WorksheetsTry Out ANBK Ke 5
Total questions: 30
Worksheet time: 45mins
Batagor merupakan makanan khas Jawa Barat. Pempek merupakan makanan khas Sumatra Selatan. Lalampa merupakan makanan khas Sulawesi Utara. Papeda merupakan makanan khas Papua. Bingka merupa- kan makanan khas Kalimantan Selatan
Tiap daerah di Indonesia memiliki jajanan khas yang berbeda, misalnya mi kocok dan cimol yang menjadi jajanan khas Jawa Barat. Pasangkan nama jajanan khas tersebut dengan asal daerahnya
Batagor
Jawa Barat
Pempek
Sumatra Selatan
Lalampa
Sulawesi Utara
Papeda
Papua
Bingka
Kalimantan Selatan
Galih Ruslan, Pebisnis Jajanan Khas Jawa Barat
Galih Ruslan berbisnis jajanan khas Jawa Barat yang dikemas secara instan agar dapat dibeli oleh masyarakat di mana saja. Bisnis yang dinamai Kylafood ini didirikan pada 2017. Bisnis ini berawal dari kegemaran Galih Ruslan untuk mencoba berbagai kuliner bersama istri. Galih Ruslan selalu mengunggah kegiatan kulinernya melalui media sosial. Unggahan Galih Ruslan menarik perhatian teman dan keluarga.
Galih Ruslan memiliki visi dan misi untuk memperkenalkan kuliner Indonesia, khususnya jajanan khas Jawa Barat. Produk pertama Galih Ruslan saat membuka bisnis adalah seblak dan batagor instan. Pada saat itu bisnis jajanan seblak dan batagor instan masih sedikit. Perkembangan tren dalam bidang kuliner menjadikan persaingan makin ketat. Oleh karena itu, Galih Ruslan mengembangkan produk kuliner baru seperti cireng bumbu rujak, mi kocok, cimol, mi tektek, dan bakso aci.
Galih Ruslan mengakui berbisnis jajanan lokal memiliki banyak tantangan, salah satunya konsistensi kualitas rasa. Oleh karena itu, ia memberikan beberapa pelatihan untuk para karyawan. Materi pelatihan meliputi kualitas produk, proses produksi, hingga kebersihan produk.
Selain konsistensi kualitas rasa, Galih Ruslan memperhatikan bahan baku yang digunakan. la menggunakan bahan baku lokal yang sebagian langsung didapatkan dari petani di daerah Subang, Jawa Barat. Dengan membeli bahan baku secara lokal, Galih Ruslan telah berkontribusi untuk memberdayakan petani. Galih Ruslan juga percaya dengan memproduksi secara lokal ia dapat ikut serta membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
Pada 2017 Galih Ruslan memutuskan untuk berbisnis jajanan khas Jawa Barat yang dikemas secara instan. Faktor apakah yang mendorong Galih Ruslan untuk memproduksi jajanan khas Jawa Barat? (Jawaban lebih dari satu.)
Modal yang diperlukan sedikit.
Jumlah pesaing masih sedikit.
Tidak memerlukan keahlian khusus.
Jajan dengan kemasan instan lebih mudah diproduksi.
Keinginan untuk mempromosikan kuliner khas Jawa Barat.
Galih Ruslan, Pebisnis Jajanan Khas Jawa Barat
Galih Ruslan berbisnis jajanan khas Jawa Barat yang dikemas secara instan agar dapat dibeli oleh masyarakat di mana saja. Bisnis yang dinamai Kylafood ini didirikan pada 2017. Bisnis ini berawal dari kegemaran Galih Ruslan untuk mencoba berbagai kuliner bersama istri. Galih Ruslan selalu mengunggah kegiatan kulinernya melalui media sosial. Unggahan Galih Ruslan menarik perhatian teman dan keluarga.
Galih Ruslan memiliki visi dan misi untuk memperkenalkan kuliner Indonesia, khususnya jajanan khas Jawa Barat. Produk pertama Galih Ruslan saat membuka bisnis adalah seblak dan batagor instan. Pada saat itu bisnis jajanan seblak dan batagor instan masih sedikit. Perkembangan tren dalam bidang kuliner menjadikan persaingan makin ketat. Oleh karena itu, Galih Ruslan mengembangkan produk kuliner baru seperti cireng bumbu rujak, mi kocok, cimol, mi tektek, dan bakso aci.
Galih Ruslan mengakui berbisnis jajanan lokal memiliki banyak tantangan, salah satunya konsistensi kualitas rasa. Oleh karena itu, ia memberikan beberapa pelatihan untuk para karyawan. Materi pelatihan meliputi kualitas produk, proses produksi, hingga kebersihan produk.
Selain konsistensi kualitas rasa, Galih Ruslan memperhatikan bahan baku yang digunakan. la menggunakan bahan baku lokal yang sebagian langsung didapatkan dari petani di daerah Subang, Jawa Barat. Dengan membeli bahan baku secara lokal, Galih Ruslan telah berkontribusi untuk memberdayakan petani. Galih Ruslan juga percaya dengan memproduksi secara lokal ia dapat ikut serta membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
Pada 2017 Galih Ruslan memutuskan untuk berbisnis jajanan khas Jawa Barat yang dikemas secara instan. Faktor apakah yang mendorong Galih Ruslan untuk memproduksi jajanan khas Jawa Barat? (Jawaban lebih dari satu.)
Pilihlah jawaban pada kolom Sesuai/Tidak Sesuai untuk pernyataan-pernyataan berikut!
Bisnis jajanan Galih Rustan meningkatkan kesejahteraan petani. (a)
Persaingan yang ketat dalam bisnis jajanan khas Jawa Barat menyebabkan Galih Ruslan harus menutup usahanya. (b)
Bisnis jajanan Galih Ruslan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat (c)
Bisnis jajanan Galih Ruslan mendominasi kuliner khas Indonesia. (d)
Bisnis jajanan Galih Ruslan menambah daftar makanan khas Indonesia yang dibuat dengan kemasan instan. (e)
Puisi Putri
Hari ini, Putri membantu ibu menjajakan dagangan sambil mengerjakan tugas membuat puisi yang harus dikumpulkan esok. Putri melihat ke kanan dan ke kiri, ada buah-buahan segar. la ingin menggunakan buah tersebut untuk mencari inspirasi dalam membuat puisi.
Makin sore, pembeli makin ramai. Putri kebingungan karena banyak pembeli yang berdatangan sambil menawar harga. Putri terus melayani pembeli hingga menjelang maghrib. Putri belum berhasil membuat puisi karena terus ada pelanggan yang ingin membeli buah. Ibu sudah menyuruhnya untuk pulang.
Akhirnya, Putri memutuskan untuk pulang sambil membawa sebagian buah-buahan sebagai objek untuk membuat naskah puisi yang akan ia buat
"Bu, apa aku boleh membawa buah sebagai inspirasi membuat puisi?" ucap Putri. "Ya boleh. Ambil buah yang ingin kamu bawa pulang ke rumah, sekalian bawa jeruk untuk ayahmu," jawab Ibu dengan tersenyum.
Putri mengambil buah yang diinginkannya dan juga buah kesukaan ayahnya. Setelah selesai semua, Ibu menutup toko. Ibu dan Putri bergegas pulang ke rumah. Sampai di rumah Putri segera mandi, makan, lalu membuat tugas puisi sambil melihat salah satu buah yang dibawanya. Akhimya, Putri berhasil menyusun puisi.
Buah Tropis
Kulit kuning tebal melindungi dagingmu.
Siapa pun harus mengupas kulit itu.
Demi mencicipi dagingmu yang bermata Demi manis segar rasamu
Buah tropis berhiaskan daun berduri
Ramah di lidah masyarakat Indonesia
Selai, rujak, hingga campuran masakan.
Semua olahan darimu lezat terasa
Pilihlah jawaban yang sesuai keterangan yang terdapat dalam cerita!
Putri kebingungan karena banyak pembeli yang berdatangan sambil menawar harga. (a)
Putri terus melayani pembeli hingga menjelang maghrib (b)
Putri mengambil buah yang diinginkannya dan juga buah ke- sukaan ayahnya. Setelah selesai semua, Ibu menutup toko. (c)
Sampai di rumah Putri segera mandi, makan, lalu membuat tugas puisi sambil melihat buah yang dibawanya. (d)
Hari ini, Putri menjajakan dagangannya sambil mengerjakan tugas membuat puisi yang harus dikumpulkan esok. (e)
Hari ini, Putri mengerjakan tugas membuat puisi yang harus dikumpulkan esok. Putri melihat ke kanan dan ke kiri, ada buah-buahan segar. la ingin menggunakan buah tersebut untuk mencari inspirasi dalam membuat puisi. Berikut puisi yang dibuat oleh putri!
Buah Tropis
Kulit kuning tebal melindungi dagingmu.
Siapa pun harus mengupas kulit itu.
Demi mencicipi dagingmu yang bermata Demi manis segar rasamu
Buah tropis berhiaskan daun berduri
Ramah di lidah masyarakat Indonesia
Selai, rujak, hingga campuran masakan.
Semua olahan darimu lezat terasa
Putri berhasil membuat puisi dari buah yang dibawanya Berdasarkan puisi yang dibuat, buah apakah yang menginspirasi puisi Putri?
Durian
Nanas
Jeruk
Nangka
Program Pamsimas di Desa Putat, Cirebon
Yuyun Yuningsih adalah salah satu tokoh yang berperan menyosialisasikan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Putat, Cirebon. Sebelumnya, masyarakat di Desa Putat mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air yang layak minum, terutama saat musim kemarau. Masyarakat selalu antre dan harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Ciri-ciri air bersih antara lain jernih, rasanya tawar, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung zat kimia, dan memiliki derajat keasaman atau pH netral.
Kesulitan warga untuk mencari air bersih memotivasi Yuyun Yuningsih untuk membantu masyarakat Desa Putat mendapatkan pelayanan air minum dengan mudah. la berusaha mengajak masyarakat untuk menjalankan Program Pamsimas. Usaha Yuyun pun membuahkan hasil. Masyarakat akhimya mau berpartisipasi dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas.
Sumber air Pamsimas Desa Putat berasal dari sumur bor air tanah. Sumur bor adalah sumur yang dibuat dengan cara mengebor tanah. Sumur bor lebih dalam daripada sumur konvensional. Sumur bor digali lebih dalam karena kualitas sumber air pada lapisan tanah yang lebih dalam memiliki kualitas yang lebih baik.
Cara membuat sumur bor tidak mudah. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Pertama, menentukan lokasi yang tepat. Kedua, menentukan waktu pembuatan sumur bor. Ketiga, menentukan kedalaman sumur. Keempat, menentukan pipa yang sesuai. Kelima, mengecek kualitas air yang ada.
Nani, Rio, Nayla, Faiz, dan Via memiliki sumber air dengan ciri yang berbeda. Manakah di antara sumber air yang memiliki ciri air bersih? (Jawaban lebih dari satu.)
Air sumur di rumah Nani berwarna keruh.
Air sumur di rumah Rio jernih dan rasanya tawar.
Air sumur di rumah Nayla berwarna cokelat tetapi tidak berbau.
Sumur di rumah Faiz dekat dengan pembuangan limbah pabrik tekstil.
Air sumur di rumah Via tidak berwarna dan tidak mengandung zat kimia.
Nubee Peduli Banjir
Nubee bersama Ruru, Cicin, dan Tubi mendengar kabar bahwa perpustakaan umum di kompleks perumahan mereka terkena banjir. Banyak buku koleksi perpustakaan yang rusak. Bu Boni, pengurus perpustakaan, tampak sedih karenanya. Mereka pun memutuskan untuk membantu mengumpulkan buku dari warga. Selain itu, mereka mencari tahu penyebab terjadinya banjir.
Ketika mengitari sekeliling perpustakaan, mereka menemukan saluran pembuangan air atau got sekitar perpustakaan tersumbat sampah.
"Selokan yang mampat ini menyebabkan banjir di perpustakaan," kata Nubee.
"Kita bersihkan saja selokan ini agar menjadi lancar kembali," sahut Ruru. Semua setuju. Nubee, Ruru, Cicin, dan Tubi membersihkan sampah dalam selokan.
Mereka juga membuat papan pengumuman dari kayu agar tidak ada sampah yang menyumbat got.
Hari itu mereka membersihkan selokan. Barulah esok harinya mereka mengumpulkan buku. Bu Boni senang sekali mendapat bantuan dari Nubee dan teman-teman. Setelah perpustakaan dibersihkan, perpustakaan akan beroperasi lagi.
Dalam cerita tersebut, dampak banjir yang dialami perpustakaan dapat segera diatasi. Tindakan yang membuat penanganan dampak banjir cepat selesai adalah....
mencari bantuan bersama
saling memerintah
diskusi bersama
gotong royong
Bu Boni, penjaga perpustakaan, murung atau sedih karena banyak buku koleksi perpustakaan rusak akibat banjir. Nubee dan teman-teman memasang papan pengumuman agar tidak ada yang membuang sampah ke saluran air. Nubee membersihkan saluran air agar aliran air kembali lancar untuk sanitasi lingkungan. Nubee mengumpulkan buku untuk mengganti koleksi buku yang rusak. Di akhir cerita, perpustakaan dibersihkan agar perpustakaan dapat beroperasi lagi.
Pasangkan tindakan orang-orang dalam cerita sesuai alasan yang mendasari tindakan tersebut!
Bu Boni murung. (a)
Pemasangan papan pengumuman. (b)
Nubee dan teman-teman membersih kan saluran pembuangan air (c)
Nubee dan teman-teman mengumpulkan buku. (d)
Bu Boni, Nubee, dan teman-teman membersihkan perpustakaan. (e)
Tuliskan langkah yang dilakukan Nubee dan teman-temannya saat mengetahui perpustakaan di kompleks perumahan mengalami masalah besar! Tuliskan secara urut!
Lelaki Kampung Aer
"Rumah ini minggu depan harus dibongkar. Kita harus membongkarnya sendiri. Kalau tidak, pemerintah yang membongkarnya. Ditarik truk pakai kabel sling," kata Pak Saleh, ayah Syamsul di depan anak-anaknya. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam. "Mengapa harus pindah, Pak?" tanya Syamsul. la tidak mengerti mengapa ia dan saudara-saudaranya harus pindah ke ujung kota.
"Kampung ini akan dijadikan sarana umum," jawab Pak Saleh. "Sarana umum itu apa?" tanya Syamsul.
"Kepentingan umum," ujar Pak Saleh.
"Kepentingan umum itu bukan kepentingan rakyat?" tanya Syamsul.
"Bukan. Kepentingan umum itu artinya kepentingan untuk masyarakat umum. Kamu masih terlalu kecil, belum mengerti arti pembangunan, kesejahteraan, masa depan, tata kota, dan penataan. Rumah-rumah di kampung kita ini harus dibongkar karena akan dijadikan sarana kepentingan umum. Kita memang salah karena membangun rumah di atas tanah negara," kata Pak Saleh panjang lebar.
Syamsul merenung. la masih tak mampu memahami mengapa tempat tinggalnya harus dibongkar.
Pembicaraan antara Syamsul dan ayahnya terjadi pada...... hari.
pagi
siang
sore
malam
Lelaki Kampung Aer
"Rumah ini minggu depan harus dibongkar. Kita harus membongkarnya sendiri. Kalau tidak, pemerintah yang membongkarnya. Ditarik truk pakai kabel sling," kata Pak Saleh, ayah Syamsul di depan anak-anaknya. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam. "Mengapa harus pindah, Pak?" tanya Syamsul. la tidak mengerti mengapa ia dan saudara-saudaranya harus pindah ke ujung kota.
"Kampung ini akan dijadikan sarana umum," jawab Pak Saleh. "Sarana umum itu apa?" tanya Syamsul.
"Kepentingan umum," ujar Pak Saleh.
"Kepentingan umum itu bukan kepentingan rakyat?" tanya Syamsul.
"Bukan. Kepentingan umum itu artinya kepentingan untuk masyarakat umum. Kamu masih terlalu kecil, belum mengerti arti pembangunan, kesejahteraan, masa depan, tata kota, dan penataan. Rumah-rumah di kampung kita ini harus dibongkar karena akan dijadikan sarana kepentingan umum. Kita memang salah karena membangun rumah di atas tanah negara," kata Pak Saleh panjang lebar.
Syamsul merenung. la masih tak mampu memahami mengapa tempat tinggalnya harus dibongkar.
Orang yang tidak mampu memahami alasan tempat tinggalnya harus dibongkar bernama (a)
Sadikin, Penjaga Ekosistem Gambut
Kebakaran lahan gambut sering terjadi di Kampung Jawa, Provinsi Riau. Warga sekitar Kampung Jawa menyebutnya "Kampung Neraka". Setelah peristiwa kebakaran, salah satu warga Kampung Jawa bernama Sadikin bertekad mencegah kebakaran kembali terjadi di Kampung Jawa. Sadikin merupakan perintis berdirinya Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok masyarakat yang melakukan patroli dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sadikin juga mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kategori perintis lingkungan pada 2020.
Sadikin memiliki sebidang tanah di Kampung Jawa yang tidak terbakar Sadikin tidak mengubah lahannya menjadi kebun sawit la menjadikan lahan tersebut menjadi hutan. Sadikin berinisiatif mulai menanam berbagai macam pohon agar keanekaragaman hayati tanaman yang tumbuh di lahannya lebih bervariasi seperti Meranti, Geronggang, Sela Tikus, dan Gaharu. Saat membersihkan lahannya ia juga menemukan tujuh kantong semar (Nephentes). Dua di antaranya berstatus dilindungi, yaitu Nephentes sumatrana dan
Nephentes spectabilis Sadikin juga mengajak warga kampungnya mengembangkan lahan gambut menjadi lahan yang jauh lebih produktif. Sadikin menjelaskan kepada warga bahwa produktif tidak hanya dari segi materi. Produktif juga dapat diartikan memproduksi oksigen serta produktif menyediakan ilmu yang akan bermanfaat bagi generasi masa depan Kampung Jawa dan sekitarnya.
Saat ini beberapa fasilitas pendukung telah dibangun di hutan yang dirintis Sadikin, seperti saung edukasi dan rumah bibit pohon. Lahan gambut dikelola Sadikin menjadi Arboretum Gambut Marsawa, eduwisata konservasi tanaman khas gambut, serta pembibitan kantong semar. Arboretum Gambut Marsawa kini menjadi salah satu pusat edukasi paling penting di Kecamatan Bukit Batu dan sekitarnya. Lokasi ini juga menjadi tujuan outbound sekolah dasar dengan materi pendidikan cinta lingkungan dan pengenalan ekosistem gambut. Kondisi ini penting untuk memupuk rasa cinta lingkungan bagi generasi muda.
Kantong semar jenis Nephentes sumatrana dan Nephentes spectabilis termasuk dilindungi. Kantong semar tersebut tumbuh di.....
lahan gambut Kampung Jawa
ladang warga Kampung Jawa
halaman rumah Sadikin
lahan perkebunan kelapa sawit
Sadikin, Penjaga Ekosistem Gambut
Kebakaran lahan gambut sering terjadi di Kampung Jawa, Provinsi Riau. Warga sekitar Kampung Jawa menyebutnya "Kampung Neraka". Setelah peristiwa kebakaran, salah satu warga Kampung Jawa bernama Sadikin bertekad mencegah kebakaran kembali terjadi di Kampung Jawa. Sadikin merupakan perintis berdirinya Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok masyarakat yang melakukan patroli dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sadikin juga mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kategori perintis lingkungan pada 2020.
Sadikin memiliki sebidang tanah di Kampung Jawa yang tidak terbakar Sadikin tidak mengubah lahannya menjadi kebun sawit la menjadikan lahan tersebut menjadi hutan. Sadikin berinisiatif mulai menanam berbagai macam pohon agar keanekaragaman hayati tanaman yang tumbuh di lahannya lebih bervariasi seperti Meranti, Geronggang, Sela Tikus, dan Gaharu. Saat membersihkan lahannya ia juga menemukan tujuh kantong semar (Nephentes). Dua di antaranya berstatus dilindungi, yaitu Nephentes sumatrana dan
Nephentes spectabilis Sadikin juga mengajak warga kampungnya mengembangkan lahan gambut menjadi lahan yang jauh lebih produktif. Sadikin menjelaskan kepada warga bahwa produktif tidak hanya dari segi materi. Produktif juga dapat diartikan memproduksi oksigen serta produktif menyediakan ilmu yang akan bermanfaat bagi generasi masa depan Kampung Jawa dan sekitarnya.
Saat ini beberapa fasilitas pendukung telah dibangun di hutan yang dirintis Sadikin, seperti saung edukasi dan rumah bibit pohon. Lahan gambut dikelola Sadikin menjadi Arboretum Gambut Marsawa, eduwisata konservasi tanaman khas gambut, serta pembibitan kantong semar. Arboretum Gambut Marsawa kini menjadi salah satu pusat edukasi paling penting di Kecamatan Bukit Batu dan sekitarnya. Lokasi ini juga menjadi tujuan outbound sekolah dasar dengan materi pendidikan cinta lingkungan dan pengenalan ekosistem gambut. Kondisi ini penting untuk memupuk rasa cinta lingkungan bagi generasi muda.
Tiap paragraf pada bacaan "Sadikin, Penjaga Ekosistem Gambut" memuat satu informas penting. Pilihlah jawaban pada kolom Benar/Salah terkait informasi penting pada bacaan tersebut!
Sadikin menanam berbagai macam pohon, seperti Meranti, Geronggang, Sela Tikus, dan Gaharu di Arboretum Gambut Marsawa. (a)
Sadikin mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kategori perintis lingkungan pada 2020. (b)
Arboretum Gambut Marsawa membentuk sikap cinta lingkungan untuk generasi muda. (c)
Sadikin mengubah lahan gambut miliknya menjadi hutan (d)
Pemetaan Wilayah Adat
1) Laurensius Lani merupakan seorang aktivis lingkungan yang peduli pada tanah kelahirannya. Ia memperjuangkan sumber daya alam dan hak-hak masyarakat di Lembah Baliem, Papua. Laurens juga seorang pimpinan Yayasan Bina Adat Walesi (YBAW). la bersama anggota yayasan melakukan pemetaan wilayah adat. Saat ini sudah 19 wilayah adat yang terpetakan di Kabupaten Jayawijaya. Laurens merasa prihatin melihat masyarakat menjual lahan hutan.
2) Setiap wilayah adat memiliki luas yang bervariasi. Konflik antarsuku yang terjadi di Jayawijaya berasal dari kepemilikan lahan dan hutan. Jika semua wilayah adat ini sudah terpetakan, tidak ada lagi konflik kepemilikan. Dengan adanya pemetaan wilayah, masyarakat dari wilayah adat lain tidak boleh masuk. Upaya Laurens memetakan wilayah adat mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemda Kabupaten Jayawijaya.
3) Tahapan pemetaan wilayah adat dimulai dengan masyarakat memetakan sendiri batas wilayah mereka. Selanjutnya, mendata potensi alam yang ada di wilayah adat masing- masing. Potensi alam tersebut terdiri atas kebun-kebun yang ada di dalam wilayah adat, sungai yang mengalir, gunung atau dataran tinggi, dan rawa. Tahap berikutnya, Laurens mendata jumlah penduduk menurut usia maupun pendidikan, pendataan tempat-tempat ibadah, sekolah, dan honae. Pada tahap ini ia juga mendata fasilitas kesehatan, petugas dan sarana serta prasarananya. Tahap terakhir, Laurens dan tim akan meregistrasi ke Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).
4) Pemetaan dan pendataan potensi adat sangat penting. Pemetaan dan pendataan potensi bertujuan menetapkan wilayah sebagai kebun, sawah atau ladang, penyedia air bersih, peternakan, perikanan, serta hutan lindung yang tidak boleh diambil hasil hutannya. Awalnya program ini amat sulit dan mengalami berbagai hambatan. Namun, saat ini masyarakat mengerti akan pentingnya memiliki peta wilayah adat.
Temukan informasi penting pada tiap bagian bacaan. Pilihlah jawaban pada kolom yang sesuai!
Pemetaan wilayah adat yang dapat menghilangkan konflik antar suku. (a)
Perjuangan Laurens dalam melindungi sumber daya alam dan hak-hak masyarakat di Lembah Baliem. (b)
Tahapan pemetaan wilayah adat. (c)
Manfaat pemetaan dan pendataan potensi adat. (d)
Pemetaan Wilayah Adat
Pemetaan dan pendataan potensi adat sangat penting. Pemetaan dan pendataan potensi bertujuan menetapkan wilayah sebagai kebun, sawah atau ladang, penyedia air bersih, peternakan, perikanan, serta hutan lindung yang tidak boleh diambil hasil hutannya. Awalnya program ini amat sulit dan mengalami berbagai hambatan. Namun, saat ini masyarakat mengerti akan pentingnya memiliki peta wilayah adat.
Temukan informasi penting pada bacaan diatas. Pilihlah jawaban pada kolom yang sesuai! (Jawaban lebih dari satu)!
Pemetaan wilayah adat sangat sulit dilakukan karena mengalami berbagai hambatan.
Pendataan potensi wilayah adat memudahkan penentuan lahan untuk berladang.
Pendataan potensi wilayah adat untuk menentukan daerah yang harus dilindungi.
Masyarakat belum mengerti manfaat peta wilayah adat.
Tahap pemetaan wilayah adat sebagai berikut.
1) Masyarakat memetakan sendiri batas wilayah mereka.
2) Masyarakat mendata potensi alam yang ada di wilayah adat masing-masing. Potensi alam tersebut terdiri atas kebun-kebun yang ada di dalam wilayah adat, sungai yang mengalir, gunung atau dataran tinggi, dan rawa.
3) Laurens mendata jumlah penduduk menurut usia maupun pendidikan, pendataan tempat-tempat ibadah, sekolah, jumlah honae, termasuk mendata fasilitas kesehatan, petugas dan sarana serta prasarananya.
4) Laurens dan tim akan meregistrasi ke Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).
Bacaan tersebut memuat tahapan pemetaan wilayah adat. Termasuk urutan ke berapakah pernyataan pemyataan berikut? Tunjukkan jawabanmu dengan memilih jawaban pada kolom urutan!
Laurens mendata jumlah penduduk dan jumlah honde (a)
Masyarakat mendata potensi alam yang terdapat di wilayah adat seperti kebun, sungai, dan rawa (b)
Masyarakat memetakan sendin batas wilayah mereka. (c)
Laurens dan tim akan meregistrasi ke Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) (d)
Dongeng Semut dan Kupu-Kupu
Di sebuah hutan di luar kota Madrid, hiduplah berbagai binatang. Suatu hari, badai dahsyat menerjang hutan itu. Banyak binatang mati karena tidak bisa menyelamatkan din. Sejenak, tidak tampak ada kehidupan di hutan itu. Tiba-tiba, dari dalam tanah muncul seekor semut. Semut itu berhasil selamat dari terjangan badai dengan cara masuk ke tanah. Semut melihat seekor kepompong di sebuah pohon. "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa ke mana-mana. Kalau aku sih bisa pergi ke mana saja aku suka, ejek Semut. Kepompong pun hanya diam membisu. Beberapa hari kemudian, Semut melewati sebuah jalan yang becek dan berlumpur. Semakin lama tubuh Sernut semakin tenggelam di dalamnya.
"Tolong tolong!" teriak Semut.
Semut terkejut. la memandang sekeliling untuk mencari sumber suara, tetapi ia hanya melihat seekor Kupu-kupu terbang di atas kepalanya. "Hei, aku adalah kepompong yang dulu kamu ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa terbang ke mana pun aku suka," kata Kupu-kupu.
"Wah, sepertinya kamu dalam kesulitan, ya?"
Semut terdiam malu. "Ya, aku sadar. Aku minta maaf karena telah mengejekmu saat menjadi kepompong. Maukah kau menolongku sekarang?" pinta Semut memelas. Kupu-kupu berpikir sebentar, kemudian berkata, "Baiklah, aku akan menolongmu." Kupu-kupu lalu menarik semut dari dalam lumpur hingga selamat. "Terima kasih, kau telah menyelamatkanku," kata semut. Sejak saat itu, Semut dan Kupu-kupu menjadi sahabat karib.
Semut minta maaf karena ia telah mengejek Kepompong. Kapan Semut minta maaf kepada Kepompong? Pilihlah jawaban yang benar! (Jawaban lebih dari satu.)
Ketika terjadi badai.
Ketika ia tinggal di dalam tanah.
Ketika ia tidak bisa keluar dari tanah becek.
Ketika Kepompong telah berubah menjadi Kupu-kupu.
Dongeng Semut dan Kupu-Kupu
Di sebuah hutan di luar kota Madrid, hiduplah berbagai binatang. Suatu hari, badai dahsyat menerjang hutan itu. Banyak binatang mati karena tidak bisa menyelamatkan din. Sejenak, tidak tampak ada kehidupan di hutan itu. Tiba-tiba, dari dalam tanah muncul seekor semut. Semut itu berhasil selamat dari terjangan badai dengan cara masuk ke tanah. Semut melihat seekor kepompong di sebuah pohon. "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa ke mana-mana. Kalau aku sih bisa pergi ke mana saja aku suka, ejek Semut. Kepompong pun hanya diam membisu. Beberapa hari kemudian, Semut melewati sebuah jalan yang becek dan berlumpur. Semakin lama tubuh Sernut semakin tenggelam di dalamnya.
"Tolong tolong!" teriak Semut.
Semut terkejut. la memandang sekeliling untuk mencari sumber suara, tetapi ia hanya melihat seekor Kupu-kupu terbang di atas kepalanya. "Hei, aku adalah kepompong yang dulu kamu ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa terbang ke mana pun aku suka," kata Kupu-kupu.
"Wah, sepertinya kamu dalam kesulitan, ya?"
Semut terdiam malu. "Ya, aku sadar. Aku minta maaf karena telah mengejekmu saat menjadi kepompong. Maukah kau menolongku sekarang?" pinta Semut memelas. Kupu-kupu berpikir sebentar, kemudian berkata, "Baiklah, aku akan menolongmu." Kupu-kupu lalu menarik semut dari dalam lumpur hingga selamat. "Terima kasih, kau telah menyelamatkanku," kata semut. Sejak saat itu, Semut dan Kupu-kupu menjadi sahabat karib.
Apakah pernyataan yang menunjukkan tempat terjadinya peristiwa berikut sesuai dengan cerita? Pilihlah jawaban pada kolom Sesuai/Tidak Sesuai!
Kepompong tinggal di atas pohon. (a)
Semut naik ke atas pohon saat terjadi badai. (b)
Kupu-kupu terbang di atas Semut ketika Semut minta tolong. (c)
Semut tinggal di tanah berlumpur. (d)
Dongeng Semut dan Kupu-Kupu
Di sebuah hutan di luar kota Madrid, hiduplah berbagai binatang. Suatu hari, badai dahsyat menerjang hutan itu. Banyak binatang mati karena tidak bisa menyelamatkan din. Sejenak, tidak tampak ada kehidupan di hutan itu. Tiba-tiba, dari dalam tanah muncul seekor semut. Semut itu berhasil selamat dari terjangan badai dengan cara masuk ke tanah. Semut melihat seekor kepompong di sebuah pohon. "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa ke mana-mana. Kalau aku sih bisa pergi ke mana saja aku suka, ejek Semut. Kepompong pun hanya diam membisu. Beberapa hari kemudian, Semut melewati sebuah jalan yang becek dan berlumpur. Semakin lama tubuh Sernut semakin tenggelam di dalamnya.
"Tolong tolong!" teriak Semut.
Semut terkejut. la memandang sekeliling untuk mencari sumber suara, tetapi ia hanya melihat seekor Kupu-kupu terbang di atas kepalanya. "Hei, aku adalah kepompong yang dulu kamu ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa terbang ke mana pun aku suka," kata Kupu-kupu.
"Wah, sepertinya kamu dalam kesulitan, ya?"
Semut terdiam malu. "Ya, aku sadar. Aku minta maaf karena telah mengejekmu saat menjadi kepompong. Maukah kau menolongku sekarang?" pinta Semut memelas. Kupu-kupu berpikir sebentar, kemudian berkata, "Baiklah, aku akan menolongmu." Kupu-kupu lalu menarik semut dari dalam lumpur hingga selamat. "Terima kasih, kau telah menyelamatkanku," kata semut. Sejak saat itu, Semut dan Kupu-kupu menjadi sahabat karib.
Ada berbagai peristiwa dalam cerita dan alasan terjadinya peristiwa tersebut. Hubungkan peristiwa di kolom dengan alasan terjadinya peristiwa tersebut!
Banyak binatang mati ketika terjadi badai. (a)
Semut terkejut saat berada di tanah becek. (b)
Kepompong dihina Semut (c)
Semut berterima kasih kepada Kupu-kupu. (d)
Menyaksikan Pertunjukan Tarian Laut
Minggu yang lalu Sandra dan keluarganya mengunjungi Pulau Dewata. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata di pulau tersebut.
Ketika mengunjungi pantai Sanur, mereka menyaksikan pertunjukan tarian. Puluhan anak dari sebuah sanggar seni memasuki arena berpasir di tepi pantai. Anak laki-laki bertelanjang dada dan meneriakkan cak...cak... sambil mengangkat tangan ke langit. Para penari perempuan masuk ke lingkaran pentas kecak.
Para penari menjadi mulut sang dewa laut yang berubah menjadi raksasa. Penari kecak dan tokoh dalam drama Baruna Murthi ini membuat gerakan dan adegan kemarahan sang Dewa Baruna. Dikisahkan, Dewa Baruna marah karena tempat tinggalnya makin kotor penuh plastik. Berwajah seram, dengan trisula di tangan kanan dan tong sampah di tangan kirinya, Dewa Baruna meminta manusia segera membersihkan laut.
"Mengapa Dewa Baruna sedemikian marah, Ayah?" tanya Sandra. "Banyak manusia membuang sampah ke laut. Beberapa sampah mengandung bahan kimia berbahaya. Jika binatang laut menelannya, mereka bisa keracunan, bahkan mati. Ekosistem laut dan terumbu karang pun terancam bahaya," ujar ayah Sandra.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sandra. "Kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lebih jauh lagi, kita seharusnya melakukan daur ulang sampah, misalnya membuat kerajinan tangan dari barang bekas,"kata ayah Sandra.
Pertunjukan tersebut menggambarkan kemarahan Dewa Baruna karena tempat tinggalnya rusak oleh ulah manusia. Dalam kisah tersebut, di mana Dewa Baruna tinggal?
Menyaksikan Pertunjukan Tarian Laut
Minggu yang lalu Sandra dan keluarganya mengunjungi Pulau Dewata. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata di pulau tersebut.
Ketika mengunjungi pantai Sanur, mereka menyaksikan pertunjukan tarian. Puluhan anak dari sebuah sanggar seni memasuki arena berpasir di tepi pantai. Anak laki-laki bertelanjang dada dan meneriakkan cak...cak... sambil mengangkat tangan ke langit. Para penari perempuan masuk ke lingkaran pentas kecak.
Para penari menjadi mulut sang dewa laut yang berubah menjadi raksasa. Penari kecak dan tokoh dalam drama Baruna Murthi ini membuat gerakan dan adegan kemarahan sang Dewa Baruna. Dikisahkan, Dewa Baruna marah karena tempat tinggalnya makin kotor penuh plastik. Berwajah seram, dengan trisula di tangan kanan dan tong sampah di tangan kirinya, Dewa Baruna meminta manusia segera membersihkan laut.
"Mengapa Dewa Baruna sedemikian marah, Ayah?" tanya Sandra. "Banyak manusia membuang sampah ke laut. Beberapa sampah mengandung bahan kimia berbahaya. Jika binatang laut menelannya, mereka bisa keracunan, bahkan mati. Ekosistem laut dan terumbu karang pun terancam bahaya," ujar ayah Sandra.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sandra. "Kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lebih jauh lagi, kita seharusnya melakukan daur ulang sampah, misalnya membuat kerajinan tangan dari barang bekas,"kata ayah Sandra.
Menyaksikan Pertunjukan Tarian Laut
Minggu yang lalu Sandra dan keluarganya mengunjungi Pulau Dewata. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata di pulau tersebut.
Ketika mengunjungi pantai Sanur, mereka menyaksikan pertunjukan tarian. Puluhan anak dari sebuah sanggar seni memasuki arena berpasir di tepi pantai. Anak laki-laki bertelanjang dada dan meneriakkan cak...cak... sambil mengangkat tangan ke langit. Para penari perempuan masuk ke lingkaran pentas kecak.
Para penari menjadi mulut sang dewa laut yang berubah menjadi raksasa. Penari kecak dan tokoh dalam drama Baruna Murthi ini membuat gerakan dan adegan kemarahan sang Dewa Baruna. Dikisahkan, Dewa Baruna marah karena tempat tinggalnya makin kotor penuh plastik. Berwajah seram, dengan trisula di tangan kanan dan tong sampah di tangan kirinya, Dewa Baruna meminta manusia segera membersihkan laut.
"Mengapa Dewa Baruna sedemikian marah, Ayah?" tanya Sandra. "Banyak manusia membuang sampah ke laut. Beberapa sampah mengandung bahan kimia berbahaya. Jika binatang laut menelannya, mereka bisa keracunan, bahkan mati. Ekosistem laut dan terumbu karang pun terancam bahaya," ujar ayah Sandra.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sandra. "Kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lebih jauh lagi, kita seharusnya melakukan daur ulang sampah, misalnya membuat kerajinan tangan dari barang bekas,"kata ayah Sandra.
Bacaan tersebut menceritakan kejadian yang dialami Sandra saat berkunjung ke Bali. Apakah pernyataan berikut menunjukkan kegiatan yang dialami Sandra? Pilihlah jawaban pada kolom Benar/Salah!
Sandra menyaksikan pertunjukan tarian di laut. (a)
Drama Baruna Murthi dipentaskan di atas panggung (b)
Pertunjukan tarian dilakukan secara berkelompok. (c)
Dewa Baruna membawa tong sampah di tangan kiri. (d)
Menyaksikan Pertunjukan Tarian Laut
Minggu yang lalu Sandra dan keluarganya mengunjungi Pulau Dewata. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata di pulau tersebut.
Ketika mengunjungi pantai Sanur, mereka menyaksikan pertunjukan tarian. Puluhan anak dari sebuah sanggar seni memasuki arena berpasir di tepi pantai. Anak laki-laki bertelanjang dada dan meneriakkan cak...cak... sambil mengangkat tangan ke langit. Para penari perempuan masuk ke lingkaran pentas kecak.
Para penari menjadi mulut sang dewa laut yang berubah menjadi raksasa. Penari kecak dan tokoh dalam drama Baruna Murthi ini membuat gerakan dan adegan kemarahan sang Dewa Baruna. Dikisahkan, Dewa Baruna marah karena tempat tinggalnya makin kotor penuh plastik. Berwajah seram, dengan trisula di tangan kanan dan tong sampah di tangan kirinya, Dewa Baruna meminta manusia segera membersihkan laut.
"Mengapa Dewa Baruna sedemikian marah, Ayah?" tanya Sandra. "Banyak manusia membuang sampah ke laut. Beberapa sampah mengandung bahan kimia berbahaya. Jika binatang laut menelannya, mereka bisa keracunan, bahkan mati. Ekosistem laut dan terumbu karang pun terancam bahaya," ujar ayah Sandra.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sandra. "Kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lebih jauh lagi, kita seharusnya melakukan daur ulang sampah, misalnya membuat kerajinan tangan dari barang bekas,"kata ayah Sandra.
Menyaksikan Pertunjukan Tarian Laut
Minggu yang lalu Sandra dan keluarganya mengunjungi Pulau Dewata. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata di pulau tersebut.
Ketika mengunjungi pantai Sanur, mereka menyaksikan pertunjukan tarian. Puluhan anak dari sebuah sanggar seni memasuki arena berpasir di tepi pantai. Anak laki-laki bertelanjang dada dan meneriakkan cak...cak... sambil mengangkat tangan ke langit. Para penari perempuan masuk ke lingkaran pentas kecak.
Para penari menjadi mulut sang dewa laut yang berubah menjadi raksasa. Penari kecak dan tokoh dalam drama Baruna Murthi ini membuat gerakan dan adegan kemarahan sang Dewa Baruna. Dikisahkan, Dewa Baruna marah karena tempat tinggalnya makin kotor penuh plastik. Berwajah seram, dengan trisula di tangan kanan dan tong sampah di tangan kirinya, Dewa Baruna meminta manusia segera membersihkan laut.
"Mengapa Dewa Baruna sedemikian marah, Ayah?" tanya Sandra. "Banyak manusia membuang sampah ke laut. Beberapa sampah mengandung bahan kimia berbahaya. Jika binatang laut menelannya, mereka bisa keracunan, bahkan mati. Ekosistem laut dan terumbu karang pun terancam bahaya," ujar ayah Sandra.
Ayah Sandra menjelaskan bahwa sampah seharusnya didaur ulang. Manakah yang merupakan contoh daur ulang sampah?
Membuat vas bunga dari bambu.
Membuat tas dari eceng gondok.
Membuat tempat pensil dari botol air mineral.
Membuat mahkota dari daun nangka.
Tradisi Sasi Menjaga Laut Misool
Almina Kacili adalah pelopor dan pengelola tradisi Sasi, sebuah tradisi menjaga kekayaan alam, Sasi merupakan tradisi turun-temurun di Papua Barat. Awalnya, Almina dan para perempuan Desa Kapatcol di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, hanya bisa melihat para lelaki desa menjalankan Sasi Bumi. Almina berpikir bahwa tradisi Sasi tidak hanya dilakukan di darat, tetapi dapat dilakukan di laut. Almina mengajak wanita-wanita di desanya untuk melaksanakan Sasi Laut. Sasi merupakan kesepakatan adat untuk menutup dan membuka suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu.
Almina juga mengelola pembagian kerja para perempuan ketika Sasi dilaksanakan. Pembagian kerja tersebut yaitu menyelam, memasak, mencatat, dan mengurus konsumsi. Melalui pendampingan The Nature Conservancy, hasil yang didapat para ibu jauh lebih banyak. Lokasi Sasi dipilih sesuai hasil pemantauan tempat hewan-hewan laut berkembang biak. Lokasi Sasi memanjang 500 meter sepanjang pantai dan melebar ke arah laut.
Saat waktu buka Sasi para perempuan turun ke laut mencari teripang, lobster, dan lola. Perempuan yang tidak menyelam bertugas mengukur, menimbang, dan membersihkan hasil tangkapan. Mereka menerapkan ukuran minimal teripang 16 cm, lola 7 cm, dan lobster besar 6 ons. Hal itu untuk menjaga biota laut bernilai tinggi tersebut tetap lestari.
Saat ini warga secara sadar melakukan Sasi seperti yang digagas Almina. Tradisi Sasi membuat ekosistem laut terjaga. Saat ini masyarakat juga tidak lagi menggunakan alat tangkap berbahaya. Sasi berdampak baik bagi pengelolaan perairan. Ini menjaga keberlanjutan perikanan, mengembalikan persediaan ikan di laut, menekan eksploitasi, dan menambah pendapatan masyarakat. Dengan adanya tradisi Sasi jumlah tangkapan hasil laut meningkat. Kampung Kapatcol menjadi contoh bijak pengelolaan laut yang mendatangkan hasil berkelanjutan bagi warga dan alamnya.
Almina Kacili merupakan penggagas tradisi Sasi di Desa Kapatcol. Tradisi ini menjadi salah satu upaya masyarakat Kapatcol menjaga (a) laut.
Tradisi Sasi Menjaga Laut Misool
Almina Kacili adalah pelopor dan pengelola tradisi Sasi, sebuah tradisi menjaga kekayaan alam, Sasi merupakan tradisi turun-temurun di Papua Barat. Awalnya, Almina dan para perempuan Desa Kapatcol di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, hanya bisa melihat para lelaki desa menjalankan Sasi Bumi. Almina berpikir bahwa tradisi Sasi tidak hanya dilakukan di darat, tetapi dapat dilakukan di laut. Almina mengajak wanita-wanita di desanya untuk melaksanakan Sasi Laut. Sasi merupakan kesepakatan adat untuk menutup dan membuka suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu.
Almina juga mengelola pembagian kerja para perempuan ketika Sasi dilaksanakan. Pembagian kerja tersebut yaitu menyelam, memasak, mencatat, dan mengurus konsumsi. Melalui pendampingan The Nature Conservancy, hasil yang didapat para ibu jauh lebih banyak. Lokasi Sasi dipilih sesuai hasil pemantauan tempat hewan-hewan laut berkembang biak. Lokasi Sasi memanjang 500 meter sepanjang pantai dan melebar ke arah laut.
Saat waktu buka Sasi para perempuan turun ke laut mencari teripang, lobster, dan lola. Perempuan yang tidak menyelam bertugas mengukur, menimbang, dan membersihkan hasil tangkapan. Mereka menerapkan ukuran minimal teripang 16 cm, lola 7 cm, dan lobster besar 6 ons. Hal itu untuk menjaga biota laut bernilai tinggi tersebut tetap lestari.
Saat ini warga secara sadar melakukan Sasi seperti yang digagas Almina. Tradisi Sasi membuat ekosistem laut terjaga. Saat ini masyarakat juga tidak lagi menggunakan alat tangkap berbahaya. Sasi berdampak baik bagi pengelolaan perairan. Ini menjaga keberlanjutan perikanan, mengembalikan persediaan ikan di laut, menekan eksploitasi, dan menambah pendapatan masyarakat. Dengan adanya tradisi Sasi jumlah tangkapan hasil laut meningkat. Kampung Kapatcol menjadi contoh bijak pengelolaan laut yang mendatangkan hasil berkelanjutan bagi warga dan alamnya.
Almina Kacili bertekad untuk ikut menjaga lingkungan di daerahnya agar kekayaan laut tetap lestari. Berilah tanda centang jawaban pada kolom Ya/Tidak untuk pertanyaan- pertanyaan berikut!
Apakah setelah adanya tradisi Sasi masyarakat masih menggunakan bahan peledak untuk mengambil hasil laut? (a)
Apakah setelah rutin diadakan tradisi Sasi jumlah tangkapan lebih banyak daripada sebelum diadakannya tradisi Sasi? (b)
Apakah seluruh hasil laut yang didapatkan saat buka Sasi diambil oleh masyarakat? (c)
Apakah setelah diadakannya Sasi pendapatan masyarakat Desa Kapatcol meningkat? (d)
Almina Kacili merupakan pelopor dalam menjaga kelestarian laut di daerahnya. Selain yang dilakukan Almina, ada banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk maksud yang sama. Pasangkan gambar berikut dengan penjelasan yang sesuai!
Menangkap ikan dengan mengebom
Menangkap ikan dengan menombak
Menangkap ikan dengan jala benang
Menangkap ikan dengan memancing
Menjaga Ladang
Siang itu, Pakcik Musa, pemuda kampung yang selama ini sering disuruh menjaga ladang, mengabarkan bahwa ia tidak bisa menjaga ladang malam ini. Mamak terlihat kecewa, tetapi tidak bisa menghalangi. Dalam hitungan beberapa minggu lagi ladang kami akan panen. Meninggalkan ladang tanpa dijaga akan terlalu riskan.
"Bagaimana kalau Nung saja, Mak?" aku mengusulkan. Mamak terdiam, menoleh kepadaku dan berkata, "Kamu tidak bisa menjaga ladang padi, Nung."
"Nung bisa, Mak," jawabku
Tapi kau tak bisa sendirian di sana, Nung." Mamak menggeleng. "Apa kata orang jika tahu ada anak perempuan menjaga ladang padi?"
Aku langsung menggeleng. "Jamilah akan ikut menemani, Mak." "Jamilah anaknya Barjan?" tanya Mamak. la tampak tetap berat hati. "Tidak akan sesulit itu, Mak. Hanya berjaga, kan? Sesekali menggerakkan kaleng. kaleng dari atas dangau. Jika babi hutan tidak lari mendengar suara kelontongan kaleng. aku akan mengusirnya dengan obor atau apalah."
Sejenak Mamak berpikir, akhirnya mengangguk. Aku mengepalkan jemariku. Berseru riang dalam hati. Aku sudah lama sekali ingin menjaga ladang, tetapi Bapak tak pemah mengizinkan. Dan kesempatan itu kini tiba, malam ini aku bisa menjaga ladang.
Ketika hari telah petang, aku segera bergegas ke rumah Jamilah. Di sana aku bertemu Rukayah dan Siti. Mereka berdua juga ingin menemaniku menjaga ladang malam ini.
Pada awalnya Mamak keberatan jika Nung menjaga ladang. Mengapa Mamak keberatan?
Menjaga Ladang
Siang itu, Pakcik Musa, pemuda kampung yang selama ini sering disuruh menjaga ladang, mengabarkan bahwa ia tidak bisa menjaga ladang malam ini. Mamak terlihat kecewa, tetapi tidak bisa menghalangi. Dalam hitungan beberapa minggu lagi ladang kami akan panen. Meninggalkan ladang tanpa dijaga akan terlalu riskan.
"Bagaimana kalau Nung saja, Mak?" aku mengusulkan. Mamak terdiam, menoleh kepadaku dan berkata, "Kamu tidak bisa menjaga ladang padi, Nung."
"Nung bisa, Mak," jawabku
Tapi kau tak bisa sendirian di sana, Nung." Mamak menggeleng. "Apa kata orang jika tahu ada anak perempuan menjaga ladang padi?"
Aku langsung menggeleng. "Jamilah akan ikut menemani, Mak." "Jamilah anaknya Barjan?" tanya Mamak. la tampak tetap berat hati. "Tidak akan sesulit itu, Mak. Hanya berjaga, kan? Sesekali menggerakkan kaleng. kaleng dari atas dangau. Jika babi hutan tidak lari mendengar suara kelontongan kaleng. aku akan mengusirnya dengan obor atau apalah."
Sejenak Mamak berpikir, akhirnya mengangguk. Aku mengepalkan jemariku. Berseru riang dalam hati. Aku sudah lama sekali ingin menjaga ladang, tetapi Bapak tak pemah mengizinkan. Dan kesempatan itu kini tiba, malam ini aku bisa menjaga ladang.
Ketika hari telah petang, aku segera bergegas ke rumah Jamilah. Di sana aku bertemu Rukayah dan Siti. Mereka berdua juga ingin menemaniku menjaga ladang malam ini.
Rukayah, Jamilah, Siti, dan Nung sedang menjaga ladang dan melakukan berbagai kegiatan. Rukayah menyalakan api unggun, Jamilah membawa ikan asin ke dangau, Siti membuang sisa makanan sembarangan, dan Nung menggerakkan kaleng-kaleng dari atas dangau. Siapakah yang dapat mengusir babi hutan? (Jawaban lebih dari satu.)
Rukayah
Jamilah
Siti
Nung
Paspampres Perempuan
Debora Susilowati Sembiring adalah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Indonesia. Perempuan asli Medan, Sumatra Utara ini berpangkat sersan satu di Kowad. Tugas perdananya mengawal Herawati, istri Budiono yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden.
Saat seleksi paspampres, Debora bersaing dengan ratusan peserta. Debora harus menjalani tes seleksi. Tahap pertama tiap-tiap kodam hanya mengambil delapan orang untuk mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Kowad Bandung. Tahap kedua diikuti oleh 20 peserta yang berhasil di tahap pertama. Pada tes ini ada delapan orang yang tidak lulus. Selanjutnya, dilakukan tes psikotes. Setelah itu, Debora menjalani tes penyegaran jasmani seperti lari, sit up, push up, renang, dan tes kesehatan.
Paspampres diambil dari anggota terbaik TNI, baik AD, AL, maupun AU. Tidak ada yang membedakan antara paspampres laki-laki ataupun perempuan. Ada beberapa pengamanan yang dilakukan paspampres dalam operasinya. Pengamanan tersebut terdiri atas pengamanan langsung jarak dekat, pengamanan instalasi yang digunakan oleh objek, pengamanan dalam perjalanan, makanan, medis, hingga penyelamatan objek dalam kondisi darurat.
Tentukan pernyataan yang Sesuai/Tidak Sesuai terkait tahap seleksi paspampres !
Tes psikotes dilakukan sebelum melakukan tes masuk pelatihan di Pusdik Kowad Bandung. (a)
Setelah tahap pertama, Debora masih menjalani tahap kedua. Pada tahap kedua, hanya tersisa 12 peserta. (b)
Selain menjalani tes psikotes, Debora harus melakukan tes lari dan renang. (c)
Debora harus bersaing dengan 35 peserta p ada tes tahap kedua
(d)
Paspampres Perempuan
Debora Susilowati Sembiring adalah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Indonesia. Perempuan asli Medan, Sumatra Utara ini berpangkat sersan satu di Kowad. Tugas perdananya mengawal Herawati, istri Budiono yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden.
Saat seleksi paspampres, Debora bersaing dengan ratusan peserta. Debora harus menjalani tes seleksi. Tahap pertama tiap-tiap kodam hanya mengambil delapan orang untuk mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Kowad Bandung. Tahap kedua diikuti oleh 20 peserta yang berhasil di tahap pertama. Pada tes ini ada delapan orang yang tidak lulus. Selanjutnya, dilakukan tes psikotes. Setelah itu, Debora menjalani tes penyegaran jasmani seperti lari, sit up, push up, renang, dan tes kesehatan.
Paspampres diambil dari anggota terbaik TNI, baik AD, AL, maupun AU. Tidak ada yang membedakan antara paspampres laki-laki ataupun perempuan. Ada beberapa pengamanan yang dilakukan paspampres dalam operasinya. Pengamanan tersebut terdiri atas pengamanan langsung jarak dekat, pengamanan instalasi yang digunakan oleh objek, pengamanan dalam perjalanan, makanan, medis, hingga penyelamatan objek dalam kondisi darurat.
Pernyataan-pernyataan berikut memuat beberapa tugas paspampres. Pilihlah
dengan memilih) pernyataan yang sesuai berdasarkan grup paspampres yang. Tentukan pernyataan yang Sesuai/Tidak Sesuai terkait tahap seleksi paspampres dengan memilih pasangannya harus bertugas!
1.Tes psikotes dilakukan sebelum melakukan tes masuk pelatihan di Pusdik Kowad Bandung. (a)
Setelah tahap pertama, Debora masih menjalani tahap kedua. Pada tahap kedua, hanya tersisa 12 peserta. (b)
3. Selain menjalani tes psikotes, Debora harus melakukan tes lari dan renang. (c)
4. Debora harus bersaing dengan 35 peserta pada tes tahap kedua (d)
Paspampres Perempuan
Debora Susilowati Sembiring adalah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Indonesia. Perempuan asli Medan, Sumatra Utara ini berpangkat sersan satu di Kowad. Tugas perdananya mengawal Herawati, istri Budiono yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden.
Saat seleksi paspampres, Debora bersaing dengan ratusan peserta. Debora harus menjalani tes seleksi. Tahap pertama tiap-tiap kodam hanya mengambil delapan orang untuk mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Kowad Bandung. Tahap kedua diikuti oleh 20 peserta yang berhasil di tahap pertama. Pada tes ini ada delapan orang yang tidak lulus. Selanjutnya, dilakukan tes psikotes. Setelah itu, Debora menjalani tes penyegaran jasmani seperti lari, sit up, push up, renang, dan tes kesehatan.
Paspampres diambil dari anggota terbaik TNI, baik AD, AL, maupun AU. Tidak ada yang membedakan antara paspampres laki-laki ataupun perempuan. Ada beberapa pengamanan yang dilakukan paspampres dalam operasinya. Pengamanan tersebut terdiri atas pengamanan langsung jarak dekat, pengamanan instalasi yang digunakan oleh objek, pengamanan dalam perjalanan, makanan, medis, hingga penyelamatan objek dalam kondisi darurat.
Pernyataan-pernyataan berikut memuat beberapa tugas paspampres. Pilihlah dengan memilih) pernyataan yang sesuai berdasarkan grup paspampres yang harus bertugas!
Pada 26 Oktober 2021 Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi paspampres hadir pada pemakaman mantan Mensesneg Sudi Silalahi di TMP Kalibata. (a)
Paspampres mengawal perjalanan PM Malaysia Muhyiddin Yassin dari hotel di Jakarta tempatnya menginap menuju Istana Merdeka. (b)
Paspampres mengamankan Stadion Lukas Enembe, Jayapura saat Ma'ruf Amin menutup secara resmi PON XX. (c)
Paspampres mengamankan Kawasan Puncak Waringin, Kabupaten Manggarai saat Joko Widodo memantau pembangunan Kompas Bajo yang berada di Kawasan Puncak Waringin. (d)
