Font size
Worksheetsfjkdjfkllsf
Total questions: 121
Worksheet time: 1hrs 1mins
Dalam Psikologi Islami, nafs memiliki berbagai tingkatan yang menunjukkan kondisi jiwa manusia. Tingkat tertinggi dari nafs adalah
Nafs al-Ammarah (nafs yang mengajak kepada keburukan)
Nafs al-Lawwamah (nafs yang mencela diri sendiri)
Nafs al-Muthmainnah (nafs yang tenang)
Nafs al-Radiyah (nafs yang ridha)
Konsep tawakkal dalam Psikologi Islami merujuk pada aspek penting dalam perilaku manusia yang melibatkan:
Pengabdian penuh pada kehendak Allah tanpa usaha
Usaha maksimal manusia disertai kepercayaan penuh pada ketentuan Allah
Pasrah tanpa ada usaha
Pencarian kesuksesan pribadi tanpa campur tangan ketuhanan
Dimensi spiritualitas dalam Psikologi Islami mengacu pada integrasi aspek-aspek yang mencakup
Moral, fisik, dan emosional
Iman, ibadah, dan akhlak
Pengetahuan, kekayaan, dan status sosial
Kecerdasan intelektual, kesehatan fisik, dan kemakmuran
Salah satu tujuan dari tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam Psikologi Islami adalah
Mencapai kebahagiaan duniawi dan materi
Mengembangkan kemampuan manusia dalam mengalahkan orang lain
Menghilangkan keserakahan dan penyakit hati
Memastikan seseorang mendapatkan tempat tertinggi dalam masyarakat
Dalam Psikologi Islami, ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam ibadah seseorang, yang dapat didefinisikan sebagai
Beribadah seolah-olah melihat Allah, dan jika tidak mampu, merasa bahwa Allah selalu melihatnya
Menjalankan ibadah hanya untuk mendapatkan imbalan dunia
Beribadah tanpa memperhatikan kualitas ibadahnya
Melakukan ibadah secara terbuka untuk mendapatkan pengakuan orang lain
Dalam Psikologi Islami, konsep ma’rifatullah mengacu pada pengetahuan mendalam tentang diri sendiri, bukan tentang mengenal Allah
Benar
Salah
Al-Qalb (hati) dalam Psikologi Islami dianggap sebagai pusat pengendali emosi, akhlak, dan spiritualitas manusia
Benar
Salah
Salah satu dimensi kesabaran dalam Psikologi Islami adalah kesabaran terhadap musibah dan kesabaran dalam menjalankan ketaatan
Benar
Salah
Psikologi Islami menganggap nafs al-Lawwamah sebagai tingkatan jiwa yang sudah sempurna dan tidak perlu penyucian lebih lanjut
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, ridha adalah tingkat keimanan tertinggi yang dicapai dengan menerima segala ketentuan Allah tanpa keluhan
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, tazkiyatun nafs berfungsi untuk:
Meningkatkan kesadaran spiritual dan moral
Memperoleh kekayaan materi
Mendapatkan pengakuan sosial
Menjadi pemimpin dalam masyarakat
Konsep ikhlas dalam Psikologi Islami berarti melakukan segala sesuatu dengan:
Harapan imbalan dari manusia
Keinginan untuk mendapatkan pahala dari Allah
Menunjukkan kemampuan diri kepada orang lain
Memperoleh keuntungan duniawi
Dalam Psikologi Islami, kebahagiaan sejati dicapai melalui:
Memenuhi semua keinginan duniawi
Hubungan yang baik dengan Allah dan sesama
Pengakuan dan penghargaan dari orang lain
Kesuksesan dalam karir dan pendidikan
Dalam Psikologi Islami, zikir memiliki peran penting dalam:
Meningkatkan kesadaran spiritual dan ketenangan jiwa
Menarik perhatian orang lain terhadap diri sendiri
Mendapatkan kekayaan materi
Menjadi pemimpin dalam masyarakat
Konsep syukur dalam Psikologi Islami berkaitan dengan:
Menerima segala sesuatu tanpa berusaha
Pengakuan atas nikmat yang diberikan Allah dan menggunakannya dengan baik
Menunjukkan kekayaan dan status sosial
Beribadah hanya untuk mendapatkan imbalan dunia
Dalam Psikologi Islami, kefahaman tentang qada dan qadar mengajarkan kita untuk:
Menyerah pada nasib tanpa usaha
Berusaha sebaik mungkin sambil percaya pada ketentuan Allah
Hanya mengandalkan usaha tanpa memperhatikan ketentuan Allah
Menilai orang lain berdasarkan keberhasilan mereka
Dalam Psikologi Islami, tawbah adalah proses yang penting untuk:
Menghapus dosa dan kembali kepada Allah
Menunjukkan kekuatan diri di hadapan orang lain
Mendapatkan pengakuan sosial
Memperoleh kekayaan materi
Konsep ukhuwah dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Persaudaraan dan saling mendukung antar sesama Muslim
Persaingan untuk mendapatkan kekuasaan
Hubungan yang hanya berdasarkan kepentingan pribadi
Menjaga jarak dengan orang lain untuk menghindari konflik
Dalam Psikologi Islami, iman dianggap sebagai:
Keyakinan yang harus diungkapkan secara terbuka
Dasar dari semua tindakan dan perilaku yang baik
Hanya sekadar ritual tanpa makna
Suatu hal yang tidak perlu dipelajari lebih lanjut
Dalam Psikologi Islami, tazkiyatun nafs dianggap sebagai proses yang penting untuk:
Meningkatkan kesadaran spiritual dan moral
Menjadi lebih kaya secara materi
Mendapatkan pengakuan dari masyarakat
Menjadi pemimpin yang dihormati
Konsep taqwa dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Kesadaran akan perintah dan larangan Allah
Hanya menjalankan ibadah tanpa memahami maknanya
Menjauh dari semua bentuk kesenangan dunia
Berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh
Dalam Psikologi Islami, kebersihan hati sangat penting untuk:
Mendapatkan kedamaian dan ketenangan jiwa
Menunjukkan status sosial yang tinggi
Mendapatkan pengakuan dari orang lain
Menjadi kaya dan sukses dalam karir
Dalam Psikologi Islami, kefasihan berbahasa dianggap sebagai:
Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia
Hal yang tidak penting dalam ibadah
Penghalang untuk memahami ajaran agama
Hanya diperlukan untuk kepentingan akademis
Konsep berdoa dalam Psikologi Islami berfungsi untuk:
Mendapatkan bantuan dari Allah dalam setiap aspek kehidupan
Menunjukkan kelemahan diri di hadapan orang lain
Hanya sebagai ritual tanpa makna
Menarik perhatian orang lain terhadap diri sendiri
Dalam Psikologi Islami, kebersihan jiwa sangat penting untuk:
Mendapatkan ketenangan dan kedamaian dalam hidup
Menjadi lebih kaya secara materi
Mendapatkan pengakuan dari masyarakat
Menjadi pemimpin yang dihormati
Dalam Psikologi Islami, ithar merupakan konsep yang merujuk pada
Sikap egois untuk mencapai kepentingan pribadi
Mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri
Keinginan untuk mendapatkan perhatian orang lain
Meningkatkan kesejahteraan diri tanpa memikirkan orang lain
Tawadhu' dalam konsep Psikologi Islami adalah
Sikap rendah diri yang berlebihan
Kesombongan yang terselubung dalam kesederhanaan
Rendah hati tanpa merendahkan diri
Merasa lebih rendah dari orang lain
Hasanah adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks Psikologi Islami. Makna dari hasanah adalah
Kekayaan material yang berlimpah
Kesejahteraan batin dan kebahagiaan yang seimbang di dunia dan akhirat
Kemampuan untuk mengendalikan emosi secara penuh
Ketaatan terhadap hukum syariah secara mutlak
Dalam Psikologi Islami, riyadhoh atau pelatihan jiwa bertujuan untuk mencapai:
Kemampuan fisik yang maksimal
Ketenangan mental tanpa bantuan agama
Pengendalian emosi dan nafsu yang berlebihan
Kekayaan intelektual melalui pengetahuan dunia
Khalifah fil Ard adalah konsep yang digunakan dalam Psikologi Islami untuk menggambarkan
Kewajiban manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan modern
Tanggung jawab manusia sebagai wakil Allah di muka bumi
Penguasaan manusia terhadap dunia hewan dan tumbuhan
Keberhasilan seseorang dalam bidang material
Ikhtiar dalam Psikologi Islami mengajarkan bahwa manusia harus
Menyerahkan segala hasil pada ketentuan Tuhan tanpa usaha
Berusaha secara maksimal dan menyerahkan hasil pada ketentuan Tuhan
Hanya mengandalkan bantuan Tuhan dalam segala hal
Tidak perlu bekerja keras jika memiliki iman yang kuat
Hilm adalah sikap mudah marah yang dilarang dalam Psikologi Islami.
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, husnudzan adalah sikap prasangka baik yang dianjurkan untuk menjaga hubungan harmonis antar manusia
Benar
Salah
Tasfiyah dalam Psikologi Islami merujuk pada proses pembersihan hati dari sifat-sifat tercela
Benar
Salah
Qana’ah adalah sikap yang merujuk pada ketidakpuasan dan keinginan untuk selalu memiliki lebih banyak materi.
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, kebangkitan spiritual dapat dicapai melalui:
Pengabaian terhadap ajaran agama
Ritual tanpa pemahaman
Pengembangan diri melalui ibadah dan refleksi
Fokus pada kesuksesan duniawi semata
Dalam Psikologi Islami, syukur adalah sikap yang menunjukkan:
Ketidakpuasan terhadap apa yang dimiliki
Rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat yang diberikan
Keinginan untuk mendapatkan lebih banyak harta
Menunjukkan kekayaan kepada orang lain
Dalam Psikologi Islami, konsistensi dalam beribadah berarti:
Melakukan ibadah hanya saat ada waktu luang
Menjaga ibadah meskipun dalam keadaan sulit
Hanya beribadah saat mendapatkan imbalan
Beribadah dengan cara yang tidak sesuai syariah
Dalam Psikologi Islami, zikir memiliki peran penting dalam:
Meningkatkan kesadaran spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah
Menunjukkan kekuatan fisik di hadapan orang lain
Mendapatkan pengakuan sosial dari masyarakat
Memperoleh kekayaan materi yang berlimpah
Konsep taqwa dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Kesadaran untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya
Keberhasilan dalam mencapai tujuan duniawi
Penguasaan ilmu pengetahuan tanpa batas
Menunjukkan status sosial yang tinggi di masyarakat
Dalam Psikologi Islami, ikhtiar berarti:
Usaha maksimal yang dilakukan manusia dalam mencapai tujuan
Pasrah tanpa melakukan usaha apapun
Menyerahkan segala sesuatu kepada orang lain
Hanya berdoa tanpa melakukan tindakan nyata
Dalam Psikologi Islami, sabaran adalah sikap yang penting untuk:
Menghadapi ujian dan cobaan dengan tenang
Menunjukkan kelemahan di hadapan orang lain
Mendapatkan pengakuan dari masyarakat
Menjadi kaya secara materi
Konsep amal dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Tindakan baik yang dilakukan dengan niat yang tulus
Hanya melakukan ibadah tanpa tindakan nyata
Menunjukkan kemampuan diri kepada orang lain
Usaha untuk mendapatkan kekayaan duniawi
Dalam Psikologi Islami, ikhlas berarti melakukan segala sesuatu dengan:
Keinginan untuk mendapatkan pahala dari Allah
Harapan imbalan dari manusia
Menunjukkan kemampuan diri kepada orang lain
Memperoleh keuntungan duniawi
Dalam Psikologi Islami, mujahadah adalah upaya sungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu untuk mencapai kedekatan dengan Allah.
Benar
Salah
Sabr al-Bala’ adalah istilah dalam Psikologi Islami yang merujuk pada kesabaran saat mendapat nikmat, bukan saat menghadapi cobaan
Benar
Salah
Menurut Psikologi Islami, proses pembauran sosial yang efektif dalam masyarakat heterogen dapat dicapai melalui
Penyesuaian perilaku pada budaya lokal
Pemahaman nilai-nilai Islam yang mengedepankan toleransi
Penghindaran perbedaan budaya
Pembatasan interaksi dengan masyarakat non-Muslim
Dalam konteks pendidikan seks Islam bagi remaja, pendekatan yang direkomendasikan adalah:
Melarang semua diskusi terkait seksualitas di kalangan remaja
Menyampaikan pendidikan seks secara bertahap sesuai umur dan ajaran Islam
Menunda pembahasan seksualitas hingga usia dewasa
Menghindari pendidikan seks untuk mengurangi rasa ingin tahu
Psikologi untuk Efektivitas Dakwah bertujuan untuk
Meningkatkan jumlah pengikut baru tanpa memperhatikan pemahaman mereka
Menyusun pesan dakwah yang disesuaikan dengan kondisi psikologis audiens
Memastikan dakwah bersifat satu arah tanpa feedback
Menggunakan pendekatan yang mengintimidasi untuk meningkatkan keimanan
Aplikasi psikologi dakwah dalam membantu kaum dhuafa dan masakin mengutamakan
Penyampaian ceramah agama yang padat
Pemberian bantuan fisik tanpa perlu komunikasi emosional
Pendekatan psikologis yang menyentuh emosi dan memberikan harapan
Pendidikan formal tanpa ada konseling pribadi
Puasa dalam perspektif Psikologi Islami berpengaruh pada kesehatan jiwa karena
Mengurangi aktivitas otak sehingga jiwa lebih tenang
Menjauhkan individu dari kebiasaan buruk melalui pengendalian diri
Memusatkan seluruh aktivitas pada kebutuhan spiritual saja
Menghilangkan kebutuhan fisik secara permanen
Dalam Psikologi Islami, dakwah yang efektif sebaiknya mengabaikan faktor kondisi psikologis pendengar agar pesan agama tetap universal.
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, tawakkal berarti:
Menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha
Hanya mengandalkan usaha tanpa doa
Menunggu bantuan Allah tanpa berusaha
Berusaha tanpa mempercayai ketentuan Allah
Konsep ukhuwah dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Persaudaraan yang dibangun atas dasar iman dan kasih sayang
Hubungan sosial yang bersifat sementara
Persaingan antar individu untuk mendapatkan perhatian
Hubungan yang hanya berdasarkan kepentingan material
Dalam Psikologi Islami, ilmu dianggap sebagai:
Alat untuk mencapai kekuasaan dan pengaruh
Wajib dipelajari untuk meningkatkan kualitas diri dan masyarakat
Hanya berguna untuk mendapatkan pekerjaan
Hal yang tidak perlu diperdalam jika sudah memiliki gelar
Dalam Psikologi Islami, tawakkul adalah sikap berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal
Benar
Salah
Konsep amal soleh dalam Psikologi Islami berfungsi untuk:
Mendapatkan pahala di dunia dan akhirat
Menunjukkan kekuatan diri di hadapan orang lain
Hanya sebagai kewajiban tanpa makna
Menarik perhatian orang lain terhadap diri sendiri
Dalam Psikologi Islami, ukhuwah adalah ikatan persaudaraan yang harus dijaga untuk menciptakan masyarakat yang harmonis
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, iman dianggap sebagai:
Keyakinan yang mendalam terhadap Allah dan ajaran-Nya
Hanya sekedar ritual tanpa penghayatan
Hal yang tidak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari
Suatu bentuk kepatuhan tanpa pemahaman
Konsep amal soleh dalam Psikologi Islami merujuk pada:
Perbuatan baik yang dilakukan dengan niat yang tulus
Hanya tindakan yang terlihat oleh orang lain
Amal yang dilakukan untuk mendapatkan pujian
Perbuatan yang tidak memiliki nilai spiritual
Dalam Psikologi Islami, hijrah berarti:
Perpindahan dari keadaan buruk menuju keadaan yang lebih baik
Hanya sekedar berpindah tempat tinggal
Menjauh dari tanggung jawab sosial
Proses yang tidak memiliki makna spiritual
Dalam Psikologi Islami, tazkiyah adalah proses yang bertujuan untuk:
Meningkatkan kesadaran akan dosa-dosa yang telah dilakukan
Menyucikan jiwa dari sifat-sifat negatif dan penyakit hati
Menjadi lebih kaya secara materi dan harta
Menunjukkan kekuatan iman di hadapan orang lain
Konsep taqwa dalam Psikologi Islami mengajarkan bahwa seseorang harus:
Selalu merasa takut kepada orang lain
Menjauhkan diri dari segala bentuk ketaatan
Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya
Hanya beribadah saat ada kebutuhan materi
Dalam Psikologi Islami, kebersihan fisik dan spiritual saling berkaitan karena:
Kebersihan fisik tidak ada hubungannya dengan spiritual
Kebersihan fisik dapat meningkatkan kualitas ibadah dan ketenangan jiwa
Hanya kebersihan spiritual yang penting dalam beribadah
Kebersihan fisik hanya untuk kepentingan sosial
Dalam Psikologi Islami, tawakkul berarti:
Menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha
Hanya mengandalkan usaha tanpa doa
Pasrah tanpa melakukan apapun
Berdoa tanpa melakukan ikhtiar
Dalam Psikologi Islami, ikhlas adalah sikap yang menunjukkan:
Melakukan amal hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain
Melakukan amal dengan tulus karena Allah
Menjaga rahasia amal agar tidak diketahui orang lain
Hanya melakukan ibadah saat ada orang lain yang melihat
Dalam Psikologi Islami, syukur adalah sikap yang penting untuk:
Menghargai nikmat dan berterima kasih kepada Allah
Menunjukkan kekayaan dan status sosial
Mendapatkan pengakuan dari masyarakat
Menjadi lebih ambisius dalam mengejar materi
Dalam Psikologi Islami, ikhlas adalah sikap yang menunjukkan:
Melakukan amal hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain
Melakukan amal dengan tulus hanya karena Allah
Menjalankan ibadah tanpa memahami maknanya
Berusaha untuk mendapatkan imbalan duniawi
Konsep sabaran dalam Psikologi Islami mengajarkan kita untuk:
Menyerah pada kesulitan yang dihadapi
Berusaha dengan penuh ketekunan meskipun dalam kesulitan
Hanya mengandalkan doa tanpa usaha
Menunjukkan kelemahan di hadapan orang lain
Dalam Psikologi Islami, tawadhu adalah sikap yang mencerminkan:
Kesombongan dan kebanggaan diri
Rendah hati dan tidak merasa lebih dari orang lain
Keinginan untuk selalu diperhatikan
Menjaga jarak dengan orang lain untuk menghindari konflik
Dalam Psikologi Islami, tawbah adalah proses yang penting untuk:
Mendapatkan pengakuan dari masyarakat
Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan
Menjadi lebih kaya secara materi
Menunjukkan kekuatan di hadapan orang lain
Konsep amal soleh dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Perbuatan baik yang dilakukan dengan niat yang tulus
Hanya melakukan ibadah ritual tanpa tindakan nyata
Usaha untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh
Menunjukkan kemampuan diri kepada orang lain
Dalam Psikologi Islami, syukur adalah sikap yang penting untuk:
Mendapatkan lebih banyak harta dan kekayaan
Menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama
Menunjukkan status sosial yang tinggi
Hanya berfokus pada diri sendiri
Menurut Psikologi Islami, proses pembauran sosial yang efektif dalam masyarakat heterogen dapat dicapai melalui
Penyesuaian perilaku pada budaya lokal
Pemahaman nilai-nilai Islam yang mengedepankan toleransi
Penghindaran perbedaan budaya
Pembatasan interaksi dengan masyarakat non-Muslim
Telaah kritis terhadap psikologi modern dalam Psikologi Islami menunjukkan bahwa psikologi Barat cenderung
Berorientasi pada pendekatan materialistik
Mengutamakan pendekatan spiritual
Menyeimbangkan aspek material dan spiritual
Mengabaikan pengaruh budaya
Dalam Psikologi Islami, perilaku beragama dianggap sebagai
Bentuk kepercayaan tanpa tindakan nyata
Tindakan yang hanya dilakukan saat ibadah formal
Integrasi antara keyakinan, perilaku, dan nilai-nilai agama
Hanya sebagai simbol sosial
Perspektif Islam tentang religiusitas mencakup dimensi berikut, kecuali
Ibadah formal
Kesadaran diri yang rendah
Akhlak mulia
Hubungan dengan Allah
Teori kebutuhan berprestasi dalam perspektif Al-Qur'an menekankan pada
Kompetisi dan kemenangan
Kerja keras dan kejujuran dalam berusaha
Mengalahkan orang lain demi sukses
Hasil yang lebih penting daripada proses
Integrasi psikoterapi dan Islam bertujuan untuk
Menyingkirkan aspek agama dari terapi
Menerapkan teknik modern tanpa mempertimbangkan nilai Islam
Menggabungkan nilai-nilai Islam dalam pendekatan terapi psikologis
Menghindari intervensi medis dalam terapi
Psikologi modern seringkali mengabaikan aspek spiritual dalam pemahaman perilaku manusia
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, perilaku beragama bukan hanya tindakan formal tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan
Benar
Salah
Perspektif Islam tentang religiusitas hanya terfokus pada ibadah formal seperti shalat dan puasa.
Benar
Salah
Menurut teori kebutuhan berprestasi dalam Al-Qur'an, kesuksesan diukur hanya dari hasil akhir, bukan proses
Benar
Salah
Integrasi psikoterapi dan Islam memungkinkan pasien menjalani terapi dengan mempertahankan keyakinan agamanya
Benar
Salah
Zuhud dalam Psikologi Islami sering diartikan sebagai sikap
Menjauhi semua kenikmatan dunia tanpa kecuali
Hidup sederhana tanpa terikat pada kemewahan dunia
Menghindari kebutuhan dunia dengan cara menyendiri
Mengabaikan semua interaksi sosial untuk fokus pada ibadah
Khusnudzan adalah sikap yang diajarkan dalam Islam untuk
Berprasangka baik kepada Allah dan sesama manusia
Tidak memiliki prasangka terhadap siapa pun
Menjaga prasangka negatif dalam menghadapi situasi buruk
Menghindari prasangka dengan menghindari interaksi sosial
Dalam Psikologi Islami, teori kebutuhan berprestasi versi Al-Qur'an menekankan pada
Kesuksesan yang diraih dengan usaha keras dan niat yang tulus
Persaingan yang ketat untuk mencapai tujuan pribadi
Keberhasilan material sebagai indikator utama
Mendapatkan pengakuan dari masyarakat sebagai motivasi utama
Aliran Empirisme disebut juga aliran Environmentalisme, yaitu suatu aliran yang menitikberatkan pandangannya pada peranan lingkungan sebagai penyebab timbulnya tingkah laku. Aliran ini juga dikenal sebagai aliran?...
Konkret & Netral
Individu & Positivistik
Positivistik & Optimistik
Optimistik & Modifikasi
Tugas utama akal adalah mengikat dan menahan hawa nafsu, namun jika tidak maka akal dimanfaatkan oleh nafsu. Sementara nafsu prinsip kerjanya hanya mengejar kenikmatan duniawi dan ingin menggambarkan nafsu-nafsu impulsifnya. Maka akal itu berprinsip mengejar hal-hal tentang?
Positivistik & Rasionalistik
Realistik & Optimistik
Religius & Nasionalistik
Realistik & Rasionalistik
Dibawah ini adalah 3 jenis dinamika kepribadian dalam perspektif Islam, kecuali...
Kepribadian Muthmainnah
Kepribadian Lawwamah
Kepribadian Ammarah
Kepribadian Muamalah
Manusia yang berkepribadian ammarah tidak saja dapat merusak dirinya sendiri, tetapi juga merusak diri orang lain. Keberadaannya ditentukan oleh dua daya, yaitu?
Bakhil dan Ujub
Ujub dan Syahwat
Syahwat dan Ghadah
Ghadah dan Bakhil
Dalam Psikologi Islami, maqam sabr dianggap sebagai tingkatan jiwa yang penting dalam menghadapi ujian hidup. Maqam sabr tidak hanya mencakup kesabaran menghadapi musibah, tetapi juga
Kemampuan untuk menerima ketentuan Allah dengan sepenuh hati sambil tetap berharap agar ujian diakhiri
Kesabaran dalam menaati perintah Allah dan menahan diri dari maksiat tanpa rasa keluhan atau ragu
Kecenderungan untuk pasrah secara total terhadap ujian tanpa usaha apapun
Menahan amarah tanpa ada rasa ketidakpuasan sedikitpun
Tafakkur adalah proses refleksi mendalam dalam Psikologi Islami yang bertujuan untuk memperkuat iman. Dalam konteks ini, tafakkur sebaiknya difokuskan pada
Pemikiran tentang hasil akhir dari seluruh tindakan manusia di dunia
Mencari jawaban tentang mengapa Allah menciptakan musibah dalam kehidupan manusia
Menghayati kebesaran ciptaan Allah dan merenungkan hikmah di balik penciptaan tersebut untuk meningkatkan ketakwaan
Merenungkan nasib buruk yang menimpa diri dan membandingkan dengan orang lain
Dalam proses tazkiyatun nafs, Psikologi Islami mengajarkan bahwa seseorang perlu menghindari sifat-sifat tercela seperti takabbur, ujub, dan riyak. Sifat ujub secara spesifik didefinisikan sebagai
Kebanggaan berlebihan terhadap diri sendiri yang muncul tanpa mempertimbangkan kelemahan diri dan hanya fokus pada kelebihan
Kecenderungan untuk merasa lebih unggul daripada orang lain dan merendahkan mereka secara terbuka
Kesombongan yang terlihat dalam penampilan dan perilaku yang memamerkan kelebihan
Mengharapkan penghormatan orang lain tanpa memperhatikan nilai spiritual
Dalam Psikologi Islami, maqam tawakkal atau kedudukan tawakkal berada pada tingkatan tinggi dalam iman. Tawakkal bukan sekadar sikap menyerah, tetapi lebih pada
Mengabaikan segala bentuk usaha dan pasrah sepenuhnya pada Allah
Berusaha maksimal dalam batas kemampuan manusia dan menyerahkan hasil akhir sepenuhnya pada ketentuan Allah, tanpa rasa kecewa pada hasil
Memastikan hasil yang diinginkan tercapai dengan doa dan usaha keras tanpa mempertimbangkan nasib
Menyandarkan diri pada takdir, sambil terus merasakan kekhawatiran akan hasil usaha
Nafs al-Lawwamah adalah salah satu jenis nafsu yang dijelaskan dalam Psikologi Islami. Karakteristik utama dari nafs al-Lawwamah adalah
Kecenderungan untuk selalu menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi
Kesadaran diri yang tinggi sehingga selalu mengoreksi dan mencela diri ketika melakukan kesalahan
Perasaan puas diri yang menyebabkan seseorang selalu merasa benar
Sikap pasrah yang membuat individu tidak peduli dengan tindakan baik atau buruk
Dalam Psikologi Islami, rahmah adalah:
Kasih sayang yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya
Perasaan cemburu terhadap orang lain
Keinginan untuk menguasai orang lain
Ketidakpedulian terhadap sesama
Konsep amal soleh dalam Psikologi Islami mengacu pada:
Perbuatan baik yang dilakukan dengan niat yang tulus
Amal yang hanya dilakukan untuk mendapatkan pujian
Perbuatan yang menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain
Amal yang dilakukan tanpa memperhatikan syariah
Dalam Psikologi Islami, tazkiyah berarti:
Penyucian jiwa dari sifat-sifat buruk
Proses mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya
Menjaga jarak dari orang lain untuk menghindari konflik
Hanya berdoa tanpa melakukan usaha
Berikut yang BUKAN termasuk tokoh Psikologi Islam..
Prof. Dr. Malik Badri
Syed Muhammad Naquib al-Attas
Ismail al-Faruqi
Azh-Zhahir Ruknuddin Baibars
Prof. Dr. Malik Badri menyampaikan bahwa teori Cocial Conditioning sebenarnya sudah ada dalam Al-Quran surat..
Surat Al-Maidah ayat 4
Surat Al-Maidah ayat 5
Surat Al-Maidah ayat 6
Surat Al-Maidah ayat 12
"JIWA MANUSIA DIPAHAMI DENGAN MERUJUK PADA KETERANGAN AL-QURAN DAN AL- HADITS."
Merupakan pendekatan dalam memahami jiwa dengan corak apa?
Pendekatan Qur'ani Nabawi
Pendekatan Sufistik
Pendekatan Filosofis
Pendekatan Qur'ani dan Hadist
Berikut adalah pengertian jiwa Amarah bis-Su'..
Jiwa Amarah bis-Su' adalah jiwa yang penuh dengan kedamaian dan cinta yang berlebihan.
Jiwa Amarah bis-Su' adalah jiwa yang penuh dengan kesabaran dan ketenangan yang berlebihan.
Jiwa Amarah bis-Su' adalah jiwa yang penuh dengan kebahagiaan dan sukacita yang berlebihan.
Jiwa Amarah bis-Su' adalah jiwa yang penuh dengan kemarahan dan kebencian yang berlebihan.
Surat di dalam Al-Quran yang menjelaskan sifat manusia yang pelupa adalah...
QS. Yunus: 12
Al-Alaq: 6
Az-Zumar: 9
An-Nisa': 28
Surat Al-Ahzab ayat 72 menjelaskan bahwa manusia memiliki sifat...
Mengikuti prasangka
Lemah
Dzalim dan Bodoh
Kikir
Berikut adalah pengertian dari Basyar menurut Al Raghib Al Ashfahani
Fisik
Badan
Kulit
Luar
"Segala sesuatu yang berlawanan dengan cara liar, tidak biadab, tidak liar, jinak, dinamis, harmonis, dan bersahabat"
Adalah pengertian dari..
Manusia menurut terminologi Al-Quran
Manusia sebagai Al-Ins
Manusia sebagai al-Basyar
Manusia sebagai Bani
Surat Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi, "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku"
Berikut YANG TIDAK termasuk isi dari surat di atas..
Bahwa manusia dan jin memiliki kesamaan
Meskipun berbeda, manusia dan jin diciptakan untuk bersama
Manusia dan jin memiliki perbedaan
Tujuan hidup manusia
Terminologi dalam Al-Quran yang merujuk pada keturunan manusia adalah...
Bani Israil
Bani Adam
Bani Hawa
Bani Jinn
Terminologi dalam Al-Quran yang merujuk pada ciri fisik manusia adalah...
Al-Basyr
Bani Adam
Al-Ins
Khalifah
Lengkapkan mafhum hadis berikut :
"Sesungguhnya aku diutuskan untuk ...
membawa kalian menuju syurga
menyempurnakan akhlak yang mulia
membimbing kamu kepada Al-Quran dan Hadis
memberi peringatan azab api neraka
"Allah mengurniakan hikmah yang tinggi kepada baginda SAW dan ilmu yang melimpah ruah. Baginda SAW juga menggunakan dalil yang paling jelas dalam mengajarkan syariat serta alasan yang rasional. Dalam berbicara, Rasulullah SAW memilih tutur bicara yang ringkas, padat dan jelas."
Berikut adalah keistimewaan Rasululllah SAW dari segi :
Kesempurnaan kejadian
Kesempurnaan amalan & tindakan
Kesempurnaan tutur bicara
esehatan mental dalam psikologi Islam melibatkan integrasi antara aspek spiritual dan psikologis. Salah satu tujuan utama dari pendekatan ini adalah...
Merawat aspek spiritual secara eksklusif.
Menggabungkan aspek spiritual dan psikologis untuk kesembuhan yang holistik.
Menghindari penggunaan metode psikologis konvensional.
Mengabaikan aspek spiritual dan fokus pada psikologis.
Dalam psikologi Islami sama sekali tidak ada pencampurbauran antara psikologi dengan agama atau pereduksian fenomena keagamaan menjadi semata-mata proses psikologi. Scientific tetap merupakan ciri utama psikologi Islami
Benar
Salah
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagimu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu”. Ayat ini merupakan terjemahan dari surat:
Fussilat: 53
Al-Baqarah: 12
An-Nisa: 10
Al-Mulk: 3
Dalam Psikologi Islami, terjadi penambahan 2 fungsi ilmu pengetahuan disamping 3 fungsi berikut yaitu fungsi pemahaman (understanding), fungsi pengendalian (control), dan fungsi peramalan (prediction). Kedua fungsi tambahan itu adalah:
Fungsi pendidikan (education) dan fungsi budaya (culture)
Fungsi pengembangan (development) dan fungsi pendidikan (education)
Fungsi pendidikan (education) dan fungsi ekonomi (economy)
Fungsi pengembangan (development) dan fungsi social masyarakat (social community)
Menurut Bastaman (2011), Psikologi Islami didefinisikan sebagai corak psikologi berlandaskan citra manusia menurut ajaran Islam, yang mempelajari keunikan dan pola perilaku manusia sebagai ungkapan pengalaman interaksi dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, dan alam keruhanian, dengan tujuan:
Meningkatkan kapasitas diri sendiri dan keberagamaan
Meningkatkan kesehatan mental dan kualitas keberagamaan
Menurunkan tingkat emosional dan menaikkan spiritualisme
Psikologi Islami berbeda dengan psikologi kontemporer dalam memaknai citra manusia. Dalam psikologi kontemporer citra manusia berorientasi pada ajaran Islam yang menganggap bahwa manusia itu memiliki martabat yang tinggi sebagai khalifah di muka bumi ini.
Benar
Salah
Dalam Psikologi Islami, ikhlas berarti melakukan segala sesuatu dengan:
Keinginan untuk mendapatkan pahala dari Allah
Harapan imbalan dari manusia
Menunjukkan kemampuan diri kepada orang lain
Memperoleh keuntungan duniawi
Dalam Psikologi Islami, tawakkal adalah sikap yang menunjukkan:
Kepercayaan penuh kepada Allah setelah berusaha
Menyerah tanpa melakukan usaha
Hanya mengandalkan usaha tanpa doa
Berusaha tanpa mempercayai ketentuan Allah
Dalam Psikologi Islami, kebahagiaan sejati dapat dicapai melalui:
Hubungan yang baik dengan Allah dan sesama
Memenuhi semua keinginan duniawi
Pengakuan dan penghargaan dari orang lain
Kesuksesan dalam karir dan pendidikan
