terapan lebih banyak digunakan dalam konteks seni murni.

e)

Seni kriya terapan hanya berfungsi sebagai hiasan, sedangkan seni rupa bebas memiliki fungsi praktis.

2.

Mengapa seni kriya terapan dianggap penting dalam konteks masyarakat Indonesia?

a)

Karena seni kriya terapan memiliki nilai artistik yang lebih tinggi daripada seni rupa bebas.

b)

Karena seni kriya terapan sering kali menghasilkan barang yang hanya berfungsi sebagai hiasan.

c)

Karena seni kriya terapan menggabungkan keindahan dengan fungsi praktis, dan dapat meningkatkan nilai jual produk.

d)

Karena seni kriya terapan tidak melibatkan teknik produksi.

e)

Karena seni kriya terapan membutuhkan bahan baku yang tidak tersedia di Indonesia.

3.

Apa fungsi utama dari lampion karakter dalam konteks seni kriya terapan?

a)

Sebagai dekorasi tanpa fungsi praktis.

b)

Sebagai sumber cahaya dan hiasan dengan nilai estetika yang sesuai dengan tema karakter.

c)

Untuk digunakan dalam upacara adat atau ritual.

d)

Sebagai bahan ajar dalam pelatihan seni kriya.

e)

Karya untuk pameran dan tidak memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

4.

Apa yang perlu dipertimbangkan saat menentukan ukuran dan bentuk kerangka untuk lampion benang karakter?

a)

Tingkat kesulitan dalam melilit benang.

b)

Ketersediaan bahan yang digunakan.

c)

Estetika dan fungsi karakter yang diinginkan.

d)

Waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya.

e)

Jumlah lem yang diperlukan.

5.

Bagaimana pengaruh pola lilitan benang terhadap hasil akhir lampion?

a)

Meningkatkan daya tahan lampion.

b)

Memperkuat kerangka lampion.

c)

Menciptakan efek cahaya yang berbeda.

d)

Menghemat penggunaan lem.

e)

Memudahkan pemasangan lampu.

6.

Mengapa penting untuk mempertimbangkan proporsi dan keseimbangan dalam desain lampion benang bertema karakter?

a)

Agar lampion lebih mudah dibuat.

b)

Supaya karakter lebih mudah dikenali dan estetis.

c)

Supaya lampion lebih tahan lama.

d)

Untuk menghemat bahan yang digunakan.

e)

Agar lampion lebih berat dan stabil.

7.

Jika lampion benang yang dibuat terlalu rapuh, apa yang sebaiknya dilakukan untuk memperkuat strukturnya?

a)

Menambahkan lapisan lem pada permukaan benang.

b)

Mengganti lampu dengan yang lebih kecil.

c)

Melipat kerangka menjadi dua lapis.

d)

Menggunakan benang yang lebih tebal.

e)

Melilitkan benang dengan lebih longgar.

8.

Bagaimana cara menghindari kesalahan saat memilih jenis lampu yang akan dipasang di dalam lampion benang?

a)

Menggunakan lampu berdaya rendah yang tidak panas.

b)

Memilih lampu yang memiliki cahaya terang.

c)

Menggunakan lampu berukuran besar.

d)

Menggunakan lampu tanpa kabel.

e)

Memilih lampu dengan warna yang mencolok.

9.

Mengapa sangat penting untuk memperhatikan aspek keamanan dalam pembuatan lampion benang yang akan digunakan sebagai lampu tidur?

a)

Agar lampion lebih awet.

b)

Supaya benang tidak mudah terbakar.

c)

Supaya lampion lebih mudah dibuat.

d)

Agar lampion tampak lebih menarik.

e)

Untuk menghemat biaya pembuatan.

10.

Ketika melakukan finishing pada lampion benang, apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan lampion tetap rapi dan tidak ada benang yang terlepas?

a)

Memberikan lapisan lem pada semua bagian benang.

b)

Menambahkan lapisan cat pada bagian luar lampion.

c)

Menggunakan benang tambahan untuk mengikat lilitan.

d)

Memotong sisa benang yang tidak rapi.

e)

Memperbaiki kerangka jika ada bagian yang rusak.