WorksheetsASESMEN TEKS CERPEN
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang ketiga serba tahu
orang ketiga terbatas
berikut ini penulisan kalimat langsung yang tepat adalah.....
Miss Mega berkata, "Rajinlah belajar!"
Miss Mega berkata: "Rajinlah belajar!"
Miss Mega berkata, "rajinlah belajar!"
Miss Mega berkata. "Rajinlah belajar!"
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu
menuai hasil yang gemilang.
Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …
Ica
Bunda
Nanda
Seorang Siswa
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan. 2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergal-gelas kopi.
3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0. 4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku. 5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.
Bukti latar tempat dalam kutipan cerita tersebut ditunjukkan kalimat ….
1)
2)
3)
4)
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerita tersebut adalah …
Bapak memotret senja itu.
Bapak tertidur karena lelah.
Bapak selalu menikmatinya.
Bapak dan ibu duduk berdua.
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.
Kalimat tersebut mengandung majas....
metafora
ironi
personifikasi
simile
1) Hari jam satu malam. 2) Cuaca gulita dan murung. 3) Hujan terus turun selembut embun, namun cukup membasahkan. 4) Hati-hati Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing yang curam dan licin. 5) Ia sendiri berjalan sangat hati-hati, Ia menggendong seorang bayi pada panggulnya sebelah kiri
Penggunaan majas terdapat pada kalimat nomor....
1), dan 2)
2) dan 3)
3) dan 4)
4) dan 5)
Bacalah kutipan teks berikut
Sebelum duduk di bawah tugu, sebagai orang kota sejati, aku beberkan sapu tanganku ke rumput supaya pantalon tropikal yang kupakai tidak kotor. Kemudian, aku memandang pada makam sambil menyalakan sigaret lagi. Di sekitar tempat rindang itu matahari memanas terik.
Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
malam
pagi
siang
sore
Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen
Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....
sombong, tidak mau bergaul, keras kepala
acuh tak acuh, egois, idealis
pendiam, malas bekerja, kepala batu
rajin, suka membaca, berkemauan keras
“Sudahlah, jangan sedih. Kau kan sudah puas bermain. Kau pun bisa membawa beberapa tangkai bunga yang kau sukai untuk oleh-oleh teman-temanmu.” Bujuk ibu menenangkanku
Cuplikan cerpen di atas bertema persahabatan. Kata-kata yang menjelaskan tema itu adalah ....
“Sudahlah, jangan sedih
Kau kan sudah puas bermain
Kau pun bisa membawa beberapa tangkai bunga yang kau sukai untuk oleh-oleh teman-temanmu.
Bujuk ibu menenangkanku
"Sama sekali tidak," sahut saya. "Menurut kami, disamping menaruhkan takdir di tangan Tuhan, si penderita tetap mesti berjuang untuk mendapatkan kesehatannya kembali. Dan seperti Tuan katakan, dengan kekuatan yang kami peroleh dari sumber Ketuhanan itu, kami memang percaya bisa sembuh kembali sebab dokter yang paling pandai dan obat yang paling manjur tidak akan ada artinya, bila jiwa lemah diseret penyakit
Nilai dari kutipan cerpen yang dapat digunakan pada masa sekarang adalah...
selalu bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan sehari-hari
selalu berusaha dan memasrahkan diri terhadap takdir Tuhan
selalu percaya dan mengharap kebaikan Tuhan Yang Maha Esa
selalu optimis dan yakin menghadapi berbagai masalah
(1) “Aku memiliki beberapa benda peninggalan nenek moyangku. (2) Salah satunya adalah buku harian milikmu. Jadi, kau adalah nenek moyangku. (3) Menurut buku harianmu, kau memiliki taman bunga yang indah. (4) Oleh karena itu, aku ingin sekali kemari. (5) Di masa yang akan datang nanti, kami tidak punya lagi kebun bunga seperti ini, “ kata Zephytra sedih.
Kalimat yang menggunakan kata ganti orang kedua ditandai dengan kalimat ....
(1), (2)
(2), (3)
(3), (4)
(4), (5)
1. Arya lalu berjalan menuju ruang belajar.
2. Perlahan-lahan dibukanya pintu ruangan itu.
3. Besok Ibu akan memberi ulangan matematika.
4. Di ruang itulah biasanya Ibu mempersiapkan soal-soal
ulangan.
Susunan kalimat yang benar agar menjadi cerita yang baik adalah ....
(1) - (3) - (4) - (2)
(1) - (4) - (2) - (3)
(3) - (1) - (2) - (4)
(3) - (4) - (1) - (2)
Berikut ini manakah yang merupakan kalimat deskripsi dalam teks cerpen ...
“Kenapa kamu marah, Tin? Apa alasanmu?” tanya Rona bingung.
Rumahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Temboknya terbuat dari batu batamerah yang belum diplester. Atapnya dari genting berwarna merah. Rumahnya juga tidak berpagar dan tidak berubin. Namun terlihat cukup kokoh.
Rani baru saja meninggalkan sekolah ketika Ibu Laras mencarinya.
Begini jadinya kalua terlambat bangun tidur. Fani jadi malu untuk ikut sarapan. Maklum,Fani baru pindah ke rumah Tante Merlin.
"Sebenarnya sangat banyak kejadian seperti itu yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang aku bingung dengan orang-orang yang tak peduli untuk menutup aurat mereka. Sungguh, sebenarnya apa arti jilbab bagi mereka?"
(Kutipan Cerpen "Apa Arti Jilbab Bagimu" karya Lamia N S)
Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?
nilai sosial
nilai agama
nilai budaya
nilai moral
Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk menolongnya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.
Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerita tersebut melalui ….
pelukisan perilaku tokoh
paparan langsung oleh pengarang
pelukisan tempat tinggal tokoh
pelukisan bentuk fisik tokoh
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Bacalah teks berikut!
Berharap hanya kepada-Nya karena semua ini telah tertulis dalam lauh mahfuz-Nya. Rindu yang menanti terus memanggil dalam diriku yang berdiri menggigil. Ayah, sosok yang melebihi baja kekuatannya tak pernah berhenti memberiku motivasi agar kuat melewati semua ini. Badai pasti berlalu, begitulah yang sering kudengar dan sekarang kami berada dalam badai itu.
Kata ganti -Nya pada kalimat “Berharap hanya kepada-Nya karena semua ini telah tertulis dalam lauh mahfuz-Nya” merujuk kepada ….
Ayah
Ahmad
Penulis
Tuhan
Bacalah teks berikut!
“Malam ini kita tidur dimana Yah?”
“Di rumah teman lama Ayah Nak. Pak Rahmat namanya. Sudah dingin ya? Ayah tahu kok, Ahmad ini anak yang kuat. Lagipula yang kita rasakan sekarang ini tidak ada apa-apanya Nak jika dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah dan para sahabat masa lalu. Sekarang kita sebagai umatnya masa gak mau sih merasakan secuil dari perjuangan mereka. Semakin besar ujian maka semakin besar pula pahalanya. Itu rumus yang Ayah pegang sampai sekarang.”
Bagian kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur ….
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Melodipun teringat bahwa dia tak pernah menjabat tangan ayahnya saat ia marah dan saat itu juga dia langsung menjabat tangan ayahnya dan mengatakan, "Ayah, maafkan aku. Meloddi sudah membantah ayah."Ayah pun memluknya dan berkata, "Ayah maafin, kok. Kamu jangan sedih, ya?"Melodi mengangguk sambil menghapus air matanya.Kutipan cerpen di atas terdapat pada bagian ....
orientasi
komplikasi
rangkaian peristiwa
resolusi
(1) Ayahku sebenarnya orang baik. (2) Tapi, kepada anak-anaknya ia berlaku sangat tegas. (3) Kak Nauval belakangan ini sudah mulai melawan. (4) Ia sering pulang tengah malam. Game online Mobile Legend!. (5) Kali pertama dan kedua ayahku membiarkannya. (6) Malam ketiga sengaja ia tak membukakan pintu. (7) Kak Nauval beralih ke pintu kamarku, tapi aku tak berani membukanya. (8) Pernah iseng kubuka dan kugeledah isi tasnya. (9) Ada sebungkus rokok yang terselip di antara tumpukan buku. (10) Ingin kuadukan ke ayah, tapi aku tak tega kalau Kak Nauval dimarahi lagi. (11) Biarlah ini menjadi rahasiaku saja.
Bukti Watak Tokoh aku penyayang dalam cerpen tersebut ditandai nomor ....
(4) dan (5)
(6) dan (7)
(8) dan (9)
(10) dan (11)
Sudah beberapa bulan aku menunggu panggilan kerja. Rasanya hariku pilu, bingung tanpa arah. Kerjaanku hanya luntang-lantung di rumah. Aku bingung harus ngapain. Ingin usaha tapi tidak punya modal. Suatu hari aku ingin bertemu teman-temanku sekedar berbagi tentang masalahku ini. Saat berjalan menuju rumah temanku, di samping jalan sedikit ujung dari trotoar, aku melihat dompet berwarna hitam. Kuhampiri dompet tersebut, kubuka dan kulihat isinya. KTP, SIM A, beberapa surat penting, uang yang banyak dan sebuah kartu kredit. Dalam pikiranku muncul suara-suara agar aku mengambil isi dompet itu. Tapi tidak, aku harus mengembalikan dompet ini pada pemiliknya. Tak selang beberapa lama setelah aku pulang dari rumah temanku, kukembalikan dompet itu tanpa mengurangi sedikit pun isi dompet tersebut, bahkan mengubah posisi barang-barang yang ada di dalamnya juga tidak. Bermodal alamat di KTP, aku menemukan rumah di perumahan elit dekat dengan Hotel Grand Palace. Kupencet bel dan kemudian dibuka oleh tukang kebun yang bekerja di rumah itu.
Amanat pada kutipan tersebut adalah ...
Bila merasa kebingungan berbagilah dengan teman.
Selalu bersikap jujur dalam menjalani hidup.
Jangan menyerah untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
Ambillah barang yang ditemukan di jalan.
Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat darisana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Akubekerja di sebuah laundry.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur
kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir
nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta
dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
Resolusi
Orientasi
Komplikasi
Koda
