WorksheetsQuiz Biaya Produksi
Total questions: 106
Worksheet time: 54mins
Dibawah ini yang tidak termasuk jenis biaya jika digolongkan berdasarkan Tendensi Perubahannya terhadap Kegiatan atau Volume adalah:
Biaya Variabel
Biaya Semi Variabel
Biaya Tetap
Biaya Tidak Langsung
Fixed Cost
Pada perusahaan manufaktur yang menggunakan metode Harga Pokok Pesanan, maka produk yang dihasilkan adalah :
Standar
Homogen
Homogen dan standar
Sesuai spesifikasi pemesan
Sama
Komponen dari biaya produksi utama adalah :
Biaya overhead pabrik, Biaya bahan baku
Biaya tenaga kerja dan Biaya overhead pabrik
Biaya tenaga kerja langsung dan Biaya bahan baku
Biaya produksi dan Biaya pemasaran
Biaya umum
Jika perusahaan menggolongkan biaya berdasarkan fungsi pokok perusahaan maka beban gaji yang dikeluarkan untuk bagian penjualan termasuk dalam:
Biaya Produksi
Biaya Administrasi & Umum
Biaya Pemasaran
Biaya Variabel
Biaya Tetap
Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:
Penentuan harga pokok, tujuan biaya dan harga pokok produksi
Pengendalian biaya, perencanaan biaya dan pembagian biaya
Penentuan harga pokok, pengendalian biaya dan pengambilan keputusan khusus
Penentuan tujuan biaya
Pembagian biaya
Pada metode harga pokok pesanan biaya bahan baku ditentukan berdasarkan:
Biaya bahan baku sesungguhnya
Tarif ditentukan dimuka
Biaya standar
Biaya bahan baku + biaya bahan penolong
Biaya umum
Rekening pembantu atau media yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi perpesanan adalah:
Lap. Biaya Produksi
Kartu Harga Pokok Pesanan
Kartu Biaya Produksi
Laporan Harga Pokok Produksi
Lap. L/R
Siklus Akuntansi Biaya mengikuti siklus pembuatan produk, jika siklus pembuatan produk memasuki penyimpanan produk jadi ke gudang maka siklus akuntansi biayanya adalah:
Mengumpulkan biaya produksi
Menentukan harga pokok produk jadi
Menentukan harga pokok bahan baku dipakai
Menentukan harga pokok bahan baku dibeli
Mengumpulkan biaya umum
Diketahui data-data pesanan 03 adalah: biaya bahan baku yang dipakai Rp 3.000, biaya tenaga kerja langsung Rp 2.000, Tarif BOP yang ditetapkan sebesar 120% dari BTKL, sedangkan BOP sesungguhnya adalah sebesar Rp 2.000. Berapakah Harga pokok pesanan 03 :
Rp. 5.000
Rp. 7.000
Rp. 7.400
Rp. 4.000
Rp. 8.000
Diketahui data-data pesanan 03 adalah: biaya bahan baku yang dipakai Rp 3.000, biaya tenaga kerja langsung Rp 2.000, Tarif BOP yang ditetapkan sebesar 120% dari BTKL, sedangkan BOP sesungguhnya adalah sebesar Rp 2.000. Berapakah Harga pokok pesanan 03 :
Jurnal yang dibuat untuk mencatat Pembebanan BOP adlh :
BOP sesungguhnya 2.000(D), BOP dibebankan 2.000(K)
BDP-BOP 2.000 (D), BOP dibebankan 2.000 (K)
BOP dibebankan 2.000 (D), BDP-BOP 2.000 (K)
BDP-BOP 2.400 (D), BOP dibebankan 2.400 (K)
BOP dibebankan 2.000 (D), BOP sesungguhnya 2.000 (K)
Manakah yang merupakan karakteristik proses produksi perusahaan yang berproduksi secara massa (proses )
Produk yang dihasilkan sesuai spesifikasi pembeli
Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan tidak sama
Kegiatan produksi dimulai dengan adanya perintah produksi yang berisi rencana produksi untuk jangka waktu tertentu.
Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus
Proses pengolahan produk terjadi secara bersambung
Rumus untuk menghitung unit ekuivalen dari perusahaan yang mengolah produknya melalui satu departemen produksi jika tidak ada persediaan awal adalah:
Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Unit BDP + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Unit BB + (unit barang jadi x % penyelesaian)
PT. Jaya mengolah produknya melalui satu departemen produksi, bulan Januari 2013 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 90 kg dan produk dalam proses akhir 20 kg dengan tingkat penyelesaian 100%BB, 50% BK, Berapakah unit ekuivalen Biaya Bahan Baku:
100 kg
110 kg
90 kg
65 kg
10 kg
PT. Jaya mengolah produknya melalui satu departemen produksi, bulan Agustus 2007 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 90 kg dan produk dalam proses akhir 20 kg dengan tingkat penyelesaian 100%BB, 50% BK, Berapakah Harga Pokok perunit Biaya Bahan Baku :
Rp 10
Rp 11
Rp 12
Rp 17
Rp 15
PT. Jaya mengolah produknya melalui satu departemen produksi, bulan Agustus 2007 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 90 kg dan produk dalam proses akhir 20kg dengan tingkat penyelesaian 100%BB, 50% BK, Berapakah total harga pokok per unit :
Rp 45
Rp 39
Rp 40
Rp 35
Rp 30
Suatu produk yang hilang setelah proses produksi berjalan sehingga telah menyerap biaya produksi disebut:
Produk hilang awal proses
Produk hilang akhir proses
Produk rusak
Produk cacat
Produk jadi
Diketahui produk selesai di departemen pertama sebanyak 400 unit, produk dalam proses akhir 100 unit (100% BB, 70% BK) dan produk hilang awal proses sebesar 30 unit, berapa unitkah produk yang dimasukkan kedalam proses:
470
530
500
600
700
Rumus untuk menghitung unit ekuivalen dari perusahaan yang mengolah produknya melalui satu departemen produksi jika tidak ada persediaan awal barang dalam proses tetapi terdapat produk hilang awal adalah:
Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Unit BDP + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Unit BB + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Diket: Produk masuk proses 3.000 kg, produk selesai ditransfer ke dept 2 sebesar 2.600, Produk dalam proses akhir 300 kg (100%BB, 50% BK), Produk hilang akhir proses sebanyak 100 kg. Berapakah unit ekuivalen Biaya Overhead pabrik:
3.000 kg
2.850 kg
2.750 kg
2.600 kg
2.900 kg
Diket: Produk masuk proses 2.000 kg, produk selesai ditransfer ke dept 2 sebesar 1.500, Produk dalam proses akhir 300 kg (100%BB, 50% BK), Produk hilang awal proses sebanyak 200 kg, BBB Rp 36.000 Berapakah Harga Pokok perunit Biaya Bahan Baku:
Rp 18
Rp 24
Rp 21,18
Rp 20
Rp 25
Biaya produksi periode sekarang pertama kali digunakan untuk menyelesaikan produk dalam proses awal kemudian baru mengolah produk yg dimasukkan pada periode sekarang adalah ciri dari metode :
LIFO
Identifikasi Khusus
Rata-Rata Tertimbang
FIFO
Average
Rumus untuk menghitung unit ekuivalen jika perusahaan menggunakan metode FIFO adalah:
Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)
((100% - % BDP awal) x Unit BDP awal + (unit selesai – unit BDP awal
Rumus untuk menghitung unit ekuivalen jika perusahaan menggunakan metode FIFO adalah:
Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)
((100% - % BDP awal) x Unit BDP awal + (unit selesai – unit BDP awal ) + (unit BDP akhir x % penyelesaian)
Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)
Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 60% BK), produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 60 unit (100% BB, 50% BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000, BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000.
Berapakah Unit Ekuivalen BOP jika perusahaan menggunakan metode Rata-Rata Tertimbang:
320 kg
300 kg
290 kg
284 kg
300 kg
Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 60% BK), produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 60 unit (100% BB, 50% BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000, BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000.
Berapakah Harga Pokok/unit, Biaya Bahan Baku jika perusahaan menggunakan metode rata-rata tertimbang:
Rp 6.250
Rp 6.896
Rp 6.900
Rp 7.614
Rp 5.500
Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 60% BK), produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 60 unit (100 BB, 50 %BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000, BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000.
Berapakah unit ekuivalen Biaya Tenaga Kerja jika menggunakan Metode FIFO:
290 kg
320 kg
266 kg
276 kg
300 kg
Yg tidak termasuk Biaya Bahan Baku secara teoritis adalah :
Harga faktur pembelian
Biaya angkut penjualan
Biaya penyimpanan
Biaya pembongkaran
Biaya pemakaian
Harga Pokok Bahan baku yang terakhir masuk ke gudang dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang pertama kali dipakai adalah ciri dari metode :
FIFO
LIFO
Rata-rata bergerak
Biaya standar
Average
Jika perusahaan menggunakan metode FIFO Perpetual, berapakah harga pokok bahan baku yang dipakai tanggal 8/3 :
Rp. 7.500
Rp. 7.400
Rp. 7.900
Rp. 4.500
Rp. 7.641
Jika perusahaan menggunakan metode LIFO Perpetual, berapakah harga pokok bahan baku yg dipakai tanggal 8/3 :
Rp. 7.500
Rp. 7.400
Rp. 7.900
Rp. 4.500
Rp. 7.641
Elemen utama biaya produksi adalah...
Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan BOP
Biaya bahan baku dan biaya overhead
Biaya tenaga kerja langsung dan overhead
Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung
Biaya overhead pabrik saja
Biaya prima terdiri dari...
Biaya bahan baku dan BOP
Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
BOP dan biaya tenaga kerja langsung
Semua biaya produksi
Biaya bahan baku dan biaya tidak langsung
Metode penentuan harga pokok bahan baku yang menggunakan asumsi bahwa bahan pertama masuk adalah yang pertama kali keluar dikenal sebagai...
Metode rata-rata bergerak
Metode identifikasi khusus
Metode MTKP
Metode MPKP
Metode standar
i keluar dikenal sebagai...
Metode rata-rata bergerak
Metode identifikasi khusus
Metode MTKP
Metode MPKP
Metode standar
Dalam metode rata-rata bergerak, harga pokok persediaan bahan baku dihitung berdasarkan...
Harga pokok tertinggi
Harga rata-rata dari persediaan yang ada
Harga pokok terendah
Harga pokok bahan baku pertama
Harga pokok bahan baku terakhir
Beban biaya konversi terdiri dari...
Bahan baku dan BOP
Bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung dan BOP
Semua biaya produksi
BOP dan biaya tenaga kerja tidak langsung
Jurnal yang digunakan untuk mencatat pemakaian bahan baku dalam produksi adalah...
Jurnal pembelian
Jurnal memorial
Jurnal pengeluaran kas
Jurnal penyesuaian
Jurnal penerimaan barang
Dalam metode MTKP, bahan baku yang digunakan adalah yang memiliki harga pokok...
Pertama kali masuk
Terakhir kali masuk
Rata-rata
Harga tertinggi
Harga terendah
Persediaan awal bahan baku perusahaan adalah 500 kg dengan harga per kg Rp2.000. Pada bulan berikutnya, dibeli lagi 300 kg dengan harga Rp2.200 per kg. Jika digunakan metode MPKP, hitunglah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 400 kg pertama.
Rp800.000
Rp820.000
Rp840.000
Rp880.000
Rp900.000
Pada tanggal 1 Januari, persediaan awal bahan baku adalah 1.000 kg @ Rp2.000. Pada tanggal 5 Januari, dibeli lagi 500 kg @ Rp2.200, dan pada tanggal 10 Januari digunakan 1.200 kg. Dengan metode FIFO, berapa biaya bahan baku yang digunakan?
Rp2.000.000
Rp2.200.000
Rp2.300.000
Rp2.400.000
Rp2.600.000
Persediaan bahan baku awal pada bulan Maret adalah 400 kg dengan harga per kg Rp2.400. Pada bulan tersebut dibeli lagi 600 kg dengan harga per kg Rp2.600. Jika metode rata-rata bergerak digunakan, hitung harga pokok rata-rata per kg.
Rp2.480
Rp2.500
Rp2.520
Rp2.540
Rp2.560
Jika sebuah perusahaan menggunakan metode MTKP dan memiliki persediaan bahan baku awal sebanyak 300 kg dengan harga per kg Rp2.500, kemudian membeli 200 kg lagi dengan harga Rp2.700, berapa harga pokok pemakaian jika dipakai 400 kg?
Rp1.000.000
Rp1.050.000
Rp1.070.000
Rp1.080.000
Rp1.100.000
Persediaan awal bahan baku 1.000 kg seharga Rp3.000 per kg, pembelian tambahan sebanyak 500 kg dengan harga Rp3.500 per kg. Jika metode rata-rata tertimbang digunakan, berapakah harga pokok per kg bahan baku setelah pembelian?
Rp3.200
Rp3.250
Rp3.300
Rp3.350
Rp3.400
Metode identifikasi khusus biasanya digunakan untuk bahan baku yang...
Tersedia dalam jumlah banyak
Biasa dipakai dalam produksi rutin
Disediakan secara khusus untuk memenuhi pesanan tertentu
Dipakai setiap hari
Diperlukan dalam jumlah besar
Metode FIFO akan cocok diterapkan dalam industri yang...
Bahan bakunya memiliki harga fluktuatif
Produk yang diproduksi mudah rusak
Menghasilkan produk massal
Harga bahan baku cenderung stabil
Memiliki persediaan dengan banyak variasi
Salah satu kelemahan metode LIFO adalah...
Tidak mencerminkan harga pasar terkini
Menimbulkan kerumitan administrasi
Sulit diterapkan pada bahan baku yang mahal
Menghasilkan harga pokok yang tinggi
Tidak mengurangi laba bersih
Bahan baku yang tersisa setelah proses produksi disebut...
Produk cacat
Produk rusak
Sisa bahan (scrap)
Produk setengah jadi
Produk jadi
han baku yang tersisa setelah proses produksi disebut...
Produk cacat
Produk rusak
Sisa bahan (scrap)
Produk setengah jadi
Produk jadi
Metode standar dalam penentuan harga pokok bahan baku menggunakan harga yang...
Aktual dari pembelian terakhir
Taksiran yang diperkirakan berlaku untuk masa depan
Harga pokok tertinggi
Harga pokok rata-rata
Sesuai dengan aliran fisik
Beban yang dikenakan pada harga pokok bahan baku mencakup biaya berikut, kecuali...
Biaya angkutan
Biaya pembelian
Biaya persediaan
Diskon pembelian
Biaya pemrosesan bahan baku
Untuk mencatat pembelian bahan baku pada metode mutasi persediaan, jurnal yang digunakan adalah...
Hutang dagang
Kas
Pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku
Jurnal memorial
Dalam metode pencatatan fisik, persediaan bahan baku dicatat...
Setiap kali terjadi pembelian dan pemakaian
Hanya pada akhir periode akuntansi
Setiap kali bahan baku dipakai
Setiap kali bahan baku dibeli
Setiap kali terjadi selisih persediaan
Persediaan bahan baku awal adalah 200 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Selama bulan berjalan, dibeli lagi 300 kg dengan harga Rp3.500 per kg. Jika metode FIFO digunakan, berapa harga pokok untuk pemakaian bahan baku sebanyak 400 kg?
Rp1.000.000
Rp1.200.000
Rp1.250.000
Rp1.300.000
Rp1.400.000
Persediaan awal adalah 500 kg dengan harga Rp2.000 per kg. Perusahaan membeli lagi 400 kg seharga Rp2.500 per kg. Jika digunakan metode MTKP, berapa harga pokok untuk pemakaian bahan baku sebanyak 600 kg?
Rp1.200.000
Rp1.300.000
Rp1.400.000
Rp1.500.000
Rp1.600.000
Persediaan awal bahan baku adalah 600 kg dengan harga Rp2.200 per kg. Pada bulan yang sama dibeli lagi 500 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Jika digunakan metode rata-rata bergerak, berapa harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?
Rp2.250
Rp2.300
Rp2.400
Rp2.350
Rp2.450
Persediaan bahan baku awal adalah 800 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Pembelian baru 600 kg seharga Rp3.200 per kg. Jika digunakan metode FIFO, berapa harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 900 kg?
Rp2.800.000
Rp2.900.000
Rp3.000.000
Rp3.100.000
Rp3.200.000
Persediaan awal 300 kg seharga Rp2.000 per kg. Dibeli 200 kg lagi seharga Rp2.200 per kg. Jika menggunakan metode MTKP, berapakah harga pokok untuk pemakaian bahan baku sebanyak 400 kg?
Rp800.000
Rp850.000
Rp880.000
Rp900.000
Rp920.000
Pada tanggal 1 Maret, persediaan bahan baku adalah 1.000 kg dengan harga Rp2.000 per kg. Pada tanggal 5 Maret dibeli 500 kg dengan harga Rp2.500 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode rata-rata bergerak, berapakah harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?
Rp2.200
Rp2.250
Rp2.300
Rp2.400
Rp2.500
Persediaan bahan baku awal 500 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Pembelian 300 kg dengan harga Rp2.600 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode FIFO dan menggunakan 600 kg bahan baku, berapa harga pokok yang dipakai?
Rp1.400.000
Rp1.420.000
Rp1.440.000
Rp1.460.000
Rp1.480.000
Persediaan awal adalah 300 kg dengan harga Rp2.300 per kg. Selama bulan tersebut, dibeli 400 kg seharga Rp2.500 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode MTKP dan memakai 500 kg bahan baku, berapa harga pokok yang dipakai?
Rp1.100.000
Rp1.150.000
Rp1.200.000
Rp1.250.000
Rp1.300.000
Persediaan bahan baku awal 500 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Pembelian 300 kg dengan harga Rp2.600 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode FIFO dan menggunakan 600 kg bahan baku
berapa harga pokok yang dipakai?
Rp1.100.000
Rp1.150.000
Rp1.200.000
Rp1.250.000
Rp1.300.000
Persediaan bahan baku awal 600 kg dengan harga Rp2.000 per kg. Pada tanggal 10 Januari, perusahaan membeli lagi 500 kg seharga Rp2.200 per kg. Jika menggunakan metode rata-rata bergerak, berapa harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?
Rp2.100
Rp2.150
Rp2.120
Rp2.180
Rp2.130
Persediaan awal adalah 700 kg dengan harga Rp2.100 per kg. Pembelian tambahan sebanyak 300 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Jika menggunakan metode MTKP, berapakah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 800 kg?
Rp1.760.000
Rp1.780.000
Rp1.800.000
Rp1.820.000
Rp1.840.000
Persediaan awal bahan baku adalah 400 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Pembelian tambahan sebanyak 600 kg dengan harga Rp3.500 per kg. Jika metode rata-rata bergerak digunakan, berapakah harga pokok rata-rata setelah pembelian?
Rp3.200
Rp3.250
Rp3.300
Rp3.350
Rp3.400
Pada awal bulan, persediaan bahan baku adalah 900 kg dengan harga Rp2.800 per kg. Pembelian tambahan 500 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Jika digunakan metode FIFO, berapakah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 1.200 kg?
Rp3.340.000
Rp3.350.000
Rp3.360.000
Rp3.370.000
Rp3.380.000
Persediaan awal bahan baku 700 kg dengan harga Rp2.500 per kg. Selama bulan berjalan, dibeli 400 kg dengan harga Rp2.700 per kg. Jika metode MTKP digunakan, berapakah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 800 kg?
Rp2.060.000
Rp2.070.000
Rp2.080.000
Rp2.090.000
Rp2.100.000
Persediaan awal adalah 500 kg dengan harga Rp2.200 per kg. Perusahaan membeli lagi 300 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Jika metode rata-rata bergerak digunakan, berapakah harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?
Rp2.280
Rp2.300
Rp2.320
Rp2.340
Rp2.360
Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan baku siap diolah, seperti biaya angkutan, adalah contoh...
Biaya bahan baku langsung
Biaya overhead pabrik
Biaya standar
Biaya konversi
Biaya tenaga kerja
Dalam sistem akuntansi biaya, produk cacat adalah...
Produk yang sengaja dibuat dalam jumlah lebih
Produk yang tidak memenuhi standar kualitas
Produk yang tidak diproses lebih lanjut
Produk yang mengalami penyusutan
Produk yang hanya bisa dijual dengan harga rendah
Jika harga standar bahan baku lebih rendah dari harga sebenarnya, maka selisih harga tersebut dicatat sebagai...
Selisih negatif dalam akun persediaan
Selisih positif dalam akun persediaan
Pengurangan pada harga pokok penjualan
Tambahan pada harga pokok produksi
Penurunan pada biaya bahan baku
Metode yang cocok untuk perusahaan dengan persediaan bahan baku yang terus berfluktuasi adalah...
MTKP
Identifikasi khusus
Rata-rata bergerak
Standar
FIFO
Bahan baku yang dibeli untuk memenuhi pesanan khusus umumnya dicatat dengan metode...
FIFO
LIFO
Rata-rata bergerak
Identifikasi khusus
Standar
Pada metode persediaan fisik, biaya bahan baku dihitung berdasarkan...
Sisa persediaan akhir periode
Total bahan baku yang dipakai selama periode
Pembelian bahan baku selama periode
Harga pokok rata-rata
Harga pokok standar
Ketika terjadi selisih antara harga standar dengan harga beli bahan baku, jurnal yang dicatat adalah...
Persediaan bahan baku
Hutang dagang
Kas
Selisih harga bahan baku
Biaya bahan baku
i selisih antara harga standar dengan harga beli bahan baku, jurnal yang dicatat adalah...
Persediaan bahan baku
Hutang dagang
Kas
Selisih harga bahan baku
Biaya bahan baku
Dalam metode FIFO, bahan baku yang pertama kali masuk akan digunakan...
Terakhir
Pertama
Rata-rata
Secara acak
Tergantung kebutuhan
Jika harga bahan baku mengalami kenaikan yang signifikan, maka penggunaan metode LIFO akan...
Menghasilkan harga pokok penjualan yang lebih tinggi
Menghasilkan harga pokok penjualan yang lebih rendah
Tidak mempengaruhi harga pokok penjualan
Menghasilkan laba yang lebih tinggi
Menghasilkan laba yang lebih rendah
Pencatatan sisa bahan yang nilainya tinggi dilakukan untuk...
Mencatat sisa bahan yang digunakan
Mengurangi biaya bahan baku
Mengontrol dan memantau persediaan
Mengurangi biaya overhead
Menambah biaya produksi
Biaya standar dalam pencatatan bahan baku ditetapkan berdasarkan...
Harga beli terakhir
Harga jual perkiraan
Taksiran harga masa depan
Harga pokok rata-rata
Harga faktur sebelumnya
Jika perusahaan menggunakan metode rata-rata bergerak, setiap kali terjadi pembelian bahan baku, maka...
Harga pokok rata-rata akan berubah
Harga pokok rata-rata tetap sama
Harga pokok tertinggi dicatat
Harga pokok terendah dicatat
Tidak terjadi perubahan harga pokok
Bahan baku yang tidak dapat lagi digunakan dalam produksi disebut sebagai...
Produk cacat
Produk rusak
Sisa bahan
Produk setengah jadi
Produk tidak layak
Metode MTKP lebih sesuai digunakan ketika...
Harga bahan baku stabil
Bahan baku mudah rusak
Harga bahan baku sering berubah
Bahan baku berjumlah besar
Harga bahan baku tetap
Dalam sistem harga pokok pesanan, pencatatan persediaan fisik biasanya digunakan untuk...
Produk massal
Pesanan khusus
Produk standar
Produk setengah jadi
Produk cacat
Produk rusak adalah produk yang...
Tidak dapat diproses lebih lanjut
Tidak memenuhi standar kualitas tertentu
Dijual dengan harga premium
Sudah mencapai tahap akhir produksi
Tidak mengandung bahan baku
Dalam metode MTKP, harga pokok bahan baku yang digunakan adalah harga dari...
Pembelian pertama
Pembelian terakhir
Harga rata-rata
Harga standar
Harga terendah
Jika metode standar diterapkan dan selisih antara harga standar dengan harga aktual signifikan, maka selisih tersebut akan...
Dimasukkan ke dalam biaya overhead
Dicatat sebagai penghasilan tambahan
Mengurangi persediaan bahan baku
Ditambahkan ke biaya bahan baku
Tidak dicatat sama sekali
Untuk bahan baku yang mudah mengalami fluktuasi harga, metode yang cocok digunakan adalah...
FIFO
Identifikasi khusus
Rata-rata bergerak
Standar
MPKP
Jurnal pemakaian bahan baku mencakup...
Biaya bahan baku dan kas
Persediaan bahan baku dan barang dalam proses
Kas dan piutang dagang
Persediaan bahan baku dan piutang
Hutang dagang dan barang dalam proses
Beban yang tidak langsung terkait dengan produksi suatu barang disebut...
Biaya bahan baku langsung
Biaya overhead
Biaya standar
Biaya variabel
Biaya konversi
Pada metode persediaan mutasi, selisih persediaan akhir periode dihitung dengan...
Mengurangi persediaan awal dengan pemakaian
Menambahkan pembelian dengan persediaan awal
Mengurangi persediaan awal dengan pembelian
Menambah pe
persediaan akhir periode dihitung dengan...
Mengurangi persediaan awal dengan pemakaian
Menambahkan pembelian dengan persediaan awal
Mengurangi persediaan awal dengan pembelian
Menambah pembelian dan pemakaian
Mengurangi pemakaian dengan pembelian
Sisa bahan yang nilainya rendah sering kali...
Dicatat dengan harga tinggi
Tidak dicatat sampai dijual
Dicatat dalam persediaan
Dimasukkan sebagai penghasilan utama
Dipertimbangkan dalam biaya overhead
Harga pokok bahan baku pada metode FIFO diambil dari...
Harga pokok bahan baku terakhir yang masuk
Harga pokok bahan baku pertama yang masuk
Harga rata-rata dari bahan baku yang ada
Harga pokok bahan baku tertinggi
Harga pokok bahan baku terendah
Sisa bahan yang diidentifikasi sebagai produk cacat dapat dicatat sebagai...
Pengurang biaya overhead pabrik
Pengurang biaya tenaga kerja langsung
Pendapatan operasional
Pengurang beban bahan baku
Pendapatan di luar usaha
Dalam metode rata-rata bergerak, harga pokok per unit baru dihitung setelah...
Terjadi pembelian baru
Terjadi pemakaian bahan baku
Terjadi produksi baru
Terjadi penjualan
Terjadi perubahan harga jual
Biaya yang dikeluarkan untuk pengangkutan bahan baku dari pemasok ke gudang dicatat sebagai...
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya overhead pabrik
Biaya bahan baku
Biaya administrasi
Beban bunga
Dalam metode rata-rata bergerak, harga pokok rata-rata dihitung ulang setiap kali...
Terjadi pembelian bahan baku
Terjadi penjualan produk
Terdapat persediaan yang berlebih
Terjadi pemakaian bahan baku
Terjadi produksi baru
Salah satu alasan menggunakan metode standar untuk penentuan harga bahan baku adalah...
Untuk mengikuti harga pasar
Agar lebih mudah mengidentifikasi harga per unit
Untuk memperhitungkan kenaikan harga bahan baku
Memprediksi biaya yang akan datang
Mengurangi biaya penyimpanan
Dalam metode mutasi persediaan, pemakaian bahan baku dicatat...
Setiap kali terjadi pemakaian
Hanya pada akhir periode
Setiap kali terjadi pembelian bahan baku
Secara langsung tanpa perlu jurnal
Sekali dalam sebulan
Metode LIFO menghasilkan harga pokok bahan baku yang lebih rendah ketika harga bahan baku...
Naik
Turun
Stabil
Berfluktuasi
Tidak berubah
Sisa bahan baku yang tidak digunakan dalam produksi disebut sebagai...
Produk cacat
Produk sisa
Produk rusak
Produk setengah jadi
Barang dalam proses
Metode rata-rata bergerak juga dikenal sebagai...
Metode standar
Metode identifikasi khusus
Metode rata-rata tertimbang
Metode FIFO
Metode LIFO
Biaya konversi terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan...
Biaya administrasi
Biaya bahan baku
Biaya overhead pabrik
Biaya pemasaran
Biaya pengiriman
Persediaan bahan baku pada metode persediaan fisik dihitung...
Setiap akhir periode akuntansi
Setiap kali ada pemakaian
Setiap kali ada pembelian
Setiap kali ada produksi
Setiap hari
Dalam sistem harga pokok pesanan, pencatatan persediaan fisik biasanya digunakan untuk...
Produk massal
Pesanan khusus
Produk standar
Produk setengah jadi
Produk cacat
Berapakah Alokasi Biaya Angkut untuk Bahan Baku H jika perusahaan menggunakan metode Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku
Rp 500.000
Rp 300.000
Rp 200.000
Rp 681.818
Rp. 1.000
