NEW
Font size
Worksheetspola keruangn desa dan kota rita
Total questions: 20
Worksheet time: 19mins
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum dengan penyelenggaraan rumah tangga berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat yang diakui oleh pemerintah pusat dan berkedudukan di dalam wilayah kabupaten daerah.
Secara etimologis kata desa berasal dari bahasa sansekerta, yaitu deca yang diartikan sebagai tanah air, kampung halaman, atau tanah kelahiran. Secara geografis, desa atau village yang diartikan sebagai “a groups of houses or shops in a country area, smaller than and town“.
Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di bawah kabupaten kecil dalam pemerintahan provinsi atau kota, yang dikepalai oleh kepala desa atau Peratin.
ada beberapa pengertian desa menurut beberapa ahli yaitu :
1. Prof Drs. Widjaja,
2. R. Bintarto
3. Rifhi Siddiq
4. Sutardjo Kartohadikusumo
5. Paul H. Landis
dari para ahli diatas maka jelaskan pengertian desa menurut R. Bintarto
Desa adalah suatu wilayah yang luasnya sekitar 50 - 1.000 hektar dan daerahnya masih agraris
Desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis , sosial, ekonomi, politik dan budaya serta memiliki timbal balik dengan daerah lain
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki keweangan untuk mengatur masyarakatnya sendiri
Desa adalah suatu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yan
Desa adalh wilayah dengan jumlah penduduk kurang dari 2.500 jiwa dengan mata pencaharian penduduk kebanyakan tergantung dengan keadaan alam sekitarnya
Potensi desa adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa, yang dapat dikelola dan dikembangkan untuk kemajuan desa. Potensi desa dapat dibedakan menjadi potensi fisik dan potensi non fisik:
Potensi fisik
Sumber daya alam yang dimiliki desa, seperti tanah, air, iklim, dan ternak.
Potensi non fisik
Sumber daya manusia dan lembaga-lembaga yang ada di desa, seperti masyarakat desa, lembaga sosial, pendidikan, dan organisasi sosial.
Pengembangan potensi desa dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untuk mengetahui potensi desa yang dapat dikembangkan, Anda dapat melihat langsung sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di desa.
Podes (Pendataan Potensi Desa) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait potensi desa, seperti ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi, dan keamanan
berdasarkan wacana diatas maka perhatikan pernyatan berikut ini:
(1) tanaman
(2) lembaga sosial
(3) sumber air
(4) adat istiadat
(5) ternak
Yang merupakan potensi fisik desa adalah ...
1, 2, 5
1, 3, 4
2, 3, 5
1, 3 , 5
2, 3 , 4
Potensi sosial desa adalah sumber daya non-fisik yang dimiliki desa yang dapat dikelola dan dikembangkan untuk kepentingan desa. Potensi sosial desa meliputi:
Masyarakat desa yang hidup dengan gotong royong
Lembaga-lembaga sosial, seperti LKMD, LPMD, PKK, dan Karang Taruna
Aparatur desa yang mampu mengelola administrasi dan pemerintahan desa
Potensi desa secara keseluruhan terdiri dari potensi fisik dan potensi non-fisik. Potensi fisik desa meliputi:
Tanah, termasuk bahan tambang dan mineral, serta hasil pertanian
Air, termasuk sumber air, tata air, dan keadaan air untuk berbagai kebutuhan
Iklim, termasuk suhu udara dan curah hujan
Peternakan dan perikanan
Letak geografis desa juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi potensi desa. Letak geografis menentukan akses terhadap sumber daya alam, transportasi, dan infrastruktur.
dari wacana diatas maka dapat di atrik kesimpulan bahwa yang merupakan potensi sosial desa adalah ...
tanaman dan hewan ternak
lembaga desa dan sumber air
lembaga desa dan masyarakat
iklim dan curah hujan
Desa memiliki berbagai fungsi, di antaranya:
Sumber daya pokok: Desa berfungsi sebagai pemasok sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti bahan makanan pokok, kacang, kedelai, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Pelestari kearifan lokal: Desa merupakan tempat yang menyimpan banyak budaya lokal yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Sumber tenaga kerja: Masyarakat desa merupakan sumber tenaga kerja bagi daerah perkotaan, terutama tenaga kerja kasar.
Mitra pembangunan kota: Desa berfungsi sebagai mitra pembangunan kota.
Lumbung bahan mentah: Desa berfungsi sebagai lumbung bahan mentah bagi industri di kota.
Desa juga dibedakan berdasarkan kegiatan kerjanya, seperti desa agraris, desa nelayan, desa industri, dan desa manufaktur.
dari wacana diatas maka dapat di tarik kesimpulan bahwa Desa memiliki fungsi bagi kota sebagai HINTERLAND, yaitu ...
penyuplai kebutuhan masyarakat kota
mitra pembangunan kot
daerah pemasaran produk kota
daerah tujuan wisata masyarakat kota
sumber tenaga kerja
Desa yang berpotensi tinggi untuk berkembang adalah desa yang memiliki faktor alam dan sosial yang dapat diolah lebih lanjut. Beberapa ciri-ciri desa yang berpotensi tinggi adalah:
Lahan yang subur
Topografi yang rata, landai, atau datar
Sumber air yang melimpah
Cocok untuk irigasi teknis
Beberapa contoh desa yang berpotensi tinggi untuk berkembang adalah:
Desa Dero
Desa Dero memiliki potensi pertanian yang besar karena lahannya yang subur dan kondisi airnya yang melimpah.
Desa Ponggok
Desa Ponggok memiliki potensi wisata alam yang menarik karena memiliki banyak sumber mata air, seperti Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Kapilaler, dan Umbul Cokro.
Desa Proto
Desa Proto memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan meskipun lahannya terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan budidaya melon dan penerapan teknik pertanian modern seperti hidroponik.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan desa adalah: Pemetaan potensi desa, Penyusunan rencana pembangunan desa, Peningkatan sumber daya manusia, Pembangunan infrastruktur, Pengembangan potensi ekonomi desa
dari analisa wacana diatas maka dapat disimpulkan Desa yang memiliki potensi tinggi untuk berkembang adalah ...
lahan pertaniannya subur, memiliki irigasi teknis dan di daerah perbukitan
lahan pertaniannya subur, mengandalkan curah hujan dan di daerah dataran rendah
lahan pertaniannya agak subur, mengandalkan curah hujan dan di dataran rendah
lahan pertaniannya subur, mengandalkan curah hujan dan di daerah perbukitan
lahan pertaniannya subur, memiliki irigasi teknis dan di daerah dataran rendah
Desa yang berkembang adalah desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi, tetapi belum dikelola secara optimal. Desa yang berkembang dapat menjadi desa maju yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mengembangkan desa, Anda dapat melakukan beberapa hal, seperti: Meningkatkan sarana dan prasarana umum, Mendorong pengembangan usaha masyarakat, Menjaga kelestarian lingkungan, Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, Meningkatkan pelayanan pemerintah desa.
dari artikel diatas maka bisa di simpulkan bahwa Desa yang cepat berkembang adalah ..
mudah berhubungan dengan kota dan tergantung pada sektor pertanian
memililiki keterbatasan dengan keberadaan sumber daya alam dan manusia
mudah berhubungan dengan kota dan tidak bergantung pada sektor pertanian saja
cukup mudah berhubungan dengan kota dan tergantung dari kegiatan pertambangan
sumber daya alam tinggi sedangkan sumber daya manusia rendah
Luas desa berkisar antara 50–1.000 are.
Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial dalam daerah terbatas yang terdiri dari kumpulan tempat tinggal dan daerah pertanian. Desa memiliki ciri-ciri, seperti:
Jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa
Pergaulan hidup yang saling mengenal antara ribuan jiwa
Perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan
Mata pencaharian bersifat agraris dan dipengaruhi oleh faktor-faktor alam sekitar
berdasarkan narasi diatas maka bisa di tarik kesimpulan luasnya desa yang memiliki luas antara 6 - 8 km2 termasuk desa ...
Desa terkecil
desa sedang
desa terbesar
desa kecil
desa besar
Pada saat kamu pergi ke beberapa desa kamu mungkin akan mendapati ada desa yang hanya memiliki penduduk sedikit, ada desa yang penduduknya cukup banyak sehingga sekilas kamu akan berpikir malah seperti perkotaan. Desa merupakan wilayah kecil yang memiliki ciri khas yang membedakan dengan wilayah lainnya. Salah satu hal yang membedakan desa dengan kota adalah jumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. Jumlah penduduk desa jelas lebih sedikit daripada kota. Namun seperti halnya kota, banyak sedikitnya jumlah penduduk di suatu desa merupakan potensi sumber daya manusia yang dapat memperlancar pembangunan dan perkembangan desa.
Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlah penduduknya menjadi beberapa kategori, yaitu:
Desa terkecil: Jumlah penduduknya kurang dari 800 jiwa. Hal ini biasanya terjadi karena banyak penduduk yang pindah ke lokasi lain.
Desa kecil: Jumlah penduduknya antara 800 hingga 1.600 jiwa.
Desa sedang: Jumlah penduduknya antara 1.600 hingga 2.400 jiwa.
Desa besar: Jumlah penduduknya antara 2.400 hingga 3.200 jiwa.
Desa terbesar: Jumlah penduduknya lebih dari 3.200 jiwa. Desa terbesar biasanya berlokasi dekat dengan kota dan memiliki perkembangan ekonomi dan ketersediaan lahan yang mirip dengan wilayah kota
dari keterangan diatas maka dapat diambil kesimpulan Berdasarkan jumlah penduduknya, desa dengan penduduk berjumlah antara 1.600 - 2.400 termasuk ....
desa terkecil
desa sedang
desa terbesar
desa kecil
desa besar
Pengertian desa dalam studi geografi ada banyak ragamnya. Perbedaan jenis-jenis desa menurut para ahli muncul karena tingginya variasi kondisi wilayah perdesaan di berbagai negara.Perkembangan wilayah desa dan interaksinya dengan daerah lain merupakan satu di antara banyak fokus kajian di studi geografi. Dalam perekambangan suatu wilayah desa maka dapat diklasifikasikan desa menjadi desa tradisional. swadaya, desa swakarya dan desa swasembada.
Desa swadaya merupakan desa terbelakang yang kekurangan sumber daya manusia maupun dana sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada. Desa swadaya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Penduduk: Penduduknya jarang dan masih tergolong sedikit.
Mata pencaharian: Mata pencahariannya masih homogen dan bersifat agraris.
Lokasi: Desa swadaya biasanya terletak di perbukitan kecil, gunung, atau daerah terpencil yang sulit diakses.
Sarana dan prasarana: Sarana dan prasarana desa masih sangat kurang.
Pendidikan: Tingkat pendidikan masyarakatnya masih tergolong rendah.
Adat istiadat: Masyarakatnya masih terikat dengan adat istiadat dan tradisi yang ada.
Teknologi: Teknologi yang digunakan masyarakat masih lemah, terutama teknologi pertanian atau industri.
Hubungan sosial: Hubungan antar kelompok atau interaksi sosial sangat erat.
Pengawasan sosial: Keluarga memiliki fungsi pengawasan sosial.
Administrasi: Administrasi desa belum berjalan dengan baik.
Komunikasi: Tingkat komunikasi atau pengaruh dari daerah lain masih rendah.
dari artikel di atas maka dapat di simpulkan bahwa ciri-ciri desa swakarya adalah ...
produktivitas mulai meningkat
kehidupan sangat bergantung pada alam
tidak mampu menyelanggarakan pemerintahannya sendiri
produktivitas dan pendapatan penduduk tinggi
adat istiadat sudah tidak dipegang teguh
Setelah kita mengenal apa itu desa dan ciri-cirinya, sekarang saatnya Sobat Pijar masuk ke pembahasan mengenai pola desa. Pola keruangan desa adalah pengaturan dan penggunaan lahan untuk keperluan tertentu sehingga tidak mengalami tumpang tindih berdasarkan pemanfaatannya.
Setiap desa memiliki pola keruangan yang berbeda-beda. Biasanya, pola keruangan desa ini terbentuk mengikuti bentang alam dan kebutuhan penduduknya. denga memperhatikan gambar di samping maka dapat dianalisis pola desa berdasarkan tata guna lahan berikut, nomor 3 merupakan ...
fasilitias yang telah ada
daerah permukiman penduduk
daerah lahan pertanian
daerah kawasan industri kecil
arah pengembangan permukiman penduduk
Pada gambar berikut yang merupakan desa dengan pola linear ditunjukkan oleh nomor ...
1 dan 2
3 dan 4
4 dan 5
2 dan 4
3 dan 5
Permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak sama. Ada beberapa tempat yang memiliki ketinggian rendah hampir sama dengan ketinggian muka air laut. Pada beberapa tempat yang lain ada yang sangat tinggi dan berada pada ketinggian tertentu. Relief permukaan bumi merupakan permukaan yang tidak rata. Jurang, gunung, bukit, lembah, dataran tinggi dan dataran rendah merupakan contoh-contoh bentuk permukaan bumi tersebut.
Bentuk permukaan bumi yang tidak rata tersebut berpengaruh pada pola permukiman penduduk. Pada permukaan bumi tertentu ada permukiman penduduk yang dibangun mengumpul, menyebar atau sejajar membentuk garis. Hal ini sangat dipengaruhi oleh bentang alam yang terdapat di sekitarnya.
Pola persebaran desa menurut Paul H. Landis mengelompokkan pola persebaran desa dalam 4 kelompok:
1. The Farm Village Type (Tipe desa yang penduduknya tinggal bersama di suatu tempat dengan lahan pertanian di sekitarnya)
2. The Nebulous Farm Type ( Tipe desa yang sebagian besar penduduknya tinggal bersama di suatu tempat dengan lahan pertanian di sekitarnya, tetapi karena permukiman padat akibat pertumbuhan penduduk maka sebagian penduduk mencari tempat di luar permukiman pokok.)
3. The Arranged Isolated Farm Type ( Tipe desa yang penduduknya bermukim di sepanjang jalan utama desa yang terpusat pada pusat perdagangan. Lahan pertanian berada di sekitar permukiman. Jarak satu rumah dengan rumah lain tidak terlalu jauh.)
4. The Pure Isolated Type ( Tipe desa yang penduduknya tinggal tersebar secara terpisah dengan lahan pertanian masing-masing dan berpusat pada suatu pusat perdagangan.)
berdasarkan artikel diatas maka dapat diambil kesimpulan The Farm Village Type menurut Paul H. Landis adalah ...
Desa yang sebagian besar penduduknya tinggal di lahan pertaniannya, tetapi ada juga yang tinggal di luar lahan pertaniannya
Desa yang pendudunya tinggal tersebar dan terpisah dengan lahan pertaniannya masing-masing
Desa yang penduduknya tinggal melingkari sumber mata air
Desa yang penduduknya bermukim di sepanjang jalan utama desa
Desa yang penduduknya tinggal di suatu temmpat dengan lahan pertanian di sekitarnya
Siapa yang tak mengenal kota atau sebuah wilayah yang di mana banyak orang yang mengidam-idamkan untuk di wilayah tersebut, mungkin kita salah satunya. Salah satu penyebab banyaknya orang yang ingin tinggal di wilayah perkotaan adalah peluang untuk melanjutkan karir lebih banyak bila dibandingkan di pedesaan, karena pembangunan di perkotaan lebih maju bila dibandingkan dengan pedesaan. dalam perkembangan maka pengertian kota bisa di lihat dari beberapa ahli yaitu
1. Max Weber ( sebuah wilayah atau daerah yang di mana penduduk dari wilayah tersebut mayoritas bisa memenuhi semua kebutuhan ekonomi pasar lokal yang ada di wilayah tersebut)
2. Burkhard Hofmeister ( sebuah pemusatan keruangan mulai dari tempat tinggal, tempat kerja bagi manusia itu sendiri, hingga kegiatan umum. Dalam hal ini, kegiatan umum dibagi menjadi dua sektor, yaitu sektor sekunder berupa industri dan perdagangan serta sektor tersier yang berupa jasa dan pelayanan masyarakat)
3. Bintarto ( sebuah kesatuan bagi kehidupan manusia yang diberi tanda dengan hadirnya kepadatan penduduk yang sangat tinggi serta ditandai dengan adanya strata ekonomi yang heterogen bercorak materialistis.)
4. Northam ( adalah sebuah wilayah atau daerah yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi daripada jumlah kepadatan populasi. Penduduk yang ada di wilayah tersebut memiliki kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian)
dari wacana diatas maka dapat dianalisis pengertian kota menurut Bintarto adalah ....
bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alamiah yang cukup besar yang memiliki kehidupan yang bersifat heterogen dan materialisitik
suatu wilayah yang banyak didapati gedung-gedung tinggi, lokasi yang berdekatan dan kepadatan penduduk lebih besar dari kepadatan nasional
suatu wilayah yang memiliki luas yang cukup besar dan padat serta dihuni oleh masyarakat yang heterogen
pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan administrasi yang diatur dalam perundang-undangan
suatu tempatyang berfungsi sebagai tempat pemenuhan kebutuhan dan memiliki norma atau hukum sendiri
Unsur-unsur yang membentuk kota menurut Doxiadis (1968) adalah: Alam, Manusia, Masyarakat, Ruang kehidupan, Jaringan.
Kota memiliki beberapa ciri utama, yaitu: Kepadatan penduduk tinggi, Pusat segala kegiatan, Kegiatan utama non pertanian.
Kota juga memiliki beberapa potensi fisik, seperti: Gedung pemerintahan, Gedung hiburan dan perkantoran, Lahan parkir yang cukup, Sarana olahraga untuk masyarakat, Daerah terbuka seperti taman.
Kota juga memiliki beberapa faktor pembentuk, yaitu:
Faktor fisik, seperti letak yang strategis, topografi halus, tanah subur, iklim mendukung, dan keindahan alam
Faktor nonfisik, seperti kondisi penduduk, fasilitas sosial, pusat pelayanan, pusat pemerintahan, pusat perdagangan, dan pusat industri
dari wacana diatas maka dapat diambil kesimpulan Unsur kota berikut ini yang berarti keanekaragaman adalah ...
anonimity
heterogenity
social intensity
legal convention
density
Ciri-ciri kita bisa merujuk pada ciri khas seseorang atau karakter, ciri-ciri manusia, atau ciri-ciri orang yang sudah mengenal dirinya sendiri dengan baik:
Ciri khas seseorang atau karakter
Setiap orang memiliki ciri khas karakter sendiri yang berupa sifat, kepribadian, watak, dan tingkah laku.
Ciri-ciri manusia
Ciri-ciri manusia sebagai makhluk hidup, di antaranya:
Bernapas
Bertumbuh dan berkembang
Peka terhadap rangsangan
Bereproduksi
Mengeluarkan zat sisa
Beradaptasi dengan lingkungan
Ciri-ciri orang yang sudah mengenal dirinya sendiri dengan baik
Ciri-ciri orang yang sudah mengenal dirinya sendiri dengan baik, di antaranya:
Tidak mudah terpengaruh
Mampu mengatasi masalah dengan tenang
Menghargai perbedaan
Tidak ragu ketika berpendapat
Bersyukur
dari wacana diatas maka perhatikan penyataan - pernyataan di bawah ini!
(1) latar belakang penduduk bersifat homogen
(2) latar belakang penduduk bersifat heterogen
(3) Hubungan sosial antarwarga bersifat gemeinschaft
(4) Hubungan sosial antarwarga bersifat gesselschaft
Yang merupakan ciri-ciri kota adalah ...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(1) dan (3)
(2) dan (4)
Tahapan perkembangan kota menurut Griffith Taylor adalah sebagai berikut:
Tahap infantil
Belum ada pembagian yang jelas antara daerah pemukiman dan perdagangan, serta belum terlihat pembagian kampung kaya dan miskin.
Tahap juvenil
Mulai terlihat pengelompokan toko, rumah-rumah besar, dan kompleks pabrik.
Tahap dewasa
Mulai terjadi pemisahan fungsi, seperti pemisahan pertokoan dari perumahan. Kawasan industri mulai muncul di dekat jalur perhubungan dan pengangkutan.
Tahap menua
Pertumbuhan terhenti, perekonomian menurun, kualitas lingkungan menurun, dan populasi penduduk menurun.
Lewis Mumford dalam The Culture Of Cities (1938) mengemukakan 6 tahap perkembangan kota, meliputi:
Eopolis stage (Tahap eopolis) ...
Polis stage (Tahap polis) ...
Metropolis stage (Tahap metropolis) ...
Megapolis stage (Tahap megapolis) ...
Tryanopolis stage (Tahap tryanopolis) ...
6. Nekropolis stage (Tahap nekropolis)
dari informasi diatas maka tahap perkembangannya, kota tyranopolis adalah ....
kota dengan kegiatan agrarisnya masih dominan
kota yang terdiri dari gabungan beberapa kota metropolis
kota yang menuju taraf kehancuran/mati dan mulai ditinggalkan oleh penduduknya
kota dengan sebagian besar mata pencaharian penduduk bergantung di sektor industri
kota yang kehidupan penduduknya sudah dikuasai oleh sifat hedonisme dan banyak berkembang kriminalitas dan kejahatan
Tata ruang kota adalah sebuah pola yang digunakan oleh pemerintah untuk melakukan penataan pembangunan pada sebuah kota supaya terorganisasi dengan baik. Adanya penataan ruang kota ini supaya dapat mewujudkan wilayah perkotaan yang strategis, nyaman dan indah.
Dengan memperhatikan gambar disamping maka dapat dianalisis daerah nomor 5 pada keruangan kota menurut teori sektoral berikut ini adalah daerah .....
Pusat daerah kegiatan
Daerah permukiman kelas rendah
Daerah permukiman kelas atas
Daerah grosir dan manufaktur
Daerah permukiman kelas menengah
Teori konsentris dikemukakan oleh Ernest Burgess yang merupakan sosiolog dari Kanada. Menurutnya, teori tersebut menjelaskan struktur kota yang memiliki perkembangan secara teratur.
Dalam teori konsentris, inti kota merupakan zona 1 yang merupakan kegiatan dari bisnis dan pemerintahan.
Selanjutnya, ada zona 2 yang berguna untuk pusat kota atau peralihan. Biasanya, ada banyak aktivitas perdagangan dan industri di zona tersebut.
Di pembagian zona 3 difungsikan untuk wilayah pemukiman bagi pekerja atau buruh. Zona 3 dipilih untuk pemukiman disebabkan agar biaya transportasi dari lokasi tempat tinggal ke tempat kerja tidak terlalu mahal dan jauh.
Di zona 4, Sobat Pijar akan menemukan tempat tinggal pekerja mirip seperti pekerja 1. Namun, bedanya zona ini digunakan untuk kelas menengah atau yang memiliki pendapatan tinggi dan jabatan yang baik. Mereka lebih memilih tinggal di daerah yang jauh untuk menghindari kepadatan penduduk.
Terakhir, ada zona 5 yang berisi warga yang ingin tempat tinggal tenang dan jauh dari keramaian. Umumnya di zona ini ditempati oleh orang dengan jabatan yang tinggi.
Dengan memperhatikan gambar diatas maka dapat dianalisis Daerah bernomor 3 pada keruangan kota menurut teori Konsentris berikut ini adalah daerah ....
Pusat daerah kegiatan
zona permukiman kelas pekerja/buruh
zona penglaju
zona peralihan
zona permukiman kelas menengah
township adalah istilah untuk kota baru yang dibangun secara terencana. Istilah ini juga dikenal dengan nama kota praja.
Township memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
Terdiri dari kawasan permukiman, pusat bisnis, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas hiburan, dan akses transportasi memadai
Proses terbentuknya disusun sedetail mungkin dengan baik
Terkadang terpisah dengan daerah yang sudah matang
Menyediakan berbagai bentuk aktivitas bagi para penghuninya
Di Australia, Kanada, Skotlandia, dan Amerika Serikat, kotapraja mengacu pada permukiman-permukiman yang terlalu kecil atau tersebar untuk dianggap sebagai kota atau daerah perkotaan.
Di Indonesia, kota praja merupakan pusat pemerintahan wilayah kabupaten, setingkat kecamatan atau Dati III
dari informasi diatas maka dapat disimpulkan tentang Township adalah istilah wilayah kota ....
kota dengan kehidupan maju dan modern
ibukota negara
kota kecamatan
pusat suatu kota
kota kabupaten
kota satelit adalah kotamadya atau permukiman yang lebih kecil yang merupakan bagian dari (atau di tepi) wilayah metropolitan yang lebih besar dan berfungsi sebagai pusat populasi dan lapangan kerja regional . Ciri-ciri kota satelit adalah diperkirakan terbentuk lebih dahulu dari sub-urban, memiliki jumlah penduduk yang lebih besar daipada sub-urban, terletak di luar batas-batas pusat daerah urban yang berpenduduk padat, dan berfungsi sebagai kota produksi
dari wacana diatas maka dapat di simpulkan bahwa Yang dimaksud dengan kota satelit adalah ....
Pusat kegiatan ekonomi, politik dan kebudayaan
Daerah pemekaran kota yang berfungsi sebagai pusat-pusat kegiatan industri
Daerah di sekitar kota yang masih memiliki ciri agraris
Wilayah di luar pusat daerah kegiatan kota.
Daerah di sekitar pusat kota yang berfungsi sebagai pusat permukiman dan manufaktur
