Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pre Test Pelatihan RKA-KL Tahun Anggaran 2024

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Keadaan yang ingin dicapai atau dipertahankan pada penerima manfaat dalam periode waktu tertentu (jangka panjang, menengah, dan pendek), merupakan definisi dari:

a)

Output

b)

Input

c)

Proses

d)

Outcome

2.

Di bawah ini merupakan mekanisme penyusunan Outcome, kecuali :

a)

Pahami urusan yang menjadi tanggung jawab organisasi bersangkutan.

b)

Seberapa besar/luas skala atau segmentasi urusan tersebut.

c)

Identifikasi apakah urusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab organisasi berkenaan.

d)

Identifikasi dan analisis apa yang akan dihasilkan.

3.

Output yang baik, memenuhi kriteria  sebagai berikut kecuali :

a)

Output merupakan produk akhir dari suatu rangakain proses

b)

Digunakan untuk eksternal program berkenaan (customer atau target group)

c)

Harus terukur dan keterukuran tersebut ditunjukkan oleh indikatornya

d)

Merupakan input, proses, maupun outcome program lain

4.

Manfaat dari penerapan RSPP antara lain adalah

a)

Meningkatkan efisiensi belanja, Integrasi Sistem IT perencanaan dan penganggaran dan Restrukturisasi organisasi

b)

Meningkatkan efisiensi belanja, Integrasi Sistem IT pelaksanaan dan pelaporan Anggaran dan Efisieni organisasi

c)

Meningkatkan efisiensi belanja, Integrasi Sistem IT perencanaan dan penganggaran dan Efisieni organisasi

d)

Meningkatkan jumlah belanja, Integrasi Sistem IT perencanaan dan penganggaran dan Efisieni organisasi

5.

Kelompok/kumpulan produk akhir yang dihasilkan pemerintah baik berupa barang (barang infrastruktur/barang non-infrastruktur) atau jasa (jasa regulasi/non regulasi) untuk mencapai sasaran kegiatan dalam rangka mendukung kinerja pembangunan adalah

a)

Rincian Output (RO)

b)

Rincian Outcome (RO)

c)

Klasifikasi Rincian Outcome (KRO)

d)

Klasifikasi Rincian Output (KRO)

6.

Produk akhir yang dihasilkan pemerintah baik berupa (barang infrastruktur/barang non-infrastruktur) atau jasa (jasa regulasi/non regulasi) untuk mencapai sasaran kegiatan dalam rangka mendukung kinerja pembangunan adalah

a)

Rincian Output (RO)

b)

Rincian Outcome (KRO)

c)

Klasifikasi Rincian Outcome (KRO)

d)

Klasifikasi Rincian Output (KRO)

7.

Program yang dilaksanakan oleh semua Unit Eselon I adalah program

a)

Program Dukungan Manajemen

b)

Program Pengelolaan Belanja Negara

c)

Program Pengelolaan Penerimaan Negara

d)

Program Dukungan Kesekretariatan

8.

Program Spesifik /Teknis K/L  merupakan program yang

a)

Hanya terdapat pada pada K/L tertentu dan tidak terdapat pada K/L lain

b)

Terdapat pada beberapa K/L

c)

Jumlahnya sesuai jumlah K/L yang ada

d)

Ada pada K/L tertentu dan beberapa K/L lainnya

9.

Salah satu tujuan penerapan RSPP adalah

a)

Implementasi kebijakan money follow program dan Memperkuat penerapan anggaran berbasis kinerja

b)

Implementasi kebijakan money follow function dan memperkuat penerapan Anggaran Berbasid Kegiatan

c)

Implementasi Anggaran Berbasis Kinerja dan Internalisasi Penganggaran

d)

Memperkuat penerapan zero base budgeting dan Financial Management

10.

Manfaat dari penerapan RSPP antara lain adalah

a)

Meningkatkan efisiensi belanja, Integrasi Sistem IT perencanaan dan penganggaran dan Restrukturisasi organisasi

b)

Meningkatkan efisiensi belanja, Integrasi Sistem IT pelaksanaan dan pelaporan Anggaran dan Efisieni organisasi

c)

Meningkatkan efisiensi belanja, Integrasi Sistem IT perencanaan dan penganggaran dan Efisieni organisasi

d)

Meningkatkan jumlah belanja, Integrasi Sistem IT perencanaan dan penganggaran dan Efisieni organisasi

11.

Apa yang dimaksud dengan prinsip Value for Money dalam penganggaran

a)

Efisiensi, efektifitas, dan transparansi

b)

Efektif, ekonomis, dan efisiensi

c)

Ekonomis, berkelanjutan, dan produktivitas

d)

Akuntabilitas, efisiensi, dan inovasi

12.

Apa saja dokumen utama yang digunakan dalam perencanaan dan penganggaran di kementerian

a)

RKA-KL, RPJP, RPJM

b)

DIPA, RAB, TOR

c)

RAB, SAK, dan POK

d)

LKPP, LAKIN, dan LK

13.

Kaidah penganggaran mencakup hal berikut, kecuali

a)

Prinsip belanja berkualitas

b)

Pembatasan alokasi untuk belanja modal

c)

Penandaan anggaran (budget tagging)

d)

Pelaksanaan kegiatan tanpa TOR

14.

erikut ini adalah ketentuan terkait Belanja Modal, yaitu

a)

Menambah masa manfaat aset tetap

b)

Pemeliharaan aset tetap

c)

Barang untuk diserahkan kepada masyarakat

d)

Barang habis pakai

15.

Apa yang dimaksud dengan "budget tagging"

a)

Penyesuaian pagu anggaran

b)

Pengalokasian anggaran untuk belanja modal

c)

Penandaan alokasi anggaran sesuai tema tertentu

d)

Pengaturan belanja barang dan jasa

16.

Dalam proses penyusunan anggaran, penelitian anggaran dilakukan oleh

a)

Biro Umum pada Setjen/Setama

b)

Inspektorat Jenderal (APIP K/L)

c)

Biro Perencanaan/Unit Perencanaan pada Setjen/Setama

d)

Sekretariat Badan/Ditjen pada Unit Eselon I

17.

Apa tujuan dari Rincian Anggaran Biaya (RAB)

a)

Menilai urgensi suatu kegiatan

b)

Merinci perhitungan biaya setiap output

c)

Membuat laporan audit

d)

Mengurangi biaya operasional

18.

Pada saat penyusunan TOR, untuk RO yang mendukung pengarusutamaan gender dan memuat anggaran responsif gender, dapat ditambahkan informasi yang memuat:

a)

konteks/ analisis situasi ketimpangan gender

b)

rencana aksi dari Gender Action Budget

c)

hasil yang diharapkan yaitu berupa dampak dan dikaitkan dengan isu gender untuk perbaikan ke arah kesetaraan gender

d)

Semua benar

19.

Kesalahan dalam penganggaran yang sering ditemukan oleh BPK adalah:

a)

Penggunaan belanja modal untuk belanja pegawai

b)

Belanja barang yang belum dianggarkan

c)

Kesalahan dalam penandaan anggaran

d)

Duplikasi belanja

20.

Apa yang dimaksud dengan subsequent expenditure

a)

Pengeluaran untuk aset tetap setelah perolehan awal

b)

Pengeluaran modal untuk belanja barang

c)

Pengeluaran untuk pengembangan infrastruktur

d)

Pengeluaran yang tidak dikapitalisasi

21.

Sumber dana yang digunakan untuk belanja dengan alokasi khusus berdasarkan SEB pagu anggaran adalah

a)

Pinjaman dalam negeri

b)

APBN

c)

Hibah luar negeri

d)

SBSN

22.

Apakah kriteria minimum kapitalisasi aset tetap dalam pengadaan mesin atau peralatan

a)

Rp 10.000.000

b)

Rp 1.000.000

c)

Rp 25.000.000

d)

Tidak ada batasan minimum

23.

Apa fungsi dari Kerangka Acuan Kerja (KAK)/Term of Reference (TOR) dalam penyusunan anggaran

a)

Menggambarkan kebutuhan sumber daya manusia

b)

Menyusun kebutuhan logistik dan waktu pelaksanaan

c)

Menguraikan urgensi, strategi, dan biaya yang diperlukan

d)

Melaporkan hasil akhir kegiatan

24.

Standar Biaya Masukan digunakan untuk

a)

Mengatur pembiayaan belanja modal

b)

Membatasi penggunaan dana di luar pagu

c)

Membatasi biaya maksimum dalam penyusunan anggaran

d)

Menentukan kebutuhan sumber daya manusia

25.

Apa yang perlu diperhatikan dalam identifikasi kebutuhan untuk belanja modal

a)

Harga pasar barang/jasa

b)

Rencana jangka panjang organisasi

c)

Statistik aset yang ada dan roadmap kebutuhan aset

d)

Analisis keuntungan proyek

26.

Pedoman dalam pelaksanaan pengusulan revisi anggaran diatur didalam

a)

PMK No. 62 Tahun 2023

b)

PMK No. 26 Tahun 2023

c)

PMK No. 6 Tahun 2023

d)

PMK No. 6 Tahun 2024

27.

Revisi anggaran dapat dilakukan dalam hal pagu berubah. Hal yang menyebabkan perubahan anggaran tersebut adalah

a)

penambahan atau pengurangan pagu belanja BA K/L dan/atau BA BUN

b)

penambahan atau pengurangan pagu belanja pada unit eselon I

c)

penambahan atau pengurangan pagu belanja satuan kerja

d)

penambahan atau pengurangan pagu belanja anggaran program

28.

Apabila K/L akan melakukan perubahan dengan pergesera rincian anggaran dalam 1 (satu) BA K/L atau BA BUN yang tidak menyebabkan penambahan atau pengurangan pagu belanja dan pagu pengeluaran pembiayaan, maka

a)

K/L dapat mengusulkan revisi anggaran dalam hal pagu berubah

b)

K/L dapat mengusulkan revisi anggaran dalam hal pagu tidak berubah

c)

K/L dapat mengusulkan revisi anggaran dalam hal revisi administrasi

d)

K/L tidak perlu mengusulkan revisi anggaran

29.

1) pagu anggaran berubah;

2) antar Program yang berdampak pada pengurangan volume Keluaran (RO), kecuali dalam rangka pemenuhan Belanja Operasional;

3) dalam rangka reorganisasi dan/atau restrukturisasi Kementerian/Lembaga;

4) terdapat Program/Kegiatan/KRO /RO baru.

Revisi anggaran atas kondisi diatas merupakan kewenangan:

a)

Direktur Jenderal Anggaran (DJA)

b)

Direktur Pelaksanaan Anggaran, DJPb

c)

Kepala Kantor Wilayah, DJPb

d)

Kuasa Pengguna Anggaran

30.

1)  Pergeseran anggaran yang mengakibatkan penambahan Kegiatan baru untuk Satker yang bersangkutan pada DIPA Petikan Satker;

2)  Pergeseran anggaran antar-Satker;

3) pergeseran antar-Kegiatan.

Revisi anggaran atas kondisi diatas merupakan kewenangan :

a)

Direktur Jenderal Anggaran (DJA)

b)

Direktur Pelaksanaan Anggaran, DJPb

c)

Kepala Kantor Wilayah, DJPb

d)

Kuasa Pengguna Anggaran

31.

1)  pergeseran anggaran dalam 1 (satu) KRO dalam 1 (satu) Kegiatan;

2) penambahan/perubahan akun beserta alokasi anggarannya dalam 1 (satu) RO.

Revisi anggaran atas kondisi diatas merupakan kewenangan:

a)

Direktur Jenderal Anggaran (DJA)

b)

Direktur Pelaksanaan Anggaran, DJPb

c)

Kepala Kantor Wilayah, DJPb

d)

Kuasa Pengguna Anggaran

32.

Pedoman dalam pelaksanaan Evaluasi Kinerja Perencanaan Anggaran adalah

a)

PMK No. 62 Tahun 2023

b)

PMK No. 26 Tahun 2023

c)

PMK No. 6 Tahun 2023

d)

PMK No. 6 Tahun 2024

33.

EKA Perencanaa Anggaran dilaksanakan oleh

a)

Hanya oleh K/L selaku pengguna anggaran

b)

Hanya oleh Menteri Keuangan selaku BUN/Pengelola Fiskal

c)

K/L selaku pengguna anggaran dan Menteri Keuangan selaku BUN/Pengelola Fiskal

d)

Kepala satuan kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran

34.

Aspek yang diukur dalam EKA Perencanaan Anggaran meliputi

a)

Realisasi Anggaran, dan efisiensi

b)

Realisasi Anggaran, dan konsistensi

c)

Realisasi Anggaran dan efektifitas

d)

Efisiensi dan Efektifitas

35.

Bobot penilaian hasil EKA Perencanaa Anggaran dan EKA Pelaksanaan Anggaran, masing-masing adalah

a)

70 % dan 30 %

b)

60 % dan 40 %

c)

50 % dan 50 %

d)

60 % dan 40 %

36.

Salah satu yang harus dilakukan oleh satuan kerja dalam pelaksanaan evaluasi kinerja anggaran adalah melakukan input data capaian RO melalui

a)

Aplikasi SMART-DJA

b)

Aplikasi SAKTI

c)

Aplikasi OM SPAN

d)

Aplikasi SPAN

37.

Dalam pengukuran efisiensi, variabel yang diukur meliputi

a)

Pengunaan SBK dan efisiensi SBK

b)

Capaian RO dikaitkan dengan sasaran Program dan sasaran strategis

c)

Diukur berdasarkan capaian Keluaran dan hasil/outcome

d)

Diukur berdasarkan capaian RO dan dibandingkan dengan realisasi anggaran RO

38.

Dalam pengukuran efektifitas, variabel yang diukur meliputi

a)

Realisasi Anggaran, Capaian Indikator Kinerja Program, dan Capaian Indikator Sasaran Strategis

b)

Realisasi Anggaran, Capaian RO, dan Capaian Indikator Kinerja Program

c)

Realisasi Anggaran, Capaian Indikator Kinerja Program, dan Capaian Indikator Sasaran Strategis

d)

Capaian RO, Capaian Indikator Kinerja Program, Capaian Indikator Sasaran Strategis

39.

Berikut adalah Formulasi pengukuran efisiensi

a)

Membandingkan jumlah RO SBK dengan seluruh RO yang berkarakteristik SBK, dan membandingkan indeks realisasi RO dengan indeks SBK

b)

Membandingkan realisasi indeks capaian RO dengan indeks pagu RO

c)

Membandingkan realisasi anggaran dengan pagu anggaran

d)

Membandingan realisasi capaian RO dengan target volume RO

40.

Berikut adalah formulasi pengukuran efektifitas :

a)

Membandingkan capaian Keluaran dan hasil/outcome dengan targetnya

b)

Membandingkan jumlah RO SBK dengan seluruh RO yang berkarakteristik SBK, dan membandingkan indeks realisasi RO dengan indeks SBK

c)

Membandingkan realisasi indeks capaian RO dengan indeks pagu RO

d)

Membandingan realisasi capaian RO dengan target volume RO