NEW
Font size
WorksheetsSoal Latihan Histologi
Total questions: 59
Worksheet time: 30mins
Proses pertama dalam pengolahan jaringan yang bertujuan untuk menghentikan aktivitas metabolisme adalah:
Dehidrasi
Clearing
Fiksasi
Embedding
Pewarnaan
Faktor yang paling mempengaruhi kecepatan fiksasi jaringan adalah:
Ukuran jaringan
Jenis pewarna yang digunakan
Suhu larutan dehidrasi
Jenis mikrotom
Ketebalan potongan jaringan
Cairan fiksatif yang paling sering digunakan dalam histologi adalah:
Alkohol absolut
Formaldehid 10%
Xylol
Parafin cair
Toluen
Proses dehidrasi pada pengolahan jaringan menggunakan:
Larutan formalin
Larutan alkohol bertingkat
Larutan parafin
Larutan asam
Larutan toluidin
Clearing dalam pengolahan jaringan bertujuan untuk:
Membekukan jaringan
Menghilangkan air dari jaringan
Menggantikan alkohol dengan agen penembus
Menyusun jaringan dalam blok parafin
Mempertajam hasil pewarnaan
Cairan clearing yang umum digunakan dalam proses histologi adalah:
Toluidin
Xylol
Formalin
Alkohol
Resin
Pemotongan jaringan dengan mikrotom biasanya menghasilkan irisan setebal:
1-2 mikron
3-5 mikron
6-8 mikron
10-15 mikron
20-25 mikron
Mikrotom yang digunakan untuk memotong jaringan yang telah dibekukan disebut:
Rotary microtome
Sledge microtome
Cryostat microtome
Vibrating microtome
Ultramicrotome
Proses embedding dilakukan untuk:
Melunakkan jaringan
Mengawetkan cairan jaringan
Memadatkan jaringan dalam medium parafin
Meningkatkan kontras pewarnaan
Menghilangkan lemak dari jaringan
Medium yang paling sering digunakan untuk embedding adalah:
Resin plastik
Parafin
Agar
Gelatin
Formalin
Pewarnaan jaringan dengan Hematoxylin dan Eosin (H&E) digunakan untuk:
Mendeteksi struktur lipid
Menunjukkan perbedaan inti dan sitoplasma
Mewarnai serat kolagen
Mengidentifikasi serat elastin
Menunjukkan protein spesifik
Pewarna hematoxylin akan mewarnai:
Sitoplasma menjadi merah muda
Inti sel menjadi biru atau ungu
Serat elastin menjadi merah
Jaringan lemak menjadi oranye
Protein menjadi hijau
Pewarna eosin cenderung mewarnai:
Inti sel
Mitokondria
Sitoplasma
Retikulum endoplasma kasar
Membran sel
Dalam histologi, teknik imunohistokimia (IHC) digunakan untuk:
Pewarnaan struktur lipid
Pewarnaan serat kolagen
Deteksi protein spesifik dalam jaringan
Pewarnaan inti sel
Deteksi jaringan adiposa
Fungsi utama dari larutan mounting medium adalah:
Membersihkan jaringan
Mengawetkan jaringan di antara slide kaca
Mempercepat dehidrasi
Menghilangkan pewarna berlebih
Memadatkan jaringan sebelum dipotong
Ketebalan jaringan yang ideal untuk dipotong dengan cryostat adalah:
1-2 mikron
3-5 mikron
8-10 mikron
12-15 mikron
20-25 mikron
Proses pewarnaan Masson's Trichrome bertujuan untuk menunjukkan:
Perbedaan antara inti dan sitoplasma
Serat kolagen dan otot polos
Struktur lipid
Protein spesifik
Jaringan saraf
Proses pengawetan sel setelah pengambilan sampel untuk mencegah kerusakan disebut:
Pewarnaan
Fiksasi
Embedding
Clearing
Dehidrasi
Metode sitopatologi yang menggunakan spatula atau sikat kecil untuk mengambil sel disebut:
FNAC
Pap Smear
Biopsi jarum besar
Sitologi cairan tubuh
Eksisi tumor
Teknik pewarnaan yang paling sering digunakan dalam Pap Smear adalah:
Hematoxylin-Eosin
Giemsa Stain
Masson's Trichrome
Papanicolaou (Pap Stain)
Gram Stain
Cairan fiksatif yang umum digunakan dalam sitologi adalah:
Alkohol 70%
Formalin 10%
Xylol
Canada balsam
Hematoxylin
Tujuan utama dari teknik Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) adalah:
Mengidentifikasi cairan tubuh
Menentukan keganasan pada massa jaringan
Mengambil jaringan besar untuk biopsi
Mengawetkan sel
Memeriksa cairan pleura
Proses sentrifugasi sering digunakan pada jenis sitologi:
FNAC
Pap Smear
Sitologi cairan tubuh
Pewarnaan jaringan
Embedding
Pewarnaan hematoxylin pada Pap Stain berfungsi untuk mewarnai:
Sitoplasma menjadi merah muda
Inti sel menjadi biru
Membran sel menjadi hijau
Lipid menjadi oranye
Kolagen menjadi merah
Pada FNAC, sel diambil dengan menggunakan:
Jarum halus
Spatula
Pisau bedah
Kapiler
Mikrotom
Salah satu keunggulan utama sitopatologi adalah:
Selalu menghasilkan diagnosis definitif
Tidak membutuhkan alat laboratorium
Proses yang minim invasif
Tidak memerlukan pelatihan khusus
Tidak membutuhkan pewarnaan
Faktor yang paling memengaruhi kualitas hasil sitopatologi adalah:
Jenis pewarnaan yang digunakan
Keahlian pemeriksa dan kualitas sampel
Suhu selama fiksasi
Ketebalan jaringan
Waktu sentrifugasi
Teknik imunohistokimia dalam sitopatologi digunakan untuk:
Melihat struktur inti sel
Mendeteksi protein spesifik
Mengidentifikasi lipid
Mewarnai kolagen
Mengukur cairan tubuh
Pada sitologi cairan tubuh, cairan yang disentrifugasi bertujuan untuk:
Menghilangkan cairan berlebih
Mengendapkan sel untuk analisis
Meningkatkan kecepatan pewarnaan
Membuat cairan menjadi steril
Menggantikan cairan fiksatif
Pewarna eosin dalam Pap Smear akan mewarnai:
Inti sel menjadi merah muda
Sitoplasma menjadi merah muda
Sitoplasma menjadi biru
Inti sel menjadi oranye
Lipid menjadi kuning
Dalam Pap Smear akan mewarnai:
Inti sel menjadi merah muda
Sitoplasma menjadi merah muda
Sitoplasma menjadi biru
Inti sel menjadi oranye
Lipid menjadi kuning
Proses mounting dalam sitopatologi menggunakan bahan seperti:
Formalin
Alkohol
Canada balsam
Hematoxylin
Eosin
Salah satu kelemahan sitopatologi adalah:
Memerlukan waktu yang sangat lama
Hasil sering tidak dapat dikonfirmasi
Sensitivitas terbatas dalam beberapa kasus
Membutuhkan operasi besar
Biaya sangat tinggi
Sel abnormal dengan ukuran inti membesar dan sitoplasma menyusut biasanya mengindikasikan:
Infeksi bakteri
Proses inflamasi ringan
Keganasan (malignansi)
Jaringan nekrotik
Proses regenerasi normal
FNAC sering digunakan untuk memeriksa:
Infeksi bakteri
Benjolan atau massa mencurigakan
Cairan tubuh
Organ dalam
Struktur otot
Pada Pap Smear, sampel biasanya diambil dari:
Kelenjar tiroid
Serviks
Kelenjar getah bening
Paru-paru
Jaringan otot
Teknik Papanicolaou (Pap Stain) pertama kali diperkenalkan untuk mendeteksi:
Kanker payudara
Kanker paru-paru
Kanker serviks
Kanker hati
Tumor otak
Sitopatologi berbeda dengan histopatologi karena:
Sitopatologi menggunakan jaringan, histopatologi menggunakan sel
Sitopatologi memeriksa sel, histopatologi memeriksa jaringan
Sitopatologi tidak menggunakan pewarnaan
Sitopatologi memerlukan pembedahan besar
Histopatologi lebih cepat daripada sitopatologi
Apa fungsi utama mikrotom dalam histologi?
Menyusun jaringan
Memotong jaringan menjadi irisan tipis
Mengawetkan jaringan
Pewarnaan jaringan
Menganalisis jaringan
Mikrotom mana yang paling sering digunakan untuk pemotongan jaringan yang di-embedding dalam parafin?
Mikrotom cryostat
Mikrotom putar
Mikrotom ultratipis
Mikrotom sledge
Mikrotom sliding
Jenis mikrotom apa yang digunakan untuk jaringan yang keras seperti tulang?
Mikrotom putar
Mikrotom sledge
Mikrotom cryostat
Mikrotom ultratipis
Mikrotom sliding
Apa jenis pisau yang biasanya digunakan pada mikrotom rotary untuk pemotongan jaringan?
Pisau kertas
Pisau kaca
Pisau berlian
Pisau baja
Pisau plastik
Pada mikrotom jenis apa jaringan yang dibekukan bisa langsung dipotong?
Mikrotom sledge
Mikrotom rotary
Mikrotom cryostat
Mikrotom ultratipis
Mikrotom sliding
Fungsi utama pisau mikrotom adalah untuk:
Mengawetkan jaringan
Memotong jaringan menjadi irisan tipis
Mengatur ketebalan irisan
Menstabilkan blok jaringan
Menyusun jaringan pada slide
Proses pengaturan ketebalan irisan dilakukan pada bagian mikrotom yang disebut:
Holder blok
Mikroskop
Pisau
Pengatur ketebalan
Engkol atau mekanisme gerak
Apa yang dimaksud dengan "embedding" dalam persiapan jaringan untuk pemotongan?
Proses pewarnaan jaringan
Proses pembekuan jaringan
Proses menempatkan jaringan dalam blok parafin
Proses pengeringan jaringan
Proses pengawetan jari
ersiapan jaringan untuk pemotongan?
Proses pewarnaan jaringan
Proses pembekuan jaringan
Proses menempatkan jaringan dalam blok parafin
Proses pengeringan jaringan
Proses pengawetan jaringan menggunakan formalin
Untuk membuat jaringan lebih mudah dipotong, blok parafin harus dipanaskan pada suhu:
0–4°C
10–15°C
20–25°C
30–40°C
50–60°C
Apa yang harus dilakukan jika jaringan robek atau tidak rata selama pemotongan?
Meningkatkan suhu pada blok
Mengganti pisau dengan yang baru
Menambah waktu fiksasi
Menggunakan mikroskop dengan pembesaran lebih tinggi
Mengurangi ketebalan irisan
Mikrotom ultratipis digunakan untuk memotong jaringan pada ketebalan:
2–3 μm
5–10 μm
10–20 μm
50–100 nm
200 μm
Bagaimana cara untuk menghindari kerusakan jaringan saat pemotongan dengan mikrotom?
Menurunkan ketebalan irisan
Menggunakan pisau yang tumpul
Meningkatkan suhu blok
Menggunakan pisau yang tajam dan bersih
Menambah tekanan pada blok
Apa yang dimaksud dengan trimming dalam konteks pemotongan blok jaringan?
Proses memotong jaringan dengan ketebalan yang lebih tebal
Proses memotong bagian kasar blok parafin untuk mengekspos jaringan
Proses pengeringan jaringan
Proses pemotongan jaringan setelah pewarnaan
Proses pengawetan jaringan sebelum pemotongan
Apa tujuan utama penggunaan water bath dalam proses pemotongan jaringan?
Mendinginkan irisan jaringan
Membantu jaringan meluruskan diri sebelum diambil
Mengawetkan jaringan
Membekukan jaringan
Menambah ketebalan irisan
Jenis mikrotom mana yang digunakan untuk pemeriksaan mikroskop elektron?
Mikrotom cryostat
Mikrotom ultratipis
Mikrotom rotary
Mikrotom sledge
Mikrotom sliding
Saat memotong jaringan dengan mikrotom, kualitas pisau sangat memengaruhi:
Waktu fiksasi jaringan
Ketebalan dan kualitas irisan
Penggunaan pewarnaan
Posisi jaringan pada blok
Suhu lingkungan
Jika irisan jaringan terlalu tipis, hal ini mungkin disebabkan oleh:
Pisau yang tumpul
Blok parafin yang terlalu panas
Pengaturan ketebalan yang terlalu rendah
Pengeringan jaringan yang tidak tepat
Penggunaan mikrotom yang lebih cepat
Setelah pemotongan, irisan jaringan biasanya ditempelkan pada:
Slide kaca dengan bantuan kuas kecil
Slide plastik
Kertas filter
Blok parafin yang baru
Kaca mikroskop
Jenis mikrotom mana yang digunakan untuk spesimen yang sangat besar atau keras?
Mikrotom cryostat
Mikrotom rotary
Mikrotom sledge
Mikrotom ultratipis
Mikrotom sliding
Apa yang dimaksud dengan "slicing" pada mikrotom?
Memotong jaringan dengan ketebalan yang tidak seragam
Memotong jaringan menjadi lapisan tipis untuk analisis mikroskopis
Mengeringkan jaringan setelah pemotongan
Proses mengawetkan jaringan menggunakan parafin
Memanaskan blok jaringan
