wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ATS Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX

Total questions: 25

Worksheet time: 1hrs 22mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan teks deskripsi berikut!

“Diam saja dari tadi. Baca terus, seperti yang paling pintar saja.” “Iya. Kita ini dianggap patung?” “Bukan patung, tapi angin.” Mataku ke arah buku yang kubaca, tetapi telingaku mendengar semuanya. Walau mereka berbicara dengan suara rendah, suasana sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia.

Kalimat “Diam saja dari tadi. Baca terus, seperti yang paling pintar saja" Berdasarkan kalimat tersebut menggambarkan suasana ...

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Tokoh utama sangat pintar

b)

Anggota keluarga lainnya menghargai tokoh utama

c)

Ada ketegangan dan permusuhan di antara anggota keluarga

d)

Anggota keluarga lainnya merasa iri kepada tokoh utama

2.

Bacalah kutipan teks deskripsi berikut!

Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul.

Ungkapan "Wajah-wajah gundah dan lelah" menjelaskan tentang ...

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Hubungan antar anggota keluarga

b)

Kondisi fisik para tamu

c)

Suasana hati para tamu yang hadir

d)

Penampilan fisik para tamu

3.

Bacalah kutipan teks deskripsi berikut!

Aku kembali membaca bukuku, tetapi tak satu pun kalimat kupahami. Suara-suara yang menyindirku itu masih terdengar, kadang diselingi tawa. Aku cukup yakin, jika aku mengangkat wajah, salah satu atau beberapa orang dari mereka sedang melirikku. Aku tidak suka, tetapi mau bagaimana lagi? Walau tak kukenal dengan baik, mereka semua terikat darah denganku.

This is it. Cukup sudah. Aku tidak tahan lagi. Aku harus bicara. Akan kutegur mereka. Seenaknya saja menggunjingkan orang yang ada di depannya. Kemarahan tiba-tiba memenuhi dadaku. Aku berdiri sambil mengentakkan kaki. Derit nyaring kursi besi tua membuat beberapa orang menoleh.

Reaksi tokoh utama di akhir kutipan menunjukkan bahwa...

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Ia tidak lagi bisa menahan emosinya

b)

Ia merasa bersalah atas perilakunya

c)

Ia ingin meminta maaf kepada anggota keluarga

d)

Ia merasa lega karena akhirnya bisa berbicara

4.

Hutan itu begitu lebat. Cahaya matahari sulit menembus dedaunan yang rapat. Pohon-pohon besar menjulang tinggi, akar-akarnya merayap di permukaan tanah yang lembap. Udara dipenuhi aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk. Sesekali terdengar suara burung hantu dan derik jangkrik yang menambah suasana semakin mencekam.

Perhatikan kutipan di atas! Kata-kata yang bercetak miring berfungsi untuk...

a)

Memberikan informasi tentang waktu terjadinya peristiwa

b)

Menjelaskan suasana mencekam di dalam hutan

c)

Menunjukkan sifat-sifat tokoh dalam cerita

d)

Menggambarkan keadaan cuaca saat itu

5.

Hutan itu begitu lebat. Cahaya matahari sulit menembus dedaunan yang rapat. Pohon-pohon besar menjulang tinggi, akar-akarnya merayap di permukaan tanah yang lembap. Udara dipenuhi aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk. Sesekali terdengar suara burung hantu dan derik jangkrik yang menambah suasana semakin mencekam.

Penulis menggambarkan hutan dengan fokus pada ruang atau tempat, yaitu hutan yang lebat. Ia memberikan detail tentang keadaan hutan secara visual, seperti pohon-pohon besar, akar-akar, dan suasana di dalamnya.

Suasana yang dominan dalam kutipan tersebut adalah...

a)

Damai dan tenang

b)

Cerah dan gembira

c)

Mencekam dan misterius

d)

Ramai dan sibuk

6.

Hutan itu begitu lebat. Cahaya matahari sulit menembus dedaunan yang rapat. Pohon-pohon besar menjulang tinggi, akar-akarnya merayap di permukaan tanah yang lembap. Udara dipenuhi aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk. Sesekali terdengar suara burung hantu dan derik jangkrik yang menambah suasana semakin mencekam.

Rumah nenek berada di puncak bukit. Rumah kayu itu terlihat tua dan sederhana. Atapnya terbuat dari seng yang sudah berkarat. Dinding-dindingnya retak-retak, dicat warna putih yang sudah memudar. Namun, di balik kesederhanaannya, rumah itu menyimpan sejuta kenangan bagi keluarga kami.

Suasana yang dominan dalam teks di atas adalah...

a)

Gembira

b)

Sedih

c)

Hangat dan penuh kenangan

d)

Menakutkan

7.

Hutan itu begitu lebat. Cahaya matahari sulit menembus dedaunan yang rapat. Pohon-pohon besar menjulang tinggi, akar-akarnya merayap di permukaan tanah yang lembap. Udara dipenuhi aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk. Sesekali terdengar suara burung hantu dan derik jangkrik yang menambah suasana semakin mencekam

Manakah kata yang menggambarkan kondisi rumah nenek …

a)

Mewah

b)

Modern

c)

Tua dan sederhana

d)

Besar dan megah

8.

Hutan itu begitu lebat. Cahaya matahari sulit menembus dedaunan yang rapat. Pohon-pohon besar menjulang tinggi, akar-akarnya merayap di permukaan tanah yang lembap. Udara dipenuhi aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk. Sesekali terdengar suara burung hantu dan derik jangkrik yang menambah suasana semakin mencekam.

Apa yang membuat rumah nenek begitu berkesan bagi penulis?

a)

Desainnya yang unik

b)

Lokasinya yang strategis

c)

Kenangan yang tersimpan di dalamnya

d)

Harganya yang mahal

9.

Bacalah kutipan teks deskripsi berikut!

“Diam saja dari tadi. Baca terus, seperti yang paling pintar saja.” “Iya. Kita ini dianggap patung?” “Bukan patung, tapi angin.” Mataku ke arah buku yang kubaca, tetapi telingaku mendengar semuanya. Walau mereka berbicara dengan suara rendah, suasana sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia.

Kata konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat "Walau mereka berbicara dengan suara rendah, ... suasana sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia" adalah...

a)

tetapi

b)

dan

c)

sehingga

d)

meskipun

10.

Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul.

Kata konjungsi yang paling tepat untuk menggantikan kata "lalu" dalam kalimat "Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam" adalah...

a)

kemudian

b)

sedangkan

c)

meskipun

d)

oleh karena itu

11.

Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul.

Perhatikan kalimat berikut: "Jangan bertengkar di sini. Tidak pantas, […] ”Edo bicara lagi.

Kata penghubung yang paling tepat untuk menggabungkan kedua kalimat tersebut menjadi satu kalimat yang lebih kompleks adalah...

a)

Sehingga

b)

tetapi

c)

karena

d)

lalu

12.

Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul.

Kalimat "Aku benar-benar siap meledak. […] Aku merasa deru jantungku kian kencang. Kepalanku kian kuat. […] Aku bisa merasakan ujung kuku menekan telapak tanganku. […] Kemarahan menguasaiku" menunjukkan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan.

Kata penghubung yang paling tepat untuk menghubungkan semua kalimat tersebut menjadi satu kalimat yang lebih kompleks adalah...

a)

sehingga, lalu, dan, sehingga

b)

karena, sehingga, dan, sehingga

c)

 lalu, dan, sehingga, karena

d)

dan, sehingga, lalu, karena

13.

Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul.

Kalimat "Ayahku bangkit dan mengusap matanya berkali-kali. Para om dan tante tersenyum lega dan segera sibuk mengabarkan kebahagiaan itu" menggunakan kata penghubung "dan" secara berulang.

Fungsi utama penggunaan kata penghubung "dan" dalam kalimat tersebut adalah untuk...

a)

Menunjukkan pertentangan

b)

Menunjukkan pilihan

c)

Menunjukkan perbandingan

d)

Menunjukkan penambahan

14.

Nama Keluarga

Oleh Farida dan Nukman

Saat mempelajari sensus penduduk, aku dan teman-teman di kelas berlatih mengisi formulir sesuai data. Banyak kolom yang harus kami isi termasuk nama ayah dan nama ibu.

Salah satu temanku heran, mengapa nama belakangku sama dengan nama belakang ibuku, bukan ayahku.

Katanya, “Biasanya nama anak mengikuti nama ayahnya, seperti Miko Sirait yang bersuku Batak, ayahnya bernama Tegar Sirait. Ada juga anak yang tidak menggunakan nama keluarga. Namaku, Anin Prasetyani, berbeda sama sekali dengan nama orang tuaku. Aku heran, kok nama belakangmu mengikuti nama ibumu?”

Iya juga, ya. Selama ini aku tidak memikirkannya. Pertanyaan Anin membuatku penasaran.

Berdasarkan teks “Nama Keluarga”, dapat disimpulkan bahwa ...

a)

Nama belakang seseorang selalu mengikuti nama belakang ayahnya

b)

Ada berbagai variasi dalam pemberian nama di masyarakat

c)

Nama belakang tidak selalu penting dalam identitas seseorang

d)

Semua orang harus memilikin nama keluarga

15.

Nama Keluarga

Oleh Farida dan Nukman

Saat mempelajari sensus penduduk, aku dan teman-teman di kelas berlatih mengisi formulir sesuai data. Banyak kolom yang harus kami isi termasuk nama ayah dan nama ibu.

Salah satu temanku heran, mengapa nama belakangku sama dengan nama belakang ibuku, bukan ayahku.

Katanya, “Biasanya nama anak mengikuti nama ayahnya, seperti Miko Sirait yang bersuku Batak, ayahnya bernama Tegar Sirait. Ada juga anak yang tidak menggunakan nama keluarga. Namaku, Anin Prasetyani, berbeda sama sekali dengan nama orang tuaku. Aku heran, kok nama belakangmu mengikuti nama ibumu?”

Iya juga, ya. Selama ini aku tidak memikirkannya. Pertanyaan Anin membuatku penasaran.

Kata "heran" dalam teks menunjukkan bahwa ...

a)

Teman penulis merasa bingung dengan suatu hal

b)

Teman penulis merasa kagum dengan sesuatu

c)

Teman penulis merasa takut dengan sesuatu

d)

Teman penulis merasa senang dengan sesuatu

16.

Hai, Diari.

Lusa akan ada kenduri di rumah Pakde. Karena itu, rumahnya harus dibersihkan.

Hari ini aku membersihkan sarang laba-laba di sudut langitlangit dengan sapu lidi bergagang panjang.

Biasanya, Pakde sendiri yang selalu melakukannya. Namun, sejak Pakde sakit strok dan harus duduk di kursi roda, sarang labalaba menjadi tanggung jawabku.

Aku senang bisa membantu Pakde. Ketika masih sehat, kakak ibuku itu selalu ringan tangan kepada siapa pun. Karenanya, aku pun ingin membantunya, terutama saat dia sedang sakit seperti sekarang.

Bagaimana perasaan penulis saat membersihkan sarang laba-laba adalah ...

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Senang karena bisa membantu Pakde

b)

Bosan karena pekerjaan itu membosankan

c)

Khawatir akan kondisi Pakde

d)

Bangga karena bisa melakukan pekerjaan rumah tangga

17.

Hai, Diari.

Lusa akan ada kenduri di rumah Pakde. Karena itu, rumahnya harus dibersihkan.

Hari ini aku membersihkan sarang laba-laba di sudut langitlangit dengan sapu lidi bergagang panjang.

Biasanya, Pakde sendiri yang selalu melakukannya. Namun, sejak Pakde sakit strok dan harus duduk di kursi roda, sarang labalaba menjadi tanggung jawabku.

Aku senang bisa membantu Pakde. Ketika masih sehat, kakak ibuku itu selalu ringan tangan kepada siapa pun. Karenanya, aku pun ingin membantunya, terutama saat dia sedang sakit seperti sekarang.

Nilai-nilai positif apa yang dapat kita ambil dari cerita tersebut …

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Pentingnya menjaga kebersihan

b)

Kepedulian terhadap orang lain

c)

Keteguhan hati dalam menghadapi kesulitan

d)

Semangat gotong royong

18.

Di rumah, meluncurlah pertanyaanku, “Bu, mengapa aku memakai nama Chaniago, bukan nama Jambak seperti nama Ayah?”

Ibu tertegun sejenak, tetapi segera berbicara dengan penuh semangat. Kebudayaan Minangkabau terkenal dengan sistem matrilineal, yaitu menetapkan garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Jadi, marga anak akan mengikuti marga ibu. Budaya ini sudah lama berlangsung dan masih bertahan hingga kini.

Bagi orang Minangkabau, garis keturunan erat sekali hubungannya dengan adatnya. Perempuan dewasa atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi lambang kehormatan keluarga. Ibu juga memiliki peran krusial dalam mengambil keputusan dalam keluarga.

 

Manakah pernyataan yang Benar mengenai sistem matrilineal dalam budaya Minangkabau berdasarkan teks tersebut …

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Sistem matrilineal hanya berlaku pada masyarakat Minangkabau

b)

Garis keturunan dalam sistem matrilineal ditentukan oleh garis keturunan ibu

c)

Marga anak dalam sistem matrilineal mengikuti marga ayah

d)

Sistem matrilineal memberikan kedudukan yang tinggi bagi perempuan

19.

Di rumah, meluncurlah pertanyaanku, “Bu, mengapa aku memakai nama Chaniago, bukan nama Jambak seperti nama Ayah?”

Ibu tertegun sejenak, tetapi segera berbicara dengan penuh semangat. Kebudayaan Minangkabau terkenal dengan sistem matrilineal, yaitu menetapkan garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Jadi, marga anak akan mengikuti marga ibu. Budaya ini sudah lama berlangsung dan masih bertahan hingga kini.

Bagi orang Minangkabau, garis keturunan erat sekali hubungannya dengan adatnya. Perempuan dewasa atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi lambang kehormatan keluarga. Ibu juga memiliki peran krusial dalam mengambil keputusan dalam keluarga.

Manakah pernyataan yang benar mengenai peran perempuan dalam keluarga Minangkabau berdasarkan teks tersebut adalah …

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Perempuan dianggap sebagai lambang kehormatan keluarga

b)

Perempuan memiliki peran krusial dalam mempertahankan adat istiadat

c)

Perempuan memiliki peran yang sama dengan laki-laki dalam mengambil keputusan

d)

Perempuan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki

20.

Di rumah, meluncurlah pertanyaanku, “Bu, mengapa aku memakai nama Chaniago, bukan nama Jambak seperti nama Ayah?”

Ibu tertegun sejenak, tetapi segera berbicara dengan penuh semangat. Kebudayaan Minangkabau terkenal dengan sistem matrilineal, yaitu menetapkan garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Jadi, marga anak akan mengikuti marga ibu. Budaya ini sudah lama berlangsung dan masih bertahan hingga kini.

Bagi orang Minangkabau, garis keturunan erat sekali hubungannya dengan adatnya. Perempuan dewasa atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi lambang kehormatan keluarga. Ibu juga memiliki peran krusial dalam mengambil keputusan dalam keluarga.

Manakah pernyataan yang menjelaskan mengapa penulis bertanya, "Bu, mengapa aku memakai nama Chaniago, bukan nama Jambak seperti nama Ayah?" ...

(Jawaban lebih dari satu)

a)

Penulis ingin mengetahui asal-usul nama keluarganya

b)

Penulis ingin mengetahui kedudukan perempuan dalam keluarga Minangkabau

c)

Penulis ingin memahami sistem penamaan dalam budaya Minangkabau

d)

Penulis merasa bingung dengan perbedaan nama antara dirinya dan ayahnya

21.

Bacalah kutipan teks deskripsi berikut!

Kudekati sumber suara gaduh itu. “Maaf. Apa aku mengganggu kalian?” Aku sendiri terkejut mendengar nada suaraku. Aku benar-benar sedang kesal. “Eh, ada apa?” tanya Edo. Dia anak Om Samsudin, kakak ayahku. Aku dan Edo seumur, tetapi kami tidak pernah cocok. Bahar berdiri, “Iya. Ada apa? Mengganggu bagaimana?”

Kukepalkan tangan, aku berbicara di antara gigi yang terkatup. “Aku tahu, tadi kalian membicarakan aku. Maaf kalau aku tidak bisa ikut mengobrol. Aku memilih membaca karena aku ingin tenang.” “Siapa yang membicarakanmu? Kami bicara sendiri dari tadi,” sahut Marlina yang disambut anggukan oleh yang lain. Mereka bersahutan cukup ramai sehingga beberapa pasang mata mengamati kami.

Jodohkan kolom A (efek yang ditimbulkan) dengan kolom B (unsur deskripsi) yang paling tepat!

a)

Menunjukkan rasa kesepian dan terasing

1.

Aku & Edo seumur, tapi kami tidak cocok

b)

Menunjukkan emosi marah yang terpendam

2.

Kukepalkan tangan dengan gigi terkatup

c)

Menciptakan suasana ramai dan penuh perhatian

3.

Mereka bersahutan cukup ramai

d)

Menunjukkan alasan mengapa tokoh utama memilih menyendiri

4.

Aku memilih membaca karena ingin tenang

22.

Ceritakanlah pengalaman kalian mengikuti kegiatan yang melibatkan orang banyak. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Gambarkanlah perasaan kalian secara detail selama kalian mengikuti kegiatan tersebut!

4 lines
23.

Tentukanlah pernyataan berikut Benar atau Salah mengenai sudut pandang orang pertama dalam teks deskripsi

Categorize the following
Benar
Salah
24.

1.     Tentukanlah Benar atau Salah kalimat yang menggunakan sudut pandang orang pertama.

Categorize the following

Aku melihat matahari terbit di ufuk timur

Aku mendengar suara burung berkicau di pagi hari"

Dia berjalan menuju taman

Rina merasakan angin sepoi-sepoi membelai wajahku

Benar
Salah
25.

Aku, Dulu, dan Sekarang

Waktu masih kecil, aku tidak suka suasana ramai. Acara pernikahan atau acara apa pun yang melibatkan banyak orang membuatku ingin malam cepat datang. Aku ingin cepat pulang. Ibuku, ayahku, kakakku semua bergembira.

Di acara tersebut banyak makanan. Berbagai jenis makanan dari buah, kue, hingga makanan berat sudah kucoba. Tidak ada yang membuatku tenang. Aku hanya ingin pulang.

Dalam acara seperti ini banyak kerabat jauh bertemu. Aku harus bersalaman dengan banyak orang. Aku harus tersenyum pada orangorang yang tak kukenal. Sebagian mencubit pipiku atau mengusap kepalaku. Rambutku berantakan. Lengket. Mungkin di tangan mereka ada bekas kuah gulai. Aku kesal, mengantuk, dan bosan.

 

Tentukanlah Benar atau Salah bagaimana perasaan yang dialami penulis berdasarkan teks “Aku, Dulu, Sekarang

Categorize the following

Saat kecil, penulis merasa senang saat menghadiri acara keluarga

Penulis merasa senang karena bisa berkenalan dengan banyak orang baru

Penulis merasa bosan karena harus mencicipi banyak jenis makanan

Penulis merasa kesal karena rambutnya berantakan dan lengket

Penulis merasa terganggu dengan perlakuan orang-orang yang tidak dikenal kepadanya

Benar
Salah