NEW
Font size
WorksheetsPree Test Kemerdekaan Berpendapat
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Maftu dan Zahra sedang berdiskusi tentang hak-hak warga negara. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan berpendapat adalah hak setiap warga negara untuk...
Melakukan apapun yang diinginkan tanpa batas.
Menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas sesuai undang-undang.
Menyalahkan orang lain tanpa alasan yang jelas.
Menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Kharisma dan Wulan sedang berdiskusi tentang pentingnya kemerdekaan berpendapat dalam kehidupan berdemokrasi. Salah satu alasan yang mereka temukan adalah...
Untuk menciptakan konflik di masyarakat.
Agar bisa menjatuhkan pemerintah.
Untuk memperkaya diri sendiri.
Untuk membangun negara yang lebih baik.
Nabila dan Kharisma sedang berdiskusi tentang cara menyampaikan pendapat di media sosial. Mereka ingin tahu, contoh bentuk penyampaian pendapat yang sesuai adalah...
Menyebarkan hoaks tentang tokoh publik.
Menghina agama atau suku tertentu.
Memberikan komentar yang membangun pada suatu isu.
Memfitnah orang lain tanpa bukti.
Hey Nabila, Vela, and Sri! Batasan dalam menyampaikan pendapat di media sosial bertujuan untuk...
Membatasi kebebasan berekspresi.
Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Menguntungkan kelompok tertentu.
Membungkam suara-suara kritis.
Halo Mega, Salwa, dan Indah! Mari kita bahas tentang kemerdekaan yang berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila. Menurut kalian, sila Pancasila manakah yang paling berhubungan dengan kemerdekaan?
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Vela dan Wulan sedang berdiskusi tentang etika di media sosial. Wulan bertanya, "Apa sih sebenarnya etika berpendapat di media sosial itu?" Vela menjawab, "Etika berpendapat di media sosial berarti..."
Bebas berkata apa saja tanpa memikirkan dampaknya.
Menggunakan kata-kata kasar untuk mengungkapkan pendapat.
Menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda.
Menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Hey Nabila, Anggun, dan Maftu! Apa sih tujuan utama kita menerapkan etika berpendapat di media sosial? Yuk, kita cari tahu!
Mencari popularitas.
Menciptakan suasana yang harmonis.
Mendapatkan banyak like dan komentar.
Menyakiti perasaan orang lain.
Hai Maftu dan Dina! Untuk menerapkan etika berpendapat di media sosial, kita perlu...
Menyebarkan berita bohong.
Menghina orang yang berbeda pendapat.
Memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Membuat pernyataan yang provokatif.
Hai Nabila, Maftu, dan Vela! Mari kita bahas perbedaan antara kritik konstruktif dan ujaran kebencian. Apa sih yang membedakan keduanya?
Tujuannya: kritik konstruktif bertujuan membangun, sedangkan ujaran kebencian bertujuan menyakiti.
Bahasanya: kritik konstruktif menggunakan bahasa yang sopan, sedangkan ujaran kebencian menggunakan bahasa yang kasar.
Buktinya: kritik konstruktif didukung oleh fakta, sedangkan ujaran kebencian tidak berdasar.
Semua jawaban di atas benar.
Hey Maftu, what do you think is the role of the youth in responsibly maintaining the freedom to express opinions?
Menjadi pengguna media sosial yang pasif.
Menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan kritis.
Mengabaikan isu-isu sosial yang terjadi.
