NEW
Font size
WorksheetsManajeme Persediaan dan Prinsip Jidoka
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Apa tujuan utama dari manajemen persediaan?
Mengurangi permintaan pasar
Memaksimalkan biaya penyimpanan
Menyediakan barang sesuai permintaan dengan biaya minimal
Memproduksi barang dalam jumlah besar
Meningkatkan ketergantungan pada pemasok
Konsep *Just-In-Time* (JIT) pertama kali diperkenalkan oleh:
Henry Ford
Kiichiro Toyoda
Taiichi Ohno
Eiji Toyoda
McDonald’s
Salah satu kelemahan dari penerapan JIT adalah:
Tingginya persediaan bahan baku
Ketergantungan yang rendah pada pemasok
Ketergantungan tinggi pada pengiriman tepat waktu
Penurunan efisiensi produksi
Biaya penyimpanan yang meningkat
Model matematis yang digunakan untuk menentukan jumlah pesanan optimal adalah:
Safety Stock
Economic Order Quantity (EOQ)
ABC Analysis
*Vendor Managed Inventory*
*First In First Out* (FIFO)
Dalam analisis ABC, barang kategori “A” biasanya memiliki karakteristik:
Volume tinggi, nilai rendah
Volume rendah, nilai tinggi
Volume sedang, nilai sedang
Volume tinggi, nilai tinggi
Tidak penting untuk pengendalian persediaan
Penerapan *Jidoka* bertujuan untuk:
Mengurangi biaya persediaan
Menghentikan proses produksi ketika ada masalah
Meningkatkan persediaan bahan baku
Mengoptimalkan analisis ABC
Meminimalkan biaya logistik
Contoh penerapan JIT di industri makanan ditunjukkan oleh:
Toyota
McDonald’s
Nestlé
Sari Roti
Starbucks
Dalam perhitungan EOQ, faktor yang tidak diperhitungkan secara langsung adalah:
Biaya pemesanan
Biaya penyimpanan
Jumlah permintaan tahunan
Diskon pembelian dalam jumlah besar
Lead time tetap
Manfaat utama dari penggunaan Safety Stock adalah:
Mengurangi biaya penyimpanan
Menjamin ketersediaan barang saat permintaan tidak terduga
Mengoptimalkan produksi massal
Meningkatkan efisiensi waktu pengiriman
Memaksimalkan keuntungan perusahaan
Metode FIFO dalam manajemen persediaan digunakan untuk:
Mengatur produksi berdasarkan waktu kebutuhan
Memproses barang yang lebih dulu datang
Meningkatkan biaya persediaan
Mengurangi risiko *stockout*
Meminimalkan waktu produksi
Prinsip dasar EOQ adalah untuk meminimalkan:
Biaya penyimpanan dan pemesanan
Waktu pengiriman
Ketergantungan pada pemasok
Biaya bahan baku
Biaya produksi
Dalam manajemen persediaan, ABC Analysis dilakukan untuk:
Menghitung Safety Stock
Mengidentifikasi barang dengan nilai penting
Mengurangi fluktuasi permintaan
Menentukan waktu produksi
Mengintegrasikan kontrol kualitas
Salah satu tujuan penerapan *Andon System* adalah:
Meningkatkan otomatisasi penuh
Memberikan sinyal visual jika terjadi masalah
Memastikan barang dikirim tepat waktu
Mengurangi kebutuhan safety stock
Mengoptimalkan EOQ
Contoh kasus penerapan Jidoka adalah:
Penggunaan detektor logam di jalur pengemasan
Peningkatan kapasitas gudang
Penyesuaian permintaan musiman
Penambahan stok bahan baku
Penggantian pekerja dengan mesin otomatis
Salah satu keuntungan utama dari penerapan JIT adalah:
Peningkatan risiko gangguan
Penurunan biaya penyimpanan
Peningkatan waktu pengiriman
Meningkatkan jumlah stok
Mengurangi kualitas produk
Dalam kasus Safety Stock, *factor Z* mengacu pada:
Simpangan baku dari permintaan
Rata-rata lead time
Tingkat pelayanan yang diinginkan
Jumlah total permintaan tahunan
Tingkat keandalan pengiriman
Pengendalian kualitas dalam industri pangan bertujuan untuk memastikan:
Biaya rendah dalam produksi
Keamanan pangan dan konsistensi sensori
Penurunan stok barang jadi
Otomatisasi penuh dalam produksi
Tidak adanya kebutuhan evaluasi bahan baku
Metode pengujian sensori dilakukan untuk:
Menentukan kadar lemak dalam produk
Mengukur tekstur dan aroma produk
Memastikan suhu penyimpanan bahan baku
Mengatur waktu pengiriman
Meminimalkan risiko stockout
Langkah pertama dalam penerapan ABC Analysis adalah:
Menyusun kebijakan manajemen persediaan
Mengumpulkan data semua item dalam persediaan
Membagi barang menjadi kategori A, B, dan C
Menghitung nilai total dari semua barang
Menentukan nilai rata-rata persediaan
Elemen utama Jidoka adalah:
Penambahan pekerja manual
Peningkatan stok bahan baku
Otomasi dengan sentuhan manusia
Mengurangi ketergantungan pada pemasok
Meningkatkan volume produksi
