NEW
Font size
WorksheetsTPA Penalaran
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Simpulan isi grafik tersebut yang tepat adalah …
A. Koperasi Siswa SMP Kartika tahun 2006 mengalami kenaikan.
B. Perkembangan koperasi SMP Kartika setiap tahun meningkat.
C. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami kenaikan dari tahun 2002 s.d. 2003.
D. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami kenaikan drastis pada tahun 2007.
Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada tabel tersebut adalah ...
A. Bagaimana cara pedagang mendapatkan sarung dan baju koko?
B. Berapa banyak sarung yang terjual di bulan Oktober dan November?
C. Berapa banyak sarung dan baju koko yang terjual tiap tahunnya?
D. Mengapa penjualan baju koko paling sedikit di bulan September?
Informasi yang sesuai dengan tabel tersebut adalah…
A. Jumlah pasien rawat jalan selalu meningkat setiap tahun.
B. Jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap cenderung meningkat.
C. Setiap tahun jumlah pasien rawat inap cenderung menurun.
D. Pasien rawat inap mendapat pelayanan yang baik.
Berdasarkan tabel, gabungan provinsi manakah yang dapat menghasilkan
karet di atas 1000 ribu ton?
A. Riau dan Jambi
B. Jambi dan Sumatera Utara
C.Sumatera Utara dan Bengkulu
D. Sumatera Selatan dan Lampung
Bacalah teks dibawah ini beserta grafik!
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di
dunia bersama Thailand dan Malaysia. Berdasarkan data Kementerian
Pertanian, produksi karet nasional pada 2018 mencapai 3,63 juta
ton (angka sementara) turun 1,36% dibandingkan tahun sebelumnya.
Provinsi penghasil karet terbesar adalah Sumatera Selatan, yang
menghasilkan 982 ribu ton atau sekitar 27% dari total produksi karet
nasional. Di urutan kedua, Sumatera Utara dengan produksi 461
ribu ton atau sekitar 12,7% dari total dan ketiga, Riau dengan produksi 369
ibu ton atau sekitar 9,5% dari total. Dari 10 provinsi penghasil karet terbesar tujuh di antaranya dari Sumatera.
Sebanyak 3 juta ton atau lebih dari 80 persen karet Indonesia dihasilkan
dari perkebunan rakyat. Sebanyak 247 ribu ton karet nasional dihasilkan
dari perkebunan besar negara dan 378 ribu ton dari perkebunan swasta.
Berikut adalah data mengenai 10 provinsi penghasil karet terbanyak tahun 2018.
Berdasarkan tabel di atas, provinsi manakah yang dapat menghasilkan karet tepat pencapaian rata2 dibawah 200 ribu ton?
A. Lampung dan Sumut
B. Sumbar dan Kalsel
C. Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah
D. Riau dan Lampung
E.Semua Jawaban Salah
Berdasarkan gambar 1 pernyataan yang paling sesuai adalah …
A. DKI Jakarta menjadi provinsi paling berpengaruh untuk kasus Covid di Indonesia
B. Virus akan menyebar dari daerah padat penduduk
C. Perbandingan rata-rata pertumbuhan jumlah kasus sebelum dan sesudah diberlakukan PSBB menunjukkan penurunan secara nasional
D. Dibanding provinsi lain Sumatera Utara memiliki kasus terbanyak
Pemerintah pusat membuka 37.425 lowongan yang tersebar di 68 instansi, baik kementerian maupun lembaga pada rekrutmen Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Kementerian Agama yang paling banyak membuka lowongan CPNS terbanyak, yakni 5.815
lowongan. Selain di tingkat pemerintah pusat, lowongan CPNS juga dibuka pada 462 instansi pemerintah daerah sebanyak 114.861
lowongan. Meski begitu, satu orang pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi (kementerian/lembaga/pemerintah daerah) dan satu
formasi jabatan. Berikut adalah data jumlah kementerian/lembaga dengan jumlah lowongan pekerjaan terbanyak.
Berdasarkan gambar diatas dan grafik disamping, kementerian/ lembaga manakah yang memiliki jumlah lowongan terbanyak adalah?
A. Kementerian Agama
B. Kementerian Perhubungan
C. Sekretariat Mahkamah Agung
D. Kementerian Hukum dan HAM
E. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Berdasarkan grafik, simpulan yang BENAR adalah ….
A. Pemakaian antibiotik pada pasien penyakit dalam pada bulan November dan Desember persentasenya paling rendah.
B. Pemakaian antibiotik oleh pasien pada bulan Desember dari semua jenis penyakit selalu lebih tinggi persentase pemakaiannya daripada pada bulan November.
C. Pasien dengan penyakitnya yang berhubungan dengan obgyn paling sering menggunakan antibiotik dalam pengobatannya
D. Anak-anak paling rentan terpapar penyakit sehingga tidak perlu menggunakan antibiotik sebagai solusi pengobatannya
E. Persentase penggunaan antibiotik pada pasien pasca bedah tidak lebih tinggi daripada pasien dengan penyakit dalam
Berdasarkan gambar 1. yang PALING MUNGKIN terjadi adalah...
A. Bertambahnya daerah yang terinfeksi di luar Cina
B. Bertambahnya jumlah kasus terbaru
C. Virus akan menyebar melalui negara-negara Asia
D. Menurunnya jumlah kasus pada awal tahun 2020 di dunia
Isi kutipan berita tersebut yang tepat adalah..
A.Nilai tukar rupiah menurun akibat subsidi pemerintah
B. Rencana penurunan harga BBM dilakukah
C. Swasta menanggung subsidi BBM untuk mengurangi kemiskinan
D. Pemerintah memberikan subsidi kepada semua pengguna kendaraan
E. Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM untuk membantu masyakat miskin.
Ketika Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga elpiji dan juga bensin pertamax, Kita masih bisa memahami alasan bahwa kenaikan itu harus dilakukan karena komoditas itu lebih banyak dipergunakan masyarakat kelas atas. Namun ketika pemerintah menaikkan harga pupuk ZA dan SP-36, pantas kita bertanya apakah alasannya juga karena komoditas itu dipergunakan masyarakat kelas atas? Terus terang kita bertanya-tanya, ke mana sebetulnya arah keberpihakan pemerintah ini. Kita paham bahwa keuangan negara ini sangat terbatas dan tidak mungkin lagi untuk memberikan subsidi. Tetapi, apakah benar apabila kita kemudian sama sekali tidak mengenal subsidi lagi. Pupuk jenis SP-36 dan ZA umumnya banyak dipakai oleh petani tebu dan hortikultura. Mereka umumnya bukanlah petani besar, tetapi petani gurem. Luas lahan yang mereka miliki sangatlah kecil sehingga mereka umumnya tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia. Ada dua hal yang membuat petani akan merasa diperlakukan tidak adil. Pertama, kenaikan dilakukan mulai 1 Januari jauh dari masa panen tiba. Artinya, petani harus keluar modal yang lebih banyak terlebih dahulu sebelum memetik hasilnya. Itu sama saja dengan kita meminta petani untuk memberikan subsidi kepada konsumen. Belum lagi tidak adanya jaminan bahwa pemerintah akan menetapkan harga dasar baru yang akan mengompensasi kerugian yang harus dihadapi petani. Sepanjang kondisinya seperti itu berlangsung, tidak usah heran apabila petani seumur-umur akan menjadi kelompok yang tertinggal karena nilai tukar mereka akan terus menurun. Kedua adalah ketidakmampuan pemerintah untuk memberlakukan perdagangan yang adil (fair trade). Bukan sekali-dua kali terjadi penyelundupan gula. Dengan harga jual yang disubsidi ditambah lagi dengan tidak membayar bea masuk, jelas tidak mungkin sampai kapan pun produk petani kita akan mampu bersaing dengan produk impor. Sumber: Tajuk Rencana, Kompas 6 Januari 2005
Pernyataan di bawah ini yang tidak benar adalah adalah ....
A. Kenaikan harga pupuk harus dilakukan karena komoditas itu lebih banyak dipergunakan masyakat kelas atas
B. Pupuk jenis SP-36 dan ZA umumnya banyak dipakai oleh petani tebu dan hortikultura.
C. Mereka umumnya tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia.
D. Mereka umumnya bukanlah petani besar, tetapi petani gurem.
E. Luasan lahan yang mereka miliki sangatlah kecil
Berdasarkan perhatiannya terhadap orang dan perhatiannya terhadap kinerja, Sethia dan Glinow (dalam Collins dan Mc Laughlin, 1996: 760-762) membedakan adanya empat macam budaya organisasi, yaitu: (a) apathetic culture; (b) caring culture; (c) exacting culture; dan integrative culture. Dalam tipe apathetic culture, perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antarmanusia maupun perhatian terhadap kinerja pelaksanaan tugas, dua-duanya rendah. Di sini penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik dan pemanipulasian orang-orang lain. Sedangkan budaya organisasi caring culture dicirikan oleh rendahnya perhatian terhadap kinerja dan tingginya perhatian terhadap hubungan antarmanusia. Penghargaan lebih didasarkan atas kepaduan tim dan harmoni, dan bukan didasarkan atas kinerja pelaksanaan tugas. Sementara itu ciri utama tipe exacting culture adalah bahwa perhatian terhadap orang sangat rendah, tetapi perhatian terhadap kinerja sangat tinggi. Di sini secara ekonomis, penghargaan sangat memuaskan, tetapi hukuman atas kegagalan yang dilakukan juga sangat berat. Dengan demikian tingkat keamanan pekerjaan menjadi sangat rendah. Yang terakhir, dalam organisasi yang memiliki budaya integratif maka perhatian terhadap orang maupun perhatian terhadap kinerja keduanya sangat tinggi.
Apabila organisasi-organisasi publik di Indonesia dianalisis dengan menggunakan empat tipe budaya tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar organisasi publik memiliki budaya organisasi yang bertipe caring. Organisasi-organisasi publik di Indonesia biasanya memiliki perhatian yang sangat rendah terhadap kinerja pelaksanaan tugas, tetapi memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap hubungan antarmanusia. Hal ini nampak dari ciri-ciri birokrat sebagai berikut: (a) lebih mementingkan dengan cara menghindari inisiatif; (d) menghindari tanggung jawab; (e) menolak tantangan; dan (f ) tidak suka berkreasi dan berinovasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Bu-daya caring ini tidak cocok dalam pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Dengan demikian harus diadopsi budaya organisasi baru yang lebih sesuai dan kondusif dengan manajemen pelayanan publik. Budaya organisasi seperti ini disebut kultur kinerja (Ivancevich, Lorenzi, Skinner & Cmsby 1997 : 460) Sumber: Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Ratminto & Winarsih (2005)
a. Perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antarmanusia tinggi
b. Perhatian anggota organisasi terhadap kinerja pelaksanaan tugas rendah
c. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan kinerja pelaksanaan tugas
d. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan kepaduan tim
e. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan harmoni
Berdasarkan perhatiannya terhadap orang dan perhatiannya terhadap kinerja, Sethia dan Glinow (dalam Collins dan Mc Laughlin, 1996: 760-762) membedakan adanya empat macam budaya organisasi, yaitu: (a) apathetic culture; (b) caring culture; (c) exacting culture; dan integrative culture. Dalam tipe apathetic culture, perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antarmanusia maupun perhatian terhadap kinerja pelaksanaan tugas, dua-duanya rendah. Di sini penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik dan pemanipulasian orang-orang lain. Sedangkan budaya organisasi caring culture dicirikan oleh rendahnya perhatian terhadap kinerja dan tingginya perhatian terhadap hubungan antarmanusia. Penghargaan lebih didasarkan atas kepaduan tim dan harmoni, dan bukan didasarkan atas kinerja pelaksanaan tugas. Sementara itu ciri utama tipe exacting culture adalah bahwa perhatian terhadap orang sangat rendah, tetapi perhatian terhadap kinerja sangat tinggi. Di sini secara ekonomis, penghargaan sangat memuaskan, tetapi hukuman atas kegagalan yang dilakukan juga sangat berat. Dengan demikian tingkat keamanan pekerjaan menjadi sangat rendah. Yang terakhir, dalam organisasi yang memiliki budaya integratif maka perhatian terhadap orang maupun perhatian terhadap kinerja keduanya sangat tinggi.
Apabila organisasi-organisasi publik di Indonesia dianalisis dengan menggunakan empat tipe budaya tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar organisasi publik memiliki budaya organisasi yang bertipe caring. Organisasi-organisasi publik di Indonesia biasanya memiliki perhatian yang sangat rendah terhadap kinerja pelaksanaan tugas, tetapi memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap hubungan antarmanusia. Hal ini nampak dari ciri-ciri birokrat sebagai berikut: (a) lebih mementingkan dengan cara menghindari inisiatif; (d) menghindari tanggung jawab; (e) menolak tantangan; dan (f ) tidak suka berkreasi dan berinovasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Bu-daya caring ini tidak cocok dalam pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Dengan demikian harus diadopsi budaya organisasi baru yang lebih sesuai dan kondusif dengan manajemen pelayanan publik. Budaya organisasi seperti ini disebut kultur kinerja (Ivancevich, Lorenzi, Skinner & Cmsby 1997 : 460) Sumber: Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Ratminto & Winarsih (2005)
a. Perhatian anggota organisasi ter-hadap hubungan antarmanusia rendah
b. Perhatian anggota organisasi terhadap kinerja pelaksanaan tugas rendah
c. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik
d. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan pemanipulasian orang-orang lain
e. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan intuisi pimpinan
Pernyataan yang sesuai dengan bacaan 1 adalah....
A. walaupun orang tuanya berkebangsaan Inggris namun Osborne terlahir sebagai warga negara India
B. kualitas software ciptaan Osborne di bawah rata-rata produk di pasaran saat itu
C. Osborne menjual penerbitannya karena tidak ada perusahaan yang tertarik dengan idenya
D. Adam Osborne tidak lahir dan wafat di India
Adam Osborne adalah ....
A. Penemu komputer
B. Pemilik pabrik komputer
C. Penulis yang gagal
D. Pembuat software
Keunggulan software ciptaan Osborne adalah ...
A. Memiliki anti virus
B. Mudah digunakan
C. Harganya lebih murah
D. B dan C Benar
Judulyang sesual untuk bacaan 2 adalah ...
A. Pertumbuhan tekstil dan produk tekstil Indonesia
B. Tekstil dan garmen selundupan menguasai Indonesia.
C. Penanganan tekstil dan garmen selundupan di Indonesia.
D. Dampak tekstil dan garmen selundupan terhadap produk domestic bruto Indonesia.
Yang termasuk produk garmen adalah
A. Kain
B. Benang
C. Jaket
D. Manikin
Meskipun kemajuan teknologi telah memberikan banyak kemudahan bagi manusia, beberapa ahli berpendapat bahwa ketergantungan yang berlebihan pada teknologi justru mengakibatkan penurunan kemampuan berpikir kritis. Saat orang lebih banyak mengandalkan perangkat digital untuk mencari jawaban, mereka cenderung menghindari proses pemecahan masalah yang mendalam. Akibatnya, keterampilan analitis dan reflektif yang dulu menjadi landasan pendidikan, kini mulai tergerus.
Apa implikasi negatif dari kemajuan teknologi yang tersirat dalam paragraf ini?
A. Teknologi membantu meningkatkan keterampilan analitis
B. Orang cenderung berpikir lebih kritis karena teknologi
C. Ketergantungan pada teknologi mengurangi kemampuan berpikir kritis
D. Teknologi meningkatkan proses pemecahan masalah
E. Keterampilan reflektif manusia berkembang seiring kemajuan teknologi
Pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang sering dipuji sebagai tanda keberhasilan globalisasi. Namun, jika dilihat lebih dekat, banyak negara tersebut masih bergulat dengan masalah struktural seperti ketidaksetaraan pendapatan yang tajam, akses terbatas ke pendidikan berkualitas, dan ketergantungan pada sektor ekonomi informal. Ini menunjukkan bahwa, meskipun ada pertumbuhan ekonomi,
kesejahteraan sosial belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Apa permasalahan yang tersirat di balik pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang dibahas dalam paragraf ini?
A. Pertumbuhan ekonomi sepenuhnya membawa kesejahteraan sosial
B. Globalisasi menghilangkan ketidaksetaraan pendapatan
C. Pertumbuhan ekonomi tidak menyelesaikan masalah sosial struktural
D. Negara berkembang tidak menghadapi tantangan ekonomi
E. Semua lapisan masyarakat menikmati hasil pertumbuhan ekonomi
