NEW
Font size
WorksheetsBAHASA INDONESIA
Total questions: 10
Worksheet time: 24mins
Pertanyaan
Ibu mondar-mandir di teras rumah. Senja sudah merangkak naik. “Duh,
Gusti, sebentar lagi gelap kenapa dia belum pulang juga.” Ibu duduk termenung di atas dipan bambu. Tangannya sibuk memencet tombol gawai. Sekali-sekali dia berdiri dan melihat ke jalan yang sudah mulai lengang. “Ke mana anak itu, ditelepon tidak diangkat, percuma punya gawai mahal,” gerutu ibu.
Latar suasana yang tepat pada penggalan cerpen tersebut adalah kesal.
Benar
Salah
“Jika kamu ditunjuk sebagai ketua kelompok kita, apa kamu akan mengikuti
kemauan kami?” Asep menunduk, ”Aku sungguh tidak mau jika harus menuruti kemauan yang tidak wajar.”
Karakter Budi yang sesuai dengan penggalan cerita di atas adalah tegas.
Benar
Salah
3
Kokok ayam jantan membangunkan Gopal dari tidur lelapnya. Mentari yang
gagah sudah siap bertengger dengan angkuhnya pasti akan memanaskan seantero dunia. Gopal menggeliat dan memicingkan mata karena cahaya yang masuk lewat celah-celah jendela.
Latar yang tampak dalam kutipan tersebut adalah latar suasana.
Benar
Salah
“Ayo, Oliv, ikut kami ke belakang taman!” kata Prita dengan ketusnya.
Jari-jari Olivia sudah kencang dan berkeringat. Ia mengingat-ingat kesalahan yang ia lakukan. Tubuhnya mematung dan kepalanya menunduk.
“Idih, disuruh jalan malah diam aja kayak patung. Cepat jalan.” Tangan
Selli mendorong bahu Olivia menyuruhnya jalan mengikuti Prita.
“Gawaiku gak ada dari kemarin!“ teriak Tasha. Suasana taman siang itu tidak banyak orang hanya ada dua anak-anak yang bermain ayunan. Pohon- pohon rindang di taman membuat anak-anak itu asyik bermain.
”Pasti kamu yang mengambilnya!” teriak Prita tangannya menunjuk ke arah Olivia.
Kutipan tersebut bagian dari orientasi.
Benar
Salah
“Aku tidak mengambilnya.” Pelan dan lirih suara Olivia. Tubuhnya yang kurus
dan kecil membuatnya seperti makhluk yang tak berdaya. Mata nanar Tasha memandangnya dengan ganas semakin membuat Olivia ketakutan. Dia tahu Tasha memang membencinya entah kenapa. Sejak Olivia menginjakkan kaki di sekolah barunya itu.
Konflik dalam kutipan tersebut adalah Tasha kesal pada Olivia karena masuk ke sekolahnya.
Benar
Salah
Suatu hari ketika pelajaran olahraga, Tasha tak tahan ingin ke belakang.
Wajahnya sudah meringis kesakitan. Pertahanan perutnya hampir jebol.
“Ini pasti gara-gara rendang jengkol Mba Dian, aduhhh sakit banget perutku.” Tasha berlari ke toilet dan tidak melihat ada kain pel basah di depan pintu toilet. Tasha terjatuh dan kepalanya membentur lantai yang basah. Untungnya, Olivia baru selesai berganti pakaian di toilet. Dilihatnya Tasha yang pingsan. Entah kekuatan dari mana Olivia menggotong Tasha ke UKS.
Watak Olivia dalam kutipan tersebut adalah ringan tangan.
Benar
Salah
Hari pertama menjadi murid baru setelah pindah sekolah begitu menegangkan. Olivia melangkahkan kakinya dengan berat hati. Kikuk dengan
segala hal baru membayangi pikiran. Olivia memang tak menginginkan pindah sekolah. Papa yang memintanya untuk pulang ke Indonesia. Olivia dari kecil memang tinggal dengan Nenek di Osaka. Dua bulan lalu Nenek yang dicintainya meninggalkan Olivia. Papa tak ingin Olivia sendirian di Osaka walau banyak kerabat Papa yang tinggal di sana. Olivia jadi ingat Nenek.
Kutipan cerpen di atas merupakan struktur bagian orientasi.
Benar
Salah
“Obaasan, Oliv bukan tidak mau tinggal di negara tempat Obaasan tidur
untuk selama-lamanya.” Mata Olivia memanas dan kristal bening satu satu mengaliri pipinya yang putih. Wajah ovalnya dan rambut hitam sebahu dengan poni di keningnya terlihat jelas dari tepi jalan.
“Oliv…,” suara dari tepi jalan memanggil namanya. Pelan-pelan disusutnya air mata dan tangannya melambai. Ditinggalkannya tanah tempat tinggal terakhir nenek yang paling dicintainya. Mawar pink yang disusun dengan tangannya di pot bunga terlihat manis menghiasi papan nama nenek Olivia. “Olivia akan ikut Papa ke Indonesia. Negara tempat cinta pertama Obaasan tumbuh. Oliv akan cari Kakek, Oliv janji seperti Obaasan yang menunaikan janji membesarkan Olivia.” Wajah putihnya sudah penuh dengan air mata.
Watak tokoh Olivia berdasarkan kutipan tersebut adalah pendendam.
Benar
Salah
9
“Obaasan, Oliv bukan tidak mau tinggal di negara tempat Obaasan tidur
untuk selama-lamanya.” Mata Olivia memanas dan kristal bening satu satu mengaliri pipinya yang putih. Wajah ovalnya dan rambut hitam sebahu dengan poni di keningnya terlihat jelas dari tepi jalan.
“Oliv…,” suara dari tepi jalan memanggil namanya. Pelan-pelan disusutnya
air mata dan tangannya melambai. Ditinggalkannya tanah tempat tinggal terakhir Nenek yang paling dicintainya. Mawar pink yang disusun dengan tangannya di pot bunga terlihat manis menghiasi papan nama Nenek Olivia. “Olivia akan ikut Papa ke Indonesia. Negara tempat cinta pertama Obaasan tumbuh. Oliv akan cari Kakek, Oliv janji seperti Obaasan yang menunaikan janji membesarkan Olivia.”
Wajah putihnya sudah penuh dengan air mata. Latar kutipan tersebut adalah di pekuburan.
Benar
Salah
“Kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih,
Pak. Bambang itu telah banyak menanggung beban hidup dari kelas 7 dia sekolah sambil bekerja, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah sebagai
manusia harus saling tolong-menolong.
Benar
Salah
