wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz tentang Analisis Data

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan akurasi dalam analisis data kuantitatif?

a)

Ukuran seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya.

b)

Ukuran seberapa dekat hasil antar pengukuran.

c)

Nilai kesalahan dalam pengukuran.

d)

Jumlah data yang dikumpulkan dalam satu eksperimen.

2.

Presisi dalam analisis data kuantitatif diukur dengan cara:

a)

Persentase perolehan kembali (% recovery).

b)

Simpangan baku atau simpangan baku relatif.

c)

Penyimpangan dari nilai aktual.

d)

Selisih antara hasil eksperimen dan nilai teoritis.

3.

Dari gambar di atas, manakah yang menunjukkan pengukuran dengan akurasi rendah dan presisi rendah?

a)

b)

c)

d)

4.

Manakah yang paling tepat menggambarkan hasil pengukuran pada gambar tersebut

a)

Akurasi tinggi, presisi rendah

b)

Akurasi rendah, presisi tinggi

c)

Akurasi tinggi, presisi tinggi

d)

Akurasi rendah, presisi rendah

5.

Apa yang dimaksud dengan galat acak?

a)

Kesalahan yang muncul secara teratur dan dapat diprediksi.

b)

Kesalahan besar yang menyebabkan pengulangan eksperimen.

c)

Kesalahan yang muncul secara acak dan tidak dapat diprediksi.

d)

Kesalahan yang disebabkan oleh kerusakan alat.

6.

Galat sistematik memiliki pengaruh pada:

a)

Akurasi hasil analisis.

b)

Presisi hasil analisis.

c)

Jumlah sampel yang diukur.

d)

Validitas data hasil pengukuran.

7.

Contoh galat operatif adalah:

a)

Reaksi tidak sempurna.

b)

Kesalahan pembacaan alat karena posisi mata yang salah.

c)

Kesalahan nol pada alat.

d)

Adanya reaksi samping dalam analisis.

8.

Cara terbaik untuk mengurangi galat instrumen adalah:

a)

Mengganti semua peralatan yang digunakan setiap tahun.

b)

Melakukan kalibrasi berkala terhadap alat.

c)

Menambah jumlah sampel.

d)

Menggunakan metode analisis yang berbeda.

9.

Apa fungsi uji kebermaknaan dalam analisis data?

a)

Untuk menghitung persentase error.

b)

Untuk mengevaluasi apakah hasil pengujian signifikan secara statistik.

c)

Untuk menentukan jumlah sampel yang dibutuhkan.

d)

Untuk mengukur akurasi instrumen.

10.

Dalam analisis regresi, apa arti koefisien determinasi (R-square) sebesar 54,2%?

a)

Variabel independen menjelaskan 54,2% variasi dalam variabel dependen.

b)

Terdapat 54,2% data yang tidak signifikan.

c)

54,2% data adalah outlier.

d)

Tidak ada hubungan antara variabel independen dan dependen.

11.

Jika nilai p-value yang diperoleh lebih kecil dari alpha (0,05), maka keputusan yang diambil adalah:

a)

Hipotesis nol diterima.

b)

Hipotesis alternatif diterima.

c)

Tidak ada keputusan.

d)

Uji diulang.

12.

Apa yang dimaksud dengan korelasi negatif dalam analisis data?

a)

Hubungan di mana kedua variabel meningkat bersama.

b)

Hubungan di mana satu variabel meningkat dan variabel lainnya menurun.

c)

Tidak ada hubungan antara kedua variabel.

d)

Hubungan di mana kedua variabel selalu konstan.

13.

Apa arti dari hipotesis nol (H0) dalam uji statistik?

a)

Tidak ada perbedaan atau pengaruh yang signifikan.

b)

Ada perbedaan signifikan antara variabel.

c)

Hipotesis yang menunjukkan pengaruh besar.

d)

Perbedaan selalu ada dalam data.

14.

Alpha dalam uji statistik sering digunakan sebagai:

a)

Penentu ukuran sampel.

b)

Batas kesalahan yang diterima dalam pengambilan keputusan.

c)

Nilai hasil akhir uji statistik.

d)

Parameter regresi.

15.

Tujuan utama dari uji t dalam analisis regresi adalah:

a)

Menentukan hubungan antara dua variabel independen.

b)

Menilai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.

c)

Mengukur jumlah error dalam data.

d)

Menentukan nilai alpha yang digunakan.

16.

Apa pentingnya kalibrasi instrumen sebelum digunakan dalam analisis?

a)

Menjamin sampel cukup untuk pengukuran.

b)

Mengurangi galat acak.

c)

Menjaga presisi alat.

d)

Menjamin hasil pengukuran sesuai dengan nilai yang sebenarnya.

17.

Apa arti dari p-value sebesar 1% dalam uji hipotesis?

a)

Hipotesis nol diterima dengan sangat percaya diri.

b)

Hipotesis nol ditolak, menunjukkan hubungan sangat signifikan.

c)

Uji perlu diulang.

d)

Data tidak cukup untuk pengujian.

18.

Contoh galat metodik dalam analisis adalah:

a)

Alat tidak terkalibrasi.

b)

Pengaruh sifat kimia sistem yang tidak diperhitungkan.

c)

Pembacaan jarum digital yang salah.

d)

Kebisingan pada instrumen.

19.

Nilai beta dalam analisis regresi menunjukkan:

a)

Persentase pengaruh variabel independen.

b)

Hubungan antar variabel independen.

c)

Koefisien yang menunjukkan kemiringan garis regresi.

d)

Besarnya galat pada pengukuran.

20.

Apa yang dimaksud dengan residual dalam regresi?

a)

Nilai perhitungan variabel independen.

b)

Perbedaan antara nilai aktual Y dan nilai yang diprediksi.

c)

Nilai error tetap dalam pengukuran.

d)

Koefisien korelasi antar variabel.

21.

Validasi merupakan suatu tindakan yang wajib dilakukan oleh industri farmasi yang mempunyai definisi

a)

Suatu tindakan untuk memberikan persetujuan dan mendokumentasikan peralatan atau peralatan tambahan yang telah dipasang benar, berfungsi tepat dan secara aktual memberikan hasil yang diharapkan

b)

Suatu tindakan untuk memastikan fungsi peralatan produksi yang digunakan sesuai persyaratan CPOB

c)

Suatu tindakan untuk menjamin bahan baku, personel, proses, prosedur, kegiatan, sistem, peralatan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi sesuai dengan persyaratan CPOB

d)

Suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, peralatan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan

22.

Tujuan dilakukan kegiatan validasi adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Untuk menjamin mutu dan kualitas produk obat yang dihasilkan baik dan sesuai persyaratan

b)

Untuk menjaga konsistensi produk obat yang dihasilkan tetap dan tidak ada penyimpangan yang signifikan

c)

Untuk menjamin safety bagi personel saat proses produksi

d)

Untuk meminimalisir penyimpangan yang dapat terjadi dalam proses produksi

23.

Berikut dibawah ini merupakan beberapa hal yang dapat divalidasi, yaitu kecuali

a)

Pengawasan Mutu

b)

Personel

c)

Bahan Baku Produksi

d)

Produksi

24.

Parameter yang digunakan di Validasi

a)

FI V

b)

USP

c)

Fornas

d)

Jurnal

25.

Kriteria Penerimaan pada Akurasi adalah

a)

Koefisien korelasi

b)

Akurasi

c)

Linear secara visual

d)

RSD

26.

Kepala bagian produksi dan kepala bagian QA (Quality Assurance) pada sebuah industri farmasi dipimpin oleh seorang apoteker yang terkualifikasi. Kualifikasi apoteker tersebut antara lain

a)

Terdaftar dan terkualifikasi

b)

Memperoleh pelatihan yang sesuai

c)

Memiliki pengalaman praktis yang memadai dalam bidang pembuatan obat dan Keterampilan manajerial sehingga memungkinkan untuk melaksanakan tugasnya secara profesional

d)

A, B, dan C benar

27.

Sebuah industri farmasi akan membuat pemesanan bahan baku Pseudoefedrin HCl 30 mg untuk memproduksi produk obat flu dari importir terdaftar (IT) prekursor farmasi. Pemesanan bahan baku tersebut harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Siapakah yang berwenang menandatangani SP tersebut

a)

Apoteker dalam tim pengadaan

b)

Apoteker penanggung jawab produksi

c)

Apoteker penanggung jawab gudang

d)

Apoteker penanggung jawab QC

28.

Dilakukan uji validasi metode tablet simetikon. Diperoleh hasil % recovery dari 3 replikasi yaitu 98%-120%. Parameter uji apa yg dilakukan

a)

Linieritas

b)

Akurasi

c)

Presisi

d)

Selektivitas

29.

Bagian riset dan pengembangan di industri farmasi melakukan pengembangan metode analisis penetapan kadar zat aktif paracetamol dan ibu profen dalam sirup secara simultan menggunakan KCKT. Agar memastikan bahwa analit yang terukur adalah paracetamol dan ibu profen, maka metode analisis harus memenuhi syarat parameter tertentu. Parameter tersebut adalah

a)

Akurasi

b)

Batas deteksi

c)

Linieritas

d)

Selektivitas

30.

Ekstraksi merupakan proses

a)

Penyaringan zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral

b)

Penyerapan zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral

c)

Penyarian zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral

d)

Pelepasan zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral

31.

Contoh pelarut non polar adalah

a)

n-hexan

b)

etanol

c)

butanol

d)

metanol

32.

Contoh pelarut polar adalah

a)

n-hexan

b)

etanol

c)

eter

d)

kloroform

33.

Proses kimia yang terjadi saat perendaman serbuk dan solvent adalah

a)

osmosis dan difusi

b)

kovalen dan hidrolisis

c)

polar dan non polar

d)

titik didih tinggi dan derjat halus

34.

Sifat Pelarut yang Baik dalam Ekstraksi, yaitu

a)

Dapat bervaporasi dengan pemanasan yang rendah

b)

Memiliki sifat pengawet

c)

Mendukung adsorpsi fisiologis ekstrak yang cepat

d)

Bersifat toksisitas tinggi

35.

Pembuatan kopi Ekspresso menggunakan teknik ekstraksi yaitu

a)

Maserasi

b)

Sokletasi

c)

Perkolasi

d)

Infusi

36.

Penyarian dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi, disebut dengan

a)

Maserasi

b)

Sokletasi

c)

Perkolasi

d)

Infusi

37.

Metode pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyaringan berulang-ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua komponen yang diinginkan akan terisolasi, disebut

a)

Maserasi

b)

Sokletasi

c)

Perkolasi

d)

Infusi

38.

Tahapan Penyarian/Ekstraksi yang BENAR yaitu

a)

Penyarian, Pembasahan, Pembuatan Serbuk, Pemekatan

b)

Pembuatan serbuk, Pembasahan, Penyarian, Pemekatan

c)

Pembasahan, Pemekatan, Pembuatan Serbuk, Penyarian

d)

Pemekatan, Pembuatan Serbuk, Penyarian, Pembasahan

39.

Alat yang digunakan untuk Pemekatan, KECUALI

a)

waterbath

b)

destilator

c)

evaporator

d)

inkubator

40.

Pelarut umum pada proses ektraksi, jika tidak dinyatakan lain adalah

a)

Air

b)

Etanol

c)

Metanol

d)

Kloroform