wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH 3 Teks Hikayat X

Total questions: 20

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Ia memohon kepada Sang Pencipta agar diberi sebuah pulau. Kutipan teks di atas termasuk ke dalam nilai...

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai pendidikan

d)

nilai religius

2.

Kita harus rakat mufakat, bantu membantu, batu membahu, setuju? Kutipan teks termasuk ke dalam nilai...

a)

nilai budaya

b)

nilai sosial

c)

nilai moral

d)

nilai religius

3.

sebelumnya, kutolehkan kepala ke belakang dan di sanalah ia menahan isak tangis. Laki-laki itu mencoba menenangkan dengan menepuk-nepuk pundaknya. Kalimat tersebut termasuk dalam kaidah kebahasaan...

a)

konjungsi urutan waktu (temporal)

b)

konjungsi pertentangan

c)

konjungsi kausalitas

d)

konjungsi syarat

4.

Kalimat yang menggunakan majas simile terletak pada kalimat...

a)

Rani tidur seperti kerbau

b)

Intan sedang naik daun karena berita kemarin sore

c)

Semut itu tersenyum kepadaku dengan rasa syukur

d)

Adapun emas ini sampai kepada cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja

5.

Kalimat yang menggunakan majas hiperbola adalah...

a)

Tingkah lakunya sangat konyol seperti aksi badut yang sedang melucu di depan penonton

b)

Teriakan kekecewaannya membelah angkasa

c)

Si pintar sedang membaca buku di perpustakaan

d)

Raja siang keluar dari ufuk timur

6.

Majas yang menggunakan kelompok kata yang bertujuan untuk membandingkan sesuatu tanpa menggunakan kata penghubung pembanding disebut majas...

a)

personifikasi

b)

simile

c)

metafora

d)

hiperbola

7.

Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!


“Mimpi apa?” tanya Anggung Selamat penuh perhatian.

“Banyak pulau bergerak mendekati pantai Muar, kemudian ribuan tabuan datang menyerang kota. Piring makannya pecah. Dan. . . .”

“Dan apa?”

“Banjir darah di Negeri Muar,” Muda Cik Leman meneruskan seraya menatap mata Anggung Selamat.


Dari kutipan cerita hikayat tersebut ditemukan majas hiperbola, “banjir darah” yang berarti. . . .

a)

Terjadi banjir air merah seperti darah

b)

Adanya mimpi yang tidak masuk akal

c)

Matinya orang dalam jumlah banyak

d)

Kemenangan akan diraih

e)

Adanya tipu daya oleh Raja Petukal

8.

Cermati kalimat berikut!


Gadis Cik Inam memandang ke kejauhan bagai nelayan memandang cakrawala.


Kata yang digarisbawahi tersebut mengandung majas. . .

a)

Simile

b)

Repetisi

c)

Hiperbola

d)

Personifikasi

e)

Metafora

9.

Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!


Mendengar ramalan yang demikian, Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda mereka dengan mengatakan, jikalau Jaya Langkara ada dalam negeri, negeri akan binasa, beras padi juga akan menjadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Langkara dengan bundayanya dari negeri.


Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas adalah…

a)

Nilai sosial

b)

Nilai Budaya

c)

Nilai estetika

d)

Nilai Edukasi

e)

Nilai Moral

10.

Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!


Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.


Nilai yang dapat kita ambil dalam kutipan hikayat di atas adalah…

a)

Nilai Sosial

b)

Nilai Budaya

c)

Nilai Edukasi

d)

Nilai Religius

e)

Nilai Estetika

11.

Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.


Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah...

a)

Gunung Indrakila

b)

Padang rumput

c)

Kebun binatang

d)

Hutan rimba

e)

Margasatwa

12.

Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

repetisi

c)

Personifikasi

d)

Hiperbola

e)

simile

13.

Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh

orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu.


Majas yang terdapat dalam teks hikayat di adalah ... .

a)

Simile

b)

Personifikasi

c)

Metafora

d)

Hiperbola

e)

Pleonasme

14.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai sosial

d)

nilai agama

e)

nilai pendidikan

15.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

antonomasia

c)

simile

d)

alegori

e)

personifikasi

16.

Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!


Tiba-tiba dadanya berdeburan kencang. Ternyata titik-titik hitam makin lama semakin terlihat jelas dan membesar. Dalam kabut pagi titik-titik hitam tampak bagai pulau-pulau kecil yang bergerak perlahan-lahan menuju pantai. Dan semakin lama jumpah titik-titik hitam itu semakin banyak.


Latar yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah...

a)

Pagi hari, pantai, menegangkan

b)

Pagi hari, laut, mengharukan

c)

Siang hari, dermaga, menegangkan

d)

Siang hari, laut, mengharukan

17.

Setelah sampai ke negeri Yaman dengan takdir Allah ta'ala maka bertemulah dia dengan Ibraha. Maka ditunjukkanlah surat dan kiriman kepada daripada ayahnya itu. Setelah disambut surat dan kiriman itu lalu dibacanya. Setelah sudah maka ujarnya, "Hambapun sahaja rindu akan ayahanda bunda, marilah kita pulang."

Alur yang digunakan dalam penggalan ikayat di atas adalah. . .

a)

alur mundur

b)

alur flashback

c)

alur campuran

d)

alur maju

18.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah ....

a)

harusnya orang makan daging

b)

pentingnya menepati janji

c)

harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

19.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."

Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ....

a)

orang pertama

    

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang pertama pelaku utama

e)

orang ketiga tunggal

20.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."

Watak dari tokoh Hang Jebat adalah ….

a)

baik budi

b)

pemberani 

c)

sombong

d)

pemarah

e)

ceroboh