WorksheetsASESMEN FORMATIF 3_cerita fantasi
Total questions: 15
Worksheet time: 23mins
Pada suatu hari, Alice duduk-duduk di kebun, sambil mendengarkan kakaknya membacakan buku. Saat itu waktu belajar, dan kakaknya terus membaca tentang bangsa Yunani Kuno sampai Alice bosan. Ia bertanya-tanya apakah sudah waktunya minum teh. Ia tadi mencium bau scone dipanggang, dan perutnya berbunyi penuh penantian. Ia terus memperhatikan ulat kecil yang memanjat sebilah rumput, tubuhnya yang kecil mungil menekuk dan melurus sementara ia menaiki daun.
Kutipan cerita tersebut menunjukkan tahapan alur….
Klimaks
Awal masalah
Orientasi
Resolusi
Betapa terkejutnya Raka melihat pantai seketika menjadi kering, ia bahkan bisa melihat ikan-ikan bergelimpangan di pinggir pantai. Tak lama kemudian, dari kejauhan Raka melihat ada sebuah gelombang ombak yang tinggi sekali menuju pantai kampung liliput.
“Tsunami!” teriak Raka sambil bergegas mencari teman-teman liliputnya. “Ayo, naik ke pundakku. Selamatkan dirimu!”
Para liliput memandang Raka dengan tidak percaya. “Ratusan tahun kami tinggal di sini, tidak ada hakikat yang mengatakan bahwa tsunami bisa terjadi di kampung kami,” kata ketua liliput.
Padahal saat itu Raka mendengar desir kuat yang makin terasa mendekat. Raka melihat ombak tinggi itu makin mendekat.
Penggalan cerita tersebut menunjukkan tahapan alur….
Orientasi
Resolusi
Puncak masalah
Awal masalah
Lihatlah Pinokio yang sedang tergesa-gesa berangkat ke sekolah dengan mengempit buku A-B-C barunya! Sepanjang perjalanan otaknya sibuk merencanakan ratusan hal hebat, membangun ratusan istana di awang-awang, dia berkata pada diri sendiri: “Di sekolah, hari ini aku akan belajar membaca, besok belajar menulis, dan lusa belajar menghitung. Lalu, dengan kepandaianku aku bisa dapat uang banyak. Dengan upah pertamaku aku akan membelikan ayah jas baru dari kain cita. Kain cita kataku? Tidak, mestinya jas itu terbuat dari emas atau perak dan kancingnya dari permata. Bagaimanapun juga, ayahku pantas mendapatkannya karena bukankah sekarang dia tidak memakai jas karena berbaik hati membelikan aku buku? Di cuaca yang dingin begini! Ayah memang baik pada anak-anaknya!”
Penggalan cerita tersebut merupakan tahap….
Penyelesaian masalah
Puncak masalah
Awal masalah
Pengenalan
Adel sangat gembira dan berlari ke ayahnya sambil berteriak, “Ayah, ayo kita liburan ke pantai sore ini!”
Ubahlah kalimat langsung di atas menjadi bentuk tidak langsung yang benar.
Adel sangat gembira dan mengajak ayahnya untuk liburan ke pantai sore ini.
Adel berkata pada ayahnya dengan gembira bahwa mereka akan liburan sore ini.
Adel berteriak kepada ayahnya dan mengajak untuk liburan ke pantai sore ini.
Adel berteriak dan berkata dengan gembira untuk berlibur ke pantai sore ini.
“Pak satpam, tolong bukakan gerbang untukku,” pintaku pada satpam yang telah menutup gerbang sejak lama. “Memangnya kau bangun jam berapa?Hah?” Tanya satpam tersebut padaku.
“Maafkan aku, aku selalu bangun terlambat karena alarm dirumahku tidak mempan terhadapku,” jelasku.
“Kenapa kau hanya duduk saja, bukakan untukku,” pintaku lagi.
Berdasarkan struktur teks fantasi, kutipan tersebut merupakan struktur teks bagian …
Antiklimaks
Perkenalan
Awal masalah
Klimaks
Baru beberapa langkah tidak jauh di depan, terdengar suara burung menangis. Joko dan Kusno berlari menghampiri. Ternyata, kaki seekor burung terjerat tali milik Joko. Joko dan Kusno mengagumi keindahan bulu burung berwarna biru bercampur warna emas itu. Mereka belum pernah melihat burung seindah ini.
Burung itu ketakutan melihat keduanya. Tangisnya semakin kencang.
“Tolong lepaskan aku, Tuan!”
“Mana mungkin kami melepaskanmu, burung cantik! Bulumu sangat indah. Hargamu pasti sangat mahal,” Kusno tertawa panjang.
Mendengar itu, burung semakin menangis. Air mata bercucuran dari kedua matanya. Joko tidak tega melihatnya.
Kutipan teks tersebut merupakan alur bagian….
Perkenalan
Awal masalah
Klimaks
Resolusi
Penulisan kalimat langsung (dalam teks cerita fantasi) yang tepat adalah….
Dengan gugup Cinderela berkata, “saya ingin pergi ke pesta, tapi mereka meninggalkan aku di sana”.
“Mengapa engkau menangis, Cinderela”, sebuah suara lembut berbisik.
Ibu Peri berkata, “Pergilah Cinderela, tapi kamu harus pulang sebelum tengah malam.”
“Sekarang saatnya kamu harus pergi Cinderela,“ Bisik ibu peri.
Pada suatu masa ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap. Tikus-tikus takut memperlihatkan dirinya karena takut dimangsa oleh sang kucing, sehingga sang kucing harus mencari akal untuk menangkap mereka.
Suatu hari sang kucing naik ke atas rak. Ia menggantungkan diri dengan satu kakinya pada tali, dengan kepala menghadap ke bawah, seolah-olah telah mati. Saat tikus-tikus melihat posisi kucing seperti itu, mereka menyangka bahwa sang kucing telah melakukan kesalahan. Dengan hati-hati para tikus mengeluarkan kepalanya dari sarang dan mengendus-endus ke sana ke mari. Karena tidak terjadi apa-apa, mereka melompat ke luar dari sarang seraya menari-nari untuk merayakan kebebasan mereka.
Saat itulah sang kucing tiba-tiba melepaskan tali pegangan pada tali, dan sebelum tikus-tikus itu tersadar sang kucing telah menangkap tiga ekor tikus.
Peristiwa yang mengawali fabel di atas adalah….
Kucing berpura-pura mati gantung diri
Ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap ketika menangkap tikus
Kucing berhasil mengecoh tikus dan akhirnya berhasil menangkap
Tikus keluar dari sarang dan menari-nari bahagia karena mengira kucing sudah mati
1) Aku menggigit bibir. Mau apa lagi? Aku melangkah ke depan.
“Ra?” Seli menatapku bingung.
Aku tidak menjawab, terus melangkah ke depan dengan tatapan teman-teman.
2) “Kamu tidak mengerjakan PR, Ra?” Miss Keriting menatapku tajam.
“Saya mengerjakan PR, Bu. Tapi lupa membawa bukunya.”
3) Teman-teman tertawa dan menepuk meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan.
Miss Keriting menatapku lamat-lamat. “Itu sama saja dengan tidak mengerjakan PR. Dengan amat menyesal, kamu terpaksa Ibu keluarkan dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajaran berlangsung. Paham?”
Suara Miss Keriting sebenarnya tidak menunjukkan intonasi “menyesal” karena sedetik kemudian, dia Kembali sibuk menatap teman-teman lain, membiarkanku beranjak gontai ke bingkai pintu kelas.
Kutipan cerita tersebut merupakan struktur teks cerita imajinasi bagian….
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
1) Aku menggigit bibir. Mau apa lagi? Aku melangkah ke depan.
“Ra?” Seli menatapku bingung.
Aku tidak menjawab, terus melangkah ke depan dengan tatapan teman-teman.
2) “Kamu tidak mengerjakan PR, Ra?” Miss Keriting menatapku tajam.
“Saya mengerjakan PR, Bu. Tapi lupa membawa bukunya.”
3) Teman-teman tertawa dan menepuk meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan.
Miss Keriting menatapku lamat-lamat. “Itu sama saja dengan tidak mengerjakan PR. Dengan amat menyesal, kamu terpaksa Ibu keluarkan dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajaran berlangsung. Paham?”
4) Suara Miss Keriting sebenarnya tidak menunjukkan intonasi “menyesal” karena sedetik kemudian, dia Kembali sibuk menatap teman-teman lain, membiarkanku beranjak gontai ke bingkai pintu kelas.
Penggunaan kata sambung untuk menandai urutan waktu dalam teks cerita tersebut ditunjukkan oleh angka…
1) dan 2)
3) dan 4)
4) dan 1)
2) dan 3)
Penulisan kalimat langsung pada fabel berikut yang paling benar adalah…
Harimau yang lapar itu berkata, “dimanakah semua hewan yang akan menjadi mangsaku?”
Kucing yang cerdik itu berkata, “Berikan aku sepotong daging agar bisa membawamu ke hutan!”
Kelinci bernama Fang Fang itu melompat dan berteriak, “Tolong…..”
Sekarang kesempatan untuk mengambil pisang itu, “Bisik nyamuk pada monyet.
Nenek menanyakan Andi kapan ayahnya akan pulang dari Surabaya.
Bentuk kalimat langsung yang paling tepat dari contoh kalimat langsung di atas adalah…
Nenek menanyakan Andi, “Kapan ayah akan pulang dari Surabaya?”
Nenek bertanya, “Kapan ayahnya akan pulang dari Surabaya?”
Nenek bertanya, “Kapan ayahnya Andi akan pulang dari Surabaya?”
Nenek bertanya pada Andi, “Kapan ayahmu akan pulang dari Surabaya?”
Ayah dan ibunya sudah banting tulang demi menghidupi keempat anak yang sangat disayangi.
Kata manakah yang termasuk makna kias dalam kalimat di atas….
Sangat disayangi
Demi menghidupi keempat anak
Banting tulang
Ayah dan ibu
Kamarnya sangat berantakan. Banyak sekali barang yang tidak ditaruh pada tempatnya. Aku jadi enggan memasuki kamarnya ketika terlihat seperti kapal pecah.
Paragraf di atas menggunakan kalimat deskripsi dengan latar….
Tempat
Waktu
Suasana
Orang
Dua tahun kemudian, Farta telah sampai di Planet Mars dan bertemu dengan Tatao.
Kalimat di atas termasuk jenis kalimat yang memakai konjungsi….
Koordinatif
Pertentangan
Subordinatif
Temporal
