NEW
Font size
WorksheetsAsesmen Sumatif ( Kato Nan Ampek ) P5
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Kato nan ampek merupakan:
Empat jenis makanan khas Minangkabau.
Empat tingkatan dalam sistem pemerintahan adat Minangkabau
Empat aturan dasar dalam bertutur kata masyarakat Minangkaba
Empat jenis alat musik tradisional Minangkabau.
Tujuan utama dari kato nan ampek adalah:
Mempertahankan kedaulatan kerajaan Minangkabau.
Menjaga keharmonisan dan kesopanan dalam berinteraksi.
Memperkuat hubungan antara kaum adat dan kaum muda.
Melestarikan bahasa Minangkabau yang semakin langka.
Kato mandaki digunakan untuk berbicara kepada:
Teman sebaya.
Orang yang lebih muda.
Orang yang lebih tua atau dihormati.
Orang asing yang baru dikenal.
Ciri khas dari kato mandaki adalah:
Bahasa yang santai dan akrab.
Bahasa yang formal dan penuh hormat.
Bahasa yang lugas dan tanpa basa-basi.
Bahasa yang penuh dengan ungkapan sindiran.
Kato manurun digunakan untuk berbicara kepada:
Orang yang lebih tua.
Anak atau adik.
Teman sebaya.
Orang yang kedudukannya lebih rendah.
Kato mandata digunakan untuk berbicara kepada:
Orang yang lebih tua.
Teman sebaya.
Orang yang kedudukannya sama
Orang yang baru dikenal.
Kato malereng digunakan untuk berbicara dalam situasi:
Formal dan resmi.
Santai dan akrab.
Konflik dan perselisihan.
Bermain dan bersenda gurau.
Contoh penerapan kato nan ampek dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Menggunakan bahasa gaul saat berbicara dengan teman.
Menggunakan bahasa yang sopan saat berbicara dengan orang tua.
Menggunakan bahasa yang kasar saat marah.
Menggunakan bahasa yang ambigu saat menyampaikan pesan.
Pentingnya mempelajari kato nan ampek adalah untuk:
Menjaga kelangsungan hidup masyarakat Minangkabau.
Mempermudah komunikasi dengan orang asing.
Meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
Memperoleh gelar adat dalam masyarakat Minangkabau
Manakah pernyataan yang BENAR tentang kato nan ampek?
Kato nan ampek hanya berlaku untuk orang Minangkabau yang tinggal di kampung.
Kato nan ampek merupakan aturan yang kaku dan tidak bisa dilanggar.
Kato nan ampek mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan usia dan kedudukan.
Kato nan ampek hanya digunakan dalam acara adat tertentu.
Ciri khas dari kato mandaki adalah:
Bahasa yang santai dan akrab
Bahasa yang formal dan penuh hormat
Bahasa yang lugas dan tanpa basa-basi
Bahasa yang penuh dengan ungkapan sindiran
Manakah contoh kalimat yang tepat untuk menggunakan kato mandaki?
"Eh, kau sudah makan?"
"Maafkan saya, Bapak."
"Hai, apa kabar?"
"Kamu mau kemana?"
Tujuan utama penggunaan kato mandaki adalah:
Menunjukkan kekuasaan
Menjaga hubungan baik
Menghibur lawan bicara
Menunjukkan kemarahan
Dalam situasi berikut, penggunaan kato mandaki paling tepat adalah:
Berbicara dengan teman saat bermain game
Meminta izin kepada orang tua untuk pergi
Berdebat dengan teman tentang pendapat
Memarahi adik yang nakal
Tujuan utama penggunaan kato malereang adalah:
Menunjukkan kekuasaan
Menjaga hubungan baik, terutama dengan tokoh adat
Menghibur lawan bicara
Menunjukkan kemarahan
Dalam situasi berikut, penggunaan kato malereang paling tepat adalah:
Berbicara dengan teman saat bermain game
Meminta izin kepada orang tua untuk pergi
Berbicara dengan seorang datuk (tokoh adat)
Memarahi adik yang nakal
Manakah contoh kalimat yang tepat untuk menggunakan kato manurun?
"Indaklah denai ke rumah Uda besok." (Saya tidak akan ke rumah Uda besok)
"Nak, sudah makan?"
"Maafkan saya, Bapak."
"Hai, apa kabar?"
Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pentingnya adab kepada orang tua dan guru adalah:
Adab hanya penting saat kita masih kecil.
Adab hanya berlaku dalam lingkungan keluarga.
Adab adalah fondasi bagi pembentukan karakter yang baik.
Adab hanya berlaku untuk orang-orang tertentu.
Andi dan Budi sering bertengkar. Suatu hari, ayah mereka memberikan nasihat agar mereka saling memaafkan. Andi dan Budi merasa kesal dengan nasihat ayahnya. Sikap yang paling tepat bagi Andi dan Budi adalah:
Menolak nasihat ayah.
Membentak ayah.
Merenungkan nasihat ayah dan berusaha untuk memperbaiki hubungan.
Mengabaikan nasihat ayah.
Dalam sebuah diskusi kelas, Siti memberikan pendapat yang berbeda dengan pendapat gurunya. Namun, Siti menyampaikan pendapatnya dengan sopan dan disertai alasan yang logis. Sikap Siti ini menunjukkan bahwa:
Siti tidak menghormati gurunya.
Siti ingin menonjolkan diri.
Siti memiliki sikap kritis dan terbuka.
Siti tidak percaya dengan pendapat gurunya.
Budi seringkali merasa kesal ketika ibunya memarahinya. Namun, ia selalu berusaha untuk tetap tenang dan mendengarkan nasihat ibunya. Sikap Budi ini menunjukkan bahwa ia:
Tidak menghormati ibunya.
Memiliki pengendalian diri yang baik
Ingin segera melupakan masalah.
Merasa takut pada ibunya.
Andi selalu membantu ibunya membersihkan rumah setiap hari Sabtu. Selain menunjukkan rasa hormat, tindakan Andi juga mencerminkan nilai-nilai berikut, KECUALI:
Tanggung jawab
Kerjasama
Individualisme
Empati
Budi selalu aktif bertanya di kelas. Namun, terkadang pertanyaannya tidak relevan dengan materi yang sedang dibahas. Sikap yang tepat dari guru adalah:
Memarahi Budi karena mengganggu pelajaran.
Mengabaikan pertanyaan Budi.
Menjelaskan dengan sabar bahwa pertanyaan Budi akan dibahas nanti.
Meminta Budi untuk diam.
Pak Guru selalu memberikan pujian kepada siswa yang berprestasi. Namun, Pak Guru juga tidak lupa untuk memberikan semangat kepada siswa yang kesulitan. Sikap Pak Guru ini mencerminkan nilai-nilai:
Keadilan dan keberpihakan.
Keadilan dan kepedulian.
Ketegasan dan kekuasaan.
Kebaikan dan kesombongan.
Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pentingnya adab kepada guru dalam pembelajaran daring adalah:
Adab tidak terlalu penting dalam pembelajaran daring karena guru dan siswa tidak bertemu secara langsung.
Adab hanya berlaku di dalam kelas, tidak berlaku dalam pembelajaran daring.
Adab dalam pembelajaran daring sama pentingnya dengan adab di dalam kelas karena mencerminkan sikap hormat terhadap guru.
Adab dalam pembelajaran daring tidak perlu terlalu formal karena suasana lebih santai.
