NEW
Font size
WorksheetsRESENSI UH XI
Total questions: 40
Worksheet time: 33mins
Perhatiakan kutipan teks cerpen berikut!
“Kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih Pak, Diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantuny, bukan malah menambah bebanya."
Amanat yang terkandung dalam kutipan teks cerpen di atas adalah….
sebagai manusia harus saling tolong-menolong
seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi permasalahan hidup
guru harus bersikap profesional dalam mendidik siswanya
guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.
(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")
Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....
pendidikan
budaya
agama
sosial
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.
(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")
Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....
umur
pakaian
gerak geriknya
perawakannya
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.
Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”
Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...
Pencurian
Kesedihan
Kekhawatiran
Kelalaian
Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu tetapi waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya bagai menunjuk keberadaan waktu.
Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah ...
Ruang tamu
ruang keluarga
kamar
tempat tidur
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk menolong-nya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.
Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital tersebut melalui ….
pelukisan perilaku tokoh
paparan langsung oleh pengarang
pelukisan tempat tinggal tokoh
pelukisan bentuk fisik tokoh
Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...
Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang
Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar
Unsur yang membentuk cerpen dari dalam
Unsur yang membentuk cerpen dari luar
Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Kutipan cerpen diatas menggunakan sudut pandang ...
Orang ketiga diluar jalan cerita
Orang ketiga serba tau
Orang pertama pelaku sampingan
Orang pertama pelaku utama
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
Harusnya orang makan daging
Pentingnya menepati janji
Harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
penakut
jujur
Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.
Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….
malam hari yang hening, menegangkan
pagi dan siang hari, memalukan
siang dan sore hari, mencemaskan
malam dan pagi hari, mengenaskan
(1) Pada suatu hari berangkatlah Sumardi ke kotaku. Ia ingin mengadu nasib bersamaku di sana.
(2) “Aku telah sukses sekarang!” kata Parmin setengah berteriak. Maklum suara bus kota yang ditumpanginya begitu gaduh.
(3) Menjelang petang Kang Abdullah telah menelponku lagi. Intinya masih sama, merayuku agar aku mau memberikan pinjaman uang sekitar seratus ribu padanya.
(4) Keputusan Supardi telah bulat. Ia akan pergi ke rumah Santi sekedar meminta ketegasan jawaban atas lamarannya beberapa hari yang lalu.
(5) Untuk kasus penggelapan dana solidaritas, Pak Guru Yos jelas tidak mengetahuinya. Sejak masalah keuangan dipegang oleh Rustam, asisten ustad Jafar, masalah keuangan menjadi tidak transparan.
Kalimat yang menunjukkan sudut pandang orang ketiga sebuah cerpen adalah …
(1), (2), (3)
(1), (3)
(1), (4), (5)
(4), (5)
(2), (4), (5)
(1) Pada suatu hari berangkatlah Sumardi ke kotaku. Ia ingin mengadu nasib bersamaku di sana.
(2) “Aku telah sukses sekarang!” kata Parmin setengah berteriak. Maklum suara bus kota yang ditumpanginya begitu gaduh.
(3) Menjelang petang Kang Abdullah telah menelponku lagi. Intinya masih sama, merayuku agar aku mau memberikan pinjaman uang sekitar seratus ribu padanya.
(4) Keputusan Supardi telah bulat. Ia akan pergi ke rumah Santi sekedar meminta ketegasan jawaban atas lamarannya beberapa hari yang lalu.
(5) Untuk kasus penggelapan dana solidaritas, Pak Guru Yos jelas tidak mengetahuinya. Sejak masalah keuangan dipegang oleh Rustam, asisten ustad Jafar, masalah keuangan menjadi tidak transparan.
Kalimat yang menunjukkan sudut pandang orang ketiga sebuah cerpen adalah …
(1), (2), (3)
(1), (3)
(1), (4), (5)
(4), (5)
(2), (4), (5)
Bacalah cerpen di bawah ini.!
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. “ Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam.” Kata kepala penyidik. 3) malam itu kami tidak bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekalas anakku membantu mencari anak kami.
Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian
orientasi
solusi
komplikasi
resolusi
Bacalah cerpen di bawah ini.!
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. “ Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam.” Kata kepala penyidik. 3) malam itu kami tidak bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekalas anakku membantu mencari anak kami.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah......
Di sekolah, siang hari, suasana gelisah
Di rumah, malam hari, suasana panik
Dirumah, malam hari, suasana panik
Di rumah, sore hari, suasana gelisah
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Kata finansial dalam cerpen bermakna
Modal
Sarana
Ilmu
Biaya
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Pada suatu hari, di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang pemuda bernama Badu. Badu adalah pemuda yang rajin dan tekun bekerja. Ia bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarganya.
Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen di atas adalah...
Perjuangan
Ketulusan
Kesabaran
Kegigihan
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang gadis bernama Rindu. Rindu adalah gadis yang cantik dan baik hati. Ia selalu membantu orang yang membutuhkan.
Nilai-nilai moral yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah...
Kejujuran
Tanggung jawab
Kepedulian
Kesabaran
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang gadis cantik bernama Diah. Diah adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya. Diah dikenal sebagai gadis yang rajin dan baik hati. Dia selalu membantu neneknya dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
Latar tempat pada kutipan cerpen di atas adalah
Desa
Kota
Rumah nenek
Sawah
Sebagai penduduk Kabupaten Waykanan, aku sangatlah bangga tinggal di daerah yang subur, makmur, dan memiliki potensi alam yang luar biasa. Meskipun aku seorang penduduk pendatang dari daerah Jawa tetapi aku selalu memegang prinsip DI MANA BUMI DI PIJAK, DI SITULAH LANGIT DIJUNJUNG. Oleh karena itu, adat dan budaya setempat selalu aku hormati dan aku ikuti.
Oleh Mujiatun
Menurut teks cerpen di atas, dimanakah si penulis tinggal?
penduduk Bali
Penduduk Kabupaten Jawa
Penduduk Jawa
Penduduk Kabupaten Waykanan
Selama tiga kali dalam seminggu mereka mengikuti latihan. Walau sudah capek mengikuti kegiatan sekolah sejak pagi hingga pukul 14.00 WIB tetapi anak-anak hebatku tetap bersemangat mengikuti latihan menari. Inilah salah satun motivasiku tetap bersemangat melatih mereka meskipun sudah seharian lelah mengajar.
Oleh Mujiatun
Dari kutipan teks cerpen di atas, diketahui bahwa tokoh cerita merupakan...
Seorang pelukis
Seorang pengacara
Seorang perancang busana
Seorang guru
“Selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan seorang teman baru. Namanya Nia. Untuk Nia, perkenalkan nama ibu Bu Elis. Nah, untuk menyambut Nia, ibu ingin murid-murid lama di sini menarikan Tari Bondan yang baru saja selesai kita pelajari”, kata Bu Elis, wanita paruh baya yang melatih tari di kelasku. Tak lama ia menghidupkan musik pengiring Tari Bondan, dan diikuti oleh gerakan tari anak-anak di sini.
Unsur pembangun apakah yang paling kuat dalam kutipan teks cerpen di atas?
Penokohan
Amanat
Latar waktu
Latar tempat
Cermatilah ilustrasi berikut!
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Banyak bangsal yang kosong
Tidak mendapat fasilitas gratis
Cermatilah teks berikut!
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….
pikiran tokoh
penjelasan pengarang
komentar tokoh
tindakan tokoh
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
…. Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
Dikutip dari Ratna Indraswari Ibrahim, “Ayah Pulang” dalam http://cerpen kompas. ordpress.com/2007
Suntingan yang tepat untuk kalimat yang bercetak miring sesuai dengan EBI adalah….
Aku dan Yu Ning dikejar karir dan selalu lupa kalau masih punya ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan Yu Ning mengejar karier dan selalu lupa kalau masih punya ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan yu Ning mengkejar karier dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan yu ning terkejar karier dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
Cermati kutipan berikut!
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….
para penumpang mendengarkan lagu
tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu
para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan
tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya
Cermati kutipan berikut!
Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.
Sumber : Djamil Suherman,
“Jadi Santri”
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…
Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.
Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟
yang jarang ditemukandalam cerita lain.
Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak me-narik si pembaca dantidak bermakna.
Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya.
Bacalah penggalan cerpen ini dengan saksama!
(1) la seorang yang tak suka kepada keramaian. (2) la senang duduk dalam kamarnya menyendiri, mengarang cerita, menulis syair, atau berpikir. (3) Yang belakangan inilah paling sering diperbuatnya. (4) Maklum, orang tak setiap hari bisa mengarang. (5) Apalagi orang seperti dia yang kerap kali duduk-duduk saja, terpisah dari dunia ramai. (6) Tapi pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisinya. (7) Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu.
(Tikus dan Manusia, Trisno Sumarjo)
Kalimat pembuktian watak tokoh yang rajin terdapat pada nomor...
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(4) dan (5)
Bacalah penggalan cerpen ini dengan saksama!
Di usia yang tersisa, Suarni dan Said ingin berkumpul kembali dengan anak-anak, ingin rnerasakan kehangatan di tengah-tengah mereka, seperti dulu, saat mereka masih di kampung. Keduanya tak henti-hentinya berharap, mudah-mudahan, ada di antara anak-anak yang mengajak tinggal di Jakarta, menghabiskan hari tua di sana. Aih, betapa menyenangkan bila Suarni masih dapat membuatkan makanan kesukaan Ijal, Ketek, Basa, atau Irham. Akan tetapi, setelah sekian lama menunggu dan berharap, ajakan itu tak kunjung tiba. Kalaupun sekali waktu Suarni dan Said datang berkunjung, itu hanya sekedar menjenguk cucu-cucu, sepekan dua pekan. Setelah itu, mereka kembali pulang ke kampung. Tidak untuk tinggal berlama-lama, sebagaimana keinginan mereka. Harapan Suarni dan Said kini beralih pada Alida. Anak perempuan semata wayang, yang juga memilih hidup di Jakarta sejak menikah dengan Yung.
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...
Keinginan orang tua berkumpul dengan anak-anak di usia tua.
Memasakkan makanan kesukaan untuk suami dan anak-cucu setiap hari.
Kebijakan orang tua mengunjungi anak-cucu di kota lain.
Setelah tua tinggal bersama anak di kota besar.
Cermatilah teks berikut!
Yang lebih menderita dalam hal itu ialah Asna jua. Asnah menjadi tempat sampah bagi kemarahan dan sakit hati Sania. Akan tetapi, Asna tidak pernah mengadu dan tidak pernah keluar dari mulutnya kesedihan hatinya. Melainkan sebaliknya, Asna selalu menyabarkan Asri dan menenangkan Sania dalam segala pertengkaran serta berusaha akan mengadakan damain pula. Beberapa bulan telah berlalu, dari hari ke hari, pergaulan Asri dan Sania semakin bertambah buruk.
Bukti nilai sosial yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah...
Akan tetapi Asna tidak pernah mengadu dan tidak pernah keluar dari mulutnya kesedihan hatinya.
Beberapa bulan telah berlalu, dari hari ke hari, pergaulan Asri dan Sania semakin bertambah buruk.
Asnah selalu menyabarkan Asri dan menenangkan Sania dalam segala pertengkaran serta berusaha akan mengadakan damai pula.
Asna menjadi tempat sampah bagi kemarahan dan sakit hati Sania.
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….
Para penumpang mendengarkan lagu
tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya
tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu
. para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan
. para tokoh menyukai musik
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah
mencintai lagu pop
naik kendaraan sambil mendengarkan musik
mendengarkan musik bersama-sama
mencintai lagu daerah
mencintai lagu-lagu
Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
. Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Dengarkan nasihat yang baik dari orang-orang di sekitar kita, termasuk orang tua kita.
Janganlah terlalu mengatur kehidupan dan perekonomian anak yang sudah berkeluarga
Siapa pun tetap akan berdosa apabila melawan kepada suami, apalagi kepada orang tua.
Seorang suami harus membiayai keluarga, setia terhadap istri, dan adil terhadap istrinya.
Orang tua hendaklah mengarahkan sesuatu yang baik kepada anaknya, bukan yang buruk
Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….
A. secara langsung
B. dialog antartokoh
pikiran-pikiran tokoh
D. tanggapan tokoh lain
E. lingkungan di sekitar tokoh
