Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Biaya Produksi

Total questions: 106

Worksheet time: 54mins

Name
Class
Date
1.

Dibawah ini yang tidak termasuk jenis biaya jika digolongkan berdasarkan Tendensi Perubahannya terhadap Kegiatan atau Volume adalah:

a)

Biaya Variabel

b)

Biaya Semi Variabel

c)

Biaya Tetap

d)

Biaya Tidak Langsung

e)

Fixed Cost

2.

Pada perusahaan manufaktur yang menggunakan metode Harga Pokok Pesanan, maka produk yang dihasilkan adalah :

a)

Standar

b)

Homogen

c)

Homogen dan standar

d)

Sesuai spesifikasi pemesan

e)

Sama

3.

Komponen dari biaya produksi utama adalah :

a)

Biaya overhead pabrik, Biaya bahan baku

b)

Biaya tenaga kerja dan Biaya overhead pabrik

c)

Biaya tenaga kerja langsung dan Biaya bahan baku

d)

Biaya produksi dan Biaya pemasaran

e)

Biaya umum

4.

Jika perusahaan menggolongkan biaya berdasarkan fungsi pokok perusahaan maka beban gaji yang dikeluarkan untuk bagian penjualan termasuk dalam:

a)

Biaya Produksi

b)

Biaya Administrasi & Umum

c)

Biaya Pemasaran

d)

Biaya Variabel

e)

Biaya Tetap

5.

Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:

a)

Penentuan harga pokok, tujuan biaya dan harga pokok produksi

b)

Pengendalian biaya, perencanaan biaya dan pembagian biaya

c)

Penentuan harga pokok, pengendalian biaya dan pengambilan keputusan khusus

d)

Penentuan tujuan biaya

e)

Pembagian biaya

6.

Pada metode harga pokok pesanan biaya bahan baku ditentukan berdasarkan:

a)

Biaya bahan baku sesungguhnya

b)

Tarif ditentukan dimuka

c)

Biaya standar

d)

Biaya bahan baku + biaya bahan penolong

e)

Biaya umum

7.

Rekening pembantu atau media yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi perpesanan adalah:

a)

Lap. Biaya Produksi

b)

Kartu Harga Pokok Pesanan

c)

Kartu Biaya Produksi

d)

Laporan Harga Pokok Produksi

e)

Lap. L/R

8.

Siklus Akuntansi Biaya mengikuti siklus pembuatan produk, jika siklus pembuatan produk memasuki penyimpanan produk jadi ke gudang maka siklus akuntansi biayanya adalah:

a)

Mengumpulkan biaya produksi

b)

Menentukan harga pokok produk jadi

c)

Menentukan harga pokok bahan baku dipakai

d)

Menentukan harga pokok bahan baku dibeli

e)

Mengumpulkan biaya umum

9.

Diketahui data-data pesanan 03 adalah: biaya bahan baku yang dipakai Rp 3.000, biaya tenaga kerja langsung Rp 2.000, Tarif BOP yang ditetapkan sebesar 120% dari BTKL, sedangkan BOP sesungguhnya adalah sebesar Rp 2.000. Berapakah Harga pokok pesanan 03 :

a)

Rp. 5.000

b)

Rp. 7.000

c)

Rp. 7.400

d)

Rp. 4.000

e)

Rp. 8.000

10.

Diketahui data-data pesanan 03 adalah: biaya bahan baku yang dipakai Rp 3.000, biaya tenaga kerja langsung Rp 2.000, Tarif BOP yang ditetapkan sebesar 120% dari BTKL, sedangkan BOP sesungguhnya adalah sebesar Rp 2.000. Berapakah Harga pokok pesanan 03 :

Jurnal yang dibuat untuk mencatat Pembebanan BOP adlh :

a)

BOP sesungguhnya 2.000(D), BOP dibebankan 2.000(K)

b)

BDP-BOP 2.000 (D), BOP dibebankan 2.000 (K)

c)

BOP dibebankan 2.000 (D), BDP-BOP 2.000 (K)

d)

BDP-BOP 2.400 (D), BOP dibebankan 2.400 (K)

e)

BOP dibebankan 2.000 (D), BOP sesungguhnya 2.000 (K)

11.

Manakah yang merupakan karakteristik proses produksi perusahaan yang berproduksi secara massa (proses )

a)

Produk yang dihasilkan sesuai spesifikasi pembeli

b)

Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan tidak sama

c)

Kegiatan produksi dimulai dengan adanya perintah produksi yang berisi rencana produksi untuk jangka waktu tertentu.

d)

Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus

e)

Proses pengolahan produk terjadi secara bersambung

12.

Rumus untuk menghitung unit ekuivalen dari perusahaan yang mengolah produknya melalui satu departemen produksi jika tidak ada persediaan awal adalah:

a)

Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

b)

Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)

c)

Unit BDP + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

d)

Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)

e)

Unit BB + (unit barang jadi x % penyelesaian)

13.

PT. Jaya mengolah produknya melalui satu departemen produksi, bulan Januari 2013 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 90 kg dan produk dalam proses akhir 20 kg dengan tingkat penyelesaian 100%BB, 50% BK, Berapakah unit ekuivalen Biaya Bahan Baku:

a)

100 kg

b)

110 kg

c)

90 kg

d)

65 kg

e)

10 kg

14.

PT. Jaya mengolah produknya melalui satu departemen produksi, bulan Agustus 2007 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 90 kg dan produk dalam proses akhir 20 kg dengan tingkat penyelesaian 100%BB, 50% BK, Berapakah Harga Pokok perunit Biaya Bahan Baku :

a)

Rp 10

b)

Rp 11

c)

Rp 12

d)

Rp 17

e)

Rp 15

15.

PT. Jaya mengolah produknya melalui satu departemen produksi, bulan Agustus 2007 mempunyai data sebagai berikut : BBB 1.100, BTK 1.400 dan BOP 1.500, jumlah produk jadi 90 kg dan produk dalam proses akhir 20kg dengan tingkat penyelesaian 100%BB, 50% BK, Berapakah total harga pokok per unit :

a)

Rp 45

b)

Rp 39

c)

Rp 40

d)

Rp 35

e)

Rp 30

16.

Suatu produk yang hilang setelah proses produksi berjalan sehingga telah menyerap biaya produksi disebut:

a)

Produk hilang awal proses

b)

Produk hilang akhir proses

c)

Produk rusak

d)

Produk cacat

e)

Produk jadi

17.

Diketahui produk selesai di departemen pertama sebanyak 400 unit, produk dalam proses akhir 100 unit (100% BB, 70% BK) dan produk hilang awal proses sebesar 30 unit, berapa unitkah produk yang dimasukkan kedalam proses:

a)

470

b)

530

c)

500

d)

600

e)

700

18.

Rumus untuk menghitung unit ekuivalen dari perusahaan yang mengolah produknya melalui satu departemen produksi jika tidak ada persediaan awal barang dalam proses tetapi terdapat produk hilang awal adalah:

a)

Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

b)

Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)

c)

Unit BDP + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

d)

Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)

e)

Unit BB + (unit barang jadi x % penyelesaian)

19.

Diket: Produk masuk proses 3.000 kg, produk selesai ditransfer ke dept 2 sebesar 2.600, Produk dalam proses akhir 300 kg (100%BB, 50% BK), Produk hilang akhir proses sebanyak 100 kg. Berapakah unit ekuivalen Biaya Overhead pabrik:

a)

3.000 kg

b)

2.850 kg

c)

2.750 kg

d)

2.600 kg

e)

2.900 kg

20.

Diket: Produk masuk proses 2.000 kg, produk selesai ditransfer ke dept 2 sebesar 1.500, Produk dalam proses akhir 300 kg (100%BB, 50% BK), Produk hilang awal proses sebanyak 200 kg, BBB Rp 36.000 Berapakah Harga Pokok perunit Biaya Bahan Baku:

a)

Rp 18

b)

Rp 24

c)

Rp 21,18

d)

Rp 20

e)

Rp 25

21.

Biaya produksi periode sekarang pertama kali digunakan untuk menyelesaikan produk dalam proses awal kemudian baru mengolah produk yg dimasukkan pada periode sekarang adalah ciri dari metode :

a)

LIFO

b)

Identifikasi Khusus

c)

Rata-Rata Tertimbang

d)

FIFO

e)

Average

22.

Rumus untuk menghitung unit ekuivalen jika perusahaan menggunakan metode FIFO adalah:

a)

Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

b)

Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)

c)

((100% - % BDP awal) x Unit BDP awal + (unit selesai – unit BDP awal

23.

Rumus untuk menghitung unit ekuivalen jika perusahaan menggunakan metode FIFO adalah:

a)

Unit selesai + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

b)

Unit selesai + (unit barang jadi x % penyelesaian)

c)

((100% - % BDP awal) x Unit BDP awal + (unit selesai – unit BDP awal ) + (unit BDP akhir x % penyelesaian)

d)

Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)

e)

Unit BDP + (unit barang jadi x % penyelesaian)

24.

Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 60% BK), produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 60 unit (100% BB, 50% BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000, BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000.

Berapakah Unit Ekuivalen BOP jika perusahaan menggunakan metode Rata-Rata Tertimbang:

a)

320 kg

b)

300 kg

c)

290 kg

d)

284 kg

e)

300 kg

25.

Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 60% BK), produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 60 unit (100% BB, 50% BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000, BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000.

Berapakah Harga Pokok/unit, Biaya Bahan Baku jika perusahaan menggunakan metode rata-rata tertimbang:

a)

Rp 6.250

b)

Rp 6.896

c)

Rp 6.900

d)

Rp 7.614

e)

Rp 5.500

26.

Diketahui persediaan BDP awal 40 unit (100% BB, 60% BK), produk selesai 260 unit, produk dalam proses akhir 60 unit (100 BB, 50 %BK). HP BDP awal adalah : BBB 208.000, BTK 120.000 dan BOP 150.000, Biaya produksi yang terjadi periode ini: BBB 2.000.000, BTK 3.000.000, BOP 3.500.000.

Berapakah unit ekuivalen Biaya Tenaga Kerja jika menggunakan Metode FIFO:

a)

290 kg

b)

320 kg

c)

266 kg

d)

276 kg

e)

300 kg

27.

Yg tidak termasuk Biaya Bahan Baku secara teoritis adalah :

a)

Harga faktur pembelian

b)

Biaya angkut penjualan

c)

Biaya penyimpanan

d)

Biaya pembongkaran

e)

Biaya pemakaian

28.

Harga Pokok Bahan baku yang terakhir masuk ke gudang dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang pertama kali dipakai adalah ciri dari metode :

a)

FIFO

b)

LIFO

c)

Rata-rata bergerak

d)

Biaya standar

e)

Average

29.

Jika perusahaan menggunakan metode FIFO Perpetual, berapakah harga pokok bahan baku yang dipakai tanggal 8/3 :

a)

Rp. 7.500

b)

Rp. 7.400

c)

Rp. 7.900

d)

Rp. 4.500

e)

Rp. 7.641

30.

Jika perusahaan menggunakan metode LIFO Perpetual, berapakah harga pokok bahan baku yg dipakai tanggal 8/3 :

a)

Rp. 7.500

b)

Rp. 7.400

c)

Rp. 7.900

d)

Rp. 4.500

e)

Rp. 7.641

31.

Elemen utama biaya produksi adalah...

a)

Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan BOP

b)

Biaya bahan baku dan biaya overhead

c)

Biaya tenaga kerja langsung dan overhead

d)

Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung

e)

Biaya overhead pabrik saja

32.

Biaya prima terdiri dari...

a)

Biaya bahan baku dan BOP

b)

Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

c)

BOP dan biaya tenaga kerja langsung

d)

Semua biaya produksi

e)

Biaya bahan baku dan biaya tidak langsung

33.

Metode penentuan harga pokok bahan baku yang menggunakan asumsi bahwa bahan pertama masuk adalah yang pertama kali keluar dikenal sebagai...

a)

Metode rata-rata bergerak

b)

Metode identifikasi khusus

c)

Metode MTKP

d)

Metode MPKP

e)

Metode standar

34.

i keluar dikenal sebagai...

a)

Metode rata-rata bergerak

b)

Metode identifikasi khusus

c)

Metode MTKP

d)

Metode MPKP

e)

Metode standar

35.

Dalam metode rata-rata bergerak, harga pokok persediaan bahan baku dihitung berdasarkan...

a)

Harga pokok tertinggi

b)

Harga rata-rata dari persediaan yang ada

c)

Harga pokok terendah

d)

Harga pokok bahan baku pertama

e)

Harga pokok bahan baku terakhir

36.

Beban biaya konversi terdiri dari...

a)

Bahan baku dan BOP

b)

Bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

c)

Biaya tenaga kerja langsung dan BOP

d)

Semua biaya produksi

e)

BOP dan biaya tenaga kerja tidak langsung

37.

Jurnal yang digunakan untuk mencatat pemakaian bahan baku dalam produksi adalah...

a)

Jurnal pembelian

b)

Jurnal memorial

c)

Jurnal pengeluaran kas

d)

Jurnal penyesuaian

e)

Jurnal penerimaan barang

38.

Dalam metode MTKP, bahan baku yang digunakan adalah yang memiliki harga pokok...

a)

Pertama kali masuk

b)

Terakhir kali masuk

c)

Rata-rata

d)

Harga tertinggi

e)

Harga terendah

39.

Persediaan awal bahan baku perusahaan adalah 500 kg dengan harga per kg Rp2.000. Pada bulan berikutnya, dibeli lagi 300 kg dengan harga Rp2.200 per kg. Jika digunakan metode MPKP, hitunglah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 400 kg pertama.

a)

Rp800.000

b)

Rp820.000

c)

Rp840.000

d)

Rp880.000

e)

Rp900.000

40.

Pada tanggal 1 Januari, persediaan awal bahan baku adalah 1.000 kg @ Rp2.000. Pada tanggal 5 Januari, dibeli lagi 500 kg @ Rp2.200, dan pada tanggal 10 Januari digunakan 1.200 kg. Dengan metode FIFO, berapa biaya bahan baku yang digunakan?

a)

Rp2.000.000

b)

Rp2.200.000

c)

Rp2.300.000

d)

Rp2.400.000

e)

Rp2.600.000

41.

Persediaan bahan baku awal pada bulan Maret adalah 400 kg dengan harga per kg Rp2.400. Pada bulan tersebut dibeli lagi 600 kg dengan harga per kg Rp2.600. Jika metode rata-rata bergerak digunakan, hitung harga pokok rata-rata per kg.

a)

Rp2.480

b)

Rp2.500

c)

Rp2.520

d)

Rp2.540

e)

Rp2.560

42.

Jika sebuah perusahaan menggunakan metode MTKP dan memiliki persediaan bahan baku awal sebanyak 300 kg dengan harga per kg Rp2.500, kemudian membeli 200 kg lagi dengan harga Rp2.700, berapa harga pokok pemakaian jika dipakai 400 kg?

a)

Rp1.000.000

b)

Rp1.050.000

c)

Rp1.070.000

d)

Rp1.080.000

e)

Rp1.100.000

43.

Persediaan awal bahan baku 1.000 kg seharga Rp3.000 per kg, pembelian tambahan sebanyak 500 kg dengan harga Rp3.500 per kg. Jika metode rata-rata tertimbang digunakan, berapakah harga pokok per kg bahan baku setelah pembelian?

a)

Rp3.200

b)

Rp3.250

c)

Rp3.300

d)

Rp3.350

e)

Rp3.400

44.

Metode identifikasi khusus biasanya digunakan untuk bahan baku yang...

a)

Tersedia dalam jumlah banyak

b)

Biasa dipakai dalam produksi rutin

c)

Disediakan secara khusus untuk memenuhi pesanan tertentu

d)

Dipakai setiap hari

e)

Diperlukan dalam jumlah besar

45.

Metode FIFO akan cocok diterapkan dalam industri yang...

a)

Bahan bakunya memiliki harga fluktuatif

b)

Produk yang diproduksi mudah rusak

c)

Menghasilkan produk massal

d)

Harga bahan baku cenderung stabil

e)

Memiliki persediaan dengan banyak variasi

46.

Salah satu kelemahan metode LIFO adalah...

a)

Tidak mencerminkan harga pasar terkini

b)

Menimbulkan kerumitan administrasi

c)

Sulit diterapkan pada bahan baku yang mahal

d)

Menghasilkan harga pokok yang tinggi

e)

Tidak mengurangi laba bersih

47.

Bahan baku yang tersisa setelah proses produksi disebut...

a)

Produk cacat

b)

Produk rusak

c)

Sisa bahan (scrap)

d)

Produk setengah jadi

e)

Produk jadi

48.

han baku yang tersisa setelah proses produksi disebut...

a)

Produk cacat

b)

Produk rusak

c)

Sisa bahan (scrap)

d)

Produk setengah jadi

e)

Produk jadi

49.

Metode standar dalam penentuan harga pokok bahan baku menggunakan harga yang...

a)

Aktual dari pembelian terakhir

b)

Taksiran yang diperkirakan berlaku untuk masa depan

c)

Harga pokok tertinggi

d)

Harga pokok rata-rata

e)

Sesuai dengan aliran fisik

50.

Beban yang dikenakan pada harga pokok bahan baku mencakup biaya berikut, kecuali...

a)

Biaya angkutan

b)

Biaya pembelian

c)

Biaya persediaan

d)

Diskon pembelian

e)

Biaya pemrosesan bahan baku

51.

Untuk mencatat pembelian bahan baku pada metode mutasi persediaan, jurnal yang digunakan adalah...

a)

Hutang dagang

b)

Kas

c)

Pembelian bahan baku

d)

Persediaan bahan baku

e)

Jurnal memorial

52.

Dalam metode pencatatan fisik, persediaan bahan baku dicatat...

a)

Setiap kali terjadi pembelian dan pemakaian

b)

Hanya pada akhir periode akuntansi

c)

Setiap kali bahan baku dipakai

d)

Setiap kali bahan baku dibeli

e)

Setiap kali terjadi selisih persediaan

53.

Persediaan bahan baku awal adalah 200 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Selama bulan berjalan, dibeli lagi 300 kg dengan harga Rp3.500 per kg. Jika metode FIFO digunakan, berapa harga pokok untuk pemakaian bahan baku sebanyak 400 kg?

a)

Rp1.000.000

b)

Rp1.200.000

c)

Rp1.250.000

d)

Rp1.300.000

e)

Rp1.400.000

54.

Persediaan awal adalah 500 kg dengan harga Rp2.000 per kg. Perusahaan membeli lagi 400 kg seharga Rp2.500 per kg. Jika digunakan metode MTKP, berapa harga pokok untuk pemakaian bahan baku sebanyak 600 kg?

a)

Rp1.200.000

b)

Rp1.300.000

c)

Rp1.400.000

d)

Rp1.500.000

e)

Rp1.600.000

55.

Persediaan awal bahan baku adalah 600 kg dengan harga Rp2.200 per kg. Pada bulan yang sama dibeli lagi 500 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Jika digunakan metode rata-rata bergerak, berapa harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?

a)

Rp2.250

b)

Rp2.300

c)

Rp2.400

d)

Rp2.350

e)

Rp2.450

56.

Persediaan bahan baku awal adalah 800 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Pembelian baru 600 kg seharga Rp3.200 per kg. Jika digunakan metode FIFO, berapa harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 900 kg?

a)

Rp2.800.000

b)

Rp2.900.000

c)

Rp3.000.000

d)

Rp3.100.000

e)

Rp3.200.000

57.

Persediaan awal 300 kg seharga Rp2.000 per kg. Dibeli 200 kg lagi seharga Rp2.200 per kg. Jika menggunakan metode MTKP, berapakah harga pokok untuk pemakaian bahan baku sebanyak 400 kg?

a)

Rp800.000

b)

Rp850.000

c)

Rp880.000

d)

Rp900.000

e)

Rp920.000

58.

Pada tanggal 1 Maret, persediaan bahan baku adalah 1.000 kg dengan harga Rp2.000 per kg. Pada tanggal 5 Maret dibeli 500 kg dengan harga Rp2.500 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode rata-rata bergerak, berapakah harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?

a)

Rp2.200

b)

Rp2.250

c)

Rp2.300

d)

Rp2.400

e)

Rp2.500

59.

Persediaan bahan baku awal 500 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Pembelian 300 kg dengan harga Rp2.600 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode FIFO dan menggunakan 600 kg bahan baku, berapa harga pokok yang dipakai?

a)

Rp1.400.000

b)

Rp1.420.000

c)

Rp1.440.000

d)

Rp1.460.000

e)

Rp1.480.000

60.

Persediaan awal adalah 300 kg dengan harga Rp2.300 per kg. Selama bulan tersebut, dibeli 400 kg seharga Rp2.500 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode MTKP dan memakai 500 kg bahan baku, berapa harga pokok yang dipakai?

a)

Rp1.100.000

b)

Rp1.150.000

c)

Rp1.200.000

d)

Rp1.250.000

e)

Rp1.300.000

61.

Persediaan bahan baku awal 500 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Pembelian 300 kg dengan harga Rp2.600 per kg. Jika perusahaan menggunakan metode FIFO dan menggunakan 600 kg bahan baku

berapa harga pokok yang dipakai?

a)

Rp1.100.000

b)

Rp1.150.000

c)

Rp1.200.000

d)

Rp1.250.000

e)

Rp1.300.000

62.

Persediaan bahan baku awal 600 kg dengan harga Rp2.000 per kg. Pada tanggal 10 Januari, perusahaan membeli lagi 500 kg seharga Rp2.200 per kg. Jika menggunakan metode rata-rata bergerak, berapa harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?

a)

Rp2.100

b)

Rp2.150

c)

Rp2.120

d)

Rp2.180

e)

Rp2.130

63.

Persediaan awal adalah 700 kg dengan harga Rp2.100 per kg. Pembelian tambahan sebanyak 300 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Jika menggunakan metode MTKP, berapakah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 800 kg?

a)

Rp1.760.000

b)

Rp1.780.000

c)

Rp1.800.000

d)

Rp1.820.000

e)

Rp1.840.000

64.

Persediaan awal bahan baku adalah 400 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Pembelian tambahan sebanyak 600 kg dengan harga Rp3.500 per kg. Jika metode rata-rata bergerak digunakan, berapakah harga pokok rata-rata setelah pembelian?

a)

Rp3.200

b)

Rp3.250

c)

Rp3.300

d)

Rp3.350

e)

Rp3.400

65.

Pada awal bulan, persediaan bahan baku adalah 900 kg dengan harga Rp2.800 per kg. Pembelian tambahan 500 kg dengan harga Rp3.000 per kg. Jika digunakan metode FIFO, berapakah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 1.200 kg?

a)

Rp3.340.000

b)

Rp3.350.000

c)

Rp3.360.000

d)

Rp3.370.000

e)

Rp3.380.000

66.

Persediaan awal bahan baku 700 kg dengan harga Rp2.500 per kg. Selama bulan berjalan, dibeli 400 kg dengan harga Rp2.700 per kg. Jika metode MTKP digunakan, berapakah harga pokok pemakaian bahan baku sebanyak 800 kg?

a)

Rp2.060.000

b)

Rp2.070.000

c)

Rp2.080.000

d)

Rp2.090.000

e)

Rp2.100.000

67.

Persediaan awal adalah 500 kg dengan harga Rp2.200 per kg. Perusahaan membeli lagi 300 kg dengan harga Rp2.400 per kg. Jika metode rata-rata bergerak digunakan, berapakah harga pokok rata-rata per kg setelah pembelian?

a)

Rp2.280

b)

Rp2.300

c)

Rp2.320

d)

Rp2.340

e)

Rp2.360

68.

Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan baku siap diolah, seperti biaya angkutan, adalah contoh...

a)

Biaya bahan baku langsung

b)

Biaya overhead pabrik

c)

Biaya standar

d)

Biaya konversi

e)

Biaya tenaga kerja

69.

Dalam sistem akuntansi biaya, produk cacat adalah...

a)

Produk yang sengaja dibuat dalam jumlah lebih

b)

Produk yang tidak memenuhi standar kualitas

c)

Produk yang tidak diproses lebih lanjut

d)

Produk yang mengalami penyusutan

e)

Produk yang hanya bisa dijual dengan harga rendah

70.

Jika harga standar bahan baku lebih rendah dari harga sebenarnya, maka selisih harga tersebut dicatat sebagai...

a)

Selisih negatif dalam akun persediaan

b)

Selisih positif dalam akun persediaan

c)

Pengurangan pada harga pokok penjualan

d)

Tambahan pada harga pokok produksi

e)

Penurunan pada biaya bahan baku

71.

Metode yang cocok untuk perusahaan dengan persediaan bahan baku yang terus berfluktuasi adalah...

a)

MTKP

b)

Identifikasi khusus

c)

Rata-rata bergerak

d)

Standar

e)

FIFO

72.

Bahan baku yang dibeli untuk memenuhi pesanan khusus umumnya dicatat dengan metode...

a)

FIFO

b)

LIFO

c)

Rata-rata bergerak

d)

Identifikasi khusus

e)

Standar

73.

Pada metode persediaan fisik, biaya bahan baku dihitung berdasarkan...

a)

Sisa persediaan akhir periode

b)

Total bahan baku yang dipakai selama periode

c)

Pembelian bahan baku selama periode

d)

Harga pokok rata-rata

e)

Harga pokok standar

74.

Ketika terjadi selisih antara harga standar dengan harga beli bahan baku, jurnal yang dicatat adalah...

a)

Persediaan bahan baku

b)

Hutang dagang

c)

Kas

d)

Selisih harga bahan baku

e)

Biaya bahan baku

75.

i selisih antara harga standar dengan harga beli bahan baku, jurnal yang dicatat adalah...

a)

Persediaan bahan baku

b)

Hutang dagang

c)

Kas

d)

Selisih harga bahan baku

e)

Biaya bahan baku

76.

Dalam metode FIFO, bahan baku yang pertama kali masuk akan digunakan...

a)

Terakhir

b)

Pertama

c)

Rata-rata

d)

Secara acak

e)

Tergantung kebutuhan

77.

Jika harga bahan baku mengalami kenaikan yang signifikan, maka penggunaan metode LIFO akan...

a)

Menghasilkan harga pokok penjualan yang lebih tinggi

b)

Menghasilkan harga pokok penjualan yang lebih rendah

c)

Tidak mempengaruhi harga pokok penjualan

d)

Menghasilkan laba yang lebih tinggi

e)

Menghasilkan laba yang lebih rendah

78.

Pencatatan sisa bahan yang nilainya tinggi dilakukan untuk...

a)

Mencatat sisa bahan yang digunakan

b)

Mengurangi biaya bahan baku

c)

Mengontrol dan memantau persediaan

d)

Mengurangi biaya overhead

e)

Menambah biaya produksi

79.

Biaya standar dalam pencatatan bahan baku ditetapkan berdasarkan...

a)

Harga beli terakhir

b)

Harga jual perkiraan

c)

Taksiran harga masa depan

d)

Harga pokok rata-rata

e)

Harga faktur sebelumnya

80.

Jika perusahaan menggunakan metode rata-rata bergerak, setiap kali terjadi pembelian bahan baku, maka...

a)

Harga pokok rata-rata akan berubah

b)

Harga pokok rata-rata tetap sama

c)

Harga pokok tertinggi dicatat

d)

Harga pokok terendah dicatat

e)

Tidak terjadi perubahan harga pokok

81.

Bahan baku yang tidak dapat lagi digunakan dalam produksi disebut sebagai...

a)

Produk cacat

b)

Produk rusak

c)

Sisa bahan

d)

Produk setengah jadi

e)

Produk tidak layak

82.

Metode MTKP lebih sesuai digunakan ketika...

a)

Harga bahan baku stabil

b)

Bahan baku mudah rusak

c)

Harga bahan baku sering berubah

d)

Bahan baku berjumlah besar

e)

Harga bahan baku tetap

83.

Dalam sistem harga pokok pesanan, pencatatan persediaan fisik biasanya digunakan untuk...

a)

Produk massal

b)

Pesanan khusus

c)

Produk standar

d)

Produk setengah jadi

e)

Produk cacat

84.

Produk rusak adalah produk yang...

a)

Tidak dapat diproses lebih lanjut

b)

Tidak memenuhi standar kualitas tertentu

c)

Dijual dengan harga premium

d)

Sudah mencapai tahap akhir produksi

e)

Tidak mengandung bahan baku

85.

Dalam metode MTKP, harga pokok bahan baku yang digunakan adalah harga dari...

a)

Pembelian pertama

b)

Pembelian terakhir

c)

Harga rata-rata

d)

Harga standar

e)

Harga terendah

86.

Jika metode standar diterapkan dan selisih antara harga standar dengan harga aktual signifikan, maka selisih tersebut akan...

a)

Dimasukkan ke dalam biaya overhead

b)

Dicatat sebagai penghasilan tambahan

c)

Mengurangi persediaan bahan baku

d)

Ditambahkan ke biaya bahan baku

e)

Tidak dicatat sama sekali

87.

Untuk bahan baku yang mudah mengalami fluktuasi harga, metode yang cocok digunakan adalah...

a)

FIFO

b)

Identifikasi khusus

c)

Rata-rata bergerak

d)

Standar

e)

MPKP

88.

Jurnal pemakaian bahan baku mencakup...

a)

Biaya bahan baku dan kas

b)

Persediaan bahan baku dan barang dalam proses

c)

Kas dan piutang dagang

d)

Persediaan bahan baku dan piutang

e)

Hutang dagang dan barang dalam proses

89.

Beban yang tidak langsung terkait dengan produksi suatu barang disebut...

a)

Biaya bahan baku langsung

b)

Biaya overhead

c)

Biaya standar

d)

Biaya variabel

e)

Biaya konversi

90.

Pada metode persediaan mutasi, selisih persediaan akhir periode dihitung dengan...

a)

Mengurangi persediaan awal dengan pemakaian

b)

Menambahkan pembelian dengan persediaan awal

c)

Mengurangi persediaan awal dengan pembelian

d)

Menambah pe

91.

persediaan akhir periode dihitung dengan...

a)

Mengurangi persediaan awal dengan pemakaian

b)

Menambahkan pembelian dengan persediaan awal

c)

Mengurangi persediaan awal dengan pembelian

d)

Menambah pembelian dan pemakaian

e)

Mengurangi pemakaian dengan pembelian

92.

Sisa bahan yang nilainya rendah sering kali...

a)

Dicatat dengan harga tinggi

b)

Tidak dicatat sampai dijual

c)

Dicatat dalam persediaan

d)

Dimasukkan sebagai penghasilan utama

e)

Dipertimbangkan dalam biaya overhead

93.

Harga pokok bahan baku pada metode FIFO diambil dari...

a)

Harga pokok bahan baku terakhir yang masuk

b)

Harga pokok bahan baku pertama yang masuk

c)

Harga rata-rata dari bahan baku yang ada

d)

Harga pokok bahan baku tertinggi

e)

Harga pokok bahan baku terendah

94.

Sisa bahan yang diidentifikasi sebagai produk cacat dapat dicatat sebagai...

a)

Pengurang biaya overhead pabrik

b)

Pengurang biaya tenaga kerja langsung

c)

Pendapatan operasional

d)

Pengurang beban bahan baku

e)

Pendapatan di luar usaha

95.

Dalam metode rata-rata bergerak, harga pokok per unit baru dihitung setelah...

a)

Terjadi pembelian baru

b)

Terjadi pemakaian bahan baku

c)

Terjadi produksi baru

d)

Terjadi penjualan

e)

Terjadi perubahan harga jual

96.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengangkutan bahan baku dari pemasok ke gudang dicatat sebagai...

a)

Biaya tenaga kerja langsung

b)

Biaya overhead pabrik

c)

Biaya bahan baku

d)

Biaya administrasi

e)

Beban bunga

97.

Dalam metode rata-rata bergerak, harga pokok rata-rata dihitung ulang setiap kali...

a)

Terjadi pembelian bahan baku

b)

Terjadi penjualan produk

c)

Terdapat persediaan yang berlebih

d)

Terjadi pemakaian bahan baku

e)

Terjadi produksi baru

98.

Salah satu alasan menggunakan metode standar untuk penentuan harga bahan baku adalah...

a)

Untuk mengikuti harga pasar

b)

Agar lebih mudah mengidentifikasi harga per unit

c)

Untuk memperhitungkan kenaikan harga bahan baku

d)

Memprediksi biaya yang akan datang

e)

Mengurangi biaya penyimpanan

99.

Dalam metode mutasi persediaan, pemakaian bahan baku dicatat...

a)

Setiap kali terjadi pemakaian

b)

Hanya pada akhir periode

c)

Setiap kali terjadi pembelian bahan baku

d)

Secara langsung tanpa perlu jurnal

e)

Sekali dalam sebulan

100.

Metode LIFO menghasilkan harga pokok bahan baku yang lebih rendah ketika harga bahan baku...

a)

Naik

b)

Turun

c)

Stabil

d)

Berfluktuasi

e)

Tidak berubah

101.

Sisa bahan baku yang tidak digunakan dalam produksi disebut sebagai...

a)

Produk cacat

b)

Produk sisa

c)

Produk rusak

d)

Produk setengah jadi

e)

Barang dalam proses

102.

Metode rata-rata bergerak juga dikenal sebagai...

a)

Metode standar

b)

Metode identifikasi khusus

c)

Metode rata-rata tertimbang

d)

Metode FIFO

e)

Metode LIFO

103.

Biaya konversi terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan...

a)

Biaya administrasi

b)

Biaya bahan baku

c)

Biaya overhead pabrik

d)

Biaya pemasaran

e)

Biaya pengiriman

104.

Persediaan bahan baku pada metode persediaan fisik dihitung...

a)

Setiap akhir periode akuntansi

b)

Setiap kali ada pemakaian

c)

Setiap kali ada pembelian

d)

Setiap kali ada produksi

e)

Setiap hari

105.

Dalam sistem harga pokok pesanan, pencatatan persediaan fisik biasanya digunakan untuk...

a)

Produk massal

b)

Pesanan khusus

c)

Produk standar

d)

Produk setengah jadi

e)

Produk cacat

106.

Berapakah Alokasi Biaya Angkut untuk Bahan Baku H jika perusahaan menggunakan metode Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku

a)

Rp 500.000

b)

Rp 300.000

c)

Rp 200.000

d)

Rp 681.818

e)

Rp. 1.000