Font size
WorksheetsSOAL LATIHAN PPPK 2024
Total questions: 95
Worksheet time: 48mins
Dalam teori belajar Ausubel, belajar bermakna terjadi jika:
Materi disampaikan secara abstrak
Materi dikaitkan dengan konsep yang sudah ada
Siswa belajar tanpa arahan
Guru memberikan ceramah secara rinci
Berdasarkan teori Piaget, anak usia 7-12 tahun berada pada tahap:
Sensorimotor
Pra-operasional
Operasional konkret
Operasional formal
Komponen penting dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah:
Menyamakan semua metode pembelajaran
Menghukum siswa yang tidak aktif
Menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa
Mengurangi variasi dalam pembelajaran
Assessment for learning bertujuan untuk:
Memberikan nilai akhir
Meningkatkan motivasi siswa
Membandingkan kemampuan antar siswa
Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa
Strategi yang sesuai untuk mengembangkan higher-order thinking skills (HOTS) adalah:
Hafalan dan repetisi
Diskusi dan pemecahan masalah
Penugasan individu yang sederhana
Membaca tanpa diskusi
Dalam pembelajaran berbasis proyek, peran guru adalah:
Memberi arahan penuh sepanjang proses
Mengarahkan siswa untuk belajar mandiri
Mengajarkan langkah-langkah proyek dengan rinci
Fasilitator dan motivator
Tujuan utama program remedial adalah:
Menambah nilai siswa yang tinggi
Mempercepat proses pembelajaran
Membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar
Meningkatkan prestasi siswa yang sudah unggul
Karakteristik siswa usia sekolah dasar menurut teori Piaget adalah:
Fokus pada simbol dan imajinasi
Berpikir konkret dan logis
Mampu berpikir abstrak
Berorientasi pada diri sendiri
Prinsip active listening dalam pembelajaran adalah:
Membiarkan siswa berbicara tanpa interaksi
Mendengarkan dengan memberikan respons yang sesuai
Menghindari kontak mata dengan siswa
Memperbanyak ceramah tanpa umpan balik
Pembelajaran yang efektif menekankan pada:
Guru sebagai pusat pembelajaran
Siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar
Penggunaan metode ceramah yang intensif
Hafalan sebagai tujuan utama
Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi adalah:
Semua siswa mendapat nilai yang sama
Terpenuhi kebutuhan belajar individual siswa
Siswa bersaing untuk menjadi yang terbaik
Tidak ada variasi dalam pembelajaran
Teori belajar Gagne menekankan pentingnya:
Kompetensi guru
Pengorganisasian materi secara hirarkis
Pembelajaran berbasis hafalan
Evaluasi yang berfokus pada nilai akhir
Salah satu karakteristik pembelajaran aktif adalah:
Guru berbicara lebih banyak daripada siswa
Siswa terlibat dalam aktivitas yang bermakna
Penekanan pada teori tanpa praktik
Pembelajaran berpusat pada materi pelajaran
Pembelajaran bermakna menurut Ausubel terjadi jika:
Siswa hanya menghafal fakta
Materi disusun dengan konteks relevan bagi siswa
Tidak ada kaitan antara materi baru dan yang lama
Pembelajaran dilakukan dalam waktu singkat
Prinsip dasar penggunaan media pembelajaran adalah:
Hanya digunakan pada mata pelajaran tertentu
Mempermudah siswa memahami konsep
Menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran
Digunakan hanya jika guru memerlukan
Tujuan dari assessment as learning adalah:
Membantu siswa memahami pencapaiannya
Membandingkan nilai antar siswa
Memberi tekanan pada siswa untuk belajar lebih keras
Meningkatkan nilai rapor siswa
Konsep dasar dalam Individualized Education Program (IEP) adalah:
Memberikan pembelajaran yang sama untuk semua siswa
Menyesuaikan rencana pembelajaran sesuai kebutuhan siswa
Mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan akademik
Mengurangi variasi
Salah satu ciri lingkungan belajar yang inklusif adalah:
Semua siswa mengikuti aturan yang sama
Penghormatan terhadap keberagaman individu
Fokus hanya pada siswa berprestasi
Mengutamakan siswa yang aktif berbicara
Guru dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus melalui:
Memberikan tugas tambahan yang sulit
Memberikan perhatian dan strategi belajar khusus
Menghindari interaksi langsung dengan siswa tersebut
Meminta siswa lain untuk membantu
Prinsip desain pembelajaran yang efektif adalah:
Berpusat pada guru
Disesuaikan dengan kebutuhan siswa
Fokus pada materi yang sulit saja
Hanya menggunakan metode ceramah
Taksonomi Bloom revisi mencakup dimensi:
Pengetahuan dan psikomotor
Proses kognitif dan pengetahuan
Afektif dan psikomotor
Pengetahuan dan afektif
Salah satu ciri utama kurikulum merdeka adalah:
Berbasis nilai akhir ujian nasional
Mengutamakan pembelajaran berbasis proyek
Menyeragamkan seluruh pembelajaran
Menghapuskan penilaian berbasis kompetensi
Prinsip penting dalam pembelajaran berbasis proyek adalah:
Guru memberi arahan penuh
Siswa aktif dalam eksplorasi dan penyelesaian masalah
Fokus pada hafalan
Mengurangi peran siswa dalam pembelajaran
Guru profesional seharusnya mampu:
Menguasai materi pelajaran saja
Menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa
Menghindari inovasi dalam pembelajaran
Menggunakan metode yang sama untuk semua kelas
Dalam penilaian berbasis kompetensi, penekanan utama adalah pada:
Hasil akhir
Proses dan hasil belajar siswa
Kecepatan siswa menyelesaikan tugas
Perbandingan antar siswa
Strategi pembelajaran yang mendorong critical thinking adalah:
Diskusi kelompok
Metode ceramah terus-menerus
Hafalan soal
Pemberian tugas individu tanpa bimbingan
Pemanfaatan hasil asesmen untuk pembelajaran dilakukan melalui:
Membandingkan nilai siswa dengan kelas lain
Memberikan umpan balik yang membangun
Menghukum siswa yang nilainya rendah
Mengabaikan siswa yang tidak berprestasi
Dalam mendukung siswa berkebutuhan khusus, guru harus memahami:
Profil perkembangan setiap siswa
Penggunaan hukuman sebagai alat belajar
Penyeragaman metode pengajaran
Teknik evaluasi tanpa diferensiasi
Penilaian formatif dilakukan untuk:
Menentukan kelulusan siswa
Memberi masukan selama proses pembelajaran
Menghitung nilai akhir
Mengelompokkan siswa berdasarkan prestasi
Salah satu prinsip pembelajaran berdiferensiasi adalah:
Fokus pada siswa dengan kemampuan tinggi
Menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa
Mengurangi variasi aktivitas di kelas
Memberikan tugas yang sama pada semua siswa
Dalam teori belajar Gagne, langkah pertama dalam proses pembelajaran adalah:
Memberi perhatian
Memberikan umpan balik
Memberikan motivasi
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Evaluasi pembelajaran yang baik dilakukan dengan:
Fokus hanya pada hasil tes
Menilai proses dan hasil belajar siswa
Menghukum siswa yang tidak memahami materi
Membandingkan siswa dengan teman sekelas
Pembelajaran berbasis inkuiri menekankan pada:
Hafalan
Proses pencarian dan analisis informasi
Pemberian tugas yang sudah dijelaskan
Penyeragaman hasil belajar
Contoh pembelajaran berbasis HOTS adalah:
Siswa menghafal jawaban soal
Siswa menganalisis data untuk menyelesaikan masalah
Siswa menyalin materi dari buku
Siswa menjawab soal pilihan ganda sederhana
Guru yang profesional dalam pembelajaran harus:
Hanya fokus pada kompetensi kognitif siswa
Mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif siswa
Menghindari kolaborasi dengan siswa
Menggunakan metode hafalan secara penuh
Desain pembelajaran yang efektif melibatkan:
Fokus pada hasil akhir ujian saja
Perencanaan tujuan dan strategi yang relevan
Penyeragaman semua metode pengajaran
Menghilangkan variasi aktivitas kelas
Kompetensi dasar dari pembelajaran kurikulum merdeka adalah:
Penyeragaman capaian belajar
Fokus pada pengembangan literasi dan numerasi
Evaluasi berbasis hafalan
Membatasi inovasi pembelajaran
Penilaian otentik bertujuan untuk:
Menilai hasil belajar dengan tes standar
Menilai kemampuan siswa dalam situasi nyata
Mengabaikan proses pembelajaran
Memberikan nilai akhir saja
Untuk membantu siswa dengan gaya belajar visual, guru dapat:
Memberikan ceramah yang panjang
Menggunakan diagram, grafik, atau video
Memberikan tugas membaca tanpa ilustrasi
Menggunakan metode diskusi kelompok
Pembelajaran yang memanfaatkan teknologi harus:
Menggantikan peran guru sepenuhnya
Disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran
Digunakan hanya pada mata pelajaran tertentu
Menghindari interaksi langsung dengan siswa
Prinsip utama dalam membangun hubungan baik antara guru dan murid adalah:
Guru harus bersikap otoriter
Guru dan murid saling menghormati
Guru tidak perlu melibatkan diri secara emosional
Guru hanya berinteraksi dengan siswa berprestasi
Dalam interaksi di kelas, guru sebaiknya:
Memperlakukan semua siswa secara adil
Memberi perhatian lebih pada siswa yang pandai
Mengabaikan siswa yang pasif
Fokus hanya pada siswa yang aktif bertanya
Sebagai figur teladan, guru harus menunjukkan:
Kepribadian yang kuat dan otoriter
Sikap empati, jujur, dan peduli
Sikap pasif terhadap masalah siswa
Ketegasan tanpa kompromi
Dalam lingkungan belajar yang beragam, guru harus:
Mengutamakan siswa mayoritas
Menghormati keberagaman budaya siswa
Mengabaikan perbedaan individu
Memaksakan kebiasaan tertentu kepada semua siswa
Guru dapat membantu siswa dengan masalah emosional dengan cara:
Mengabaikan masalah tersebut agar siswa mandiri
Mendengarkan keluhan siswa dengan empati
Memberikan hukuman agar siswa lebih disiplin
Menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua
Salah satu cara membangun kolaborasi positif dengan orang tua siswa adalah:
Menghindari keterlibatan orang tua dalam pendidikan
Mengadakan komunikasi rutin tentang perkembangan siswa
Memberikan tugas tanpa konsultasi dengan orang tua
Membatasi informasi tentang siswa kepada orang tua
Dalam mendukung siswa dengan kebutuhan khusus, guru harus:
Menghindari interaksi langsung
Memahami kebutuhan dan memberi dukungan individual
Menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pada wali kelas
Mengabaikan perbedaan kemampuan siswa
Prinsip inklusivitas dalam pendidikan berarti:
Hanya siswa yang berprestasi yang mendapat perhatian
Semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar
Memisahkan siswa dengan kebutuhan khusus dari siswa reguler
Fokus hanya pada siswa yang aktif
Keberhasilan interaksi sosial di kelas bergantung pada:
Kemampuan guru memotivasi siswa
Ketegasan guru dalam membuat aturan
Keterbukaan guru terhadap saran dan pendapat siswa
Semua jawaban benar
Peran guru dalam menjaga kerukunan di sekolah adalah:
Membiarkan siswa menyelesaikan konflik sendiri
Menjadi mediator dan pembimbing dalam penyelesaian konflik
Menghindari konflik agar tidak terlibat
Mengutamakan pihak tertentu dalam penyelesaian masalah
Salah satu ciri kepribadian guru yang berwibawa adalah:
Tegas namun tetap ramah
Keras dan tidak kompromi
Sederhana dan pasif
Tertutup terhadap siswa
Guru yang mampu mengendalikan emosi dalam situasi sulit menunjukkan:
Kematangan emosional
Kepribadian yang pasif
Sikap tidak peduli
Kurangnya keterampilan komunikasi
Dalam menjalankan kode etik, guru harus:
Memprioritaskan kepentingan pribadi
Menjadi teladan dalam tutur kata dan perilaku
Mengabaikan kebutuhan siswa yang bermasalah
Bersikap otoriter terhadap siswa
Motivasi intrinsik siswa dapat ditingkatkan melalui:
Pemberian hadiah yang besar
Menanamkan nilai pentingnya belajar
Hukuman yang tegas
Kompetisi antar siswa
Sebagai pendidik, guru harus memiliki sikap:
Tertutup terhadap kritik
Terbuka untuk belajar dan berkembang
Fokus hanya pada pengajaran
Pasif dalam kegiatan sekolah
Dalam pembelajaran berbasis teknologi, guru harus:
Menggantikan seluruh pembelajaran tatap muka
Mengintegrasikan teknologi sesuai kebutuhan siswa
Fokus hanya pada penggunaan perangkat keras
Menghindari penggunaan teknologi agar tidak mengganggu
Prinsip pembelajaran berbasis HOTS adalah:
Meminta siswa menghafal konsep
Melibatkan siswa dalam analisis dan evaluasi
Memberikan soal sederhana yang berulang
Fokus pada hasil akhir tanpa proses
Penilaian formatif dilakukan:
Di awal pembelajaran
Selama proses pembelajaran
Setelah pembelajaran selesai
Hanya untuk siswa tertentu
Guru yang mampu menerima kritik dengan terbuka menunjukkan:
Ketidakmampuan dalam bertindak tegas
Kematangan kepribadian
Sikap pasif terhadap tanggung jawab
Keinginan untuk menghindar dari masalah
Dalam kode etik, seorang guru harus menghindari:
Menjadi teladan bagi siswa
Memberikan pelayanan pendidikan yang setara
Bertindak diskriminatif terhadap siswa
Menghormati hak siswa dalam belajar
Guru yang berintegritas adalah guru yang:
Hanya fokus pada hasil akhir
Konsisten dalam menjalankan nilai-nilai moral dan profesional
Tidak menerima masukan dari pihak lain
Mengutamakan hubungan pribadi di atas profesionalisme
Motivasi ekstrinsik dapat dikembangkan melalui:
Pemberian penghargaan atas pencapaian siswa
Memberikan hukuman untuk meningkatkan kinerja siswa
Membatasi kebebasan siswa dalam belajar
Memberi tantangan tanpa panduan
Sikap empati guru kepada siswa ditunjukkan dengan:
Menciptakan jarak agar lebih dihormati
Memahami dan menghormati perasaan siswa
Menghindari keterlibatan dalam permasalahan siswa
Fokus hanya pada siswa berprestasi
Dalam menghadapi siswa yang sering bermasalah, guru harus:
Mengabaikannya agar tidak mengganggu proses belajar
Memberikan arahan dan bimbingan secara bijaksana
Mengeluarkan siswa dari kelas
Menggunakan hukuman yang keras
Seorang guru yang bertanggung jawab menunjukkan:
Komitmen pada tugas dan keberhasilan siswa
Ketidakpedulian terhadap keberhasilan siswa
Keengganan un
Seorang guru yang bertanggung jawab menunjukkan:
Komitmen pada tugas dan keberhasilan siswa
Ketidakpedulian terhadap keberhasilan siswa
Keengganan untuk mengambil tantangan baru
Ketergantungan pada pihak lain dalam tugasnya
Dalam pembelajaran berbasis teknologi, salah satu tantangan terbesar adalah:
Ketersediaan perangkat
Kesesuaian materi ajar
Motivasi siswa dalam menggunakan teknologi
Semua jawaban benar
Prinsip utama dalam pembelajaran berbasis HOTS adalah:
Hafalan materi
Analisis, evaluasi, dan kreasi
Pengerjaan soal pilihan ganda sederhana
Fokus pada materi saja
Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran berbasis proyek adalah:
Siswa mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu
Siswa memahami konsep secara mendalam melalui pengalaman langsung
Guru memberikan panduan penuh sepanjang proyek
Tidak adanya variasi dalam tugas yang diberikan
Program remedial dilakukan untuk:
Memberikan tambahan nilai kepada siswa berprestasi
Membantu siswa yang belum mencapai kompetensi tertentu
Mempercepat proses pembelajaran seluruh siswa
Menambah beban tugas siswa
Media pembelajaran yang baik adalah yang:
Menarik perhatian siswa dan mendukung tujuan pembelajaran
Mahal dan sulit digunakan
Membatasi interaksi siswa
Hanya digunakan pada mata pelajaran tertentu
Pembelajaran berbasis diferensiasi bertujuan untuk:
Menyeragamkan proses belajar semua siswa
Mengakomodasi kebutuhan dan potensi unik setiap siswa
Menghilangkan perbedaan antar siswa
Memisahkan siswa berdasarkan kemampuan
Salah satu contoh asesmen formatif adalah:
Ujian akhir semester
Tanya jawab selama proses pembelajaran
Pemberian nilai tugas akhir
Evaluasi akhir proyek
Prinsip reward yang efektif adalah:
Menghargai usaha siswa, bukan hanya hasilnya
Memberikan hadiah kepada semua siswa tanpa syarat
Fokus pada siswa berprestasi saja
Menggunakan hadiah sebagai alat utama motivasi
Salah satu keuntungan dari penilaian berbasis proyek adalah:
Fokus pada hafalan siswa
Meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah nyata
Mengurangi peran siswa dalam pembelajaran
Menyeragamkan hasil belajar seluruh siswa
Dalam pembelajaran berbasis diferensiasi, guru sebaiknya:
Memberikan tugas yang sama untuk semua siswa
Menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kemampuan siswa
Menghindari variasi dalam metode pengajaran
Fokus pada siswa yang memiliki kemampuan tinggi
Salah satu prinsip dalam menggunakan teknologi pendidikan adalah:
Hanya digunakan pada mata pelajaran eksakta
Menyesuaikan penggunaan teknologi dengan kebutuhan siswa
Mengganti metode pembelajaran tradisional sepenuhnya
Mengurangi interaksi langsung antara guru dan siswa
Pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kreatif dilakukan dengan:
Menyelesaikan soal secara berulang
Membuat siswa menghasilkan ide dan solusi baru
Memberikan tugas dengan panduan yang kaku
Membatasi diskusi dan eksplorasi siswa
Penilaian formatif dapat membantu guru untuk:
Memberikan nilai akhir kepada siswa
Memahami sejauh mana siswa telah menguasai materi
Mengurangi variasi tugas di kelas
Mengabaikan proses belajar siswa
Program remedial paling tepat diberikan kepada siswa yang:
Sudah mencapai nilai maksimum
Tidak mampu mencapai kompetensi yang ditetapkan
Memiliki nilai rata-rata tinggi
Tidak memerlukan pengayaan materi
Media pembelajaran interaktif cocok digunakan untuk:
Menyampaikan materi secara satu arah
Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran
Menghindari interak
Media pembelajaran interaktif cocok digunakan untuk:
Menyampaikan materi secara satu arah
Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran
Menghindari interaksi siswa selama belajar
Membatasi kreativitas siswa dalam memahami materi
Dalam pembelajaran berbasis HOTS, siswa diharapkan:
Mampu menghafal seluruh materi yang diajarkan
Menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk menyelesaikan masalah
Mengikuti instruksi guru tanpa improvisasi
Mengurangi eksplorasi ide baru
Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran berbasis inkuiri adalah:
Guru memberikan jawaban atas semua pertanyaan siswa
Siswa dapat menemukan dan memahami konsep melalui eksplorasi mandiri
Tidak ada variasi dalam tugas yang diberikan
Siswa hanya fokus pada hasil akhir pembelajaran
Dalam pembelajaran berbasis proyek, guru berperan sebagai:
Pusat informasi utama dalam kelas
Fasilitator dan pendamping dalam proses eksplorasi siswa
Pemberi tugas tanpa diskusi lanjutan
Penentu seluruh langkah yang harus diikuti siswa
Pembelajaran berbasis inkuiri bertujuan untuk:
Membantu siswa menemukan jawaban berdasarkan eksplorasi mandiri
Memberikan semua jawaban secara langsung kepada siswa
Menyeragamkan proses belajar semua siswa
Membatasi siswa dalam menggali informasi
Dalam desain pembelajaran berbasis teknologi, hal utama yang harus diperhatikan adalah:
Harga perangkat yang digunakan
Kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pembelajaran
Penggantian metode pembelajaran tradisional
Pengurangan peran guru dalam kelas
Penilaian autentik memungkinkan siswa untuk:
Menghafal informasi tanpa penerapan
Menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata
Membatasi kreativitas siswa
Fokus hanya pada nilai ujian tertulis
Prinsip penting dalam pembelajaran berbasis proyek adalah:
Proyek diarahkan sepenuhnya oleh guru
Siswa menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran
Hasil akhir lebih penting daripada proses
Semua siswa mendapatkan hasil yang sama
Program pengayaan dalam pembelajaran bertujuan untuk:
Membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar
Memberikan tantangan tambahan bagi siswa yang sudah menguasai materi
Menyeragamkan hasil belajar siswa
Mengurangi jumlah tugas bagi siswa
Guru dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan:
Memberikan tugas hafalan
Menggunakan pertanyaan terbuka yang menantang siswa
Memberikan ceramah tanpa interaksi
Fokus pada soal pilihan ganda sederhana
Pembelajaran berbasis diferensiasi penting untuk:
Mengakomodasi kebutuhan siswa dengan gaya belajar yang berbeda
Menyeragamkan proses belajar
Mengurangi beban kerja guru
Memberikan fokus hanya pada siswa berprestasi
Salah satu keuntungan penilaian formatif adalah:
Memberikan masukan yang konstruktif kepada siswa
Mengurangi jumlah tugas siswa
Fokus pada nilai akhir saja
Membandingkan siswa dengan teman-temannya
Guru harus mampu menggunakan hasil asesmen untuk:
Merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif
Menentukan peringkat siswa dalam kelas
Membatasi pengajaran hanya pada siswa tertentu
Mengurangi variasi dalam metode pengajaran
Pembelajaran berbasis HOTS membantu siswa untuk:
Mengembangkan kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi
Menghafal informasi tanpa memahami konsep
Fokus hanya pada hasil ujian
Menghindari pemecahan masalah
