WorksheetsTeks Anekdot
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
PUNTUNG ROKOK
Singapura termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, meskipun hanya membuang puntung rokok. Suatu ketika Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kirinya.
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas, "Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?"
"Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?" jawab Azam.
"Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok," tegas petugas itu.
Dengan sigap Azam menjawab, "Oh... Maaf terjatuh."
Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Isi dari teks anekdot tersebut ...
Perlunya aturan membuang sampah.
Singapura adalah salah satu negara yang bersih.
Menyindir orang yang tidak menaati aturan membuang sampah.
Denda terhadap kesalahan membuang sampah sembarangan.
Petugas yang heran dengan sikap Azam.
Bacalah kutipan teks berikut!
Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.
"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.
Adiknya hanya diam ketakutan.
"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.
"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.
Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...
banyaknya kasus pencurian sandal di masjid
anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal
kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri
kepala kampung yang mengayomi warganya
hukuman untuk pencuri sandal
Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.
Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.
Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)
Sopir : "Itu jelas salahmu!"
Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)
Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"
Tokoh utama pada kutipan anekdot tersebut adalah ...
Budi
Sopir
Seseorang
Mobil
Orang sial
Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.
"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"
tanya Andi kepada petugas.
"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.
"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.
Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...
Andi kehilangan sepeda motor
Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian
Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan
Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi
Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati
Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...
Sedangkan
Lalu
Tetapi
Dan
Kemudian
Alkisah, seseorang yang dianggap sudah mati diusung oleh teman-temannya ke kuburan. Ketika peti sudah hampir dimasukkan dalam liang lahat, orang itu tiba-tiba hidup kembali dan mulai memukul-mukul tutup peti.
Penggalan anekdot tersebut terdapat pada bagian ....
Koda
Reaksi
Krisis
Orientasi
Pendahuluan
Bacalah teks berikut ini!
“Nah, mengertikan?” tanya Dodi sambil menyimpan pensilnya. Sudah dua jam dia menerangkan logaritma pada Yusuf. “Entahlah, saya masih ragu” jawab Yusuf, “aku benar-benar tidak bisa konsentrasi, Dod”
“Kamu ini kepala angin atau memang tidak konsentrasi? Kamu ini rupanya harus minum ramuan jahe dulu supaya tidak kepala angin!”kata Dodi sambil siap-siap menerangkan kembali teorinya.
Kepala angin memiliki makna…
bodoh
sering lupa
masuk angin
tidak konsentrasi
pusing
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, reaksi yang menjadi koda adalah …
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Gambar tersebut merupakan....
Karikatur
Foto
Lukisan Abstrak
Gambar Alam
Komik
Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...
Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata
Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila
Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis
Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut
Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan
