wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Latihan Pertemuan 4_Tanggung Jawab Hukum Akuntan Publik

Total questions: 62

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan business failure dalam konteks tanggung jawab hukum akuntan publik?

a)

Ketika akuntan publik memberikan opini yang salah.

b)

Ketika perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya.

c)

Ketika laporan keuangan mengandung salah saji material.

d)

Ketika akuntan publik lalai dalam memberikan jasa profesionalnya.

e)

Ketika manajemen terlibat dalam fraud.

2.

Apa risiko yang terjadi ketika akuntan publik menyimpulkan bahwa laporan keuangan wajar tanpa pengecualian padahal mengandung salah saji material?

a)

Business failure

b)

Audit failure

c)

Audit risk

d)

Fraud

e)

Gross negligence

3.

Apa yang dimaksud dengan ordinary negligence dalam profesi akuntan publik?

a)

Kesalahan ringan manusiawi yang tidak disengaja.

b)

Kesalahan yang terjadi karena akuntan publik membantu fraud.

c)

Kesalahan karena akuntan publik lalai menjaga kerahasiaan data klien.

d)

Kesalahan yang terjadi karena akuntan publik terlibat langsung dalam fraud.

e)

Kesalahan berat yang tidak sesuai standar profesional.

4.

Sanksi apa yang dapat diberikan oleh PPAJP - Kementerian Keuangan kepada akuntan publik yang melakukan pelanggaran?

a)

Larangan permanen memberikan jasa akuntan publik.

b)

Pencabutan izin usaha klien.

c)

Peringatan tertulis hingga penghentian sementara pemberian jasa.

d)

Pembatasan penyajian laporan keuangan.

e)

Denda keuangan sebesar 10% dari pendapatan.

5.

Apa yang dimaksud dengan audit failure?

a)

Risiko bahwa laporan keuangan tidak sesuai dengan standar.

b)

Ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

c)

Opini salah yang diberikan oleh akuntan publik karena tidak mematuhi standar auditing.

d)

Kesalahan ringan yang dilakukan auditor.

e)

Ketidaktepatan dalam memberikan opini wajar tanpa pengecualian.

6.

Apa yang bisa dilakukan oleh akuntan publik untuk menghindari tuntutan hukum?

a)

Menjaga data klien dan mempertahankan independensi.

b)

Menggunakan staf audit yang tidak terlatih.

c)

Mengabaikan standar auditing yang berlaku.

d)

Menerima semua klien tanpa seleksi.

e)

Melakukan audit tanpa kontrak kerja.

7.

Peer review dilakukan dengan tujuan untuk menilai apakah KAP telah memadai dalam hal apa?

a)

Menjaga independensi.

b)

Mengikuti standar profesional auditor.

c)

Mengembangkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.

d)

Mempertahankan hubungan baik dengan klien.

e)

Menaati peraturan perpajakan.

8.

Apa perbedaan antara constructive fraud dan gross negligence?

a)

Constructive fraud merupakan kesalahan tidak disengaja, sedangkan gross negligence adalah kesalahan sengaja.

b)

Constructive fraud adalah kesalahan yang lebih ringan daripada gross negligence.

c)

Gross negligence merupakan kesalahan berat karena akuntan publik tidak menerapkan profesionalisme, sedangkan constructive fraud terjadi ketika akuntan publik terlibat langsung atau tidak langsung dalam fraud.

d)

Gross negligence hanya terjadi jika akuntan publik bersekongkol dengan manajemen.

e)

Constructive fraud lebih terkait dengan kesalahan manusiawi.

9.

Apa tujuan utama dari compliance review yang dilakukan oleh Direktorat PPAJP?

a)

Menyediakan pelatihan PPL bagi akuntan publik.

b)

Menilai ketaatan akuntan publik terhadap standar dan peraturan yang berlaku.

c)

Melakukan penilaian atas kualitas audit yang dilakukan.

d)

Menjaga integritas laporan keuangan yang diaudit.

e)

Melakukan lobby kepada regulator untuk mencegah peraturan yang merugikan.

10.

Apa yang dimaksud dengan fraud dalam konteks akuntan publik?

a)

Kesalahan ringan yang dilakukan akuntan publik.

b)

Kesalahan berat yang terjadi tanpa disengaja.

c)

Ketika akuntan publik secara sadar terlibat dalam fraud.

11.

Apa yang dimaksud dengan fraud dalam konteks akuntan publik?

a)

Kesalahan ringan yang dilakukan akuntan publik.

b)

Kesalahan berat yang terjadi tanpa disengaja.

c)

Ketika akuntan publik secara sadar terlibat dalam melakukan kecurangan bersama manajemen.

d)

Kesalahan dalam penerapan standar auditing.

e)

Risiko bahwa laporan keuangan disajikan tanpa pengecualian.

12.

Apa yang dimaksud dengan gross negligence dalam profesi akuntan publik?

a)

Kesalahan ringan yang tidak disengaja.

b)

Kesalahan serius karena akuntan publik tidak menerapkan due professional care.

c)

Kesalahan berat karena akuntan publik terlibat dalam fraud.

d)

Kesalahan karena tidak mengikuti kode etik.

e)

Kesalahan terkait ketidaktepatan dalam penyajian laporan keuangan.

13.

Bagaimana cara seorang akuntan publik dapat mempertahankan independensi?

a)

Dengan tidak menerima klien baru.

b)

Dengan mematuhi kode etik akuntan publik dan standar auditing.

c)

Dengan melakukan audit tanpa mengikuti standar profesional.

d)

Dengan hanya menerima klien yang dikenal secara pribadi.

e)

Dengan membuat perjanjian tertulis dengan klien.

14.

Apa sanksi yang bisa diberikan oleh Bapepam-LK kepada akuntan publik yang melanggar?

a)

Penghentian sementara operasi perusahaan.

b)

Denda keuangan hingga 10%.

c)

Larangan pemberian jasa di pasar modal.

d)

Pembatasan jumlah klien.

e)

Pencabutan izin berpraktik secara langsung.

15.

Kapan constructive fraud terjadi dalam profesi akuntan publik?

a)

Ketika akuntan publik melakukan kesalahan ringan.

b)

Ketika akuntan publik secara langsung terlibat dalam fraud yang dilakukan oleh klien.

c)

Ketika auditor lalai dalam prosedur audit.

d)

Ketika akuntan publik membantu fraud secara tidak langsung.

e)

Ketika laporan audit tidak sesuai standar.

16.

Apa yang harus dilakukan seorang akuntan publik sebelum mengeluarkan laporan audit?

a)

Mencari klien baru.

b)

Mendapatkan surat pernyataan dari klien.

c)

Memastikan semua kewajiban pajak klien telah terpenuhi.

d)

Mengajukan laporan ke pemerintah.

e)

Menginformasikan kepada media tentang hasil audit.

17.

Apa yang dimaksud dengan peer review dalam konteks profesi akuntan publik?

a)

Pengawasan terhadap laporan keuangan oleh investor.

b)

Penelaahan terhadap kantor akuntan publik untuk menilai kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.

c)

Audit yang dilakukan secara independen oleh klien.

d)

Pemeriksaan laporan keuangan oleh regulator.

e)

Evaluasi kinerja staf audit secara internal.

18.

Apa tujuan utama dari quality review dalam KAP?

a)

Meningkatkan pendapatan KAP.

b)

Menilai apakah KAP mematuhi standar profesional akuntan publik.

c)

Mengurangi jumlah klien yang diterima.

d)

Menghindari keterlibatan dalam pasar modal.

e)

Mengembangkan hubungan kerja dengan pihak ketiga.

19.

Apa manfaat dari pelaksanaan peer review bagi Kantor Akuntan Publik (KAP)?

a)

Meningkatkan jumlah klien.

b)

Meningkatkan mutu audit dan mengurangi kemungkinan tuntutan hukum.

c)

Mengurangi biaya operasional audit.

d)

Meningkatkan relasi dengan investor.

e)

Menghindari pajak yang lebih tinggi.

20.

Apa tujuan compliance review yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai?

a)

Menilai kinerja kantor akuntan publik dalam menjaga klien.

b)

Memberikan sanksi bagi klien yang melanggar aturan.

c)

Menilai ketaatan akuntan publik terhadap peraturan dan standar yang berlaku.

d)

Meningkatkan kinerja pasar modal.

e)

Memonitor kegiatan usaha klien akuntan publik.

21.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko tuntutan hukum terhadap akuntan publik adalah dengan...

a)

Mengabaikan keluhan klien.

b)

Menjaga kerahasiaan data klien.

c)

Mengurangi jumlah audit yang dilakukan.

d)

Menggunakan perangkat lunak au

22.

ko tuntutan hukum terhadap akuntan publik adalah dengan...

a)

Mengabaikan keluhan klien.

b)

Menjaga kerahasiaan data klien.

c)

Mengurangi jumlah audit yang dilakukan.

d)

Menggunakan perangkat lunak audit otomatis.

e)

Menghindari audit perusahaan besar.

23.

Tuntutan hukum terhadap akuntan publik dapat terjadi jika...

a)

Akuntan publik melakukan fraud.

b)

Akuntan publik mengikuti standar audit yang ketat.

c)

Klien membayar jasa audit tepat waktu.

d)

Akuntan publik mematuhi kode etik profesi.

e)

Akuntan publik menolak klien yang tidak layak.

24.

Apa tujuan utama dari penerapan sistem pengendalian mutu di KAP?

a)

Mengurangi biaya operasional.

b)

Meningkatkan kualitas audit dan menjaga reputasi KAP.

c)

Meningkatkan jumlah audit yang dilakukan.

d)

Mengikuti tren bisnis saat ini.

e)

Mengurangi jumlah staf yang diperlukan.

25.

Apakah tindakan yang harus diambil akuntan publik saat mengetahui adanya potensi fraud di kliennya?

a)

Melaporkan fraud secara terbuka kepada media.

b)

Meninggalkan klien tersebut.

c)

Melakukan audit lebih mendalam dan dokumentasi yang lengkap.

d)

Menyembunyikan fraud agar reputasi klien tetap baik.

e)

Mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian.

26.

Apa yang menjadi dasar tuntutan hukum terhadap akuntan publik dalam kasus audit risk?

a)

Pelanggaran terhadap standar perpajakan.

b)

Opini audit yang salah akibat kelalaian mengikuti standar auditing.

c)

Ketidakmampuan klien membayar utangnya.

d)

Ketidaksesuaian laporan keuangan dengan peraturan pajak.

e)

Kegagalan memprediksi kerugian usaha klien.

27.

Apa yang dimaksud dengan voluntary review dalam konteks quality review?

a)

Peninjauan rutin yang wajib dilakukan setiap tahun.

b)

Peninjauan yang dilakukan atas permintaan KAP sendiri.

c)

Peninjauan yang hanya dilakukan saat ada keluhan klien.

d)

Audit yang dilakukan oleh pemerintah terhadap KAP.

e)

Pemeriksaan mendalam terhadap laporan keuangan yang diaudit.

28.

Bagaimana cara auditor menjaga independensinya selama proses audit?

a)

Mengikuti semua keinginan klien.

b)

Tidak menerima klien dari industri yang sama.

c)

Menjaga sikap skeptis yang profesional.

d)

Menjaga hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan.

e)

Mengurangi intensitas pemeriksaan.

29.

Jika akuntan publik terlibat langsung dalam fraud, maka jenis pelanggaran apa yang terjadi?

a)

Ordinary negligence

b)

Gross negligence

c)

Constructive fraud

d)

Fraud

e)

Audit risk

30.

Salah satu cara bagi KAP untuk meningkatkan kualitas audit adalah dengan...

a)

Menghindari klien dari sektor pasar modal.

b)

Meningkatkan frekuensi pelatihan bagi staf.

c)

Mengurangi jumlah staf audit yang terlibat.

d)

Menghindari standar auditing yang ketat.

e)

Mengabaikan tuntutan hukum yang mungkin timbul.

31.

Sanksi apa yang dapat diberikan oleh IAPI jika KAP tidak mematuhi standar pengendalian mutu?

a)

Larangan total terhadap operasi KAP.

b)

Pencabutan izin usaha.

c)

Peringatan hingga denda keuangan.

d)

Penghentian sementara kegiatan audit.

e)

Denda sebesar 15% dari pendapatan tahunan.

32.

Salah satu keuntungan bagi KAP yang menjalani peer review adalah...

a)

Menurunkan biaya audit.

b)

Meningkatkan reputasi dan mengurangi kemungkinan tuntutan hukum.

c)

Menghindari kewajiban pajak.

d)

Mengurangi jumlah audit yang harus dilakukan.

e)

Memperoleh lebih banyak klien di sektor swasta.

33.

Apa yang dimaksud dengan regular review dalam konteks compliance review?

a)

Peninjauan yang dilakukan berdasarkan rencana tahunan.

b)

Peninjauan khusus atas keluhan dari klien.

c)

Audit yang dilakukan oleh regulator pemerintah setiap lima tahun.

d)

Evaluasi oleh KAP terhadap laporan keuangan klien.

e)

Review atas keputusan akuntan publik di pen

34.

Apakah yang dimaksud dengan investigative review?

a)

Peninjauan rutin terhadap semua laporan keuangan klien.

b)

Peninjauan yang dilakukan atas dasar pengaduan masyarakat atau hasil regular review.

c)

Audit yang dilakukan setelah ada keputusan pengadilan.

d)

Pemeriksaan mendalam oleh akuntan internal terhadap kinerja auditor.

e)

Evaluasi yang dilakukan setiap lima tahun sekali.

35.

Tindakan apa yang dapat diambil oleh akuntan publik untuk menghindari tuntutan hukum akibat kelalaian?

a)

Tidak melakukan audit terhadap perusahaan besar.

b)

Mematuhi standar auditing dan menjaga dokumentasi yang lengkap.

c)

Menghindari penggunaan teknologi dalam audit.

d)

Hanya menerima klien yang berasal dari sektor pasar modal.

e)

Mengabaikan prosedur audit untuk menghemat biaya.

36.

Salah satu tujuan dari quality review adalah untuk...

a)

Menambah jumlah klien akuntan publik.

b)

Menilai apakah KAP telah memenuhi tujuan Standar Profesional Akuntan Publik (SPM).

c)

Membantu KAP menghindari pajak tinggi.

d)

Mengawasi kegiatan usaha klien KAP.

e)

Mengurangi biaya operasional kantor akuntan publik.

37.

Apakah yang menjadi salah satu risiko terbesar bagi akuntan publik saat gagal mematuhi standar auditing?

a)

Kehilangan klien.

b)

Tuntutan hukum dan kerusakan reputasi.

c)

Kenaikan biaya operasional.

d)

Penurunan pendapatan.

e)

Pengawasan lebih ketat dari regulator.

38.

Jika akuntan publik terlibat secara tidak langsung dalam fraud yang dilakukan manajemen, jenis pelanggaran apa yang terjadi?

a)

Fraud

b)

Constructive fraud

c)

Gross negligence

d)

Ordinary negligence

e)

Audit failure

39.

Apa langkah awal yang sebaiknya diambil akuntan publik sebelum mulai melakukan audit?

a)

Mengajukan peringatan tertulis kepada klien.

b)

Membuat kontrak kerja (engagement letter) dengan klien.

c)

Meninjau kembali laporan audit sebelumnya.

d)

Membahas laporan audit dengan regulator.

e)

Menyusun laporan keuangan klien.

40.

Salah satu alasan mengapa business failure terjadi adalah...

a)

Akuntan publik terlibat dalam fraud.

b)

Perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya karena kondisi ekonomi yang berat.

c)

Kesalahan dalam penyajian laporan keuangan.

d)

Kegagalan akuntan publik mematuhi standar audit.

e)

Kelalaian dalam menyiapkan audit report.

41.

Mengapa penting bagi akuntan publik untuk menjaga sikap skeptis profesional selama audit?

a)

Untuk meningkatkan jumlah klien.

b)

Untuk mengurangi biaya audit.

c)

Untuk mengidentifikasi potensi kesalahan atau fraud dalam laporan keuangan klien.

d)

Untuk menjaga hubungan baik dengan klien.

e)

Untuk membantu klien meningkatkan laba.

42.

Salah satu manfaat utama dari asuransi jasa profesional bagi akuntan publik adalah...

a)

Mengurangi kewajiban pajak akuntan publik.

b)

Mengamankan akuntan publik dari tuntutan hukum yang tidak terduga.

c)

Meningkatkan biaya audit yang dapat ditagihkan ke klien.

d)

Mengurangi risiko audit failure.

e)

Menambah klien potensial.

43.

Apakah constructive fraud dapat terjadi meskipun akuntan publik tidak secara langsung terlibat dalam kecurangan?

a)

Tidak, hanya terjadi jika akuntan terlibat langsung.

b)

Ya, jika akuntan membantu secara tidak langsung.

c)

Tidak, constructive fraud tidak melibatkan akuntan publik.

d)

Ya, jika klien memintanya.

e)

Hanya jika akuntan publik melakukan gross negligence.

44.

Apa yang bisa dilakukan oleh KAP kecil untuk memastikan kepatuhan terhadap SPM 100 dalam proses audit?

a)

Menghindari klien besar.

b)

Menggunakan kuesioner dari Badan Quality Review (BQR).

c)

Mengurangi jumlah audit per tahun.

d)

Melakukan audit tanpa mengikuti standar.

e)

Mengabaikan permintaan regulator.

45.

Apa yang bisa dilakukan oleh akuntan publik untuk menjaga kualitas audit dan mengurangi risiko tuntutan hukum?

a)

Menolak klien yang memiliki risiko finansial tinggi.

b)

Melakukan audit sesuai dengan standar dan kode etik yang berlaku.

c)

Membatasi audit hanya pada klien dari sektor pemerintah.

d)

Menghindari klien yang terlibat dalam pasar modal.

e)

Menjalin hubungan yang erat dengan klien.

46.

Apa yang dimaksud dengan fraud dalam konteks pelanggaran oleh akuntan publik?

a)

Kesalahan dalam prosedur audit yang tidak disengaja.

b)

Kegagalan dalam mematuhi standar akuntansi.

c)

Keterlibatan langsung akuntan publik dalam kecurangan bersama manajemen klien.

d)

Penggunaan metode audit yang salah.

e)

Kesalahan manusia yang tidak disengaja.

47.

Apa tujuan dari penelaahan dan evaluasi atas ketaatan pada kewajiban kantor KAP?

a)

Untuk memastikan bahwa KAP mematuhi peraturan perpajakan.

b)

Untuk menilai apakah KAP memenuhi standar pengendalian mutu.

c)

Untuk menambah jumlah klien KAP.

d)

Untuk membantu klien KAP menghindari denda pajak.

e)

Untuk mengevaluasi kinerja manajemen KAP.

48.

Apa manfaat dari pelatihan PPL bagi akuntan publik?

a)

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan staf audit.

b)

Mengurangi risiko tuntutan hukum dari klien.

c)

Meningkatkan jumlah klien yang diterima.

d)

Mempercepat proses audit.

e)

Mengurangi biaya audit yang ditagihkan.

49.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh akuntan publik jika menemukan kesalahan material dalam laporan keuangan klien?

a)

Mengabaikan kesalahan jika klien menolak memperbaikinya.

b)

Memperbaiki kesalahan tersebut sendiri.

c)

Melaporkan kesalahan kepada pihak yang berwenang.

d)

Mengajukan laporan audit tanpa perubahan.

e)

Menunda audit sampai kesalahan diperbaiki.

50.

Apa yang dimaksud dengan pengendalian mutu di kantor akuntan publik?

a)

Prosedur yang dirancang untuk memastikan kualitas audit yang sesuai dengan standar profesional.

b)

Mekanisme untuk mengurangi jumlah klien KAP.

c)

Sistem untuk meningkatkan pendapatan kantor akuntan publik.

d)

Kebijakan untuk meningkatkan hubungan antara auditor dan klien.

e)

Langkah-langkah untuk mengurangi jumlah kesalahan dalam laporan keuangan.

51.

Apa yang menjadi fokus utama dari compliance review yang dilakukan oleh pemerintah terhadap KAP?

a)

Mengevaluasi apakah KAP mematuhi peraturan perundang-undangan dan standar yang berlaku.

b)

Meningkatkan kualitas audit yang dilakukan oleh KAP.

c)

Mengawasi proses audit yang dilakukan oleh KAP besar.

d)

Mengurangi biaya audit bagi KAP kecil.

e)

Meningkatkan jumlah klien dari sektor pasar modal.

52.

Apa salah satu sanksi yang dapat diberikan oleh review team jika KAP gagal mematuhi standar pengendalian mutu?

a)

Pencabutan izin operasi.

b)

Penghentian sementara pemberian jasa audit.

c)

Larangan selamanya untuk memberikan jasa audit.

d)

Pencabutan semua kontrak dengan klien.

e)

Peningkatan biaya audit.

53.

Apakah manfaat utama dari mengikuti pelatihan PPL bagi seorang akuntan publik?

a)

Menghindari audit dari pemerintah.

b)

Memperoleh lisensi untuk menangani kasus fraud.

c)

Menambah keterampilan dan pengetahuan profesional terkait audit.

d)

Mengurangi biaya operasional KAP.

e)

Mening

54.

Mengapa KAP perlu memahami bisnis kliennya sebelum melakukan audit?

a)

Untuk menghindari risiko audit yang tinggi.

b)

Untuk dapat memberikan laporan audit yang lebih cepat.

c)

Agar dapat memberikan opini yang relevan dan sesuai dengan konteks bisnis.

d)

Untuk menambah jumlah staf audit yang terlibat.

e)

Agar dapat memberikan diskon jasa audit kepada klien.

55.

Apa yang dapat dilakukan akuntan publik untuk mengurangi risiko audit failure?

a)

Mengurangi waktu yang dihabiskan untuk audit.

b)

Memahami standar auditing dan mengikuti kode etik yang berlaku.

c)

Mengabaikan kontrak kerja yang disepakati dengan klien.

d)

Hanya menerima klien yang tidak memiliki masalah finansial.

e)

Menjalankan audit tanpa melibatkan pihak ketiga.

56.

Apa yang dimaksud dengan compliance review investigatif?

a)

Peninjauan yang dilakukan sebagai bagian dari rencana tahunan.

b)

Peninjauan yang dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat atau informasi yang layak ditindaklanjuti.

c)

Evaluasi internal oleh akuntan publik terhadap kliennya.

d)

Audit internal KAP untuk meningkatkan kualitas audit.

e)

Review yang dilakukan secara sukarela oleh akuntan publik.

57.

Apa yang dimaksud dengan sanksi peringatan tertulis oleh PPAJP?

a)

Larangan total untuk memberikan jasa akuntan publik di masa depan.

b)

Teguran awal yang diberikan kepada akuntan publik atas pelanggaran yang dilakukan.

c)

Pembatasan jumlah klien yang dapat ditangani akuntan publik.

d)

Sanksi berupa pencabutan izin praktik akuntan publik secara permanen.

e)

Pengurangan pendapatan yang dihasilkan oleh akuntan publik.

58.

Jika laporan keuangan yang diaudit ternyata mengandung salah saji material, namun akuntan publik memberikan opini wajar tanpa pengecualian, apa risiko yang terjadi?

a)

Business failure

b)

Audit failure

c)

Audit risk

d)

Gross negligence

e)

Fraud

59.

Salah satu cara KAP untuk meminimalkan risiko tuntutan hukum adalah...

a)

Tidak menerima klien yang berasal dari sektor publik.

b)

Mendokumentasikan semua langkah audit secara lengkap dan jelas.

c)

Membatasi jumlah audit yang dilakukan per tahun.

d)

Mengurangi interaksi langsung dengan klien.

e)

Menghindari penggunaan standar audit yang berlaku.

60.

Mengapa independensi sangat penting dalam profesi akuntan publik?

a)

Untuk menjaga hubungan baik dengan klien.

b)

Agar akuntan publik tidak terlibat dalam konflik kepentingan selama audit.

c)

Untuk meningkatkan pendapatan akuntan publik.

d)

Untuk mempermudah proses audit.

e)

Agar bisa melakukan audit tanpa melibatkan pihak ketiga.

61.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh akuntan publik jika ditemukan adanya pelanggaran etika dalam audit?

a)

Mengabaikan pelanggaran tersebut.

b)

Membuat laporan kepada otoritas yang berwenang.

c)

Memperbaiki pelanggaran secara diam-diam.

d)

Menyelesaikan audit tanpa menyebutkan pelanggaran tersebut.

e)

Menghentikan audit tanpa memberikan alasan.

62.

Apa yang menjadi tujuan utama dari penerapan standar pengendalian mutu dalam KAP?

a)

Meningkatkan jumlah klien yang diterima oleh KAP.

b)

Mengurangi biaya operasional KAP.

c)

Menjamin kualitas audit yang dilakukan sesuai dengan standar profesi.

d)

Menghindari pengawasan dari regulator.

e)

Mengurangi waktu yang dihabiskan dalam proses audit.