WorksheetsMateri Pelatihan dan Asesmen
Total questions: 67
Worksheet time: 3hrs 11mins
Menyiapkan proses validasi
Memberikan kontribusi dalam proses validasi
Memberikan kontribusi untuk hasil validasi
Lembar Instruksi Kerja_1
Informasi Umum
Soal Praktik
Penilaian Praktik
Lembar Instruksi Kerja_2
Informasi Umum
Soal Praktik
Penilaian Praktik
Lembar Instruksi Kerja_3
Informasi Umum
Soal Praktik
Penilaian Praktik
Kamus Istilah
Referensi
Unit Kompetensi
Daftar Nama Penyusun
Apa yang dimaksud dengan SKKNI?
Apa itu SOP dalam konteks pekerjaan?
Apa yang dimaksud dengan TUK?
Apa yang dimaksud dengan KUK?
Sebutkan komponen yang terdapat dalam modul pelatihan!
Apa saja ketentuan panduan penggunaan modul?
Apa yang dapat dijadikan referensi bagi para master asesor?
Apa saja proses pembelajaran yang dapat disampaikan?
Apa yang dapat menjadi bahan dan gagasan untuk dikembangkan oleh master asesor?
Bagaimana evaluasi pencapaian kompetensi peserta dapat dilaksanakan?
Apa yang dimaksud dengan referensi dalam penyusunan buku panduan pelatihan?
Apa yang dimaksud dengan lampiran dalam buku panduan pelatihan?
Apa capaian unit kompetensi dalam memberikan kontribusi dalam validasi asesmen?
Apa yang harus dikonfirmasi dan didiskusikan dengan orang yang relevan?
Apa yang dihasilkan dari dokumen persiapan proses validasi?
Apa saja aspek yang perlu dijelaskan dalam validasi?
Apa yang harus dianalisis dan disepakati dalam acuan pembanding untuk asesmen?
Apa yang harus diidentifikasi dan disepakati dalam dokumen terkait proses validasi?
Apa yang dimaksud dengan partisipasi aktif dalam sesi dan kegiatan?
Mendemonstrasikan partisipasi aktif dalam sesi dan kegiatan validasi dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai dengan jelas.
Merekam hasil partisipasi dalam sesi dan hasil kegiatan berupa temuan hasil validasi sesuai dengan prinsip asemen dan aturan bukti.
Melakukan tinjauan, perbandingan dan evaluasi sesuai dengan prinsip asesmen dan aturan bukti secara logis dan jelas.
Memeriksa semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi keakuratan dan keterkinian versinya dengan jelas.
Tinjauan, perbandingan dan evaluasi dilakukan evaluasi keputusan asesmen berdasarkan bukti-bukti dengan jelas dan logis.
Semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi diperiksa keakuratan dan keterkinian versi.
Mendiskusikan, menganalisis dan menyepakati bersama temuan validasi untuk mendukung perbaikan kualitas asesmen dengan jelas.
Mendiskusikan, menyepakati dan mencatat rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan praktik asesmen.
Perubahan terhadap praktik pelaksanaan asesmen yang timbul akibat kegiatan validasi dan sesuai dengan peran serta tanggung jawab dalam melakukan asesmen, diimplementasikan.
Asesmen berbasis kompetensi perlu memastikan proses asesmen berjalan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Apa pengertian validasi dalam proses asesmen?
Mengapa memberikan kontribusi dalam validasi asesmen sangat penting?
Dimana proses validasi dapat dilakukan?
Kapan memberikan kontribusi dalam validasi asesmen dilakukan?
Siapa saja yang terlibat dalam memberikan kontribusi dalam validasi asesmen?
Bagaimana langkah-langkah untuk memberikan validasi dalam asesmen?
Pengertian validasi adalah sebuah proses yang melibatkan asesor yang bekerja sama untuk meninjau, membandingkan dan mengevaluasi proses asesmen dan hasil asesmen terkait dengan unit kompetensi atau unit-unit kompetensi yang dijadikan acuan dalam melaksanakan asesmen. Hal ini meliput validasi metode/ perangkat asesmen, bukti yang dikumpulkan menggunakan metode asesmen/ perangkat, dan interpretasi bukti untuk membuat keputusan asesmen. Validasi asesmen yang merupakan proses kolaborasi, memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang terdiri dari: Keterampilan merencanakan untuk dapat memberikan kontribusi yang efektif pada kegiatan asesmen dalam jangka waktu yang disepakati.
Aspek kritis (penting) validasi adalah aktivitas-aktivitas yang memastikan bahwa validasi melalui mengkaji, membandingkan dan mengevaluasi menghasil temuan sesuai dengan prinsip asesmen dan aturan bukti. Pada saat validasi asesemen, hal-hal penting yang harus divalidasi adalah: Proses asesmen, Metode dan perangkat asesmen, Bukti-bukti yang dikumpulkan, Keputusan asesmen.
Validasi sebelum asesmen, perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan jika terjadi kekurangan atau ketidaksesuaian terhadap perangkat dan metode asesmen. Fokus validasi yang dilaksanakan sebelum asesmen mencakup: Validasi rencana asesmen, Validasi perangkat asesmen, Validasi interpretasi unit/unit-unit kompetensi yang akan diases, Validasi penetapan bukti-bukti yang diperlukan.
Validasi saat asesmen fokus pada:
Validasi kinerja asesor saat melaksanakan asesmen.
Validasi proses asesmen pada melaksanaan asesmen.
Kegiatan validasi setelah asesmen fokus pada:
Validasi efektivitas perangkat asesmen dan proses asesmen
Validasi standar kinerja yang telah dicapai
Validasi bukti-bukti yang dikumpulkan
Validasi akurasi dan konsistensi keputusan asesmen
Tujuan dan fokus validasi adalah memastikan kualitas dari sistem dan proses asesmen pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dimana berfokus untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan proses asesmen mematuhi standar kompetensi, pedoman BNSP, standar operasional prosedur pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta auditor internal maupun eksternal.
Apa tujuan dan fokus validasi yang meliputi bagian dari proses penjaminan mutu organisasi?
Sebutkan beberapa konteks validasi yang dapat dilakukan!
Apa saja pendekatan validasi yang dapat dilakukan?
Sebutkan kemungkinan konteks validasi yang dipilih!
Siapa saja pihak yang relevan yang harus ada dalam proses validasi?
Asesor lain yang terlibat dalam pelaksanaan validasi
Lead asesor
Manajer, supervisor
Ahli di bidangnya, termasuk ahli K3 dan ahli bahasa
Spesialis bidang literasi dan numerasi
Apa yang digunakan sebagai acuan pembanding dalam proses validasi?
Skema sertifikasi
Standar kompetensi
Standar industri
Dokumen lain
Apa yang perlu dilakukan pada saat proses memberikan kontribusi pada validasi asesmen?
