wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KENALI DIRI BAM

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS SBK) dalam sistem matrilineal Minangkabau menunjukkan bahwa:

a)

Adat dan agama merupakan dua hal yang terpisah dan tidak saling berhubungan.

b)

Adat dan agama merupakan dua hal yang saling bertentangan.

c)

Adat dan agama merupakan dua hal yang saling melengkapi dan berkolaborasi.

d)

Adat dan agama merupakan dua hal yang sama pentingnya tetapi tidak saling berhubungan.

e)

Adat dan agama merupakan dua hal yang sama pentingnya tetapi tidak saling melengkapi.

2.

"Sumbang Duobaleh" merupakan sistem nilai yang mengatur tingkah laku wanita Minangkabau. Tujuan utama dari sistem ini adalah:

a)

Memastikan wanita Minangkabau selalu patuh pada laki-laki.

b)

Memastikan wanita Minangkabau selalu tunduk pada aturan adat.

c)

Memastikan wanita Minangkabau selalu menjaga kehormatan dirinya dan kaumnya.

d)

Memastikan wanita Minangkabau selalu taat pada perintah agama Islam.

e)

Memastikan wanita Minangkabau selalu mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemimpin.

3.

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan makna pepatah "Budi baiak baso katuju, muluik manih kucindan murah" dalam konteks sistem matrilineal Minangkabau adalah:

a)

Wanita Minangkabau harus selalu bersikap lemah lembut dan patuh terhadap laki-laki.

b)

Wanita Minangkabau harus selalu berbicara dengan sopan dan santun.

c)

Wanita Minangkabau harus selalu bersikap ramah dan murah senyum.

d)

Wanita Minangkabau harus selalu menjaga sikap dan perilakunya agar tidak mencoreng nama baik kaumnya.

e)

Wanita Minangkabau harus selalu berpakaian rapi dan sopan.

4.

Manakah dari perilaku berikut yang TIDAK termasuk dalam aturan Sumbang Duduak?

a)

Duduk dengan kaki terentang lebar.

b)

Duduk dengan posisi bersandar pada dinding.

c)

Duduk dengan salah satu lutut ditekuk.

d)

Duduk dengan posisi mencangkung.

e)

Duduk dengan posisi bersila.

5.

Dalam adat Minangkabau, "Sumbang Caliak" mengatur bagaimana seseorang, khususnya perempuan, seharusnya memandang atau menatap dengan sopan sesuai dengan nilai-nilai kesantunan. Tidak menjaga pandangan dengan baik dapat dianggap sebagai tindakan yang kurang terpuji dan melanggar norma adat.

"Kurang taratik rang padusi kok pamana pancaliak jauah, pamadok arah ka balakang, pamatuik-matuik diri surang, sumabang namonyo. Usah mancaliak jo laki-laki nan indak muhrim lamo-lamo, buanglah pandangan ka nan lain."

Manakah perilaku berikut yang menunjukkan pelanggaran "Sumbang Caliak"?

a)

Menatap jauh ke arah luar rumah ketika sedang berbicara dengan tamu

b)

Menundukkan pandangan saat berbicara dengan orang yang lebih tua

c)

Memperhatikan ruangan rumah orang lain seolah-olah sedang mengamati sesuatu

d)

Melirik jam tangan ketika sedang ada tamu di rumah

e)

Memandang lawan bicara laki-laki yang bukan muhrim dengan pandangan tenang dan terkendali

6.

Dalam adat Minangkabau, "Sumbang Tagak" mengatur bagaimana seorang perempuan seharusnya berdiri sesuai dengan norma dan tata krama adat. Berdiri di tempat yang tidak tepat atau dengan orang yang tidak sesuai, khususnya laki-laki yang bukan muhrim, dianggap melanggar aturan adat.

"Usah panagak tantang pintu atau di janjang turun naiak, usah panagak tapi labuah kalua tak ado nan dinanti, sumbang tagak jo laki-laki, apo lai indak jo mukhrim, konon pulo ba rundiang-rundiang sambia tagak."

Manakah dari perilaku berikut yang melanggar aturan "Sumbang Tagak"?

a)

Berdiri di tangga naik atau turun rumah tanpa tujuan yang jelas

b)

Berdiri di dekat jalan sambil menunggu seseorang yang diharapkan

c)

Berdiri di pintu rumah ketika menyambut tamu perempuan

d)

Berdiri bersebelahan dengan laki-laki yang bukan muhrim sambil berbincang

e)

Berdiri dengan pandangan sopan dan sikap yang tenang di tempat umum

7.

Dalam adat Minangkabau, "Sumbang Jalan" mengatur tata krama perempuan saat berjalan. Salah satu aturan penting adalah berjalan dengan sopan, tidak tergesa-gesa, serta menjaga agar tidak menimbulkan persepsi buruk. Berdasarkan aturan adat ini, manakah perilaku yang mencerminkan pelanggaran "Sumbang Jalan"?

"Bajalan musti ba kawan, paliang kurang jo paja ketek, kalau padusi bajalan surang, saibaraik alang-alang lapeh, jatuah merek turun harago, randah pandangan laki-laki. Usah bajalan ba gageh-gageh, malasau mandongkak-dongkak, co ayam gadih ka batalua."

a)

Berjalan dengan langkah yang terlalu cepat, tergesa-gesa

b)

Berjalan dengan gemulai tapi penuh kehati-hatian

c)

Mengikuti aturan adat dengan menjaga jarak saat berjalan di belakang laki-laki

d)

Menghindari berjalan sendirian tanpa teman pendamping

e)

Berjalan di malam hari dengan sopan dan hati-hati

8.

Dalam tradisi Minangkabau, ada aturan etika saat makan yang harus dijaga. Perilaku apa yang termasuk dalam "sumbang makan"?

a)

Mengambil makanan terlebih dahulu sebagai tuan rumah

b)

Makan dalam posisi berdiri di hadapan tamu

c)

Menghormati makanan dengan menyantapnya tanpa terburu-buru

d)

Memulai makan setelah tamu yang lebih tua mengambil makanan

e)

Menyajikan makanan kepada tamu terlebih dahulu

9.

Dalam adat Minangkabau, pakaian harus mencerminkan kesopanan dan sesuai dengan norma-norma adat. Di antara pilihan berikut, yang manakah termasuk perilaku "sumbang pakai"?

a)

Menggunakan pakaian adat lengkap saat menghadiri upacara adat

b)

Mengenakan pakaian modern yang sopan dalam rapat adat

c)

Menggunakan pakaian dengan warna cerah yang mencolok di tengah acara adat

d)

Memakai pakaian hitam yang menjadi simbol duka saat upacara kematian

e)

Mengenakan pakaian adat sesuai dengan usia dan status sosial

10.

" Sumbang kato" berkaitan dengan penggunaan kata-kata yang tidak pantas dalam komunikasi, khususnya di lingkungan adat Minangkabau. Yang mana dari contoh berikut mencerminkan "sumbang kato"?

a)

Menyela pembicaraan tetua adat dengan nada tinggi

b)

Berbicara dengan menggunakan bahasa halus saat pertemuan adat

c)

Menggunakan kalimat langsung tetapi sopan saat berdiskusi

d)

Meminta izin sebelum menyampaikan pendapat

e)

Memberikan tanggapan dengan senyuman tanpa kata-kata kasar

11.

Dalam berkomunikasi, "sumbang tanyo" dan "sumbang jawek" adalah bentuk-bentuk pertanyaan dan jawaban yang tidak pantas dalam adat Minangkabau. Di antara perilaku berikut, yang mana yang menggambarkan "sumbang tanyo" dan "sumbang jawek"?

a)

Bertanya dengan nada pelan dan sopan kepada tetua adat

b)

Menjawab pertanyaan tetua adat dengan singkat dan lugas

c)

Bertanya dengan nada kasar dan menjawab dengan mengabaikan pertanyaan

d)

Menjawab dengan bahasa halus tetapi kurang informatif

e)

Bertanya dengan hati-hati dan menjawab dengan penuh hormat

12.

Dalam adat Minangkabau, "Sumbang Kato" adalah larangan untuk bertutur kata yang tidak sesuai dengan norma dan adat. Perempuan Minang diharapkan selalu berpikir matang sebelum berbicara, agar tidak mengucapkan kata-kata yang berpotensi menyinggung perasaan orang lain. Berdasarkan ungkapan adat di bawah ini, manakah yang merupakan contoh paling tepat dari "Sumbang Kato"?

"Bakatolah jo lunak lambuik, duduak an etongan ciek-ciek, nak paham urang mukasuik nyo. Kalau rang tuo sadang mangecek, pantang mamotong keceknyo, nantikan dulu sudah-sudah. Manjawek nan patuik di jawek, baalamaik. Dakek urang sadang makan usah mangecek nan kumuah-kumuah."

a)

Memotong pembicaraan saat orang tua sedang berbicara

b)

Memberi jawaban dengan lembut dan sopan ketika ditanya oleh orang tua

c)

Tidak berbicara sembarangan saat orang lain sedang makan

d)

Menghindari topik yang menyakitkan saat menjenguk orang sakit

e)

Mengajukan pertanyaan setelah pembicaraan orang tua selesai

13.

Dalam adat Minangkabau, tata cara makan sangat diatur untuk menjaga kesopanan. Salah satu bentuk pelanggaran sopan santun dalam makan adalah tindakan yang tidak mencerminkan adab yang baik, seperti makan sambil berdiri, berbicara saat makan, atau menggunakan tangan yang tidak sesuai.

"Sumbang makan seperti makan sambil berdiri atau berbicara sambil makan menunjukkan kurangnya tata krama dan bisa dianggap kurang sopan."

Manakah dari perilaku berikut yang merupakan pelanggaran "Sumbang Makan" dalam adat Minangkabau?

a)

Mengambil makanan dengan tangan kanan secara perlahan-lahan

b)

Makan sambil berjalan di tempat umum

c)

Memastikan sendok dan garpu tersusun rapi setelah makan

d)

Mengunyah makanan dengan mulut tertutup di meja makan

e)

Minum air dalam gelas kecil secara perlahan

14.

Sistem matrilineal Minangkabau memiliki ciri khas yang unik, yaitu:

a)

Pengaturan garis keturunan berdasarkan garis ayah.

b)

Pengaturan garis keturunan berdasarkan garis ibu.

c)

Pengaturan garis keturunan berdasarkan garis keluarga tertua.

d)

Pengaturan garis keturunan berdasarkan garis keluarga termuda.

e)

Pengaturan garis keturunan berdasarkan garis keluarga yang paling kaya.

15.

Peran wanita di Minangkabau dalam sistem matrilineal ditunjukkan oleh pernyataan berikut, KECUALI:

a)

Wanita memegang peranan penting dalam pengelolaan harta pusaka.

b)

Wanita memiliki hak untuk menentukan tempat tinggal setelah menikah.

c)

Wanita memiliki hak untuk memilih pemimpin dalam pemerintahan.

d)

Wanita memiliki hak untuk menentukan warisan bagi anak-anaknya.

e)

Wanita memiliki hak untuk menentukan pendidikan anak-anaknya.

16.

Dalam adat Minangkabau, ada tata cara makan yang dianggap melanggar kesopanan dan disebut sebagai "sumbang makan." Salah satunya adalah makan sambil berjalan, minum sambil berdiri, atau berbicara sambil makan. Mengapa perbuatan ini dianggap melanggar adat?

a)

Karena menunjukkan ketidaksopanan dan ketidakhormatan terhadap orang lain

b)

Karena akan membuat makanan tidak enak atau basi

c)

Karena dapat membuat seseorang makan dengan lebih cepat

d)

Karena bisa menyebabkan piring atau gelas jatuh dan pecah

e)

karena makanan bisa terkena angin sehingga menjadi tidak bersih

17.

Sesuai dengan adat Minangkabau, etika berpakaian seorang perempuan harus mencerminkan kesopanan dan sesuai dengan norma yang berlaku. Salah satu contoh pelanggaran etika berpakaian adalah memakai baju yang tipis dan tembus pandang. Apa alasan utama pakaian seperti ini dianggap tidak sesuai dalam adat Minang?

a)

Karena membuat perempuan terlihat tidak elegan

b)

Karena dapat mengurangi harga diri perempuan dan menjadikannya tontonan yang tidak pantas

c)

Karena dapat merusak kualitas kain yang dipakai

d)

Karena pakaian tipis akan mudah rusak dan tidak tahan lama

e)

Karena tidak nyaman digunakan dalam acara adat

18.

Dalam adat Minangkabau, perempuan diharapkan memilih pekerjaan yang sesuai dengan fitrahnya dan tidak melakukan pekerjaan yang dianggap kasar atau berat. Mengapa pekerjaan seperti mabajak sawah atau mangabuang kayu dianggap tidak pantas bagi perempuan Minang?

a)

Karena pekerjaan tersebut memerlukan keterampilan khusus yang hanya dimiliki oleh laki-laki

b)

Karena pekerjaan tersebut dianggap mengurangi kelembutan dan kewibawaan perempuan

c)

Karena pekerjaan tersebut terlalu berisiko dan dapat menyebabkan cedera

d)

Karena pekerjaan tersebut memerlukan tenaga fisik yang besar dan tidak sesuai dengan kodrat perempuan

e)

Karena pekerjaan tersebut tidak memberikan keuntungan ekonomi yang besar

19.

Dalam adat Minangkabau, ada tata krama yang harus diperhatikan ketika bertanya kepada orang lain, terutama tamu. Mengapa bertanya tentang maksud kedatangan tamu sebelum tamu duduk dan minum dianggap tidak sopan?

a)

Karena tamu sebaiknya diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu

b)

Karena tamu dianggap harus terlebih dahulu menikmati suguhan sebelum membicarakan urusan

c)

Karena bertanya terlalu cepat menunjukkan ketidaksabaran dan kurangnya rasa hormat

d)

Karena tamu dianggap harus bersikap proaktif dalam menyampaikan maksud kedatangan

e)

Karena bertanya langsung bisa menyebabkan ketidaknyamanan tamu

20.

Seseorang bertanya mengenai kualitas suatu produk, namun penjual menjawab dengan nada sinis dan menyindir, "Pai bata nyo ka pabrik pak, kami nan tau manjua an ko'." Mengapa jenis jawaban ini termasuk dalam sumbang jawab?

a)

Karena jawaban tersebut memberikan informasi yang tidak relevan

b)

Karena jawaban tersebut terlalu panjang dan bertele-tele

c)

Karena jawaban tersebut mengabaikan etika kesopanan dalam berkomunikasi

d)

Karena pertanyaan tersebut seharusnya tidak dijawab oleh penjual

e)

Karena penjual terlalu jujur dan kurang menjaga perasaan pembeli