Font size
WorksheetsManasik Haji Perempuan
Total questions: 66
Worksheet time: 3hrs 33mins
Apa tujuan penyelenggaraan ibadah haji?
Memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jemaah haji.
Meningkatkan jumlah jemaah haji.
Mengurangi biaya ibadah haji.
Menyediakan akomodasi untuk jemaah haji.
Siapa yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan ibadah haji?
Kementerian Agama
Kementerian Kesehatan
Kementerian Pendidikan
Kementerian Sosial
Sebutkan nama penulis buku ini!
Dr. Hj. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si
H. Khoirizi H. Dasir, MM
Dr. H. Wawan Djunaedi, MA
Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag
Apa yang diharapkan dari seluruh jemaah haji?
Menunaikan ibadah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Mengikuti semua kegiatan pemerintah.
Mendapatkan akomodasi gratis.
Mendapatkan sertifikat haji.
Apa yang harus dilakukan sebelum melaksanakan ibadah haji?
Apa tujuan penyelenggaraan ibadah haji?
Memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi jemaah.
Meningkatkan kualitas pembinaan ibadah.
Menyediakan buku dan video tutorial manasik.
Meningkatkan kenyamanan jemaah.
Apa yang diharapkan dari program sertifikasi pembimbing ibadah haji?
Jemaah merasa yakin dan mantap dalam menunaikan ibadah.
Meningkatkan jumlah jemaah haji.
Menyediakan lebih banyak sumber belajar.
Meningkatkan kualitas buku manasik.
Apa isi dari buku Manasik Haji Perempuan?
Referensi penting bagi jemaah haji perempuan.
Panduan umum untuk semua jemaah.
Buku sejarah ibadah haji.
Kumpulan doa-doa haji.
Apa yang diharapkan dari buku ini bagi pembimbing ibadah?
Menjadi sumber informasi yang bermanfaat.
Meningkatkan jumlah pembimbing ibadah.
Menyediakan panduan untuk ibadah lainnya.
Meningkatkan pengetahuan umum.
Apa yang dimaksud dengan jurisprudensi analitik dalam buku ini?
Metode analisis kritis terhadap hukum fikih.
Panduan umum untuk ibadah haji.
Kumpulan doa-doa haji.
Referensi sejarah ibadah haji.
Apa tujuan penyelenggaraan ibadah haji?
Memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi jemaah.
Mewujudkan kemandirian dan ketahanan.
Meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji.
Semua di atas.
Mengapa Haji Berkualitas memberikan perhatian lebih pada jemaah lanjut usia dan perempuan?
Karena mereka membutuhkan pelayanan yang lebih spesifik.
Karena mereka adalah pelanggan utama.
Karena mereka tidak bisa melaksanakan ibadah haji.
Karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman.
Apa yang menjadi fokus layanan spesifik dalam penyelenggaraan ibadah haji?
Layanan fisik belaka.
Nilai-nilai keadaban dan spiritual.
Pelayanan untuk semua jemaah.
Program bimbingan manasik.
Apa yang diharapkan dari jemaah haji Indonesia dalam menunaikan ibadahnya?
Apa yang menjadi bukti totalitas pelayanan dalam bidang pembinaan ibadah?
Buku Manasik Haji Perempuan.
Program Haji Berkualitas.
Layanan cepat dan mudah.
Pelayanan untuk jemaah lanjut usia.
Apa yang menjadi inspirasi penulisan buku Manasik Haji Perempuan?
Mengapa banyak orang mengalami gangguan mental selama pandemi?
Apa yang terjadi pada pola kerja selama pandemi Covid-19?
Apa yang dimaksud dengan WFH?
Apa yang menjadi tujuan dari desain buku ini?
Apa tujuan buku ini disusun?
Membantu pembaca mencari jawaban
Menjelaskan fikih madzhab lain
Menyediakan informasi tentang haji
Mengapa kitab-kitab fikih madzhab Syafi’i diprioritaskan?
Mayoritas umat muslim Indonesia menganutnya
Karena lebih mudah dipahami
Karena lebih banyak referensinya
Apa yang dimaksud dengan istinbath al-hukum?
Proses menghasilkan hukum fikih
Proses belajar fikih
Proses beribadah
Apa yang disediakan dalam Buku Saku Manasik Haji Perempuan?
Ringkasan dari buku Manasik Haji Perempuan
Analisis mendalam tentang fikih
Panduan lengkap untuk jemaah
Apa yang diharapkan pembaca dari buku ini?
Deskripsi to the point
Analisis mendalam
Referensi fikih lainnya
Bagaimana hukum perempuan yang akan berniat ihram ternyata mengalami haid?
Jika perempuan haid tetap wajib berihram sebagaimana jemaah yang lain, lantas apakah dia juga disunahkan mandi ihram?
Apakah pakaian ihram perempuan harus berwarna putih?
Apa hukum mengoleskan minyak wangi di anggota tubuh sebelum berniat ihram dan masih membekas ketika sudah berihram?
Apa hukum memakai minyak wangi di pakaian sebelum ihram dan masih membekas ketika sudah berihram?
Apakah seseorang harus membayar fidyah jika ada helai rambut yang rontok atau patah ketika dia menyisir rambut atau menggaruk kepala ketika sedang ihram?
Apakah seseorang harus membayar fidyah jika memotong kukunya ketika sedang ihram?
Bagi jemaah yang menunaikan haji tamattu’, kapan dia melaksanakan thawaf qudum?
Apakah perempuan disunahkan ramal pada tiga putaran awal thawaf?
Apa hukum mengonsumsi obat penghenti haid agar bisa melakukan thawaf?
Bagaimana status suci perempuan haid yang mengonsumsi obat penghenti menstruasi?
Perempuan yang menunaikan haji tamattu’ mengalami haid sebelum menunaikan thawaf umrah. Apa yang harus dia lakukan?
Apakah perempuan yang mengalami istihadhah boleh melakukan thawaf?
Bagaimana cara thaharah perempuan yang mengalami istihadhah agar bisa melakukan thawaf?
Apakah seseorang boleh meneruskan sa’i ketika mengalami haid setelah menyelesaikan thawaf?
Apakah jemaah perempuan disunahkan lari-lari kecil di antara dua pilar hijau yang terdapat di
Apakah jemaah perempuan disunahkan lari-lari kecil di antara dua pilar hijau yang terdapat di lintasan sa’i?
Bagaimana cara perempuan memotong rambut ketika akan ber-tahallul?
Apakah perempuan yang sedang haid boleh memotong rambut ketika akan tahallul?
Apakah perempuan haid boleh menunda untuk memotong rambut ketika akan ber-tahallul dan menunggu sampai usai mandi jinabat?
Bagaimana hukum perempuan yang akan atau sedang melaksanakan wuquf di Arafah mengalami haid?
Apakah perempuan haid boleh membaca Al-Qur’an ketika sedang wuquf di padang Arafah?
Jika perempuan haid boleh membaca ayat Al-Qur’an hanya di dalam hati ketika wuquf, apakah dia juga boleh menyentuh mushaf?
Apabila hanya disarankan membaca Al-Qur’an di dalam hati, lantas apakah perempuan haid boleh membaca dzikir atau kalimah thayyibah dengan bersuara ketika sedang wuquf?
Apakah perempuan yang wuquf disunahkan untuk puasa sunah Arafah?
Apakah perempuan yang mengalami haid harus menunggu suci untuk bisa menunaikan thawaf ifadhah, sementara dia harus segera meninggalkan Mekkah?
Seorang perempuan mengalami haid sebelum menunaikan thawaf wada’, apa yang harus dia lakukan?
Apakah perempuan haid boleh berada di dalam Masjid Nabawi?
Apakah jemaah yang sedang haid boleh berziarah ke makam Rasulullah saw?
Bagaimana hukum perempuan yang akan ber-niat ihram ternyata mengalami haid?
Bagaimana dengan jemaah yang mengalami haid ketika hendak berniat ihram?
Haruskah dia menunda niat ihramnya dan menunggu sampai suci dari haid?
Apakah perempuan yang sedang haid wajib berniat ihram?
Apakah ihram yang dia niatkan tetap dianggap sah sekalipun sedang dalam kondisi haid?
Apakah dia diharuskan membayar fidyah apapun karena telah berihram dalam keadaan haid?
Apakah suci dari hadas kecil maupun besar menjadi syarat sah ihram?
Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda, “Apabila perempuan yang haid dan nifas tiba di miqat, [hendaklah] dia mandi, berniat ihram, dan menunaikan semua rangkaian manasik kecuali thawaf di Ka’bah.” (HR. Abu Dawud No. 1744.)
Dari riwayat hadis di atas dapat dipahami bahwa perempuan yang sedang haid atau nifas boleh dan sah melakukan seluruh rangkaian ibadah haji atau umrah, termasuk berihram ketika berada di miqat makani.
Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kebolehan perempuan haid untuk berihram.
Dalam situasi seperti ini, tidak ada perlakuan diskriminatif bagi perempuan yang sedang haid. Status yang dia sandang setelah berihram juga dianggap sama seperti jemaah lain.
Sekalipun ihram boleh dilakukan dalam kondisi berhadas kecil maupun besar, sebaiknya jemaah yang tidak sedang haid melakukan ihram dalam kondisi thaharah (memiliki wudhu).
