wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FORMATIF UNSUR INTRINSIK TEKS CERITA FANTASI

Total questions: 15

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Setiap cerita fantasi memiliki unsur pembangun berikut ini, kecuali….

a)

Tokoh dan karakter

b)

Rima/sajak

c)

Sudut pandang

d)

Alur/plot

2.

Harry Potter tinggal bersama Mr. & Mrs. Dursley dan sepupunya Dudley Dursley di Privet Drive. Hidupnya selama hampir 11 tahun dijalani dengan sangat mengenaskan. Dimana paman, bibi, dan sepupunya sama sekali tidak menyukai keberadaannya di keluarga mereka. Namun, sebuah surat atau tepatnya ratusan surat yang dikirimkan kepadanya tepat menjelang ultahnya yang kesebelas, telah membuat hidupnya berubah.”

Kalimat yang menunjukkan latar tempat pada teks cerita fantasi di atas adalah….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

3.

Kabut malam yang hitam selalu mengirimkan udara dingin dan suara binatang kesakitan terus menghantui seluruh binatang hutan. Nataga dan saudara-saudaranya selalu berharap kabut akan pergi suatu saat ini. Namun, tidak terjadi perubahan sama sekali. Bahkan makin parah.

“Mengapa kabut ini selalu datang tiap senja sehingga kita tidak pernah melihat bulan dan bintang?" Tanya Nataga malam itu.

Lagi-lagi hanya sebuah tanya yang belum dapat dijawab. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sikka selalu menyanyi tiap malam untuk menghibur saudara-saudaranya. Sikka tidak sadar, ternyata ia juga menghibur binatang-binatang lain dari ketakutan.

Latar dalam kutipan cerita tersebut adalah....

a)

Di hutan, malam hari, suasana takut

b)

Di danau, malam hari, suasana gelisah

c)

Di gunung, malam hari, suasana damai

d)

Di lembah, malam hari, suasana sedih

4.

Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti menduduki tahta kerajaan. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan ayah mereka. Kegeraman Purbararang yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang penyihir untuk memantrai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Tokoh antagonis dalam dongeng di atas adalah....

a)

Prabu Tapa agung dan Purbararang

b)

Purbararang dan Nenek sihir

c)

Purbasari dan Purbararang

d)

Purbasari dan Nenek sihir

5.

Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki saudagar. Si saudagar kaget bukan kepalang hingga jatuh terjengkang. Tentu saja saudagar menjadi berang.

“Dasar ular tak tahu terima kasih. Kenapa kau mematukku?”

“Buat apa aku harus berterima kasih?” jawab ular.

“Hai! Kalau tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu!”

“Benar. Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau tidak menindihkannya.”

Saudagar itu kaget. Ia baru ingat, rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya dengan batu. Saudagar itu tidak mau mendengar segala macam alasan. Ia tak mau mengingat kesalahannya sendiri. Yang dipikirkannya hanyalah bahwa ia telah menolong ular itu.

Watak saudagar pada cerita di atas adalah….

a)

Suka menolong

b)

Suka usil

c)

Lapang dada terhadap kesalahan

d)

Tidak mengakui kesalahan

6.

Dahulu, ada seorang putra raja bernama Si Lundu Nipahu. Ia seharusnya hidup berbahagia sebagai seorang pangeran bersama keluarga di istana. Namun, bencana datang melanda. Pamannya mengadakan kudeta. Ayah Si Lundu terbunuh. Si Lundu juga dikejar-kejar pamannya. Pemuda ini mewarisi cincin kerajaan pewaris tahta. Lundu pun melarikan diri ke hutan.

Amanat yang terkandung dari penggalan cerita di atas adalah….

a)

Tidak boleh saling membunuh

b)

Tidak boleh merebut hak orang lain

c)

Tidak boleh merebut hak orang lain

d)

Tidak boleh mengadakan kudeta

7.

Legenda Bukit Kelam

Alkisah, di Negeri Sintang, Kalimantan Barat, hiduplah dua orang pemimpin dari keturunan dewa yang memiliki kesaktian tinggi. Akan tetapi, keduanya memiliki sifat yang berbeda. Pemimpin yang pertama bernama sebeji atau dikenal dengan Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka merusak, pendengki, dan serakah. Tidak seorang pun yang boleh memiliki ilmu, apalagi melebihi kesaktiannya. Oleh karena itu, ia kurang disukai rakyat.

Seorang lainnya bernama Tumenggung Marubai. Sifatnya justru kebalikan dari sifat Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Ia disukai oleh para pengikutnya. Kedua pemimpin tersebut memiliki mata pencaharian utama, yaitu menangkap ikan, disamping berladang dan berkebun.

Amanat kutipan legenda tersebut adalah….

a)

Rendah hatilah kepada semua orang

b)

Seimbanglah dalam menjalani kehidupan

c)

Bersikap baiklah jika ingin disukai orang lain

d)

Janganlah suka memperlihatkan kelebihan yang dimiliki

8.

“Komo, aku tak bisa menggerakkan kakiku. Rasanya badan ini begitu berat,” keluh Glutto si kucing berbulu emas memelas sembari membaringkan badannya. Ia benar-benar kelelahan.

“Ayo, Kak. Mereka sudah semakin dekat. Kita harus segera berlari,” Komo si kucing berbulu hitam mulai khawatir.

“Aku benar-benar tak sanggup lagi berjalan. Perutku penuh. Badanku lemas,” ucap Glutto lemas.

“Tapi, Kak. Mereka sudah dekat. Jika tidak segera berlari, kita akan habis diserangnya,” Komo semakin cemas. Ia bingung harus bagaimana. Ia ingin segera pergi, tapi tak tega meninggalkan kakaknya seorang diri.

Gerombolan singa semakin dekat. Jumlah mereka sangat banyak. Tampang mereka sangat buas. Dalam hitungan detik jarak mereka tinggal beberapa puluh meter.

“Bagaimana ini, Kak?” Komo ketakutan, “Aku benar-benar takut. Jumlah mereka sangat banyak.”

“Kamu lari saja Komo,” ucap Glutto putus asa, “Tinggalkan aku di sini. Maafkan aku yang bersikap rakus.”

Tema cerita fabel tersebut adalah….

a)

Akibat bersikap rakus

b)

Penyesalan si sombong

c)

Persahabatan yang abadi

d)

Kasih sayang dua saudara

9.

Pikolo memutuskan akan tetap menjadi penyihir, tetapi berpindah-pindah tempat. Jadi, tidak ada orang yang kenal padanya. Ia pun bisa menyihir sesuka hatinya.

Dua minggu berlalu. Suatu malam Pikolo merasa kesepian. Pikolo rindu saat menjadi tukang asah pisau. Ia rindu saling berbagi cerita dengan ibu-ibu pelanggannya.

Ia teringat pesan seorang pemancing yang ditemuinya, “Carilah pekerjaan yang kamu sukai. Hidup kita tidak sampai 100 tahun. Aku suka memancing. Pekerjaan ini tetap kulakukan meski pekerjaan ini sangat membosankan bagi sebagian orang.”

Maka Pikolo pun kembali ke desanya. Ia kembali menjadi tukang asah pisau. Namun, ia tidak meninggalkan pekerjaan sebagai penyihir. Ia tetap menyihir meski hanya pada acara ulang tahun anak-anak. Pikolo senang karena bisa melakukan pekerjaan yang disukainya.

Tema dalam kutipan teks tersebut adalah….

a)

Perjuangan meraih Impian

b)

Kesenangan dalam bekerja

c)

Keberhasilan menggapai cita-cita

d)

Kesabaran menghadapi masalah

10.

Pada suatu masa ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap. Tikus-tikus takut memperlihatkan dirinya karena takut dimangsa oleh sang kucing, sehingga sang kucing harus mencari akal untuk menangkap mereka.

Suatu hari sang kucing naik ke atas rak. Ia menggantungkan diri dengan satu kakinya pada tali, dengan kepala menghadap ke bawah, seolah-olah telah mati. Saat tikus-tikus melihat posisi kucing seperti itu, mereka menyangka bahwa sang kucing telah melakukan kesalahan. Dengan hati-hati para tikus mengeluarkan kepalanya dari sarang dan mengendus-endus ke sana ke mari. Karena tidak terjadi apa-apa, mereka melompat ke luar dari sarang seraya menari-nari untuk merayakan kebebasan mereka.

Saat itulah sang kucing tiba-tiba melepaskan tali pegangan pada tali, dan sebelum tikus-tikus itu tersadar sang kucing telah menangkap tiga ekor tikus.

Peristiwa yang mengawali fabel di atas adalah….

a)

Kucing berpura-pura mati gantung diri

b)

Ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap ketika menangkap tikus

c)

Kucing berhasil mengecoh tikus dan akhirnya berhasil menangkap

d)

Tikus keluar dari sarang dan menari-nari bahagia karena mengira kucing sudah mati

11.

Betapa terkejutnya Raka melihat pantai seketika menjadi kering, ia bahkan bisa melihat ikan-ikan bergelimpangan di pinggir pantai. Tak lama kemudian, dari kejauhan Raka melihat ada sebuah gelombang ombak yang tinggi sekali menuju pantai kampung liliput.

“Tsunami!” teriak Raka sambil bergegas mencari teman-teman liliputnya. “Ayo, naik ke pundakku. Selamatkan dirimu!”

Para liliput memandang Raka dengan tidak percaya. “Ratusan tahun kami tinggal di sini, tidak ada hakikat yang mengatakan bahwa tsunami bisa terjadi di kampung kami,” kata ketua liliput.

Padahal saat itu Raka mendengar desir kuat yang makin terasa mendekat. Raka melihat ombak tinggi itu makin mendekat.

Tokoh protagonis dan sifatnya dalam cerita tersebut adalah….

a)

Raka, mementingkan diri sendiri

b)

Liliput, dapat dipercaya

c)

Raka, suka menolong

d)

Lilliput, taat peraturan

12.

Saat Inong menyemburkan apinya, seluruh anak kecil di desa bersorak sorai. Para warga sangat menyayangi Inong. Mereka jadi tidak perlu membeli korek api atau repot menyalakan api dengan kayu atau batu. Hanya satu orang di desa yang tidak suka dengan semburan api Inong. Orang itu adalah aku. Namaku Burek. Aku adalah penjual korek api di Desa Tani. Aku kesal sekali kepada Inong. Gara-gara dia, daganganku jadi tidak laku. Akhirnya, aku pergi mendaki ke puncak gunung untuk bicara dengan Dewa Petir. “Ini tidak adil, Dewa Petir! Uangku jadi tidak sebanyak dulu!” keluhku.

Latar tempat dalam cerita tersebut adalah….

a)

Hutan

b)

Gunung

c)

Desa

d)

Gua

13.

Lihatlah Pinokio yang sedang tergesa-gesa berangkat ke sekolah dengan mengempit buku A-B-C barunya! Sepanjang perjalanan otaknya sibuk merencanakan ratusan hal hebat, membangun ratusan istana di awang-awang, dia berkata pada diri sendiri: “Di sekolah, hari ini aku akan belajar membaca, besok belajar menulis, dan lusa belajar menghitung. Lalu, dengan kepandaianku aku bisa dapat uang banyak. Dengan upah pertamaku aku akan membelikan ayah jas baru dari kain cita. Kain cita kataku? Tidak, mestinya jas itu terbuat dari emas atau perak dan kancingnya dari permata. Bagaimanapun juga, ayahku pantas mendapatkannya karena bukankah sekarang dia tidak memakai jas karena berbaik hati membelikan aku buku? Di cuaca yang dingin begini! Ayah memang baik pada anak-anaknya!”

Tindakan yang menunjukkan bahwa tokoh Pinokio memiliki sifat peduli adalah….

a)

Ia ingin segera belajar

b)

Ia ingin belajar banyak hal

c)

Ia ingin membelikan ayahnya jas

d)

Ia ingin membeli buku untuk ayahnya

14.

Wajah sang penyihir tetap suram dan penuh perhatian, dan hanya sedikit kilatan dalam matanya menunjukkan bahwa ia kaget, dan bahkan cemas, “Pernah ada yang berkata begitu,” kata Gandalf, “Tapi bukan kau.”

“Tapi kini aku yang mengatakannya. Dan mengapa tidak? Meski dulu Gollum juga pernah berkata begitu, sekarang cincin ini bukan miliknya, tapi milikku. Dan aku akan menyimpannya,” kataku.

Gandalf berdiri. Ia berbicara dengan tegas, “Kau bodoh kalau begitu, Bilbo,” katanya, “Semakin jelas dengan setiap kata yang kau ucapkan. Cincin itu sudah terlalu jauh menguasai dirimu. Lepaskanlah! Lalu kau bisa pergi, dan bebas.”

“Aku akan berbuat sesuka hatiku dan pergi semauku,” kata Bilbo keras kepala.

“Ayo, ayo, hobbiy-ku sayang!” kata Gandalf. “Kita sudah lama bersahabat, dan kau berutang padaku. Ayolah! Lakukan seperti yang sudah kaujanjikan: lepaskan!”

“Well, kalau kau sendiri menginginkan cincinku, katakana saja!” seru Bilbo. “Tapi kau takkan mendapatkannya. Aku tidak akan memberikan barang kesayanganku, camkan itu,” Tangan Bilbo mendekati pangkal pedang kecilnya.

Mata Gandalf berkilauan. “Sebentar lagi giliranku untuk marah,” katanya. “Kalau kau mengucapkan itu lagi, aku akan marah. Lalu kau akan melihat Gandalf tanpa jubah.” Ia maju selangkah kea rah Bilbo, dan tampaknya ia menjadi lebih tinggi dan mengancam; bayangannya memenuhi seluruh ruangan itu.

Tema kutipan cerita adalah….

a)

Keresahan yang dialami Gandalf

b)

Ketakutan Bilbo dengan Gandalf

c)

Kebohongan Bilbo tentang cincin

d)

Kekecewaan Gandalf pada Bilbo

15.

Wajah sang penyihir tetap suram dan penuh perhatian, dan hanya sedikit kilatan dalam matanya menunjukkan bahwa ia kaget, dan bahkan cemas, “Pernah ada yang berkata begitu,” kata Gandalf, “Tapi bukan kau.”

“Tapi kini aku yang mengatakannya. Dan mengapa tidak? Meski dulu Gollum juga pernah berkata begitu, sekarang cincin ini bukan miliknya, tapi milikku. Dan aku akan menyimpannya,” kataku.

Gandalf berdiri. Ia berbicara dengan tegas, “Kau bodoh kalau begitu, Bilbo,” katanya, “Semakin jelas dengan setiap kata yang kau ucapkan. Cincin itu sudah terlalu jauh menguasai dirimu. Lepaskanlah! Lalu kau bisa pergi, dan bebas.”

“Aku akan berbuat sesuka hatiku dan pergi semauku,” kata Bilbo keras kepala.

“Ayo, ayo, hobbiy-ku sayang!” kata Gandalf. “Kita sudah lama bersahabat, dan kau berutang padaku. Ayolah! Lakukan seperti yang sudah kaujanjikan: lepaskan!”

“Well, kalau kau sendiri menginginkan cincinku, katakan saja!” seru Bilbo. “Tapi kau takkan mendapatkannya. Aku tidak akan memberikan barang kesayanganku, camkan itu,” Tangan Bilbo mendekati pangkal pedang kecilnya.

Mata Gandalf berkilauan. “Sebentar lagi giliranku untuk marah,” katanya. “Kalau kau mengucapkan itu lagi, aku akan marah. Lalu kau akan melihat Gandalf tanpa jubah.” Ia maju selangkah ke arah Bilbo, dan tampaknya ia menjadi lebih tinggi dan mengancam; bayangannya memenuhi seluruh ruangan itu.

Penyebab konflik dalam kutipan cerita adalah….

a)

Bilbo menuduh Gandalf menginginkan cincin

b)

Gandalf memaksa Bilbo melepaskan cincin

c)

Gandalf kaget dengan perkataan Bilbo

d)

Bilbo mengambil cincin dari Gollum