wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manfaat SIG dalam Pengambilan Keputusan

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

CONTOH KASUS UNTUK BEBERAPA SOAL BERIKUT.

PT. Harmoni Bumi adalah perusahaan pertambangan yang ingin memperluas operasi tambang batubara di Kalimantan Timur. Perusahaan memiliki data spasial yang cukup lengkap, termasuk data geologi, topografi, hidrologi, serta data sosial ekonomi masyarakat sekitar. Namun, perusahaan dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti potensi konflik dengan masyarakat adat, risiko bencana alam, dan peraturan lingkungan yang semakin ketat.

PT. Harmoni Bumi ingin merancang strategi ekspansi tambang yang berkelanjutan. Manakah dari strategi berikut yang paling tepat jika perusahaan ingin meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, serta mematuhi peraturan yang berlaku, dengan memanfaatkan teknologi SIG?

a)

Melakukan ekspansi tanpa mempertimbangkan data spasial yang ada, dengan alasan biaya yang lebih efisien.

b)

Menggunakan SIG untuk mengidentifikasi area dengan potensi mineral tertinggi, tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan dan sosial.

c)

Menggunakan SIG untuk menganalisis kerentanan terhadap bencana alam, potensi konflik sosial, dan kualitas lingkungan, serta mengintegrasikan data tersebut dalam perencanaan ekspansi.

d)

Memfokuskan pada peningkatan produksi tanpa memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat.

2.

Apa saja indikator keberhasilan yang dapat digunakan untuk mengukur keberlanjutan operasi tambang PT. Harmoni Bumi?

a)

Peningkatan produksi tambang dan keuntungan perusahaan.

b)
  • Pemulihan ekosistem, penurunan konflik sosial, dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.

c)
  • Penurunan kualitas air dan udara di sekitar area tambang.

d)

Perubahan iklim mempengaruhi ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air.

3.

Bagaimana SIG dapat membantu PT. Harmoni Bumi dalam merancang rencana reklamasi pasca tambang yang efektif?

a)

Dengan hanya memetakan area yang perlu direklamasi tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan lainnya.

b)

Dengan menganalisis data spasial untuk mengidentifikasi jenis tanah, kemiringan lereng, dan potensi erosi, sehingga dapat menentukan jenis tanaman yang cocok untuk reklamasi.

c)

Dengan mengabaikan data spasial dan hanya berfokus pada aspek ekonomi dari reklamasi.

d)

Dengan menggunakan SIG untuk memetakan lokasi pembuangan limbah tambang tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.

4.

Apa saja faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan sumber daya air?

a)

Ketersediaan air, kualitas air, kebutuhan pengguna, dampak lingkungan, perubahan iklim, kebijakan pengelolaan.

b)

Ketersediaan lahan pertanian, daerah cekungan air, pembuangan limbah.

c)

Pengelolaan limbah padat, pengolahan limbah cair, kualitas tanah dan lokasi irigasi.

d)

Sumber daya energi terbarukan, lokasi irigasi dan sumber mata air.

5.

Sebutkan contoh aplikasi SIG dalam analisis penggunaan lahan!

a)

Monitoring kualitas udara penting untuk kesehatan, identifikasi polusi, dan kepatuhan regulas

b)

Pengukuran suhu tanah untuk pertanian.

c)

Pemetaan penggunaan lahan untuk perencanaan tata ruang kota.

d)

Analisis kualitas udara di perkotaan dan kemacetan lalu lintas.

6.

Bagaimana pemetaan risiko bencana dapat mengurangi kerugian?

a)

Pemetaan risiko bencana dapat mengurangi kerugian dengan mengidentifikasi dan memitigasi potensi risiko.

b)

Pemetaan risiko bencana dapat menambah kerugian masayarakat terdampak

c)

Pemetaan risiko bencana hanya meningkatkan biaya operasional.

d)

Pemetaan risiko bencana hanya untuk tujuan akademis tetapi tidak membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan.

7.

Bagaimana SIG dapat membantu dalam perencanaan tata ruang yang berkelanjutan?

a)

SIG membantu perencanaan tata ruang berkelanjutan dengan menyediakan data spasial dan analisis yang mendukung pengambilan keputusan.

b)

SIG hanya berfungsi untuk visualisasi data tanpa dukungan analisis.

c)

SIG tidak memiliki peran dalam pengambilan keputusan tata ruang.

d)

SIG hanya digunakan untuk pemetaan dasar tanpa analisis data.

8.

Sebutkan langkah-langkah dalam analisis penggunaan lahan menggunakan SIG!

a)

1. Pengumpulan data, 2. Pengolahan data, 3. Analisis data, 4. Interpretasi hasil, 5. Penyajian hasil, 6. Pengambilan keputusan.

b)

1. Pengumpulan data dan analisis, 2. Penyajian data tanpa interpretasi, 3. Pengambilan keputusan tanpa analisis

9.

Apa saja jenis bencana yang dapat dipetakan dengan SIG?

a)

Polusi udara, tornado, tsunami

b)

Angin puting beliung, polusi udara, banjir

c)

Tsunami, banjir, kebakaran hutan

d)

Gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, letusan gunung berapi.

10.

Apa saja langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak bencana?

a)

Melakukan pemetaan risiko dan perencanaan darurat

b)

Meningkatkan populasi di daerah rawan bencana

c)

Menunda pembangunan infrastruktur

d)

Menetapkan lokasi untuk pembangunan gedung baru