wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pretest Farmakokinetik

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang menghitung waktu paruh degradasi tablet asetosal 80 mg. Kinetika degradasi asetosal berdasarkan reaksi hidrolisis mengikuti orde nol dengan kecepatan degradasi 1 mg/bulan. Berapakah waktu paruh tablet asetosal 80 mg tersebut?

a)

40 bulan

b)

80 bulan

c)

4 bulan

d)

0,4 bulan

e)

0,8 bulan

2.

Seorang laki-laki berusia 19 tahun menjalani perawatan di RS karena menderita infeksi saluran kemih dengan komplikasi. Dokter meresepkan levofloksasin infus i.v 250 mg/hari. Sediaan yang ada adalah levofloksasin vial 500 mg/100 ml. sediaan levofloksasin vial 500 mg/100ml diencerkan dengan dekstrosa 5 % b/v sebanyak 500 ml dan diberikan melalui infus set mikrodrip (60 tetes/ml). Berapakah kecepatan infus yang tepat disampaikan kepada perawat yang menangani pasien?

a)

20 tetes/menit

b)

23 tetes/menit

c)

26 tetes/menit

d)

30 tetes/menit

e)

33 tetes/menit

3.

Seorang apoteker dibagian R&D suatu industry farmasi sedang melakukan uji klinik fase 1, suatu kandidat antibiotic yang dikembangkan dengan tujuan menetapkan parameter farmakokinetik. Hasil pengujian mendapatkan data bahwa eliminasi antibiotic tersebut mengikuti model satu kompartemen terbuka dengan orde eliminasi pertama. Volume distribusi antibiotic adalah 500 L dengan klirens 115,5 L/jam. Berapakah waktu paruh eliminasi (t½ e) antibiotic tersebut?

a)

4, 33

b)

0,231

c)

3,0

d)

4,0

e)

1,71

4.

Seorang pasien dengan berat badan 70 kg diberi antibiotic dosis intravena dan konsentrasinya dalam serum ditentukan pada 2 jam dan 5 jam setelah pemberian. Konsentrasinya berturut-turut 1,8 dan 0,3 mikrogram/ml. Berapa t1/2 obat?

a)

1,16 jam

b)

2 jam

c)

1 jam

d)

0,5 jam

e)

1,6 jam

5.

Seorang apoteker akan melakukan POD terhadap pasien infeksi yang sedang menggunakan gentamisin injeksi yang diberikan secara intravena. Dosis yang diberikan 100 mg setiap 8 jam dengan volume distribusi 42 L dan kecepatan eliminasi 0,2/jam. Berapa kadar obat dalam darah (mg/L)?

a)

1,30

b)

1,51

c)

0,48

d)

3,10

e)

4,08

6.

Pasien laki-laki 45 tahun didiagnosis mengalami infeksi pneumonia. Pasien menjalani rawat inap. Dokter memberikan antibiotic tobramisin IV. Nilai klirens pasien 75 ml/menit dan nilai Vd 35 L. Kadar steady-state yang ingin dicapai 4 mg/L dengan interval pemberian 6 jam. Berapa dosis pemeliharaan yang harus diberikan pada pasien tersebut?

a)

100 mg

b)

1 mg

c)

8 mg

d)

18 mg

e)

108 mg

7.

Seorang wanita usia 40 tahun dengan berat badan 45 kg dan tinggi 160 cm, mendapatkan obat gentamisin dari dokter. Pasien melakukan pemantauan kadar obat dalam darah. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi awal obat mencapai 1,5 mg/ml. Kecepatan eliminasi yaitu 0,1102/jam dengan volume distribusi 16,70. Berapa nilai AUC obat tersebut?

a)

11,31

b)

12,63

c)

13,61

d)

1,366

e)

136,6

8.

Pasien asma mendapatkan terapi teofilin 2 x 200 mg, setelah 4 hari asma tidak membaik. Dokter memutuskan melakukan TDM dan didapat kadar teofilin 8 mg/ml. Berdasarkan referensi, Css teofilin adalah 17 mg/ml. Berapa dosis teofilin (mg) agar mencapai Css?

a)

850 mg

b)

85 mg

c)

185 mg

d)

0,85 mg

e)

580 mg

9.

Salep Betametason disimpan pada suhu 10°C dengan waktu simpan 1 tahun, lalu dipindahkan pada suhu penyimpanan 25°C. Berapa perkiraan umur waktu simpan?

a)

0,2 bulan

b)

1 bulan

c)

2,3 bulan

d)

2,5 bulan

e)

5 bulan

10.

Seorang perempuan usia 32 tahun dengan berat badan 65 kg menderita asma dan diberikan injeksi aminofilin. Aminofilin merupakan obat yang mempunyai indeks terapi sempit, dengan waktu paruh 8 jam dan volume distribusi 35 L. Berapakah nilai clearance dari obat ini?

a)

0,09

b)

3,03

c)

24,25

d)

48

e)

4,8

11.

Seorang apoteker dibagian RnD suatu industry farmasi sedang mengembangkan tablet parasetamol 500 mg merk dagang. Apoteker merancang formula tablet yang diklaim lebih baik daripada tablet parasetamol 500 mg generic yang ada dipasaran. Untuk membuktikan hal tersebut apoteker melakukan uji bioekivalen dan diperoleh data sebagai berikut :

Berapa nilai ratio rata-rata geometric AUC (0-inf) parasetamol merk dagang tersebut?

a)

1,607

b)

1,006

c)

2,706

d)

2,600

e)

3,607

12.

Suatu produk allopurinol 100 mg/5 ml mengikuti orde 0 dan memiliki laju reaksi penguraian sebesar 0,1%/bulan. Syarat kadar allopurinol pada sediaan adalah tidak kurang dari 93% dan tidak lebih dari 100%. Diketahui : Ko : 0,1% A : 93% Ao : 100% Berapakah waktu kadaluarsa produk?

a)

60

b)

70

c)

80

d)

90

e)

100

13.

Jika suatu obat diberikan intravena bolus. Segera setelah penyuntikkan kadar obat CO = 40 mg/L dan waktu paruh obat adalah 6 jam. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk obat mencapai kadar 5 mg/L?

a)

13 jam

b)

18 jam

c)

25 jam

d)

23 jam

e)

19 jam

14.

Seorang wanita 64 tahun dirawat di rumah sakit diberikan digoksin 0,14 mg secara intravena sekali sehari dan kondisinya stabil. Ketika pulang pemberian diganti sediaan oral. Diketahui bioavailabilitas tablet digoksi oral 0,7. Berapa mg dosis yang diberikan pada pasien?

a)

0,1 mg

b)

0,2 mg

c)

0,3 mg

d)

0,4 mg

e)

0,5 mg

15.

Seorang pasien pasca operasi usus besar akan diberikan infuse metronidazole 500 mg. Sediaan yang ada adalah 500 mg/100 ml. Dokter meminta apoteker untuk melakukan penyesuaian laju infuse agar obat tersebut habis dalam 1 jam. Laju infuse yang digunakan adalah (1ml = 20 tetes)

a)

20 tetes/menit

b)

23 tetes/menit

c)

30 tetes/menit

d)

33 tetes/menit

e)

66 tetes/menit

16.

Apoteker bagian riset dan pengembangan di industri Farmasi melaksanakan uji bioequivalency orally disintegrating terhadap tablet atenolol. Berdasarkan data diketahui AUC tablet uji 195 µg/mL, AUC tablet pembanding 201 µg/mL. Berapakah bioavailabilitas relatif obat tersebut?

a)

0,97

b)

1,03

c)

1,97

d)

2,03

e)

2,97

17.

Dokter di ICU rumah sakit hendak memberikan dobutamin 20 mcg/kg/min selama 1 jam kepada pasien laki-laki usia 45 tahun, berat badan 60 kg, yang mengalami hipoperfusi akibat sepsis. Sediaan yang tersedia di IFRS 25mg/5ml vial. Apoteker mempersiapkan injeksi dengan mencampurkan ke dalam 50 ml NaCl 0,9%. Berapakah kecepatan infus yang tepat untuk disampaikan kepada perawat yang menangani pasien?

a)

10 cc/jam

b)

15 cc/jam

c)

20 cc/jam

d)

25 cc/jam

e)

50 cc/jam

18.

Apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi melakukan uji stabilitas terhadap produk sediaan tetes mata Tropicamid 0.5%. hasil uji menunjukkan obat terurai dengan kinetika orde kesatu dengan laju 0.05% g/ml/jam. Berapakah waktu (jam) yang dibutuhkan obat tersebut terurai sebesar 50%?

a)

1,39

b)

2,77

c)

7,20

d)

10,00

e)

13,86

19.

Apoteker bagian R&D sedang menguji stabilitas sediaan injeksi turunan benzodiazepin. Hasil pengujian didapatkan bahwa kecepatan degradasinya mengikuti orde 1. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan konstanta laju degradasinya yaitu 0,00035/hari. Berdasarkan data tsb ditentukan waktu kadaluwarsa (t90). (asumsi 1 bulan = 30 hari). Berapa bulan masa kadaluwarsa obat tersebut?

a)

11,6

b)

17,5

c)

38,4

d)

10

e)

58,5

20.

Asam Salisilat 80 mg. Dari studi praformulasi diketahui bahwa bahan aktif yang digunakan mudah terhidrolisis dengan mengikuti kinetika degradasi orde nol dengan kecepatan degradasi sebesar 4 x 10-4 mg/jam. Apabila kemasan yang dirancang tidak bisa melindungi sediaan dari uap air secara absolut, maka dapat diperkirakan masa simpan (shelf life) dari sediaan tablet tersebut selama?

a)

3,3 tahun

b)

2,0 tahun

c)

2,3 tahun

d)

1,5 tahun

e)

2,5 tahun