WorksheetsSAS sem 1 DKIA
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Revolusi Industri 2.0 ditandai dengan perkembangan teknologi yang signifikan, terutama pada penggunaan listrik dan sistem produksi massal. Tahun berapakah Revolusi Industri 2.0 berlangsung?
1750-1850
1850-1900
1900-1950
1950-2000
Salah satu ciri utama Revolusi Industri 2.0 adalah penggunaan listrik dan produksi massal. Apa peran utama listrik dalam mendukung sistem produksi massal pada masa itu?
Menggantikan tenaga kerja manusia sepenuhnya
Memungkinkan penggunaan mesin-mesin otomatis di pabrik
Mengurangi kebutuhan bahan bakar fosil untuk mesin uap
Membatasi jumlah produk yang dihasilkan oleh pabrik
Revolusi Industri 2.0 membawa dampak besar terhadap perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satu dampak sosial yang paling signifikan adalah:
Munculnya kelas menengah yang kuat akibat peluang pekerjaan di sektor industri
Berkurangnya urbanisasi karena banyak orang kembali ke pedesaan
Penurunan jumlah tenaga kerja karena semua proses diotomatisasi
Menurunnya kebutuhan akan pendidikan formal karena pekerjaan manual meningkat
Salah satu inovasi teknologi yang muncul pada era Revolusi Industri 2.0 adalah:
Mesin uap untuk transportasi
Komputer digital pertama
Pabrik dengan sistem produksi menggunakan sabuk berjalan (assembly line)
Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence)
Salah satu perbedaan utama antara sistem produksi pada Revolusi Industri 1.0 dan 2.0 adalah:
Revolusi Industri 1.0 menggunakan tenaga listrik, sedangkan Revolusi Industri 2.0 menggunakan tenaga uap.
Revolusi Industri 1.0 mengandalkan mesin manual, sedangkan Revolusi Industri 2.0 menggunakan robot otomatis.
Revolusi Industri 1.0 menggunakan tenaga uap untuk produksi, sedangkan Revolusi Industri 2.0 menggunakan listrik untuk mendukung produksi massal.
Revolusi Industri 1.0 memanfaatkan teknologi komputer, sedangkan Revolusi Industri 2.0 menggunakan teknologi mekanis.
Apa hubungan antara Revolusi Industri 2.0 dan perkembangan industri modern saat ini?
Revolusi Industri 2.0 hanya memengaruhi sektor pertanian, sehingga tidak relevan dengan industri modern.
Revolusi Industri 2.0 memperkenalkan listrik dan produksi massal, yang menjadi dasar teknologi industri modern.
Revolusi Industri 2.0 fokus pada pengembangan komputer, yang merupakan inti dari industri modern.
Revolusi Industri 2.0 tidak memberikan dampak besar pada perkembangan teknologi industri modern.
Ciri utama dari Revolusi Industri 1.0 adalah perkembangan dalam bidang...
Industri manufaktur dan pertanian dengan tenaga kerja manual
Otomasi produksi dengan penggunaan robot canggih
Penggunaan mesin bertenaga uap dan mekanisasi produksi
Digitalisasi proses kerja melalui sistem komputer
Apa peran utama mesin uap dalam Revolusi Industri 1.0?
Meningkatkan efisiensi transportasi dan produksi industri
Menggantikan komputer dalam pengolahan data
Meningkatkan penggunaan tenaga manusia dalam proses produksi
Mempermudah komunikasi melalui sinyal listrik
Salah satu dampak sosial terbesar dari Revolusi Industri 1.0 adalah...
Meningkatnya kualitas hidup di pedesaan
Urbanisasi dan perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk bekerja di pabrik
Meningkatnya jumlah petani yang mengelola tanah secara mandiri
Berkurangnya jumlah kelas pekerja
Salah satu perbedaan utama antara pola kerja sebelum dan sesudah Revolusi Industri 1.0 adalah...
Sebelum Revolusi Industri, pekerja menggunakan mesin uap, sedangkan setelahnya, pekerja hanya menggunakan tenaga manusia
Sebelum Revolusi Industri, sebagian besar pekerjaan bersifat manual, sedangkan setelahnya pekerjaan lebih mekanis dengan bantuan mesin
Sebelum Revolusi Industri, pekerjaan lebih banyak dilakukan di rumah, sedangkan setelahnya dilakukan di luar negeri
Sebelum Revolusi Industri, pekerja tidak ada di pabrik, sedangkan setelahnya pekerja hanya bekerja di pabrik
Mesin uap yang menjadi simbol Revolusi Industri 1.0 membuka jalan bagi penemuan-penemuan teknologi di masa depan. Salah satu teknologi yang terinspirasi dari mesin uap adalah...
Mesin pembangkit tenaga listrik berbasis air
Kendaraan bermotor berbahan bakar bensin
Robot industri untuk pabrik otomatis
Pesawat terbang modern
Ruang lingkup kimia analisis dalam bisnis industri mencakup berbagai aspek yang bertujuan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. Salah satu peran utama kimia analisis adalah:
Mengurangi biaya produksi dengan menggunakan bahan kimia berbahaya
Mengidentifikasi komposisi bahan baku dan produk jadi untuk memastikan
Mengganti pekerja manusia dengan mesin otomatis dalam setiap tahap produksi
Menyimpan data hasil analisis tanpa menganalisisnya lebih lanjut
Industri yang memanfaatkan kimia analisis untuk memastikan kualitas bahan baku dan produk jadi serta memenuhi standar keselamatan adalah:
Industri otomotif
Industri farmasi
Industri tekstil
Industri hiburan
Kimia analisis digunakan dalam proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi produksi dengan cara:
Mengurangi jumlah bahan baku yang digunakan tanpa memperhatikan kualitas
Menganalisis dan memantau kandungan bahan baku serta produk jadi agar sesuai dengan
Menurunkan biaya tenaga kerja dengan mengganti pekerja dengan mesin
Mengabaikan pengujian kualitas untuk mempercepat proses produksi
Dalam proses kontrol kualitas di industri makanan dan minuman, kimia analisis digunakan untuk:
Menilai kesesuaian bahan baku dan produk jadi dengan standar keamanan pangan yang berlaku
Menggunakan bahan kimia tambahan yang berlebihan untuk meningkatkan rasa produk
Mengurangi pengujian terhadap bahan baku untuk menghemat biaya
Menyimpan hasil analisis tanpa menindaklanjuti hasil tersebut
Langkah pertama dalam proses bisnis kimia analisis di industri farmasi adalah:
Pengujian kualitas produk jadi
Pengumpulan sampel bahan baku untuk dianalisis
Pengemasan produk akhir
Distribusi produk ke konsumen
Tantangan utama dalam mengimplementasikan kimia analisis di industri makanan dan minuman adalah:
Biaya pengujian yang tinggi dan keterbatasan peralatan yang canggih
Kelebihan bahan baku yang tidak terpakai
Penggunaan bahan kimia yang tidak aman
Pengemasan produk yang tidak sesuai standar
Industri berikut ini yang paling memerlukan kimia analisis dalam proses produksinya adalah
Industri tekstil
Industri elektronik
Industri makanan dan minuman
Industri otomotif
Lembaga pemerintah yang berperan dalam pengawasan kualitas bahan pangan dan obat-obatan di Indonesia adalah:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Kementerian Perindustrian
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Peran kimia analisis dalam industri makanan dan minuman adalah untuk:
Menentukan harga jual produk
Menjamin keamanan dan kualitas produk
Meningkatkan efisiensi produksi
Menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
Apa hubungan antara kimia analisis dan pemanfaatan potensi lokal dalam industri?
Kimia analisis digunakan untuk mengidentifikasi komponen kimia dalam produk lokal yang dapat meningkatkan kualitas industri.
Kimia analisis hanya digunakan untuk mengukur suhu dalam proses produksi industri.
Pemanfaatan potensi lokal tidak membutuhkan kimia analisis karena produk lokal lebih murah.
Kimia analisis digunakan untuk memasarkan produk lokal ke luar negeri.
Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh potensi lokal yang dapat dimanfaatkan dalam industri kimia analisis?
Penggunaan daun kelor untuk mengidentifikasi kandungan gizi dan antioksidan dalam industri makanan.
Penggunaan batu bara untuk memproduksi plastik industri.
Penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar industri kimia.
Penggunaan bahan kimia sintetis untuk pembuatan kosmetik.
Apa dampak positif penerapan kearifan lokal dalam proses bisnis kimia analisis terhadap keberlanjutan industri?
Penerapan kearifan lokal dapat mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, meningkatkan keberlanjutan, dan melestarikan sumber daya alam.
Penerapan kearifan lokal akan membuat produk lebih mahal dan kurang diminati oleh konsumen.
Kearifan lokal tidak memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan industri karena tidak ada hubungannya dengan kimia analisis.
Kearifan lokal hanya dapat diterapkan pada industri kecil dan tidak berdampak pada industri besar.
Manakah dari berikut ini yang merupakan teknologi baru yang digunakan dalam kimia analisis untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi?
Spektroskopi massa untuk analisis elemen dan molekul dengan akurasi tinggi.
Kromatografi gas hanya digunakan untuk mengukur suhu dalam proses kimia.
Mikroskop elektron hanya digunakan untuk meneliti benda mikro tanpa analisis kimia.
Reaksi titrasi secara manual tanpa menggunakan alat modern.
Bagaimana teknologi baru dalam kimia analisis dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses analisis?
Dengan menggantikan laboratorium manual dan mengurangi jumlah alat analisis yang digunakan.
Dengan mengautomasi proses analisis, memungkinkan hasil yang lebih cepat dan akurat serta mengurangi kesalahan manusia.
Dengan mengurangi jumlah sampel yang dianalisis dalam setiap pengujian.
Dengan menggunakan bahan kimia yang lebih murah namun kurang akurat dalam analisis.
