wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Kualitas Air Semester 3

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Dibawah ini yang termasuk parameter fisik kualitas air adalah…

a)

Kandungan oksigen terlarut dalam air

b)

Jumlah partikel padat yang tersuspensi dalam air

c)

Suhu, warna, dan kekeruhan air

d)

Kandungan nutrien dalam air seperti fosfat

e)

Tingkat keasaman air

2.

Suhu air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kualitas air karena…

a)

Meningkatkan konsentrasi amonia terlarut

b)

Mengurangi kadar oksigen terlarut (DO) dalam air

c)

Mempercepat pertumbuhan mikroorganisme

d)

Meningkatkan pH air menjadi sangat basa

e)

Menurunkan kadar nutrien dalam air

3.

Parameter kimia kualitas air yang memengaruhi kesuburan perairan adalah…

a)

Suhu dan kekeruhan

b)

pH dan kadar amonia

c)

Nitrat dan fosfat

d)

Oksigen terlarut dan suhu

e)

Warna dan bau air

4.

Mengapa pH air sangat penting dalam budidaya perikanan?

a)

pH tinggi meningkatkan produksi oksigen alami.

b)

pH memengaruhi metabolisme ikan dan mikroorganisme.

c)

pH rendah mempercepat pertumbuhan alga.

d)

pH netral mencegah hilangnya mineral.

e)

pH rendah menambah nutrisi bagi ikan.

5.

Kekeruhan air yang tinggi menunjukkan bahwa…

a)

Air memiliki kandungan oksigen rendah

b)

Terdapat banyak partikel tersuspensi dalam air

c)

Air memiliki tingkat keasaman yang tinggi

d)

Kandungan nitrat dalam air rendah

e)

Perairan memiliki suhu yang tinggi

6.

Bagaimana hubungan antara oksigen terlarut (DO) dan suhu air?

a)

Suhu tinggi meningkatkan kadar oksigen terlarut.

b)

Suhu rendah menyebabkan DO meningkat.

c)

Suhu tinggi dan rendah tidak memengaruhi DO.

d)

Suhu tinggi menurunkan kadar oksigen terlarut.

e)

Suhu rendah mengurangi kandungan nutrien.

7.

Jika nilai pH air berubah drastis, dampaknya terhadap ikan adalah…

a)

Ikan menjadi lebih aktif karena metabolisme meningkat

b)

Sistem pernapasan ikan menjadi lebih efisien

c)

Ikan menjadi stres dan rentan terhadap penyakit

d)

Kandungan amonia dalam air menurun

e)

Alga dalam perairan mati secara mendadak

8.

Jika oksigen terlarut dalam air sangat rendah, kemungkinan yang terjadi adalah…

a)

Aktivitas ikan meningkat

b)

Ikan mengalami stres atau mati

c)

Kualitas air menjadi lebih basa

d)

Tumbuhan air berkembang pesat

e)

Mikroorganisme mati secara massal

9.

Parameter apa yang diukur menggunakan DO meter?

a)

Tingkat keasaman air

b)

Kadar oksigen terlarut dalam air

c)

Tingkat kesuburan perairan

d)

Suhu dan kekeruhan air

e)

Kandungan karbon dioksida

10.

Saat menggunakan refraktometer, yang diukur adalah…

a)

Kandungan oksigen dalam air

b)

Salinitas atau kadar garam air

c)

Suhu dan pH air

d)

Kandungan nitrat dalam air

e)

Jumlah partikel tersuspensi

11.

pengukur pH air yang paling umum digunakan dalam budidaya perikanan adalah…

a)

Termometer

b)

Colorimeter

c)

pH meter

d)

Turbidimeter

e)

Ammonia test kit

12.

Mengapa pengambilan sampel air harus dilakukan pada waktu yang sama setiap harinya?

a)

Untuk menghindari fluktuasi alami yang tidak terpantau

b)

Agar pH air tetap stabil selama pengukuran

c)

Supaya alat ukur tidak cepat rusak

d)

Untuk mengurangi risiko pencemaran selama pengambilan

e)

Agar suhu air tidak berubah drastis

13.

Bagaimana cara memastikan sampel air yang diambil mewakili seluruh perairan?

a)

Mengambil air dari bagian permukaan saja

b)

Mengambil sampel dari berbagai titik kedalaman

c)

Mengambil sampel air di lokasi yang tenang

d)

Menggunakan alat ukur otomatis

e)

Mengambil air di dekat sumber limbah

14.

Ketika pengambilan sampel dilakukan, parameter yang harus segera diukur di lokasi adalah…

a)

Nitrat dan fosfat

b)

pH, DO, dan suhu

c)

Kekeruhan dan kandungan logam

d)

Salinitas dan kesadahan

e)

Kandungan mikroplastik

15.

Suhu optimal untuk budidaya ikan air tawar biasanya berkisar antara…

a)

10-15°C

b)

16-22°C

c)

23-30°C

d)

31-35°C

e)

Di atas 35°C

16.

Jika pH air tambak menunjukkan angka 4, apa tindakan yang paling tepat untuk mencapai angka pH optimal?

a)

Menambahkan pupuk kimia untuk meningkatkan kesuburan.

b)

Mengganti seluruh air tambak dengan air baru.

c)

Menambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH.

d)

Menambah volume air tawar hingga pH meningkat.

e)

Mengurangi pemberian pakan ikan.

17.

Kandungan oksigen terlarut (DO) yang optimal untuk budidaya ikan nila adalah…

a)

1-2 mg/L

b)

3-4 mg/L

c)

5-7 mg/L

d)

8-10 mg/L

e)

Lebih dari 10 mg/L

18.

Apa yang dimaksud dengan limbah budidaya perikanan?

a)

Produk utama dari usaha perikanan

b)

Sisa hasil budidaya yang tidak dapat digunakan lagi

c)

Air bersih yang digunakan dalam proses budidaya

d)

Pakan ikan yang masih tersisa dalam wadah

e)

Komoditas perikanan yang siap dijual

19.

Berikut ini yang merupakan contoh limbah padat dari budidaya perikanan adalah…

a)

Amonia

b)

Nitrit

c)

Sisa pakan ikan

d)

Residu pupuk

e)

Fosfat

20.

Limbah cair dalam budidaya perikanan biasanya mengandung senyawa berbahaya seperti…

a)

Karbon dioksida

b)

Hidrogen sulfida

c)

Amonia dan nitrit

d)

Oksigen terlarut

e)

Magnesium

21.

Apa yang dimaksud dengan eutrofikasi?

a)

Proses pengendapan limbah padat di dasar kolam

b)

Pertumbuhan alga yang berlebihan akibat peningkatan nutrien

c)

Penyaringan limbah cair melalui tanaman air

d)

Penurunan kadar oksigen akibat kurangnya pakan ikan

e)

Pengurangan bahan kimia dalam budidaya

22.

Limbah budidaya perikanan dapat menurunkan kualitas air karena…

a)

Mengandung banyak oksigen

b)

Mengandung senyawa nitrogen dan fosfor

c)

Mengurangi kadar mineral alami air

d)

Meningkatkan suhu air

e)

Menghasilkan senyawa karbon murni

23.

Sistem pengelolaan limbah dengan menggunakan aquaponik bekerja dengan prinsip…

a)

Menyaring air limbah menggunakan pasir

b)

Mengurai bahan organik dengan mikroorganisme

c)

Memanfaatkan tanaman untuk menyerap nutrien dari limbah cair

d)

Mengendapkan limbah padat di dasar kolam

e)

Menambahkan bahan kimia untuk menetralkan limbah

24.

Keuntungan utama sistem aquaponik dalam pengelolaan limbah adalah…

a)

Mengurangi kebutuhan air bersih

b)

Menghilangkan semua residu bahan kimia

c)

Mempercepat pertumbuhan ikan tanpa pakan tambahan

d)

Memperbesar ukuran kolam budidaya

e)

Menambah populasi ikan secara signifikan

25.

Limbah budidaya yang dikelola dengan sistem aquaponik dapat menghasilkan produk tambahan berupa…

a)

Komoditas pakan ikan

b)

Tanaman sayuran atau buah

c)

Air yang bebas mineral

d)

Ikan dengan kualitas rendah

e)

Tanah subur untuk pertanian