wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

POST TEST - Pengadaan Barang dan Jasa

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Klasifikasi barang dalam kategori tekhnologi informasi & komunikasi (TIK) di sektor pelaku industri telekomunikasi, perbankan, & berbagai sektor bisnis, secara umum terdiri dari:

a)

Software, hardware, & infrastruktur IT

b)

Sosial media, konten, & aplikasi

c)

Komputer, laptop, printer, projector, & scanner

d)

Device, tooling, wirig system, wireless system, internet connection

e)

Administrator, creator, programmer, analyst, advisor, & auditor

2.

Sedangkan klasifikasi jasa dalam kategori tekhnologi informasi & komunikasi (TIK) di sektor pelaku industri telekomunikasi, perbankan, & berbagai sektor bisnis, secara umum terdiri dari:

a)

Software, hardware, & infrastruktur IT

b)

Sosial media, konten, & aplikasi

c)

Komputer, laptop, printer, projector, & scanner

d)

Device, tooling, wirig system, wireless system, internet connection

e)

Administrator, creator, programmer, analyst, advisor, & auditor

3.

Sama seperti dalam manajemen proyek konstruksi, manajemen proyek IT juga memiliki ruang lingkup aktivitas sebagai berikut:

a)

Perencanaan (planning), pelaksanaan pekerjaan (implementation), pengawasan & penilaian pelaksanaan pekerjaan (monitoring & evaluation), penyelesaian & penutupan (closing & settlement)

b)

Ide & gagasan (initiation), perencanaan (planning), pelaksanaan pekerjaan (implementation), pengawasan & penilaian pelaksanaan pekerjaan (monitoring & evaluation), penyelesaian & penutupan (closing & settlement)

c)

Masa uji coba (trial periods), masa operasional (operations periods), & masa dukungan pemeliharaan (maintenance support periods)

d)

Perencanaan (planning), pelaksanaan pekerjaan (implementation), masa uji coba (trial periods), masa operasional (operations periods), & masa dukungan pemeliharaan (maintenance support periods)

e)

Pengembangan (development), pembaharuan (update), bertahap (gradual), & terpadu (integrated)

4.

Beberapa potensi jenis penyedia IT terbaru yang perlu dikategorisasikan ulang dalam klasifikasi penyedia adalah, diantaranya keberadaan barang & jasa sebagai berikut ini:

a)

Software, hardware, & infrastructures

b)

Distributor & re-seller,

c)

After sales support & maintenance, & audit ICT

d)

Advisory (analyst, interpreter, & solution)

e)

Cloud computing, security system, figure profile & creator

5.

Prinsip seleksi calon vendor yang menekankan perbandingan yang setara dalam proses kualifikasi & seleksi antar penyedia yang berkompetisi, disebut sebagai prinsip:

a)

Apple to apple comparison

b)

Value for Money (VfM)

c)

Equality

d)

Fairness

e)

Accountable

6.

Metode seleksi & evaluasi calon vendor terdiri atas tahapan sebagai berikut:

a)

Evaluasi kualitas, evaluasi risiko, & evaluasi penawaran

b)

Evaluasi & perbandingan yang setara

c)

Evaluasi berkas perijinan, profil perusahaan, & proposal penawaran

d)

Evaluasi administrasi, evaluasi teknis, & evaluasi penawaran harga

e)

Evaluasi kinerja, komitmen, jaminan (garansi), & tingkat layanan penyedia

7.

Metode perkiraan biaya dalam penyusunan HPS untuk pengadaan investasi, yang memperhitungkan secara komprehensif seluruh komponen biaya langsung & biaya tidak langsung saat pembelian & setelah barang tersebut dipergunakan, mulai dari proses perencanaan, pengadaan, masa operasional pemakaian, masa perawatan/pemeliharaan, penyusutan, & disposal, disebut sebagai metode:

a)

Value for money (VfM)

b)

Break Event Point (BEP)

c)

Cost of Goods Sold (COGS)

d)

Total Cost of Ownership (TCO)

e)

Tingkat komponen dalam negeri (TKDN)

8.

Dokumen kerja yang berisi deskripsi ruang lingkup rencana atau detail investasi yang diajukan oleh perencana/pengguna, kepada; manajemen, tim pengadaan, & pihak internal lainnya, disebut sebagai:

a)

Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Terms of Reference (TOR)

b)

Ruang Lingkup Pekerjaan (RLP) atau Scope of Requirement (SOR)

c)

Proposal Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE)

d)

Ruang Lingkup Pekerjaan atau Scope of Work (SOW)

e)

Dokumen Pedoman Perencanaan & Pelaksanaan Pekerjaan

9.

Apabila pengguna & perencana memiliki kendala dalam menyusun proposal dokumen kerja & HPS, lalu meminta seluruh calon penyedia membuat proposal usulan & penawaran harga, metode ini disebut sebagai

a)

Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Terms of Reference (TOR)

b)

Ruang Lingkup Pekerjaan (RLP) atau Scope of Requirement (SOR)

c)

Proposal Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE)

d)

Ruang Lingkup Pekerjaan atau Scope of Work (SOW)

e)

Dokumen Pedoman Perencanaan & Pelaksanaan Pekerjaan

10.

Perencanaan biaya dalam penyusunan HPS dalam proses pengadaan IT yang membuat detail biaya secara lengkap, terperinci, & komprehensif untuk setiap komponen biaya, disebut sebagai metode:

a)

Harga total keseluruhan (lump sum)

b)

Harga satuan (unit price)

c)

Gabungan harga total keseluruhan (lump sum) & harga satuan (unit price)

d)

Kontrak serah kunci/terima jadi (turn key)

e)

Kontrak berjangka dengan penjaminan (hedging)

11.

Jika HPS yang akan disusun untuk proses perbaikan & renovasi hanya bisa diprediksi & baru diketahui secara pasti aktual ruang lingkup pekerjaan & jumlah biayanya setelah dilaksanakan, maka proses penyusunan HPS ini dapat menggunakan metode

a)

Harga total keseluruhan (lump sum)

b)

Harga satuan (unit price)

c)

Gabungan harga total keseluruhan (lump sum) & harga satuan (unit price)

d)

Kontrak serah kunci/terima jadi (turn key)

e)

Kontrak berjangka dengan penjaminan (hedging)

12.

Proses pencarian calon vendor potensial yang memiliki produk/jasa/pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan sesuai detail dokumen perencanaan pengguna, & nantinya mereka dapat diundang untuk mengikuti seleksi calon penyedia, disebut sebagai:

a)

Planning & budgeting (RKAP)

b)

Market survey & pre-sourcing

c)

Order management

d)

Vendor gathering

e)

Progress monitoring & evaluation

13.

Fenomena Urgent order yang terjadi dalam proses pengadaan barang & jasa, penyebab utamanya adalah:

a)

Penyedia yang wan prestasi sehingga perlu segera diganti oleh yang lain

b)

Kondisi makro & mikro ekonomi serta instabilitas sosial & politik

c)

Kenaikan kurs & inflasi

d)

Perubahan rencana, perubahan realisasi pekerjaan, & permintaan yang mendadak

e)

Pembelian yang tertu

14.

Kategorisasi pengadaan barang & jasa dalam praktek umum pengadaan publik & pengadaan korporasi terbagi atas 3 (tiga) kriteria besar, yaitu:

a)

Barang (product), pekerjaan (work), & layanan jasa (services)

b)

Repeat order, project procurement, & conditional order

c)

Transactional, mandatory, & strategic

d)

Sole sourcing, single sourcing, & multiple sourcing

e)

Protected & regulated

15.

Kriteria order pengadaan barang & jasa dalam praktek umum pengadaan publik & pengadaan korporasi terbagi juga atas 3 (tiga) kriteria besar, yaitu:

a)

Barang (product), pekerjaan (work), & layanan jasa (services)

b)

Repeat order, project procurement, & conditional order

c)

Transactional, mandatory, & strategic

d)

Sole sourcing, single sourcing, & multiple sourcing

e)

Protected & regulated

16.

Kemudian cara menunjuk penyedia terpilih yang hanya ada satu-satunya saja, dipilih satu dari beberapa kandidat terseleksi, & semua penyedia terseleksi mendapatkan order yang sama berdasarkan pembagian jumlah kuota order, disebut sebagai:

a)

Barang (product), pekerjaan (work), & layanan jasa (services)

b)

Repeat order, project procurement, & conditional order

c)

Transactional, mandatory, & strategic

d)

Sole sourcing, single sourcing, & multiple sourcing

e)

Protected & regulated

17.

Kriteria order pengadaan yang memiliki nilai transaksi yang rendah namun risikonya tinggi, seperti pembelian tooling & spare parts, dalam mapping Supply Positioning Model (SPM) Kraljic, merupakan kategori order jenis:

a)

Critical

b)

Leverage

c)

Bottleneck

d)

Routine

e)

Regular order

18.

Sedangkan kriteria order pengadaan yang memiliki nilai transaksi yang tinggi namun risikonya juga tinggi, seperti pembelian hardware & software dalam skala besar & masif, dalam mapping Supply Positioning Model (SPM) Kraljic, merupakan kategori order jenis:

a)

Critical

b)

Leverage

c)

Bottleneck

d)

Routine

e)

Regular order

19.

Sebuah situasi yang berlangsung di suatu negara, regional, & bahkan dalam skala global, ketika perubahan terjadi sangat cepat, tidak pasti, kompleks, & ambigu, yang disebabkan karena transformasi digital atau teknologi yang merubahan ekosistem interaksi lingkungan sosial, sistem politik, & kondisi perekonomian, di sebut sebagai fenomena:

a)

Social disruption

b)

Change

c)

Reformation

d)

Revolution

e)

VUCA

20.

Inovasi seperti apa yang harus dilakukan dalam proses pengadaan barang & jasa, supaya bisa tetap sejalan dengan proses transformasi digital & revolusi industri, dengan tetap berlandaskan pada prinsip tatakelola yang baik?

a)

Mengadopsi prinsip & praktek umum pengadaan publik ke dalam kerangka regulasi pengadaan barang & jasa yang berlaku saat ini

b)

Menyelaraskan regulasi pengadaan barang & jasa sesuai praktek umum pengadaan terbaru

c)

Mengintegrasikan proses pengadaan barang & jasa dengan proses rantai pasok organisasi

d)

Menerapkan manajemen perubahan dalam proses kerja pengadaan barang & jasa

e)

Semua jawaban benar