wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asistensi Pupuk Cair

Total questions: 20

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa judul praktikum yang dilakukan?

a)

Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Sayuran

b)

Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Buah-Buahan

c)

Pembuaan pupuk cair dari sayur dan buah

d)

Pembuatan Pupuk cair dari Sampah buahan dan sayur

2.

Berapa ml total air yang digunakan pada proses pembuatan mikroorganisme lokal?

a)

30 ml

b)

300 ml

c)

3000 ml

d)

30000 ml

3.

Berapa banyak tapai yang digunakan pada pembuatan mikroorganisme lokal?

a)

30 gram

b)

300 gram

c)

3000 gram

d)

30000 gram

4.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pupuk cair adalah?

a)

Ukuran bahan

b)

Ukuran bahan dan Komponen bahan

c)

Ukuran bahan, Komponen bahan dan pH

d)

Ukuran bahan, Komponen bahan, Suhu dan pH

5.

Dalam praktikum pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah, suhu yang ideal untuk fermentasi adalah sekitar?

a)

10 - 30 °C

b)

20 - 30 °C

c)

30 - 50 °C

d)

15 - 25 °C

6.

Pupuk cair biasanya digunakan untuk memberikan unsur hara secara langsung ke tanaman. Salah satu keuntungan utama dari pupuk cair adalah....

a)

Dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama

b)

Mudah diserap oleh akar dan daun tanaman

c)

Tidak perlu dicampur dengan air

d)

Hanya dapat digunakan untuk tanaman hias

7.

Pupuk cair memiliki kandungan unsur hara yang lebih mudah terlarut dalam air dibandingkan pupuk padat. Unsur hara utama yang terdapat dalam pupuk cair adalah....

a)

Fosfor, kalium, dan nitrogen

b)

Kalium, sulfur, dan kalsium

c)

Nitrogen, karbon, dan belerang

d)

Magnesium, natrium, dan klor

8.

Salah satu kelemahan penggunaan pupuk cair adalah:

a)

Dapat menyebabkan kerusakan pada tanah

b)

Harganya lebih murah dibandingkan pupuk padat

c)

Memerlukan aplikasi yang lebih sering

d)

Tidak mudah larut dalam air

9.

Jika jumlah molase yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair terlalu banyak, maka dampak yang mungkin terjadi adalah:

a)

Proses fermentasi berjalan lebih cepat dan rendemen meningkat tajam

b)

Pupuk cair menjadi lebih asam dan mikroorganisme dapat mati akibat kelebihan gula

c)

Rendemen menjadi lebih rendah karena kandungan unsur hara berkurang

d)

Proses fermentasi terhambat dan rendemen tetap stabil

10.

Pupuk cair yang digunakan untuk tanaman biasanya mengandung unsur hara makro dan mikro. Salah satu contoh unsur hara mikro yang penting bagi tanaman adalah....

a)

Nitrogen

b)

Fosfor

c)

Kalium

d)

Mangan

11.

Pupuk cair harus digunakan dengan hati-hati karena...

a)

Dapat membusukkan akar tanaman jika berlebihan

b)

Dapat meningkatkan pH tanah secara drastis

c)

Mengurangi kadar oksigen di dalam tanah

d)

Meningkatkan kadar garam di dalam tanah

12.

Dalam praktikum pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah, proses penguraian bahan organik menjadi pupuk cair disebut....

a)

Fermentasi

b)

Distilasi

c)

Sublimasi

d)

Fiksasi

13.

Proses pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah biasanya melibatkan pencampuran bahan-bahan dengan....

a)

Air dan gula pasir

b)

Air dan mikroorganisme pengurai

c)

Air dan pestisida

d)

Air dan pupuk kimia sintetis

14.

Pupuk cair dari sampah sayur dan buah dapat digunakan untuk....

a)

Menyiram tanaman agar tumbuh lebih cepat

b)

Memberikan nutrisi tambahan kepada tanaman secara perlahan

c)

Menghilangkan hama tanaman secara langsung

d)

Menyuburkan tanah secara instan

15.

Untuk menghasilkan pupuk cair yang efektif, proses fermentasi sampah sayur dan buah sebaiknya dilakukan selama.....

a)

1 - 2 hari

b)

3 - 5 hari

c)

7 - 14 hari

d)

18 - 25 hari

16.

Pada saat praktikum pembuatan pupuk cair dari sampah sayur dan buah, salah satu tanda fermentasi yang berhasil adalah....

a)

Tidak ada perubahan bau

b)

Terjadi peningkatan suhu yang signifikan

c)

Tercium bau busuk yang menyengat

d)

Tercium bau asam atau ragi

17.

Dalam pembuatan pupuk cair dari sampah organik, molase sering ditambahkan untuk...

a)

Mengurangi bau dari bahan organik

b)

Menambah kandungan unsur hara dalam pupuk cair

c)

Menyediakan sumber karbon untuk mikroorganisme yang mempercepat proses fermentasi

d)

Menambah kandungan air dalam pupuk cair

18.

Untuk mendapatkan pupuk cair dengan rendemen tinggi, penting untuk mengatur rasio antara...

a)

Mikroorganisme dan air dalam larutan

b)

Pupuk kimia dan bahan organik yang digunakan

c)

Bahan organik dan air dalam proses fermentasi

d)

Waktu fermentasi dan suhu lingkungan

19.

Jika proses pembuatan pupuk cair tidak dilakukan dengan benar, maka rendemen yang dihasilkan bisa sangat rendah karena....

a)

Bahan organik terlalu sedikit terurai

b)

Terlalu banyak bahan kimia yang digunakan

c)

Suhu terlalu tinggi yang menyebabkan bahan organik terdegradasi dengan cepat

d)

Penggunaan air yang terlalu banyak

20.

Penambahan molase dalam proses pembuatan pupuk cair berfungsi untuk meningkatkan rendemen karena:

a)

Molase berfungsi sebagai bahan pengikat yang mengurangi keasaman tanah

b)

Molase mempercepat penguraian bahan organik dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme

c)

Molase meningkatkan kandungan nitrogen dalam pupuk cair

d)

Molase mengurangi kelembaban bahan organik selama fermentasi