NEW
Font size
WorksheetsLatihan Soal Bahasa Indonesia X. 2
Total questions: 20
Worksheet time: 40mins
Cermatilah kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 2 dan 3!
Sebermula, akan adat Raja Tabaristan itu, tiga hari sekali ia berjamu segala hulubalangnya makan minum bersuka-sukaan. Maka pada suatu ketika, Raja Tabaristan berjamu segala hulubalangnya, tatkala, itu Taifah pun ada hadir menghadap. Setelah beberapa cawan seseorang minum itu, maka Taifah pun bercakaplah, katanya, "Hai, Raja yang mahamulia lagi besar! Tiada siapa yang terlebih kasih akan duli syah alam, lebih daripada patik dan tiada siapa yang akan melawan seteru syah alam, melainkan yang diperhamba yang melawan dia." Dan lagi berbagai- bagai pula cakapnya di hadapan Raja Tabaristan itu. Maka raja pun murkalah akan Taifah itu, tiadalah berguna lagi kepadanya.
Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah janganlah ....
Bacalah penggalan hikayat berikut untuk soal nomor 4 dan 5!
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung dihadap oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu.
Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra Melayu Klasik adalah ....
Bacaah penggalan hikayat berikut!
(1)"Janganlah kamu berdua tamak sangat dan bercakap besar pula. (2) Aku pun lapar juga. (3) Bagi aku, kalau ada nasi sepinggan sudah cukup," Awang bersuara. (4) Kendi dan Buyung tertawa mendengar kata-kata Awang. (5) "Dengan nasi sepinggan, mana boleh kenyang?"
Majas metafora dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
Cermatilah kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 7 dan 8!
"Kita harus membalas dendam," rutuk Hulubalang Pertama kepada kawan-kawannya. ''Tentu," sambung Hulubalang Kedua. "Perbuatan mereka tidak bisa didiamkan begitu saja." "Kita harus melaporkan kejadian ini kepada saudara-saudara Tuanku Raja Petukal," lanjut Hulubalang Pertama. "Tetapi, itu salah Tuanku Raja Petukal sendiri," berkomentar pula Hulubalang Ketiga. "Jadi, kamu mau membela Muda Cik Leman?" sergah Hulubalang Pertama. "Bukan membela Muda Cik Leman." "Lantas apa maksudmu?" "Kita harus berani mengatakan yang salah itu salah. Dan yang benar itu benar."
Nilai dalam hikayat tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah ....
Bacalah kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 10 dan 11!
Maka kata bayan, adalah seekor bayan tiga ekor anaknya; berdiam ia pada suatu lubang kayu. Adapun pada pohon kayu itu ada cerpelai beranak muda. Sebermula adapun anak bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai. Maka kata bayan kepada anaknya, "Jangan apalah, hai anakku, engkau bersahabat dengan anak cerpelai itu, karena ia binatang yang tiada teguh setianya." Beberapa pula dikatakan oleh ibu-bapanya, tiada juga diturut oleh anak bayan itu. Maka kata bayan pada naknya, "Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar; maka ia beroleh malu dan kejahatan daripada tiada menurut kata bapanya."
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Esok harinya Raja lndera Dewa hendak berangkat masuk ke dalam hutan. Maka sampai kepada pagi hari esok, sekaliannya hulubalang dan rakyat semuanya sudah hadir menanti dengan senjata. Maka Raja lndera Dewa itu pun berjalanlah masuk hutan keluar hutan, masuk rimba keluar rimba, masuk padang keluar padang. Maka dengan takdir Allah Ta'ala lalulah seekor kijang emas terlalulah elok rupanya tiada dapat dihingga akan kijang itu. Maka Raja lndera Dewa pun lalu mengejarlah kijang itu masuk hutan keluar hutan, masuk rimba keluar rimba, masuk padang keluar padang. Tiba-tiba berjumpalah satu kolam di tengah hutan yang besar itu. Maka kijang itu pun masuk ke dalam kolam itu. Tiadalah dapat lndera Dewa itu akan kijang masuk kolam itu. Akan tetapi, Raja lndera Dewa itu pun tiadalah masuk ke kolam itu. Beberapa hulubalang, rakyat mencarikan kijang itu tiada dapat. Maka Raja lndera Dewa itu pun tiadalah hendak kembali lagi ke istana.
Hal yang mustahil dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
Bacalah penggalan hikayat berikut!
"Janganlah Adinda bertanya jua," jawab Baginda dengan sedihnya. "Pertanyaan itu hanya menambah Iuka Tuanku jua semata." "Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya."
Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita tersebut tampak pada perbuatan
Bacalah penggalan hikayat berikut untuk soal nomor 17 dan 18!
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambutAbu Nawas dengan sebuah senyuman. "Akhir akhir ini, aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin," kata Baginda Raja memulai pembicaraan. "Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil," tanya Abu Nawas. "Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya," kata Baginda.
Majas yang digunakan dalam penggalan hikayat tersebut adalah ....
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Putri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Putri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Kata-kata arkais yang terdapat dalam teks tersebut adalah ....
Bacalah hikayat berikut!
Alkisah maka tersebutlah perkataan Mara Karmah berjalan dua bersaudara itu, maka tuan Puteri Nila Kesuma itu pun menangis hendak minum susu, maka Mara Karmah pun menangis seraya berkata, "Diamlah adindajangan menangis, karena kita orang celaka, di manakah kita boleh mendapat susu, lagi kita sudah dibuangkan orang." Maka diberinyalah kepada adiknya ketupat itu sebelah, maka dimakannyalah. Maka fa pun diamlah. Maka sampai tujuh hari tujuh malam ia berjalan itu, maka ketupat yang tujuh biji itu habislah dimakan oleh tuan Puteri Nila Kesuma itu, karena diberikannya kepada adiknya pagi sebelah, dan petang sebelah. Setelah habis ketupat itu, maka tuan Puteri Nila Kesuma itu pun menangis pula hendak makan. Maka diambil oleh Mara Karmah segala tarik kayu dan umbut-umbut dan buah-buahan kayu yang di dalam hutan itu yang patut dimakannya, maka diberikannya kepada saudaranya itu. Dan barang di mana ia bertemu dengan air, dimandikannyalah akan saudaranya. lsi kutipan hikayat tersebut adalah ....
