NEW
Font size
WorksheetsKUIS PANCASILA SEBAGAI DASAR IPTEK
Total questions: 10
Worksheet time: 2mins
Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan arah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila yang mendasari pengembangan IPTEK adalah:
Kebebasan individu dalam berinovasi tanpa batasan
Kepentingan kolektif yang mengutamakan kesejahteraan bersama
Pengutamaan teknologi canggih di atas segalanya
Pembatasan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan negara tertentu
Peran pemerintah dalam mengatur perkembangan teknologi hanya dalam bidang militer
Dalam Pancasila, sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) mengandung makna bahwa hasil-hasil pengembangan IPTEK harus diperuntukkan bagi:
Pengembangan pribadi ilmuwan semata
Kepentingan segelintir kelompok tertentu saja
Meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia
Kemajuan teknologi di negara-negara maju
Menjaga dominasi Indonesia dalam persaingan global
Sila ke-2 Pancasila, "Kemanusiaan yang adil dan beradab", mengharuskan pengembangan IPTEK dilakukan dengan memperhatikan:
Hanya kemajuan teknologi untuk industri besar
Keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan
Peningkatan kemampuan teknologi militer saja
Penggunaan teknologi untuk tujuan ekonomi yang semata-mata menguntungkan
Mengutamakan keuntungan material bagi negara
Menurut Pancasila, dalam mengembangkan IPTEK, Indonesia harus senantiasa memperhatikan keberagaman budaya dan karakter bangsa. Hal ini tercermin dalam sila:
Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa
Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ketiga, Persatuan Indonesia
Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK mengajarkan bahwa setiap hasil penelitian atau teknologi yang dikembangkan harus:
Meningkatkan daya saing negara di kancah internasional
Hanya digunakan untuk kepentingan ekonomi semata
Menjaga keharmonisan dan keberlanjutan kehidupan sosial serta lingkungan
Menghasilkan keuntungan maksimal bagi individu atau korporasi
Mengutamakan pembangunan infrastruktur semata
Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam menjaga agar ilmu pengetahuan dikembangkan untuk tujuan:
Keuntungan individu
Kepentingan golongan tertentu
Kemajuan peradaban umat manusia dan kesejahteraan bersama
Pencapaian ambisi negara-negara besar
Kemajuan teknologi militer semata
Sila pertama Pancasila, "Ketuhanan yang Maha Esa," mengandung makna bahwa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus selalu menjunjung tinggi:
Kebebasan tanpa batas
Kekuatan dan dominasi atas bangsa lain
Nilai-nilai moral dan etika yang berdasarkan pada ajaran agama
Teknologi untuk keuntungan pribadi
Prinsip materialisme dan individualisme
Sila kedua Pancasila, "Kemanusiaan yang adil dan beradab," mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan dengan mempertimbangkan:
Kepentingan politik negara tertentu
Kesejahteraan dan hak asasi setiap individu tanpa diskriminasi
Hanya untuk kemajuan industri besar
Pencapaian keuntungan materi sebanyak-banyaknya
Keunggulan teknologi untuk kepentingan militer
Sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia," mengandung nilai yang mengharuskan pengembangan ilmu pengetahuan untuk:
Membantu memperkuat hubungan antar negara-negara maju
Menyatukan perbedaan budaya dan keberagaman untuk tujuan pembangunan nasional
Mengembangkan ilmu pengetahuan secara terpisah antara satu kelompok dan kelompok lain
Menjalin kerjasama hanya dengan negara yang memiliki kemajuan ilmu pengetahuan
Membatasi pengaruh ilmu pengetahuan dari luar negeri
Sila keempat Pancasila, "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan," mengajarkan bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, masyarakat harus:
Mengembangkan ilmu pengetahuan hanya berdasarkan keputusan individu
Mengabaikan aspirasi masyarakat dalam proses penelitian
Terlibat dalam proses musyawarah untuk mencapai keputusan yang bijaksana dalam kebijakan ilmiah
Mengikuti teknologi yang dikembangkan negara-negara maju tanpa pertimbangan
Menolak kolaborasi dengan negara lain dalam bidang ilmu pengetahuan
