NEW
Font size
WorksheetsPost Test-10
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Kesalahan sistematik dalam pengukuran adalah:
Kesalahan yang terjadi secara acak tanpa pola tertentu.
Kesalahan yang dapat diprediksi dan diperbaiki.
Kesalahan akibat faktor lingkungan.
Kesalahan yang hanya terjadi sekali.
Kesalahan random sering kali disebabkan oleh:
Penyimpangan tetap dari alat ukur.
Gangguan lingkungan atau operator.
Kesalahan dalam prosedur pengukuran.
Ketidakmampuan alat ukur menangani arus besar.
Kalibrasi bertujuan untuk:
Menghilangkan kesalahan sistematik.
Menurunkan kesalahan random.
Mengurangi konsumsi daya alat ukur.
Meningkatkan kecepatan pengukuran.
Kesalahan akibat fluktuasi suhu biasanya memengaruhi:
Tegangan referensi alat ukur.
Keandalan operator.
Frekuensi daya listrik.
Waktu pengukuran.
Kesalahan offset terjadi ketika:
Input berubah tiba-tiba.
Alat ukur memiliki penyimpangan nilai awal dari nol.
Lingkungan kerja stabil.
Proses kalibrasi selesai.
Faktor yang paling memengaruhi linearitas alat ukur adalah:
Suhu ruangan.
Respon alat terhadap perubahan input.
Kemampuan operator.
Posisi alat ukur.
Salah satu cara untuk mengurangi kesalahan paralaks adalah:
Menggunakan alat digital.
Melihat jarum alat ukur dari sudut sejajar.
Mengubah frekuensi input.
Mengurangi daya input.
Kesalahan resolusi terjadi ketika:
Skala alat ukur terlalu kecil untuk mendeteksi perubahan kecil.
Operator salah membaca hasil.
Alat ukur dalam kondisi rusak.
Alat terpapar suhu tinggi.
Proses kalibrasi eksternal dilakukan dengan menggunakan:
Alat ukur lain sebagai referensi.
Nilai yang diukur secara manual.
Perangkat lunak bawaan.
Perangkat tanpa pengawasan operator.
Kesalahan drift jangka panjang pada alat ukur listrik dapat diminimalkan dengan:
Penyimpanan alat di lingkungan yang terkontrol.
Menggunakan alat di bawah kapasitas maksimum.
Melakukan pengukuran pada suhu tinggi.
Membiarkan alat tanpa kalibrasi.
Kesalahan pengulangan (repeatability error) terjadi ketika:
Hasil pengukuran berbeda untuk input yang sama.
Alat ukur memiliki respon cepat.
Hasil pengukuran tetap stabil meskipun ada perubahan input.
Lingkungan kerja bersih.
Kesalahan karena input overload pada alat ukur terjadi ketika:
Input melebihi kapasitas maksimum alat ukur.
Tegangan input terlalu kecil.
Respon alat sangat lambat.
Skala alat ukur tidak mencukupi.
Kesalahan interferensi elektromagnetik dapat dihindari dengan:
Menggunakan pelindung elektromagnetik.
Mengurangi arus listrik yang masuk.
Mengatur waktu pengukuran.
Mengubah orientasi alat ukur.
Langkah untuk meminimalkan kesalahan penggunaan alat adalah:
Menggunakan alat sesuai prosedur yang benar.
Mengabaikan panduan manual.
Mengganti alat tanpa kalibrasi.
Mengabaikan lingkungan sekitar.
Kesalahan histeresis sering kali terjadi pada:
Alat dengan komponen mekanis.
Alat digital tanpa jarum.
Alat yang hanya menggunakan input DC.
Alat dengan akurasi tinggi.
Perbaikan kesalahan nonlinieritas dapat dilakukan dengan:
Menggunakan kurva koreksi.
Mengabaikan faktor lingkungan.
Mengganti operator.
Mempercepat pengukuran.
Standar IEC 60051 berhubungan dengan:
Alat ukur analog dan digital.
Proses manufaktur semikonduktor.
Keamanan peralatan listrik.
Sistem manajemen energi.
Kesalahan yang dapat terjadi karena pengaruh suhu ekstrem disebut:
Kesalahan termal.
Kesalahan acak.
Kesalahan skala.
Kesalahan referensi.
Kesalahan yang muncul karena kabel penghubung panjang disebut:
Resistansi kabel tambahan.
Kesalahan mekanis.
Kesalahan suhu.
Kesalahan resolusi.
Menggunakan shielding pada pengukuran bertujuan untuk:
Mengurangi interferensi eksternal.
Mengurangi ketelitian alat.
Mengurangi kapasitas arus.
Mengubah nilai referensi alat.
