wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manasik Haji Perempuan

Total questions: 66

Worksheet time: 3hrs 33mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan penyelenggaraan ibadah haji?

a)

Memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jemaah haji.

b)

Meningkatkan jumlah jemaah haji.

c)

Mengurangi biaya ibadah haji.

d)

Menyediakan akomodasi untuk jemaah haji.

2.

Siapa yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan ibadah haji?

a)

Kementerian Agama

b)

Kementerian Kesehatan

c)

Kementerian Pendidikan

d)

Kementerian Sosial

3.

Sebutkan nama penulis buku ini!

a)

Dr. Hj. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si

b)

H. Khoirizi H. Dasir, MM

c)

Dr. H. Wawan Djunaedi, MA

d)

Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag

4.

Apa yang diharapkan dari seluruh jemaah haji?

a)

Menunaikan ibadah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

b)

Mengikuti semua kegiatan pemerintah.

c)

Mendapatkan akomodasi gratis.

d)

Mendapatkan sertifikat haji.

5.

Apa yang harus dilakukan sebelum melaksanakan ibadah haji?

4 lines
6.

Apa tujuan penyelenggaraan ibadah haji?

a)

Memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi jemaah.

b)

Meningkatkan kualitas pembinaan ibadah.

c)

Menyediakan buku dan video tutorial manasik.

d)

Meningkatkan kenyamanan jemaah.

7.

Apa yang diharapkan dari program sertifikasi pembimbing ibadah haji?

a)

Jemaah merasa yakin dan mantap dalam menunaikan ibadah.

b)

Meningkatkan jumlah jemaah haji.

c)

Menyediakan lebih banyak sumber belajar.

d)

Meningkatkan kualitas buku manasik.

8.

Apa isi dari buku Manasik Haji Perempuan?

a)

Referensi penting bagi jemaah haji perempuan.

b)

Panduan umum untuk semua jemaah.

c)

Buku sejarah ibadah haji.

d)

Kumpulan doa-doa haji.

9.

Apa yang diharapkan dari buku ini bagi pembimbing ibadah?

a)

Menjadi sumber informasi yang bermanfaat.

b)

Meningkatkan jumlah pembimbing ibadah.

c)

Menyediakan panduan untuk ibadah lainnya.

d)

Meningkatkan pengetahuan umum.

10.

Apa yang dimaksud dengan jurisprudensi analitik dalam buku ini?

a)

Metode analisis kritis terhadap hukum fikih.

b)

Panduan umum untuk ibadah haji.

c)

Kumpulan doa-doa haji.

d)

Referensi sejarah ibadah haji.

11.

Apa tujuan penyelenggaraan ibadah haji?

a)

Memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi jemaah.

b)

Mewujudkan kemandirian dan ketahanan.

c)

Meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji.

d)

Semua di atas.

12.

Mengapa Haji Berkualitas memberikan perhatian lebih pada jemaah lanjut usia dan perempuan?

a)

Karena mereka membutuhkan pelayanan yang lebih spesifik.

b)

Karena mereka adalah pelanggan utama.

c)

Karena mereka tidak bisa melaksanakan ibadah haji.

d)

Karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman.

13.

Apa yang menjadi fokus layanan spesifik dalam penyelenggaraan ibadah haji?

a)

Layanan fisik belaka.

b)

Nilai-nilai keadaban dan spiritual.

c)

Pelayanan untuk semua jemaah.

d)

Program bimbingan manasik.

14.

Apa yang diharapkan dari jemaah haji Indonesia dalam menunaikan ibadahnya?

4 lines
15.

Apa yang menjadi bukti totalitas pelayanan dalam bidang pembinaan ibadah?

a)

Buku Manasik Haji Perempuan.

b)

Program Haji Berkualitas.

c)

Layanan cepat dan mudah.

d)

Pelayanan untuk jemaah lanjut usia.

16.

Apa yang menjadi inspirasi penulisan buku Manasik Haji Perempuan?

4 lines
17.

Mengapa banyak orang mengalami gangguan mental selama pandemi?

4 lines
18.

Apa yang terjadi pada pola kerja selama pandemi Covid-19?

4 lines
19.

Apa yang dimaksud dengan WFH?

4 lines
20.

Apa yang menjadi tujuan dari desain buku ini?

4 lines
21.

Apa tujuan buku ini disusun?

a)

Membantu pembaca mencari jawaban

b)

Menjelaskan fikih madzhab lain

c)

Menyediakan informasi tentang haji

22.

Mengapa kitab-kitab fikih madzhab Syafi’i diprioritaskan?

a)

Mayoritas umat muslim Indonesia menganutnya

b)

Karena lebih mudah dipahami

c)

Karena lebih banyak referensinya

23.

Apa yang dimaksud dengan istinbath al-hukum?

a)

Proses menghasilkan hukum fikih

b)

Proses belajar fikih

c)

Proses beribadah

24.

Apa yang disediakan dalam Buku Saku Manasik Haji Perempuan?

a)

Ringkasan dari buku Manasik Haji Perempuan

b)

Analisis mendalam tentang fikih

c)

Panduan lengkap untuk jemaah

25.

Apa yang diharapkan pembaca dari buku ini?

a)

Deskripsi to the point

b)

Analisis mendalam

c)

Referensi fikih lainnya

26.

Bagaimana hukum perempuan yang akan berniat ihram ternyata mengalami haid?

4 lines
27.

Jika perempuan haid tetap wajib berihram sebagaimana jemaah yang lain, lantas apakah dia juga disunahkan mandi ihram?

4 lines
28.

Apakah pakaian ihram perempuan harus berwarna putih?

4 lines
29.

Apa hukum mengoleskan minyak wangi di anggota tubuh sebelum berniat ihram dan masih membekas ketika sudah berihram?

4 lines
30.

Apa hukum memakai minyak wangi di pakaian sebelum ihram dan masih membekas ketika sudah berihram?

4 lines
31.

Apakah seseorang harus membayar fidyah jika ada helai rambut yang rontok atau patah ketika dia menyisir rambut atau menggaruk kepala ketika sedang ihram?

4 lines
32.

Apakah seseorang harus membayar fidyah jika memotong kukunya ketika sedang ihram?

4 lines
33.

Bagi jemaah yang menunaikan haji tamattu’, kapan dia melaksanakan thawaf qudum?

4 lines
34.

Apakah perempuan disunahkan ramal pada tiga putaran awal thawaf?

4 lines
35.

Apa hukum mengonsumsi obat penghenti haid agar bisa melakukan thawaf?

4 lines
36.

Bagaimana status suci perempuan haid yang mengonsumsi obat penghenti menstruasi?

4 lines
37.

Perempuan yang menunaikan haji tamattu’ mengalami haid sebelum menunaikan thawaf umrah. Apa yang harus dia lakukan?

4 lines
38.

Apakah perempuan yang mengalami istihadhah boleh melakukan thawaf?

4 lines
39.

Bagaimana cara thaharah perempuan yang mengalami istihadhah agar bisa melakukan thawaf?

4 lines
40.

Apakah seseorang boleh meneruskan sa’i ketika mengalami haid setelah menyelesaikan thawaf?

4 lines
41.

Apakah jemaah perempuan disunahkan lari-lari kecil di antara dua pilar hijau yang terdapat di

4 lines
42.

Apakah jemaah perempuan disunahkan lari-lari kecil di antara dua pilar hijau yang terdapat di lintasan sa’i?

4 lines
43.

Bagaimana cara perempuan memotong rambut ketika akan ber-tahallul?

4 lines
44.

Apakah perempuan yang sedang haid boleh memotong rambut ketika akan tahallul?

4 lines
45.

Apakah perempuan haid boleh menunda untuk memotong rambut ketika akan ber-tahallul dan menunggu sampai usai mandi jinabat?

4 lines
46.

Bagaimana hukum perempuan yang akan atau sedang melaksanakan wuquf di Arafah mengalami haid?

4 lines
47.

Apakah perempuan haid boleh membaca Al-Qur’an ketika sedang wuquf di padang Arafah?

4 lines
48.

Jika perempuan haid boleh membaca ayat Al-Qur’an hanya di dalam hati ketika wuquf, apakah dia juga boleh menyentuh mushaf?

4 lines
49.

Apabila hanya disarankan membaca Al-Qur’an di dalam hati, lantas apakah perempuan haid boleh membaca dzikir atau kalimah thayyibah dengan bersuara ketika sedang wuquf?

4 lines
50.

Apakah perempuan yang wuquf disunahkan untuk puasa sunah Arafah?

4 lines
51.

Apakah perempuan yang mengalami haid harus menunggu suci untuk bisa menunaikan thawaf ifadhah, sementara dia harus segera meninggalkan Mekkah?

4 lines
52.

Seorang perempuan mengalami haid sebelum menunaikan thawaf wada’, apa yang harus dia lakukan?

4 lines
53.

Apakah perempuan haid boleh berada di dalam Masjid Nabawi?

4 lines
54.

Apakah jemaah yang sedang haid boleh berziarah ke makam Rasulullah saw?

4 lines
55.

Bagaimana hukum perempuan yang akan ber-niat ihram ternyata mengalami haid?

4 lines
56.

Bagaimana dengan jemaah yang mengalami haid ketika hendak berniat ihram?

4 lines
57.

Haruskah dia menunda niat ihramnya dan menunggu sampai suci dari haid?

4 lines
58.

Apakah perempuan yang sedang haid wajib berniat ihram?

4 lines
59.

Apakah ihram yang dia niatkan tetap dianggap sah sekalipun sedang dalam kondisi haid?

4 lines
60.

Apakah dia diharuskan membayar fidyah apapun karena telah berihram dalam keadaan haid?

4 lines
61.

Apakah suci dari hadas kecil maupun besar menjadi syarat sah ihram?

4 lines
62.

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda, “Apabila perempuan yang haid dan nifas tiba di miqat, [hendaklah] dia mandi, berniat ihram, dan menunaikan semua rangkaian manasik kecuali thawaf di Ka’bah.” (HR. Abu Dawud No. 1744.)

4 lines
63.

Dari riwayat hadis di atas dapat dipahami bahwa perempuan yang sedang haid atau nifas boleh dan sah melakukan seluruh rangkaian ibadah haji atau umrah, termasuk berihram ketika berada di miqat makani.

4 lines
64.

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kebolehan perempuan haid untuk berihram.

4 lines
65.

Dalam situasi seperti ini, tidak ada perlakuan diskriminatif bagi perempuan yang sedang haid. Status yang dia sandang setelah berihram juga dianggap sama seperti jemaah lain.

4 lines
66.

Sekalipun ihram boleh dilakukan dalam kondisi berhadas kecil maupun besar, sebaiknya jemaah yang tidak sedang haid melakukan ihram dalam kondisi thaharah (memiliki wudhu).

4 lines