Font size
WorksheetsAsistensi Pupuk Cair
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Apa judul praktikum yang dilakukan?
Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Sayuran
Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Buah-Buahan
Pembuaan pupuk cair dari sayur dan buah
Pembuatan Pupuk cair dari Sampah buahan dan sayur
Berapa ml total air yang digunakan pada proses pembuatan mikroorganisme lokal?
30 ml
300 ml
3000 ml
30000 ml
Berapa banyak tapai yang digunakan pada pembuatan mikroorganisme lokal?
30 gram
300 gram
3000 gram
30000 gram
Faktor-faktor yang mempengaruhi pupuk cair adalah?
Ukuran bahan
Ukuran bahan dan Komponen bahan
Ukuran bahan, Komponen bahan dan pH
Ukuran bahan, Komponen bahan, Suhu dan pH
Dalam praktikum pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah, suhu yang ideal untuk fermentasi adalah sekitar?
10 - 30 °C
20 - 30 °C
30 - 50 °C
15 - 25 °C
Pupuk cair biasanya digunakan untuk memberikan unsur hara secara langsung ke tanaman. Salah satu keuntungan utama dari pupuk cair adalah....
Dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama
Mudah diserap oleh akar dan daun tanaman
Tidak perlu dicampur dengan air
Hanya dapat digunakan untuk tanaman hias
Pupuk cair memiliki kandungan unsur hara yang lebih mudah terlarut dalam air dibandingkan pupuk padat. Unsur hara utama yang terdapat dalam pupuk cair adalah....
Fosfor, kalium, dan nitrogen
Kalium, sulfur, dan kalsium
Nitrogen, karbon, dan belerang
Magnesium, natrium, dan klor
Salah satu kelemahan penggunaan pupuk cair adalah:
Dapat menyebabkan kerusakan pada tanah
Harganya lebih murah dibandingkan pupuk padat
Memerlukan aplikasi yang lebih sering
Tidak mudah larut dalam air
Jika jumlah molase yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair terlalu banyak, maka dampak yang mungkin terjadi adalah:
Proses fermentasi berjalan lebih cepat dan rendemen meningkat tajam
Pupuk cair menjadi lebih asam dan mikroorganisme dapat mati akibat kelebihan gula
Rendemen menjadi lebih rendah karena kandungan unsur hara berkurang
Proses fermentasi terhambat dan rendemen tetap stabil
Pupuk cair yang digunakan untuk tanaman biasanya mengandung unsur hara makro dan mikro. Salah satu contoh unsur hara mikro yang penting bagi tanaman adalah....
Nitrogen
Fosfor
Kalium
Mangan
Pupuk cair harus digunakan dengan hati-hati karena...
Dapat membusukkan akar tanaman jika berlebihan
Dapat meningkatkan pH tanah secara drastis
Mengurangi kadar oksigen di dalam tanah
Meningkatkan kadar garam di dalam tanah
Dalam praktikum pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah, proses penguraian bahan organik menjadi pupuk cair disebut....
Fermentasi
Distilasi
Sublimasi
Fiksasi
Proses pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah biasanya melibatkan pencampuran bahan-bahan dengan....
Air dan gula pasir
Air dan mikroorganisme pengurai
Air dan pestisida
Air dan pupuk kimia sintetis
Pupuk cair dari sampah sayur dan buah dapat digunakan untuk....
Menyiram tanaman agar tumbuh lebih cepat
Memberikan nutrisi tambahan kepada tanaman secara perlahan
Menghilangkan hama tanaman secara langsung
Menyuburkan tanah secara instan
Untuk menghasilkan pupuk cair yang efektif, proses fermentasi sampah sayur dan buah sebaiknya dilakukan selama.....
1 - 2 hari
3 - 5 hari
7 - 14 hari
18 - 25 hari
Pada saat praktikum pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah, salah satu tanda fermentasi yang berhasil adalah....
Tidak ada perubahan bau
Terjadi peningkatan suhu yang signifikan
Tercium bau busuk yang menyengat
Tercium bau asam atau ragi
Dalam pembuatan pupuk cair dari sampah organik, molase sering ditambahkan untuk...
Mengurangi bau dari bahan organik
Menambah kandungan unsur hara dalam pupuk cair
Menyediakan sumber karbon untuk mikroorganisme yang mempercepat proses fermentasi
Menambah kandungan air dalam pupuk cair
Untuk mendapatkan pupuk cair dengan rendemen tinggi, penting untuk mengatur rasio antara...
Mikroorganisme dan air dalam larutan
Pupuk kimia dan bahan organik yang digunakan
Bahan organik dan air dalam proses fermentasi
Waktu fermentasi dan suhu lingkungan
Jika proses pembuatan pupuk cair tidak dilakukan dengan benar, maka rendemen yang dihasilkan bisa sangat rendah karena....
Bahan organik terlalu sedikit terurai
Terlalu banyak bahan kimia yang digunakan
Suhu terlalu tinggi yang menyebabkan bahan organik terdegradasi dengan cepat
Penggunaan air yang terlalu banyak
Penambahan molase dalam proses pembuatan pupuk cair berfungsi untuk meningkatkan rendemen karena:
Molase berfungsi sebagai bahan pengikat yang mengurangi keasaman tanah
Molase mempercepat penguraian bahan organik dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme
Molase meningkatkan kandungan nitrogen dalam pupuk cair
Molase mengurangi kelembaban bahan organik selama fermentasi
