wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Semoga Lulus Uda Ocep

Total questions: 200

Worksheet time: 3hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Pemadam kebakaran yang menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) harus mengetahui jenis api yang dapat dipadamkan oleh alat tersebut. Apa jenis api yang dapat dipadamkan dengan APAR jenis karbon dioksida (CO2)?

a)

Api cair

b)

Api gas

c)

Api listrik

d)

Api padat

e)

Api padat dan cair

2.

Apa yang harus dilakukan pertama kali oleh seorang petugas pemadam kebakaran saat tiba di lokasi kebakaran?

a)

Memastikan seluruh personel aman

b)

Langsung masuk ke dalam gedung untuk memadamkan api

c)

Mengidentifikasi sumber api dan menyusun strategi pemadaman

d)

Menggunakan alat pemadam api untuk memadamkan api

e)

Melakukan evakuasi terhadap warga sekitar

3.

Bagaimana cara yang tepat untuk menggunakan pemadam api jenis busa?

a)

Menyemprotkan busa ke atas api dengan jarak dekat

b)

Menyemprotkan busa ke api secara langsung dari bawah

c)

Menggunakan busa secara horizontal untuk menutup api

d)

Menyemprotkan busa ke api dari jarak jauh dengan sudut tinggi

e)

Menggunakan busa pada api jenis listrik

4.

Salah satu faktor penyebab kebakaran di gedung adalah adanya kabel listrik yang rusak. Apa tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah kebakaran akibat kabel listrik?

a)

Menambah isolasi kabel dengan bahan yang mudah terbakar

b)

Memasang kabel dengan daya lebih besar dari yang direkomendasikan

c)

Melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik

d)

Menempatkan kabel listrik di luar gedung

e)

Menggunakan kabel listrik tanpa pelindung

5.

Dalam skenario kebakaran yang melibatkan bahan kimia, petugas pemadam kebakaran harus berhati-hati. Apa yang menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam memadamkan kebakaran bahan kimia?

a)

Jenis bahan kimia yang terbakar

b)

Lokasi kebakaran di area terbuka

c)

Kecepatan angin pada saat kebakaran terjadi

d)

Tinggi bangunan yang terbakar

e)

Jumlah personel yang tersedia

6.

Saat terjebak dalam kebakaran dan tidak bisa keluar dari ruangan, langkah pertama yang harus diambil adalah:

a)

Mencoba mencari jalan keluar meskipun terbakar

b)

Menunggu sampai api padam dengan sendirinya

c)

Menutup celah-celah pintu dan ventilasi dengan kain basah

d)

Membuka jendela untuk mencari jalan keluar

e)

Berteriak agar orang lain mengetahui posisi Anda

7.

Bagaimana cara terbaik untuk menangani kebakaran yang melibatkan bahan cair yang mudah terbakar?

a)

Menggunakan air untuk memadamkan api

b)

Menggunakan busa pemadam atau bahan yang mengurangi oksigen

c)

Meninggalkan area kebakaran tanpa tindakan lebih lanjut

d)

Menyemprotkan air ke api dengan intensitas tinggi

e)

Menggunakan pemadam api jenis air

8.

Apa yang harus dilakukan petugas pemadam kebakaran jika menghadapi kebakaran listrik?

a)

Memadamkan api dengan air

b)

Memadamkan api dengan busa

c)

Memadamkan api dengan karbon dioksida (CO2)

d)

Memadamkan api dengan alat pemadam api biasa

e)

Menunggu sampai listrik padam dan api berhenti dengan sendirinya

9.

Apa yang menjadi prioritas utama dalam evakuasi orang-orang dari gedung yang terbakar?

a)

Memastikan semua barang berharga diselamatkan terlebih dahulu

b)

Memastikan api segera dipadamkan

c)

Memastikan bahwa semua orang yang berada di dalam gedung dievakuasi dengan cepat dan aman

d)

Menghubungi pihak berwenang setelah api padam

e)

Mencegah orang-orang panik dengan cara apapun

10.

Saat kebakaran terjadi di ruang tertutup, asap yang dihasilkan berbahaya. Apa yang harus dilakukan untuk menghindari inhalasi asap?

a)

Menggunakan masker pelindung atau kain basah di sekitar hidung dan mulut

b)

Berlari menuju pintu keluar secepat mungkin

c)

Mencari tempat berlindung di ruangan terbuka

d)

Menggunakan bahan kimia untuk mengurangi asap

e)

Menunggu bantuan datang dan menghindari tindakan apapun

11.

Pada saat pemadaman kebakaran menggunakan alat pemadam api, petugas harus memahami sifat api yang akan dipadamkan. Api jenis apa yang bisa dipadamkan dengan menggunakan alat pemadam api jenis air?

a)

Api padat dan gas

b)

Api gas dan cair

c)

Api cair dan listrik

d)

Api padat dan cair

e)

Api listrik dan padat

12.

Bagaimana cara yang benar dalam menggunakan alat pemadam api jenis CO2 pada kebakaran listrik?

a)

Arahkan pemadam CO2 langsung ke sumber api

b)

Menyemprotkan CO2 dari jarak jauh dan dengan sudut tinggi

c)

Menyemprotkan CO2 ke arah bawah api

d)

Arahkan pemadam CO2 ke kabel dan peralatan yang terbakar

e)

Menggunakan alat pemadam CO2 tanpa pengaturan jarak yang tepat

13.

Dalam pemadaman kebakaran, petugas harus memastikan keselamatan diri. Salah satu cara penting adalah menggunakan alat pelindung diri (APD). Apa fungsi utama helm pemadam kebakaran?

a)

Melindungi petugas dari panas api secara langsung

b)

Memberikan perlindungan terhadap cedera kepala akibat benda jatuh

c)

Menyediakan ventilasi untuk pernapasan selama operasi

d)

Membantu meningkatkan daya tahan fisik petugas

e)

Menjaga suhu tubuh agar tetap stabil

14.

Apabila ada kebakaran yang melibatkan gas berbahaya, langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemadam kebakaran adalah:

a)

Memadamkan api dengan air

b)

Menghentikan aliran gas yang terbakar

c)

Menyemprotkan busa ke api

d)

Menggunakan alat pemadam api jenis CO2

e)

Menghubungi petugas kesehatan

15.

Pada kebakaran dengan bahan kimia, pemadam kebakaran harus memilih alat pemadam yang sesuai. Alat pemadam apa yang digunakan untuk kebakaran bahan kimia jenis A, B, dan C?

a)

Air

b)

Karbon dioksida (CO2)

c)

Busa

d)

Dry chemical powder

e)

Foam

16.

Dalam situasi kebakaran di ruang tertutup dengan banyak asap, prioritas utama yang harus dilakukan oleh petugas adalah:

a)

Menyemprotkan air ke seluruh ruangan

b)

Memastikan semua orang di luar ruangan dalam keadaan aman

c)

Mengurangi asap dengan membuka ventilasi

d)

Mencari titik api dan memadamkannya segera

e)

Menggunakan masker untuk melindungi pernapasan

17.

kebakaran terjadi di gedung bertingkat, strategi pemadaman yang tepat adalah:

a)

Menyemprotkan air dari luar gedung

b)

Menggunakan alat pemadam api jenis CO2 di seluruh lantai

c)

Menghentikan aktivitas listrik di gedung

d)

Menyemprotkan air dengan arah vertikal dari atas ke bawah

e)

Memastikan evakuasi penduduk sebelum melakukan pemadaman

18.

Salah satu tantangan besar dalam kebakaran hutan adalah keterbatasan sumber daya. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi tantangan ini?

a)

Mengandalkan pasokan air dari sumber yang dekat

b)

Memindahkan api ke wilayah yang lebih aman

c)

Menggunakan alat pemadam api yang lebih besar

d)

Memaksimalkan teknik pemadaman dengan alat seadanya

e)

Menggunakan bahan kimia untuk memadamkan api

19.

Pemadam kebakaran yang melibatkan bahan bakar minyak harus dihadapi dengan hati-hati. Apa yang harus dilakukan oleh pemadam kebakaran ketika menghadapi api yang melibatkan minyak?

a)

Menyemprotkan air ke api dengan intensitas tinggi

b)

Menyemprotkan busa pemadam untuk menutupi api

c)

Menggunakan CO2 dari jarak jauh

d)

Menghentikan aliran bahan bakar terlebih dahulu

e)

Memasukkan bahan kimia untuk mengurangi panas

20.

Apa yang harus dilakukan petugas pemadam kebakaran setelah api berhasil dipadamkan untuk mencegah kebakaran kembali muncul?

a)

Melakukan pengecekan area sekitar untuk mencari api yang tersisa

b)

Langsung meninggalkan lokasi kebakaran

c)

Menggunakan air secara terus menerus untuk memastikan api padam

d)

Mengabaikan sisa api karena sudah terkontrol

e)

Membiarkan area kebakaran terbuka untuk ventilasi lebih baik

21.

Apa yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi di area dengan banyak bahan kimia yang mudah terbakar, seperti di laboratorium?

a)

Menggunakan alat pemadam air

b)

Menggunakan busa pemadam untuk menutupi api

c)

Menggunakan alat pemadam CO2

d)

Menyemprotkan air dengan tekanan tinggi

e)

Mengabaikan kebakaran dan memindahkan bahan kimia lainnya

22.

Kebakaran pada bahan padat biasanya akan berkembang lebih cepat dalam kondisi tertentu. Apa yang dapat mempercepat perkembangan kebakaran pada bahan padat?

a)

Kelembaban tinggi

b)

Temperatur rendah

c)

Keberadaan oksigen yang cukup

d)

Alat pemadam yang tidak sesuai

e)

Penggunaan air secara berlebihan

23.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran di lokasi dengan banyak bahan mudah terbakar dan kebocoran gas?

a)

Langsung masuk ke lokasi tanpa mengecek kebocoran gas

b)

Memadamkan api dengan air terlebih dahulu

c)

Menghentikan aliran gas sebelum melakukan pemadaman

d)

Menggunakan busa pemadam untuk menutupi api

e)

Meninggalkan lokasi jika api sudah besar

24.

Apa yang menjadi prioritas utama dalam melakukan evakuasi di tengah kebakaran?

a)

Menyelamatkan properti terlebih dahulu

b)

Menyelamatkan diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain

c)

Memastikan bahwa semua orang telah dievakuasi dengan aman

d)

Menghentikan kebakaran sesegera mungkin

e)

Menunggu tim pemadam kebakaran datang

25.

Kebakaran yang terjadi di atas permukaan air, seperti di laut atau danau, membutuhkan metode pemadaman yang berbeda. Metode mana yang paling efektif untuk kebakaran di air?

a)

Menggunakan alat pemadam jenis air

b)

Menyemprotkan busa ke area yang terbakar

c)

Menggunakan alat pemadam jenis CO2

d)

Memanfaatkan sumber daya darat untuk pemadaman

e)

Menggunakan alat pemadam kimia khusus

26.

Dalam menghadapi kebakaran besar, salah satu hal yang harus diperhatikan oleh petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Kecepatan dalam memadamkan api tanpa memperhatikan keselamatan

b)

Menggunakan semua jenis alat pemadam api secara bersamaan

c)

Mencari sumber api terlebih dahulu

d)

Memastikan adanya jalur keluar bagi petugas

e)

Menunggu instruksi lebih lanjut sebelum bergerak

27.

Jika kebakaran terjadi di ruang penyimpanan bahan kimia berbahaya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menyemprotkan air ke seluruh ruangan

b)

Menggunakan busa pemadam untuk menutupi api

c)

Menghentikan aliran bahan kimia yang terbakar

d)

Membuka jendela untuk ventilasi udara

e)

Menunggu tim pemadam kebakaran datang

28.

Alat pemadam api yang digunakan pada kebakaran jenis A (kayu, kertas, dan bahan sejenis) adalah:

a)

Alat pemadam jenis air

b)

Alat pemadam jenis CO2

c)

Alat pemadam jenis busa

d)

Alat pemadam jenis kimia kering

e)

Alat pemadam jenis foam

29.

Apa yang harus diperhatikan oleh petugas pemadam kebakaran saat melakukan pemadaman api di area yang terkena hujan lebat?

a)

Memastikan peralatan pemadam berfungsi dengan baik

b)

Menggunakan alat pemadam jenis CO2 yang lebih aman

c)

Menunggu hujan berhenti sebelum melanjutkan pemadaman

d)

Menggunakan alat pemadam api jenis air dengan tekanan lebih tinggi

e)

Mengandalkan bantuan dari penduduk setempat

30.

Segitiga API (Api, Bahan, dan Oksigen) menggambarkan tiga elemen yang diperlukan untuk terjadinya kebakaran. Jika salah satu elemen ini dihilangkan, maka kebakaran dapat dipadamkan. Manakah dari berikut ini yang benar tentang segitiga API?

a)

Api, bahan, dan oksigen adalah elemen yang saling berinteraksi untuk menghasilkan api

b)

Api tidak perlu bahan atau oksigen untuk menyebar

c)

Bahan yang mudah terbakar dapat memadamkan api jika tidak ada oksigen

d)

Oksigen tidak berperan penting dalam terciptanya api

e)

Api dapat bertahan meskipun bahan dan oksigen tidak ada

31.

Untuk memadamkan api dengan menggunakan prinsip segitiga API, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah:

a)

Menambahkan bahan bakar untuk memperbesar api

b)

Menghilangkan oksigen dari area kebakaran

c)

Menyiramkan air ke api untuk mendinginkannya

d)

Membakar lebih banyak bahan agar api menyebar

e)

Meninggalkan area kebakaran

32.

Bagaimana cara menghilangkan salah satu elemen dari segitiga API dalam menghadapi kebakaran di tempat yang mengandung bahan kimia?

a)

Menyiram api dengan air sebanyak mungkin

b)

Menggunakan busa pemadam untuk mengurangi oksigen

c)

Menambah oksigen untuk mempercepat pemadaman

d)

Menggunakan bahan kimia lain untuk menambah api

e)

Membiarkan api mereda dengan sendirinya

33.

Apabila kebakaran terjadi pada suatu gudang yang berisi bahan yang mudah terbakar, manakah dari langkah-langkah berikut yang akan paling efektif untuk memadamkan api berdasarkan segitiga API?

a)

Menyemprotkan air ke semua area kebakaran

b)

Menghentikan aliran listrik untuk mengurangi sumber api

c)

Menghilangkan bahan bakar dengan cara memindahkannya

d)

Membiarkan api terbakar dengan sendirinya

e)

Menambah oksigen untuk mempercepat pemadaman

34.

Teori segitiga API digunakan dalam kebakaran untuk menunjukkan hubungan antara tiga elemen penting. Apa yang terjadi jika dua elemen dihilangkan?

a)

Api akan tetap menyebar dengan cepat

b)

Kebakaran dapat dipadamka

c)

Api akan semakin besar

d)

Kebakaran akan meluas

e)

Tidak ada perubahan dalam kebakaran

35.

Jika kebakaran terjadi di area yang mengandung banyak gas mudah terbakar, langkah pertama yang seharusnya diambil menurut segitiga API adalah:

a)

Menyemprotkan air ke seluruh area kebakaran

b)

Menghentikan aliran gas

c)

Membiarkan gas terbakar habis

d)

Menggunakan alat pemadam jenis CO2

e)

Menggunakan alat pemadam busa

36.

Segitiga API menjelaskan bahwa api membutuhkan tiga elemen untuk terjadinya kebakaran. Manakah dari elemen berikut yang dapat dihilangkan untuk mencegah kebakaran pada bahan padat?

a)

Menghilangkan bahan yang mudah terbakar

b)

Menambah oksigen untuk mempercepat api

c)

Meningkatkan suhu sekitar bahan

d)

Menggunakan air untuk meningkatkan panas

e)

Menyemprotkan bahan kimia untuk memperbesar api

37.

Kebakaran jenis B (bahan cair yang mudah terbakar) memerlukan penanganan yang tepat. Mana dari berikut ini yang paling efektif untuk mengurangi elemen dari segitiga API dalam kebakaran jenis ini?

a)

Menggunakan air dalam jumlah banyak

b)

Menggunakan busa pemadam untuk menutupi cairan yang terbakar

c)

Menambah bahan bakar untuk memperbesar api

d)

Menggunakan alat pemadam kimia kering

e)

Membiarkan cairan terbakar habis dengan sendirinya

38.

Dalam menghadapi kebakaran di ruang tertutup, salah satu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah:

a)

Menyemprotkan air sebanyak mungkin

b)

Menambah bahan bakar untuk mempercepat pemadaman

c)

Membuka pintu dan jendela untuk memberi oksigen

d)

Menghentikan pasokan oksigen untuk memperlambat kebakaran

e)

Meninggalkan ruangan

39.

Jika api pada bahan yang mudah terbakar sedang berlangsung, salah satu cara efektif untuk memadamkan kebakaran berdasarkan teori segitiga API adalah:

a)

Menghentikan pasokan bahan bakar

b)

Meningkatkan suhu untuk memperbesar api

c)

Menambah oksigen ke area kebakaran

d)

Menggunakan air dengan tekanan tinggi

e)

Menunggu api padam dengan sendirinya

40.

Sarana pemadam kebakaran yang paling efektif untuk memadamkan kebakaran skala kecil di ruang tertutup adalah:

a)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis busa

b)

Busa pemadam kebakaran

c)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis karbon dioksida (CO2)

d)

Hidrant

e)

Mesin pompa pemadam kebakaran

41.

Dalam kondisi darurat, peralatan pemadam kebakaran yang digunakan untuk memadamkan api besar yang sudah meluas di luar gedung adalah:

a)

Alat pemadam api ringan (APAR)

b)

Mesin pompa pemadam kebakaran

c)

Selang pemadam kebakaran

d)

Hidrant

e)

Alat pemadam api jenis busa

42.

Apa fungsi dari hidrant dalam sistem pemadam kebakaran?

a)

Menyediakan aliran gas untuk memadamkan api

b)

Mengalirkan air dari sumber air utama ke selang pemadam kebakaran

c)

Menyediakan oksigen untuk membantu proses pembakaran

d)

Meningkatkan suhu untuk memperbesar api

e)

Membantu memberikan tanda lokasi kebakaran

43.

Dalam situasi kebakaran yang terjadi di gedung bertingkat, alat pemadam kebakaran yang paling tepat untuk digunakan adalah:

a)

Selang air dengan pompa pemadam kebakaran

b)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis busa

c)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis karbon dioksida (CO2)

d)

Hidrant gedung

e)

Helikopter pemadam kebakaran

44.

Untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh bahan cair yang mudah terbakar, sarana pemadam kebakaran yang paling efektif adalah:

a)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis busa

b)

Mesin pompa air

c)

Busa pemadam kebakaran

d)

Alat pemadam api jenis air

e)

Alat pemadam api jenis karbon dioksida (CO2)

45.

Alat pemadam api jenis gas karbon dioksida (CO2) sangat efektif digunakan pada kebakaran jenis:

a)

Kebakaran pada bahan kayu

b)

Kebakaran pada bahan minyak

c)

Kebakaran pada peralatan listrik

d)

Kebakaran pada bahan kimia

e)

Kebakaran pada bahan padat

46.

Jika terjadi kebakaran pada ruang mesin yang penuh dengan kabel listrik, sarana pemadam kebakaran yang paling tepat adalah:

a)

Busa pemadam

b)

Air dengan selang pemadam

c)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis CO2

d)

Mesin pompa pemadam kebakaran

e)

Hidrant

47.

Di suatu gedung tinggi, terdapat api yang sudah meluas. Sarana pemadam kebakaran yang digunakan untuk mengalirkan air dari sumber utama ke titik kebakaran adalah:

a)

Mesin pompa pemadam kebakaran

b)

Selang pemadam kebakaran

c)

Hidrant gedung

d)

Alat pemadam api ringan (APAR)

e)

Alat pemadam api jenis gas

48.

Untuk kebakaran yang disebabkan oleh bahan cair dan gas mudah terbakar, metode yang paling tepat adalah:

a)

Menggunakan alat pemadam api jenis air

b)

Menggunakan busa pemadam kebakaran

c)

Menggunakan alat pemadam api jenis CO2

d)

Menggunakan mesin pompa air

e)

Menambah oksigen untuk mempercepat pemadaman

49.

Alat pemadam kebakaran yang digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan peralatan listrik adalah:

a)

Busa pemadam

b)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis air

c)

Mesin pompa pemadam kebakaran

d)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis CO2

e)

Hidrant gedung

50.

Pentingnya pemeliharaan berkala pada peralatan pemadam kebakaran, seperti mesin pompa dan selang pemadam, adalah untuk:

a)

Menghindari kebocoran bahan bakar

b)

Menjamin peralatan selalu siap digunakan

c)

Meningkatkan daya tekan air.

d)

Menjaga kebersihan mesin

e)

Mengurangi biaya operasional

51.

Sarana pemadam kebakaran yang digunakan untuk mengatasi kebakaran pada bahan padat seperti kayu dan kertas adalah:

a)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis busa

b)

Mesin pompa pemadam kebakaran

c)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis air

d)

Alat pemadam api jenis CO2

e)

Hidrant

52.

Pada kebakaran yang terjadi di ruangan dengan banyak alat elektronik, pemadam kebakaran yang paling aman untuk digunakan adalah:

a)

Busa pemadam

b)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis air

c)

Alat pemadam api jenis CO2

d)

Mesin pompa pemadam

e)

Hidrant

53.

Untuk kebakaran besar yang melibatkan banyak bangunan atau area terbuka, alat pemadam yang biasanya digunakan adalah:

a)

Alat pemadam api ringan (APAR)

b)

Mesin pompa pemadam kebakaran

c)

Alat pemadam jenis gas

d)

Hidrant

e)

Alat pemadam api jenis busa

54.

Saat terjadi kebakaran di sebuah gedung tinggi, fasilitas pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk menghubungkan sumber air ke sistem pemadam di atas lantai tinggi adalah:

a)

Mesin pompa pemadam kebakaran

b)

Hidrant gedung

c)

Selang pemadam kebakaran

d)

Alat pemadam api ringan (APAR)

e)

Tangga pemadam kebakaran

55.

Di dalam mobil pemadam kebakaran, terdapat alat yang digunakan untuk menarik air dari sumber eksternal seperti sungai atau danau. Alat ini disebut:

a)

Hidrant

b)

Pompa portable

c)

Alat pemadam api jenis busa

d)

Alat pemadam api jenis CO2

e)

Selang pemadam kebakaran

56.

Untuk mencegah kebakaran pada bahan kimia berbahaya, sarana pemadam yang efektif adalah:

a)

Alat pemadam api jenis air

b)

Alat pemadam api jenis busa

c)

Alat pemadam api jenis CO2

d)

Alat pemadam api jenis kimia kering

e)

Mesin pompa pemadam kebakaran

57.

Di lingkungan industri, peralatan pemadam kebakaran yang paling tepat digunakan untuk kebakaran yang melibatkan alat-alat listrik bertegangan tinggi adalah:

a)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis CO2

b)

Mesin pompa pemadam kebakaran

c)

Alat pemadam api jenis busa

d)

Selang pemadam kebakaran

e)

Hidrant

58.

Alat pemadam kebakaran yang paling sesuai untuk kebakaran pada bahan cair mudah terbakar seperti minyak adalah:

a)

Alat pemadam api jenis air

b)

Alat pemadam api jenis busa

c)

Mesin pompa pemadam kebakaran

d)

Alat pemadam api jenis CO2

e)

Alat pemadam api jenis kimia kering

59.

Peralatan pemadam kebakaran yang digunakan untuk mengatasi kebakaran dengan api yang menyebar sangat cepat dan melibatkan banyak area adalah:

a)

Mesin pompa pemadam kebakaran

b)

Alat pemadam api jenis busa

c)

Alat pemadam api ringan (APAR) jenis air

d)

Hidrant

e)

Alat pemadam api jenis CO2

60.

Salah satu jenis alat pemadam kebakaran yang digunakan untuk kebakaran di ruang tertutup dengan kandungan oksigen rendah adalah:

a)

Mesin pompa pemadam kebakaran

b)

Alat pemadam api jenis kimia kering

c)

Selang pemadam kebakaran

d)

Alat pemadam api jenis CO2

e)

Alat pemadam api jenis busa

61.

Pada situasi kebakaran yang melibatkan barang-barang yang mudah meledak, pemadam kebakaran yang ideal untuk digunakan adalah:

a)

Alat pemadam api jenis busa

b)

Alat pemadam api jenis air

c)

Alat pemadam api jenis kimia kering

d)

Alat pemadam api jenis CO2

e)

Mesin pompa pemadam kebakaran

62.

Peralatan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran untuk menghubungkan sumber air dengan sistem pemadam kebakaran di gedung adalah:

a)

Mesin pompa pemadam kebakaran

b)

Selang pemadam kebakaran

c)

Alat pemadam api jenis busa

d)

Hidrant

e)

Tangga pemadam kebakaran

63.

Untuk mengatasi kebakaran yang melibatkan cairan yang mudah terbakar, alat pemadam kebakaran yang digunakan sebaiknya adalah:

a)

Alat pemadam api jenis CO2

b)

Alat pemadam api jenis busa

c)

Alat pemadam api jenis air

d)

Mesin pompa pemadam kebakaran

e)

Alat pemadam api jenis kimia kering

64.

Alat yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mengangkat dan memindahkan beban atau puing-puing pasca kebakaran adalah:

a)

Mesin pemadam kebakaran

b)

Tangga pemadam kebakaran

c)

Alat pemadam api jenis CO2

d)

Alat pemadam api jenis busa

e)

Alat pemadam api kimia kering

65.

Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih alat pemadam kebakaran adalah:

a)

Ukuran dan berat alat

b)

Kemudahan dalam penggunaan

c)

Ketersediaan suku cadang

d)

Kesesuaian dengan jenis kebakaran

e)

Semua jawaban benar

66.

Di kawasan industri, pemadam kebakaran yang digunakan untuk memadamkan api yang melibatkan bahan kimia berbahaya adalah:

a)

Alat pemadam api jenis busa

b)

Alat pemadam api jenis kimia kering

c)

Alat pemadam api jenis CO2

d)

Mesin pompa pemadam kebakaran

e)

Selang pemadam kebakaran

67.

Selang pemadam kebakaran yang digunakan harus memenuhi persyaratan tertentu, salah satunya adalah:

a)

Memiliki panjang minimal 50 meter

b)

Dapat menahan tekanan air tinggi

c)

Hanya digunakan sekali

d)

Terbuat dari plastik keras

e)

Tidak perlu diuji secara berkala

68.

Pada saat terjadi kebakaran, petugas pemadam kebakaran harus memastikan terlebih dahulu bahwa:

a)

Semua alat pemadam kebakaran telah dipastikan berfungsi

b)

Semua korban sudah dievakuasi

c)

Api tidak semakin besar

d)

Koneksi listrik dihentikan

e)

Semua pintu gedung dibuka

69.

Untuk melindungi petugas pemadam kebakaran dari bahaya asap beracun atau panas tinggi saat pemadaman, peralatan yang wajib digunakan adalah:

a)

Helm dan pelindung mata

b)

Pakaian pelindung api dan masker oksigen

c)

Rompi pelindung

d)

Alat pemadam api jenis CO2

e)

Mesin pompa pemadam kebakaran

70.

Salah satu langkah pertama yang harus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dalam memastikan kesiapsiagaan adalah:

a)

Mengidentifikasi potensi kebakaran

b)

Memastikan alat pemadam kebakaran siap digunakan

c)

Melakukan latihan pemadaman secara berkala

d)

Menghitung anggaran untuk pemadaman

e)

Menyusun laporan evaluasi kebakaran

71.

Dalam rangka menjaga kesiapsiagaan, petugas pemadam kebakaran wajib melakukan:

a)

Pengawasan terhadap fasilitas penyimpanan bahan berbahaya

b)

Pembersihan gedung setiap hari

c)

Mengumpulkan data statistik kebakaran

d)

Pemadaman kebakaran setiap minggu

e)

Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)

72.

Apabila terjadi kebakaran besar di suatu gedung, hal pertama yang harus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Memastikan seluruh penghuni gedung sudah keluar

b)

Mengidentifikasi jenis kebakaran

c)

Memulai pemadaman dengan menggunakan alat pemadam

d)

Melakukan evakuasi terhadap korban kebakaran

e)

Menghubungi pihak medis untuk pertolongan

73.

Salah satu metode yang digunakan untuk menguji kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Latihan simulasi kebakaran secara periodik

b)

Pemberian reward kepada petugas yang bekerja cepat

c)

Pengujian alat pemadam kebakaran setiap 3 bulan sekali

d)

Pemeriksaan secara visual terhadap bangunan

e)

Penyuluhan kepada masyarakat

74.

Salah satu bentuk kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi kebakaran besar adalah dengan memiliki:

a)

Dokumentasi kebakaran yang lengkap

b)

Protokol evakuasi yang jelas

c)

Daftar bahan yang terbakar

d)

Tempat istirahat bagi petugas

e)

Kegiatan hiburan untuk petugas

75.

Untuk mempersiapkan petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi berbagai skenario kebakaran, langkah yang penting dilakukan adalah:

a)

Memberikan instruksi tertulis kepada semua petugas

b)

Menyediakan berbagai alat pemadam kebakaran

c)

Mengadakan latihan kebakaran dengan simulasi yang realistis

d)

Membuat anggaran untuk pembelian alat pemadam kebakaran

e)

Mengadakan kegiatan sosial di luar jam kerja

76.

Kesiapsiagaan aparatur pemadam kebakaran juga mencakup koordinasi dengan pihak lain. Dalam hal ini, pihak yang paling penting untuk diajak berkoordinasi adalah:

a)

Lembaga pendidikan setempat

b)

Tim medis dan rumah sakit

c)

Karyawan perusahaan

d)

Pemerintah daerah

e)

Media massa

77.

Selain peralatan, salah satu faktor yang mendukung kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Pengetahuan dan keterampilan dalam teknik pemadaman

b)

Waktu kerja yang lebih lama

c)

Pembayaran gaji yang lebih tinggi

d)

Membatasi waktu latihan pemadaman

e)

Penurunan jumlah petugas

78.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesiapsiagaan adalah memelihara hubungan yang baik dengan:

a)

Semua pihak terkait, seperti instansi pemerintah dan masyarakat

b)

Hanya dengan sesama petugas pemadam kebakaran

c)

Pihak penyedia alat pemadam

d)

Hanya dengan pihak rumah sakit

e)

Pihak kepolisian saja

79.

Evaluasi kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dilakukan secara:

a)

Secara ad hoc tanpa jadwal tertentu

b)

Hanya pada akhir tahun

c)

Berkala dan terjadwal

d)

Hanya pada saat ada kebakaran besar

e)

Berdasarkan permintaan masyarakat

80.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran adalah dengan melakukan:

a)

Tes tertulis

b)

Latihan kebakaran dengan simulasi skenario nyata

c)

Pemantauan media massa

d)

Diskusi kelompok

e)

Wawancara dengan pemilik gedung

81.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran membutuhkan sistem komunikasi yang baik. Dalam hal ini, sistem komunikasi harus:

a)

Hanya menggunakan komunikasi suara

b)

Tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk radio, telepon, dan sinyal visual

c)

Terbatas pada komunikasi langsung

d)

Mengutamakan komunikasi tertulis

e)

Tidak perlu dilengkapi dengan perangkat cadangan

82.

Dalam mempersiapkan petugas pemadam kebakaran, pelatihan yang harus dilakukan secara teratur termasuk:

a)

Pelatihan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama, dan evakuasi

b)

Pelatihan hanya mengenai penggunaan alat pemadam

c)

Pelatihan teoritis tentang risiko kebakaran saja

d)

Pelatihan tentang cara mengisi formulir administrasi

e)

Pelatihan tentang dasar-dasar hukum pemadam kebakaran

83.

Kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran juga mencakup pengetahuan tentang:

a)

Peraturan dan standar keselamatan kebakaran

b)

Hanya alat-alat pemadam kebakaran

c)

Pengelolaan gedung dan fasilitas

d)

Teknik pertolongan pertama pada kecelakaan saja

e)

Hanya pelatihan komunikasi dengan masyarakat

84.

Dalam menghadapi kebakaran dengan bahan kimia, kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran termasuk dalam hal:

a)

Penggunaan alat pelindung diri yang sesuai

b)

Pemadaman dengan air biasa

c)

Mengabaikan bahan kimia berbahaya

d)

Mengandalkan alat pemadam standar

e)

Menunggu instruksi dari pihak lain

85.

Salah satu langkah yang perlu diambil untuk menjaga kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dalam melakukan evakuasi adalah:

a)

Menyusun rencana evakuasi yang terperinci dan mudah dipahami

b)

Menunda evakuasi hingga kebakaran meluas

c)

Menghentikan evakuasi jika ada korban kebakaran

d)

Melakukan evakuasi tanpa melihat arah angin

e)

Mengabaikan jalur evakuasi yang sudah ditentukan

86.

Salah satu hal yang perlu dipastikan dalam kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Pemadaman dilakukan dengan menggunakan bahan kimia

b)

Petugas terlatih dalam penggunaan alat komunikasi

c)

Penanganan kebakaran dilakukan tanpa koordinasi

d)

Evakuasi hanya dilakukan oleh satu petugas

e)

Semua petugas mengabaikan standar keselamatan

87.

Salah satu hal yang harus dipastikan dalam kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penyelamatan adalah:

a)

Memiliki pengetahuan tentang teknik pertolongan pertama

b)

Mengandalkan satu alat pemadam kebakaran

c)

Menunggu instruksi dari pihak luar untuk bertindak

d)

Tidak perlu mempersiapkan rencana evakuasi

e)

Melakukan pemadaman tanpa evaluasi terlebih dahulu

88.

Untuk menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran besar, salah satu hal yang penting dilakukan adalah:

a)

Memiliki sistem cadangan pasokan air yang dapat diandalkan

b)

Menggunakan air dari saluran pembuangan

c)

Menggunakan air hanya untuk pemadaman kecil

d)

Menunda pemadaman kebakaran jika ada hujan

e)

Membatasi akses alat pemadam kebakaran

89.

Salah satu prinsip dalam kesiapsiagaan pemadam kebakaran adalah:

a)

Menunda intervensi hingga kebakaran meluas

b)

Mengabaikan potensi kebakaran yang ada

c)

Menjaga kelengkapan alat pemadam dan alat pelindung diri

d)

Membatasi latihan hanya untuk petugas senior

e)

Tidak perlu berkoordinasi dengan instansi lain

90.

Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) digunakan oleh petugas pemadam kebakaran untuk:

a)

Melindungi petugas dari asap dan gas beracun

b)

Memberikan penerangan di area kebakaran

c)

Memadamkan api lebih efektif

d)

Meningkatkan kekuatan fisik petugas

e)

Mengurangi kepanikan petugas

91.

Sebelum menggunakan SCBA, petugas pemadam kebakaran harus memastikan:

a)

SCBA dalam kondisi baik dan terisi penuh

b)

SCBA dalam keadaan kotor agar dapat digunakan dengan cepat

c)

SCBA hanya digunakan pada kebakaran kecil

d)

SCBA digunakan hanya pada malam hari

e)

SCBA hanya digunakan jika ada petunjuk darurat

92.

Dalam penggunaan SCBA, penting bagi petugas untuk memeriksa komponen berikut, kecuali:

a)

Masker dan tabung udara

b)

Regulator dan tekanan udara

c)

Cairan pemadam kebakaran

d)

Sabuk pengaman dan sistem penyimpanan

e)

Selang dan konektor

93.

Petugas pemadam kebakaran yang menggunakan SCBA harus memiliki pelatihan khusus dalam hal:

a)

Menggunakan alat pemadam api ringan (APAR)

b)

Mengoperasikan kendaraan pemadam kebakaran

c)

Menggunakan alat komunikasi radio

d)

Teknik evakuasi korban kebakaran

e)

Penggunaan dan perawatan SCBA

94.

Untuk memastikan keselamatan selama penggunaan SCBA, petugas pemadam kebakaran harus:

a)

Menggunakan SCBA hanya di area yang berasap tipis

b)

Memastikan waktu penggunaan SCBA sesuai dengan kapasitas tabung udara

c)

Menggunakan SCBA tanpa batasan waktu

d)

Membiarkan SCBA dalam kondisi terpasang selama kebakaran berlangsung

e)

Tidak perlu mengatur ulang SCBA setelah setiap penggunaan

95.

Setelah menggunakan SCBA dalam operasi pemadaman, petugas harus:

a)

Mengabaikan pembersihan SCBA dan langsung menyimpannya

b)

Memeriksa dan membersihkan SCBA sebelum menyimpannya

c)

Menyimpan SCBA di tempat yang lembap

d)

Menggunakan SCBA lagi tanpa memeriksa kondisinya

e)

Membiarkan SCBA dalam kondisi tidak terawat

96.

SCBA dilengkapi dengan alat pengukur tekanan udara. Tujuan dari alat ini adalah untuk:

a)

Mengukur suhu udara di sekitar kebakaran

b)

Menunjukkan jumlah udara yang tersisa di dalam tabung

c)

Menghitung jumlah api yang dapat dipadamkan

d)

Menentukan jenis gas berbahaya di area kebakaran

e)

Menunjukkan tingkat kekuatan pemadam kebakaran

97.

Jika seorang petugas pemadam kebakaran merasa pusing atau sesak napas saat menggunakan SCBA, maka petugas tersebut harus:

a)

Mengabaikan gejala tersebut dan terus melanjutkan tugas

b)

Segera melaporkan ke komandan tim dan mencari tempat yang aman untuk mengganti tabung udara

c)

Tetap bekerja meskipun merasa tidak nyaman

d)

Mengurangi kecepatan pekerjaan untuk menghindari kelelahan

e)

Berhenti bekerja dan mencari obat penghilang rasa pusing

98.

Penggunaan SCBA yang tidak tepat dapat mengakibatkan:

a)

Meningkatkan kemampuan pemadaman kebakaran

b)

Mempercepat proses evakuasi

c)

Cedera atau bahkan kematian akibat paparan gas berbahaya

d)

Meningkatkan kinerja petugas dalam kebakaran

e)

Tidak ada dampak yang signifikan

99.

Agar SCBA berfungsi dengan baik dalam operasi pemadaman, petugas harus selalu memeriksa:

a)

Ketersediaan air di sekitar area kebakaran

b)

Ketersediaan perlengkapan medis di lokasi kebakaran

c)

Kondisi fisik petugas lain di sekitar kebakaran

d)

Kondisi SCBA, termasuk tabung udara, masker, dan selang

e)

Kecepatan kendaraan pemadam kebakaran

100.

Petugas pemadam kebakaran yang menggunakan SCBA harus memahami prinsip dasar penggunaannya, yaitu:

a)

SCBA digunakan hanya untuk kebakaran hutan

b)

SCBA digunakan untuk melindungi petugas dari asap dan gas berbahaya di area kebakaran

c)

SCBA berfungsi untuk memadamkan api secara langsung

d)

SCBA hanya digunakan jika ada korban kebakaran

e)

SCBA digunakan untuk memberikan oksigen kepada korban kebakaran

101.

Setelah selesai menggunakan SCBA dalam operasi pemadaman kebakaran,

petugas harus:

a)

Langsung menyimpan SCBA tanpa melakukan pemeriksaan

b)

Melaporkan kepada atasan tentang kondisi SCBA

c)

Membersihkan dan memeriksa SCBA untuk memastikan kelayakan pakai

d)

Mengabaikan kebersihan SCBA karena sudah selesai digunakan

e)

Hanya menyimpan SCBA jika digunakan dalam waktu lebih dari 2 jam

102.

Pada saat menggunakan SCBA, petugas pemadam kebakaran harus memastikan

agar:

a)

Selalu bergerak dengan cepat tanpa memperhatikan keadaan sekitar

b)

Masker dan selang SCBA terpasang dengan baik dan rapat

c)

Menggunakan SCBA hanya pada malam hari

d)

SCBA dipakai hanya di area kebakaran dengan api besar

e)

Memastikan SCBA terpasang dengan benar hanya di tempat yang aman

103.

Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa SCBA harus segera diganti oleh

petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Tanda lampu indikator menunjukkan tabung penuh

b)

Petugas merasa udara semakin dingin

c)

Indikator tekanan menunjukkan level rendah

d)

Selang SCBA mulai basah

e)

Masker terasa terlalu ketat

104.

Untuk memaksimalkan efektivitas SCBA dalam situasi darurat, petugas harus:

a)

Menggunakan SCBA hanya saat api terlihat besar

b)

Memastikan SCBA digunakan dengan pelatihan yang memadai dan memeriksa kelayakan

alat

c)

Menggunakan SCBA hanya di luar ruangan

d)

Tidak perlu memeriksa tekanan udara dalam tabung selama operasi

e)

Mengabaikan masalah SCBA jika tidak ada korban dalam kebakaran

105.

Apa yang harus dilakukan petugas pemadam kebakaran jika SCBA mengalami

kerusakan saat di lapangan?

a)

Terus menggunakan SCBA yang rusak

b)

Melaporkan kerusakan SCBA dan segera mengganti alat

c)

Menggunakan SCBA meskipun ada indikasi kerusakan ringan

d)

Mengabaikan kerusakan dan fokus pada pemadaman api

e)

Memperbaiki SCBA sendiri tanpa melapor ke atasan

106.

Manakah yang bukan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan

saat menggunakan SCBA?

a)

Tekanan udara yang tersisa dalam tabung

b)

Ketinggian dan cuaca di sekitar kebakaran

c)

Ukuran masker dan kenyamanannya

d)

Waktu penggunaan SCBA yang telah berlalu

e)

Lokasi api dan dampaknya terhadap kinerja SCBA

107.

SCBA dapat digunakan dalam berbagai kondisi berbahaya. Namun, alat ini tidak

efektif apabila:

a)

Masker tidak pas di wajah petugas

b)

Petugas mengenakan pakaian pelindung kebakaran

c)

Petugas tidak menggunakan alat pemadam api lainnya

d)

Petugas beristirahat saat menggunakan SCBA

e)

SCBA dipasang dengan benar pada tabung

108.

Petugas pemadam kebakaran yang menggunakan SCBA harus menyadari

bahwa:

a)

SCBA akan memberikan udara bersih tanpa batas waktu

b)

SCBA hanya efektif di area kebakaran besar

c)

SCBA harus diganti setelah beberapa jam penggunaan

d)

Waktu penggunaan SCBA bergantung pada jumlah udara di dalam tabung

e)

SCBA hanya digunakan untuk kebakaran hutan

109.

Untuk memastikan SCBA dapat digunakan kembali setelah pemakaian, petugas

harus:

a)

Menggunakan SCBA tanpa mencuci atau memeriksa alat

b)

Menyimpan SCBA dalam ruangan yang lembap

c)

Membiarkan SCBA tidak terpakai selama beberapa bulan

d)

Memeriksa, membersihkan, dan merawat SCBA setelah digunakan

e)

Menyimpan SCBA tanpa memeriksa kondisi tekanan udara

110.

Dalam melaksanakan operasi pemadam kebakaran, prioritas pertama yang

harus diperhatikan oleh petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Memadamkan api secepat mungkin

b)

Menyelamatkan korban yang terjebak di dalam kebakaran

c)

Menyusun laporan pasca kebakaran

d)

Menyimpan peralatan pemadam kebakaran di tempat yang aman

e)

Menggunakan alat pemadam api yang paling canggih

111.

Petugas pemadam kebakaran harus selalu memastikan bahwa setiap langkah

dalam operasional pemadaman kebakaran dilakukan dengan:

a)

Kecepatan dan tanpa persiapan

b)

Mengabaikan keselamatan diri sendiri

c)

Menggunakan semua peralatan yang tersedia, tanpa mempertimbangkan jenis kebakaran

d)

Perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik dengan tim

e)

Fokus hanya pada pemadaman api tanpa memperhatikan korban

112.

Pada saat memadamkan kebakaran di gedung bertingkat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Memastikan petugas lain sudah tiba di lokasi

b)

Menyebarkan kabel air ke lantai atas

c)

Mengecek kondisi api dan sumber kebakaran

d)

Memastikan jalur evakuasi terbuka dan aman

e)

Menggunakan peralatan pemadam otomatis

113.

Petugas pemadam kebakaran yang melakukan penyelamatan korban harus memastikan bahwa:

a)

Korban dapat berjalan sendiri tanpa bantuan

b)

Korban dipindahkan dengan cara yang tidak menambah cedera

c)

Korban segera diberikan oksigen tanpa memeriksa kondisinya

d)

Semua korban diselamatkan dalam waktu yang sangat singkat

e)

Korban yang mengalami cedera ringan tidak perlu mendapat perhatian

114.

Apabila terjadi kebakaran di ruang tertutup dengan asap pekat, petugas pemadam kebakaran harus:

a)

Masuk tanpa pelindung untuk mengidentifikasi sumber api

b)

Menggunakan alat pemadam api standar

c)

Memastikan SCBA digunakan dengan benar dan mematuhi prosedur keamanan

d)

Langsung membuka pintu dan membiarkan asap keluar

e)

Mengabaikan keselamatan diri jika kebakaran cukup besar

115.

Dalam menghadapi kebakaran kelas B (cairan yang mudah terbakar), petugas pemadam kebakaran harus menggunakan:

a)

Air dalam jumlah banyak

b)

Alat pemadam api jenis air bertekanan tinggi

c)

Alat pemadam api jenis foam atau busa

d)

Pasir atau bahan yang mudah terbakar

e)

Hanya memadamkan api dengan alat manual

116.

Saat terjadi kebakaran di area pabrik yang menyimpan bahan kimia berbahaya, petugas pemadam kebakaran perlu mengetahui:

a)

Jenis bahan kimia yang terbakar dan prosedur penanganannya

b)

Memadamkan api tanpa memikirkan bahan kimia yang ada

c)

Mencoba memadamkan api dengan cara yang sama seperti kebakaran lainnya

d)

Memastikan kebakaran segera dipadamkan tanpa mencari tahu potensi bahan kimia

e)

Tidak perlu memperhatikan jenis bahan kimia karena semua bahan dapat dipadamkan dengan air

117.

Dalam situasi kebakaran, jika petugas pemadam kebakaran mendapati korban dalam keadaan pingsan, langkah pertama yang harus diambil adalah:

a)

Membawa korban segera ke rumah sakit

b)

Memberikan bantuan pernapasan atau CPR jika diperlukan

c)

Meninggalkan korban untuk memadamkan api terlebih dahulu

d)

Menunggu bantuan medis tanpa melakukan tindakan apapun

e)

Membiarkan korban untuk melanjutkan aktivitasnya setelah api dipadamkan

118.

ada saat evakuasi korban dari area kebakaran, petugas harus memastikan bahwa:

a)

Semua korban dievakuasi dengan menggunakan mobil pemadam

b)

Korban diangkat secara tergesa-gesa untuk mempercepat proses evakuasi

c)

Korban dipindahkan dengan cara yang aman dan sesuai dengan kondisi fisiknya

d)

Hanya korban yang mengalami luka berat yang dievakuasi terlebih dahulu

e)

Korban yang berada di luar area kebakaran tidak perlu dievakuasi

119.

Jika terjadi kebakaran di gedung yang memiliki beberapa pintu keluar, petugas pemadam kebakaran harus:

a)

Menggunakan pintu yang paling dekat dengan api

b)

Memilih pintu keluar yang tidak terkunci dan aman untuk digunakan

c)

Menggunakan pintu keluar utama tanpa memeriksa pintu lainnya

d)

Memaksa pintu keluar meskipun tertutup dan terhalang api

e)

Tidak memperhatikan pintu keluar, karena yang terpenting adalah memadamkan api

120.

Pada saat melakukan pemadaman kebakaran di ruang tertutup dengan asap pekat, petugas harus selalu menggunakan:

a)

Helm dan pakaian pelindung standar

b)

SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) untuk perlindungan pernapasan

c)

Masker gas biasa yang digunakan untuk debu

d)

Sepatu pelindung untuk melindungi kaki

e)

Pakaian pelindung ringan yang mudah bergerak

121.

Dalam situasi kebakaran di gedung tinggi, penggunaan tangga dalam proses evakuasi harus:

a)

Digunakan untuk mencapai lantai yang lebih tinggi secara langsung tanpa memeriksa kestabilan tangga

b)

Hanya digunakan oleh petugas pemadam kebakaran dan bukan oleh warga

c)

Tidak digunakan jika kebakaran sudah meluas di lantai atas

d)

Digunakan secara paralel dengan helikopter untuk evakuasi massal

e)

Dibuka dan dipasang oleh petugas yang terlatih untuk mencegah kecelakaan

122.

Saat melaksanakan pemadaman kebakaran di hutan, petugas pemadam kebakaran perlu memperhatikan:

a)

Kecepatan pemadaman tanpa memperhatikan arah angin

b)

Kondisi cuaca dan arah angin yang dapat memperburuk kebakaran

c)

Menggunakan air sebanyak mungkin tanpa memikirkan sumber air

d)

Menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mempercepat pemadaman

e)

Meninggalkan kebakaran jika sudah mencapai area yang luas

123.

Jika terjadi kebakaran pada kendaraan bermotor, langkah pertama yang harus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Menggunakan air untuk segera memadamkan api

b)

Membuka pintu mobil untuk mengecek apakah ada korban

c)

Menggunakan alat pemadam api berbahan kimia kering atau CO2

d)

Menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran lainnya

e)

Mengalihkan kendaraan ke tempat aman

124.

Selama pemadaman kebakaran di area pabrik yang memiliki banyak tabung gas, petugas pemadam kebakaran harus:

a)

Memadamkan api dengan cepat tanpa memperhatikan risiko ledakan

b)

Menghentikan aliran gas dan memindahkan tabung-tabung ke luar area

c)

Meninggalkan area kebakaran karena berisiko terlalu besar

d)

Menggunakan air untuk menurunkan suhu tabung gas

e)

Menggunakan alat pemadam yang mengarah langsung ke tabung gas

125.

Salah satu aspek yang penting dalam pemadaman kebakaran adalah:

a)

Menggunakan alat pemadam api tanpa melibatkan tim

b)

Memastikan pemadaman dilakukan dengan tenaga yang sedikit

c)

Pengendalian api yang efektif tanpa mengorbankan keselamatan diri

d)

Memastikan pemadaman dilakukan hanya pada satu titik api

e)

Mengabaikan komunikasi dengan pihak lain selama pemadaman

126.

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran adalah:

a)

Meninggalkan lokasi kebakaran dan melanjutkan aktivitas lainnya

b)

Melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran

c)

Membakar sisa api untuk memastikan kebakaran benar-benar padam

d)

Membiarkan area kebakaran terbuka tanpa pemeriksaan lebih lanjut

e)

Tidak melakukan apa-apa, karena kebakaran sudah selesai

127.

Dalam pemadaman kebakaran di gedung bertingkat tinggi, alat yang paling efisien untuk digunakan adalah:

a)

Tangga standar yang tersedia

b)

Alat pemadam api dengan kapasitas besar

c)

Tangga lipat portabel

d)

Tangga pemadam api yang dioperasikan oleh petugas terlatih

e)

Drone pemadam kebakaran

128.

Apa yang menjadi prioritas utama dalam pemadaman kebakaran di area dengan potensi ledakan bahan peledak?

a)

Menggunakan alat pemadam berbahan kimia kering untuk memadamkan api

b)

Mengisolasi area tersebut dan memindahkan bahan peledak ke tempat yang aman

c)

Memanggil unit spesialis bahan peledak

d)

Menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran yang lebih besar

e)

Memadamkan api dengan air bertekanan tinggi

129.

Pada saat melaksanakan pemadaman kebakaran di rumah sakit, yang harus diprioritaskan adalah:

a)

Memadamkan api di ruang administrasi

b)

Menyelamatkan pasien dan staf rumah sakit terlebih dahulu

c)

Memastikan semua alat pemadam tersedia di setiap ruangan

d)

Memastikan kebakaran tidak meluas ke ruang lain

e)

Memastikan ruang perawatan intensif tetap aman

130.

Salah satu prinsip dalam pemadaman kebakaran adalah mengenali kelas-kelas kebakaran. Kelas kebakaran yang melibatkan logam yang mudah terbakar (seperti magnesium atau titanium) disebut dengan:

a)

Kelas A

b)

Kelas B

c)

Kelas C

d)

Kelas D

e)

Kelas K

131.

Bagaimana cara yang benar untuk memadamkan api di tumpahan minyak di luar ruangan?

a)

Menggunakan air bertekanan tinggi

b)

Menggunakan busa pemadam (foam) untuk memadamkan api

c)

Menggunakan alat pemadam berbahan kimia kering

d)

Menggunakan pasir atau tanah untuk menutup tumpahan

e)

Memindahkan api menggunakan alat pemadam bertekanan tinggi

132.

Dalam keadaan darurat yang melibatkan kebakaran di sebuah gedung, peran komunikasi yang efektif antara tim pemadam kebakaran sangat penting untuk:

a)

Menyebarkan laporan kebakaran ke pihak berwenang

b)

Memastikan tidak ada kebakaran lanjutan

c)

Mengatur strategi pemadaman dan evakuasi secara terkoordinasi

d)

Memindahkan peralatan pemadam kebakaran ke tempat aman

e)

Melakukan investigasi terhadap penyebab kebakaran

133.

Jika seorang petugas pemadam kebakaran mengalami kelelahan akibat tugas yang berlarut-larut, tindakan yang harus dilakukan adalah:

a)

Melanjutkan tugas dan tetap bekerja

b)

Menghentikan sementara tugas dan mengambil waktu istirahat

c)

Mempercepat pemadaman untuk menyelesaikan tugas

d)

Menggunakan peralatan lebih berat untuk mempercepat pemadaman

e)

Menyerahkan tugas kepada anggota tim tanpa koordinasi

134.

Tali yang digunakan dalam operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan harus memenuhi standar tertentu. Salah satu kriteria utama tali yang digunakan adalah:

a)

Tali yang elastis dan lentur

b)

Tali yang tidak menyerap air

c)

Tali yang memiliki kekuatan tarik tinggi dan tahan terhadap gesekan

d)

Tali yang ringan dan mudah dipotong

e)

Tali yang bisa mudah terbakar

135.

Dalam penyelamatan korban dari gedung bertingkat dengan menggunakan tali, salah satu teknik yang sering digunakan adalah:

a)

Teknik tarik langsung menggunakan tali

b)

Teknik evakuasi melalui tangga lurus

c)

Teknik pengikatan tubuh korban dengan tali menggunakan simpul pengikat tubuh

d)

Teknik merendam korban dalam air

e)

Teknik pemotongan bagian bangunan yang terbakar

136.

Dalam penyelamatan dengan menggunakan tali, salah satu simpul yang paling sering digunakan untuk mengikat korban atau petugas adalah:

a)

Simpul mati

b)

Simpul pengikat tubuh (figure-eight knot)

c)

Simpul pita

d)

Simpul perahu

e)

Simpul tali berganda

137.

Saat menggunakan tali untuk penyelamatan, jika tali harus menahan beban yang sangat berat, faktor yang harus diperhatikan dalam memilih tali adalah:

a)

Kelenturan dan elastisitas tali

b)

Warna tali agar mudah terlihat di malam hari

c)

Kekuatan tarik dan ketahanan terhadap kondisi cuaca ekstrem

d)

Panjang tali yang fleksibel

e)

Kualitas bahan pembuat tali yang mudah terbakar

138.

Ketika melakukan penyelamatan menggunakan tali, jika korban terjebak di ketinggian yang tinggi, salah satu cara yang digunakan untuk menurunkan korban dengan aman adalah:

a)

Menggunakan teknik gendong

b)

Menggunakan teknik vertikal rescue dengan pengikatan tali pada tubuh

c)

Menggunakan alat pemadam api

d)

Mendorong korban ke arah bawah

e)

Menarik korban menggunakan alat berat

139.

Dalam teknik penyelamatan dengan tali, peralatan tambahan yang sering digunakan untuk membantu evakuasi adalah:

a)

Ransel dan alat pemadam api

b)

Pakaian pelindung

c)

Karabiner dan alat pengunci tali

d)

Alat pernapasan

e)

Alat komunikasi

140.

Jika terjadi kebakaran di gedung bertingkat tinggi, dan petugas pemadam kebakaran perlu menggunakan tali untuk menyelamatkan korban dari lantai atas, hal pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menghubungi pihak penyelamat luar gedung untuk menunggu bantuan

b)

Menyiapkan tali yang cukup panjang dan karabiner

c)

Memastikan seluruh korban berada di area aman

d)

Memotong sebagian bagian gedung untuk mempermudah evakuasi

e)

Memadamkan api sebelum melakukan penyelamatan

141.

Apa yang dimaksud dengan "sistem tali kendali" dalam operasi penyelamatan?

a)

Penggunaan tali untuk mengikat korban di lokasi yang aman

b)

Penggunaan tali untuk mengontrol arah evakuasi korban atau petugas

c)

Penggunaan tali untuk mencegah korban jatuh selama evakuasi

d)

Penggunaan tali untuk menurunkan beban berat ke bawah

e)

Penggunaan tali untuk menarik petugas keluar dari area berbahaya

142.

Ketika menggunakan tali untuk penyelamatan di area yang terhalang atau sempit, salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah:

a)

Ukuran tali yang panjang dan mudah ditarik

b)

Tali harus terbuat dari bahan yang ringan dan mudah dipotong

c)

Menyesuaikan teknik penyelamatan dengan kondisi medan dan ruang

d)

Penggunaan tali yang mengandung bahan kimia khusus

e)

Tali harus memiliki warna cerah agar mudah terlihat

143.

Ketika menggunakan tali dalam penyelamatan, jika kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat atau angin kencang, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Memastikan tali tetap kering dan tidak terpengaruh cuaca

b)

Mengganti tali yang digunakan dengan tali yang lebih ringan

c)

Menggunakan tali yang lebih pendek

d)

Menunggu cuaca membaik sebelum melanjutkan penyelamatan

e)

Menggunakan alat pelindung tubuh untuk menghindari cuaca buruk

144.

Pada saat melakukan penyelamatan korban dengan tali dari ketinggian, jika tali terputus saat korban sedang diturunkan, langkah pertama yang harus diambil adalah:

a)

Menaikkan korban kembali ke atas menggunakan tali cadangan

b)

Memastikan korban dalam posisi aman dan menggunakan alat bantu lain untuk menurunkan korban

c)

Menggunakan tali yang lebih kuat untuk melanjutkan proses evakuasi

d)

Membiarkan korban sampai petugas penyelamat lainnya datang

e)

Segera memadamkan api yang ada di sekitar

145.

Salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan simpul dalam penyelamatan dengan tali adalah:

a)

Jumlah simpul yang digunakan dalam satu tali

b)

Tujuan penyelamatan dan kekuatan yang dibutuhkan

c)

Panjang tali yang tersedia

d)

Kecepatan dalam melakukan evakuasi

e)

Warna tali yang digunakan

146.

Salah satu teknik yang digunakan dalam penyelamatan korban dengan tali adalah "double rope technique". Teknik ini digunakan untuk:

a)

Memastikan tali yang digunakan tidak akan terputus

b)

Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi

c)

Menjaga posisi korban tetap aman selama evakuasi

d)

Mempermudah pengikatan korban pada titik pengaman

e)

Menurunkan korban secara cepat tanpa banyak risiko

147.

Salah satu langkah yang harus dilakukan setelah menyelamatkan korban menggunakan tali adalah:

a)

Membiarkan korban di lokasi sementara menunggu bantuan medis

b)

Mengevaluasi kondisi korban dan memberikan pertolongan pertama jika diperlukan

c)

Meninggalkan korban untuk menghindari resiko lebih lanjut

d)

Melanjutkan penyelamatan korban lain tanpa memeriksa kondisi korban pertama

e)

Memastikan korban tetap terikat pada tali sampai tim medis datang

148.

Pada saat melakukan penyelamatan korban menggunakan tali di area berbahaya, seperti di dekat api atau gas beracun, petugas pemadam kebakaran harus:

a)

Menggunakan pakaian pelindung dan masker pernapasan untuk menghindari paparan berbahaya

b)

Menghindari penggunaan tali sama sekali untuk menghindari risiko tambahan

c)

Memastikan tali yang digunakan bebas dari kontaminasi berbahaya

d)

Menggunakan alat pemadam api untuk memastikan area aman terlebih dahulu

e)

Melakukan evakuasi tanpa memperhatikan kondisi lingkungan

149.

Dalam operasi penyelamatan dengan tali, simpul "bowline knot" sering digunakan karena:

a)

Simpul ini sangat mudah dipasang dan dilepas

b)

Simpul ini bisa digunakan untuk mengikat benda berat

c)

Simpul ini lebih kuat daripada simpul lainnya

d)

Simpul ini menghasilkan ikatan yang sangat kencang dan aman

e)

Simpul ini tidak memerlukan keterampilan khusus untuk mengikatnya

150.

Jika seorang petugas pemadam kebakaran terjebak di ketinggian saat proses evakuasi menggunakan tali, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Meninggalkan peralatan untuk memudahkan mobilitas

b)

Menghubungi tim penyelamat untuk meminta bantuan segera

c)

Menunggu di tempat dan berharap cuaca membaik

d)

Menggunakan alat pemadam untuk mencoba menyelamatkan diri

e)

Mencoba menurunkan diri dengan tali tanpa bantuan

151.

Saat menggunakan teknik tali untuk penyelamatan, jenis simpul yang paling sering digunakan untuk mengikat korban pada tali adalah:

a)

Simpul jambul

b)

Simpul mati

c)

Simpul bowline

d)

Simpul tali dua

e)

Simpul sejajar

152.

Apa yang harus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran setelah menggunakan tali untuk menurunkan korban ke bawah dengan aman?

a)

Melepas tali dan meninggalkan lokasi

b)

Memastikan korban sudah dalam posisi aman dan menghubungi tim medis

c)

Meninggalkan korban dan melanjutkan evakuasi korban lain

d)

Melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi korban

e)

Memastikan korban tetap terikat pada tali sampai tim medis datang

153.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan tali dalam penyelamatan adalah:

a)

Pemilihan jenis simpul yang paling cepat dibuat

b)

Menghindari penggunaan tali jika kondisi cuaca buruk

c)

Menjaga tali tetap kering dan bebas dari kerusakan

d)

Menggunakan tali dengan warna yang terang

e)

Menghindari penggunaan tali ganda

154.

Jika tali yang digunakan dalam penyelamatan terbelit atau tersangkut, apa yang harus dilakukan oleh petugas?

a)

Meninggalkan tali dan mencari alternatif lain

b)

Segera memotong tali dan menggunakan yang baru

c)

Menghentikan operasi dan menunggu bantuan

d)

Mengidentifikasi lokasi dan jenis belitan untuk melepaskan tali secara aman

e)

Menurunkan korban lebih cepat untuk menghindari penundaan

155.

Dalam situasi penyelamatan dengan tali, apakah yang dimaksud dengan "penurunan kendali"?

a)

Penurunan korban dengan kecepatan tinggi untuk mengurangi waktu evakuasi

b)

Penurunan korban yang dilakukan dengan hati-hati dan terkontrol agar aman

c)

Menggunakan tali ganda untuk memastikan penurunan yang lebih cepat

d)

Penurunan korban tanpa menggunakan alat pengaman tambahan

e)

Menggunakan peralatan yang tidak memerlukan keterampilan tinggi

156.

Saat melakukan evakuasi dengan tali dari lokasi yang sulit dijangkau, teknik yang digunakan untuk mencegah risiko korban terguncang atau terluka adalah:

a)

Penggunaan teknik drop straight tanpa pengamanan tambahan

b)

Penurunan dengan kecepatan tinggi untuk efisiensi waktu

c)

Penggunaan teknik penurunan kendali dengan pengawasan penuh

d)

Menggunakan tali yang lebih panjang untuk penurunan yang lebih jauh

e)

Tidak menggunakan tali dan memilih metode evakuasi lainnya

157.

Dalam penyelamatan korban yang terjebak di tempat sempit, tali harus diikat dengan cara yang:

a)

Menarik korban langsung ke atas

b)

Mengikat korban dengan tali yang sangat ketat untuk mencegah pergerakan

c)

Membuat simpul ganda untuk kekuatan lebih besar

d)

Membuat simpul yang memungkinkan pergerakan untuk memudahkan evakuasi

e)

Tidak menggunakan tali dan menggunakan alat bantu lainnya

158.

ka tali yang digunakan dalam penyelamatan tampak mengalami kerusakan setelah digunakan beberapa kali, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Melanjutkan penggunaannya sampai tali putus

b)

Memeriksa tali dengan teliti untuk menentukan apakah bisa digunakan kembali

c)

Menggunakan tali untuk menyelamatkan korban lain dengan hati-hati

d)

Menyimpan tali untuk penggunaan berikutnya

e)

Mengganti tali dengan yang baru untuk keselamatan lebih lanjut

159.

Dalam memberikan pertolongan pertama pada korban yang pingsan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Memastikan jalan napas terbuka dan memeriksa denyut nadi

b)

Memberikan air minum untuk membangunkan korban

c)

Mencoba membangunkan korban dengan tepukan keras

d)

Mengangkat korban dengan cepat agar segera sadar

e)

Menghubungi tim medis tanpa melakukan tindakan apa pun

160.

Jika korban mengalami luka bakar derajat dua, yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama adalah:

a)

Menutup luka dengan kain bersih dan memberikan salep antibiotik

b)

Mendinginkan luka dengan air dingin selama minimal 10 menit

c)

Menutup luka dengan pembalut yang rapat

d)

Membiarkan luka terbuka tanpa penanganan lebih lanjut

e)

Mengoleskan mentega atau minyak pada luka bakar

161.

Jika seorang korban kecelakaan mengalami patah tulang pada lengan dan kesakitan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Membiarkan lengan dalam posisi semula dan meminta korban untuk bergerak

b)

Menyusun patah tulang kembali ke tempat semula tanpa bantuan alat

c)

Menstabilkan lengan dengan belat atau benda yang keras untuk mencegah pergerakan

d)

Memijat area yang patah untuk mengurangi rasa sakit

e)

Menunggu hingga korban dapat berdiri dan berjalan sendiri

162.

Jika seorang korban mengalami kesulitan bernapas akibat asma, langkah pertama dalam memberikan pertolongan pertama adalah:

a)

Memberikan korban air minum untuk membantu pernapasan

b)

Mengalihkan perhatian korban ke hal-hal yang menyenangkan

c)

Memberikan obat inhaler atau bronkodilator jika tersedia dan memungkinkan

d)

Menyuruh korban untuk tidur agar istirahat

e)

Memberikan korban makanan ringan

163.

Korban yang terjatuh dari ketinggian mengalami pendarahan hebat di bagian paha. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Mengangkat kaki korban untuk mengurangi perdarahan

b)

Menekan area luka dengan kain bersih atau perban untuk menghentikan pendarahan

c)

Memberikan korban cairan untuk menghindari dehidrasi

d)

Mengoleskan salep pada luka untuk mempercepat penyembuhan

e)

Membiarkan korban untuk beristirahat dan menunggu tim medis

164.

Saat memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menyuruh korban untuk bangkit sendiri

b)

Memberikan resusitasi jantung paru (RJP) jika korban tidak bernapas

c)

Membawa korban ke rumah sakit tanpa tindakan lain

d)

Memberikan air minum untuk korban agar sadar

e)

Mengikat korban dengan tali untuk mencegah tenggelam

165.

ika seorang korban mengalami kejang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menahan tubuh korban agar tidak bergerak

b)

Menghindari memasukkan benda apa pun ke dalam mulut korban

c)

Menyuruh korban untuk tenang dan berbicara padanya

d)

Memberikan minuman untuk menenangkan korban

e)

Menjatuhkan korban agar tidak terluka

166.

Jika korban mengalami syok setelah kecelakaan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Memberikan korban makanan dan minuman

b)

Memastikan korban dalam posisi terlentang dengan kaki terangkat

c)

Menyuntikkan obat untuk meredakan syok

d)

Memberikan oksigen kepada korban jika tersedia

e)

Mencegah korban bergerak dan menunggu tim medis datang

167.

Dalam memberikan pertolongan pertama pada korban yang mengalami cedera kepala, yang perlu dihindari adalah:

a)

Menghentikan pendarahan dengan kain bersih

b)

Memastikan korban tidak bergerak dan menunggu tim medis

c)

Memberikan korban minuman hangat untuk menenangkan

d)

Memindahkan korban kecuali dalam keadaan darurat

e)

Melakukan perawatan luka dengan antiseptik

168.

Jika korban mengalami kecelakaan lalu lintas dan terjebak di dalam kendaraan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh petugas pertolongan adalah:

a)

Membuka pintu kendaraan dan menarik korban keluar

b)

Memastikan adanya kebocoran bahan bakar dan segera memadamkan api jika ada

c)

Memberikan air kepada korban untuk mencegah dehidrasi

d)

Mencegah korban bergerak dan menunggu bantuan medis

e)

Memberikan pertolongan dengan cara membuka jalan napas korban

169.

Pada korban kecelakaan yang mengalami luka besar dan pendarahan hebat, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah:

a)

Menunggu sampai pendarahan berhenti sendiri

b)

Memberikan korban makanan dan minuman

c)

Menggunakan kain bersih untuk menekan dan menghentikan pendarahan

d)

Memberikan obat pereda rasa sakit pada luka

e)

Menyuntikkan cairan untuk menghindari dehidrasi

170.

Jika korban kecelakaan mengalami luka dalam dengan darah yang keluar sangat banyak, yang harus dilakukan adalah:

a)

Menutup luka dengan perban steril dan memberikan tekanan langsung

b)

Menyuntikkan antibiotik untuk mencegah infeksi

c)

Memijat luka untuk mempercepat pembekuan darah

d)

Mengangkat bagian tubuh yang terluka di atas kepala

e)

Memberikan korban makanan ringan

171.

Saat memberikan pertolongan pada korban tenggelam, jika korban tidak bernapas, langkah yang harus dilakukan adalah:

a)

Memberikan napas buatan dengan metode pernapasan mulut ke mulut

b)

Mengangkat korban dan menenangkan dia agar segera sadar

c)

Memberikan korban air untuk menstabilkan pernapasannya

d)

Memijat dada korban untuk memperlancar pernapasan

e)

Membiarkan korban untuk bernapas kembali secara alami

172.

Ketika memberikan pertolongan pertama pada korban yang mengalami keracunan gas, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Membiarkan korban tetap berada di tempat kejadian

b)

Membawa korban ke luar dari area yang terkontaminasi gas dan memastikan ventilasi yang baik

c)

Memberikan korban air untuk membersihkan mulutnya

d)

Memberikan obat penawar untuk gas beracun

e)

Mengikat korban untuk mencegah pergerakan lebih lanjut

173.

Dalam situasi kecelakaan, jika korban mengalami kesulitan bernafas dan tampak cemas, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Meminta korban untuk duduk tegak dan tetap tenang

b)

Memberikan korban minum air untuk mencegah dehidrasi

c)

Menghindari memberikan korban obat-obatan

d)

Membaringkan korban di posisi terlentang

e)

Memberikan obat penenang

174.

Jika seorang korban kecelakaan mengalami patah tulang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menggerakkan tulang yang patah untuk mengurangi rasa sakit

b)

Mengistirahatkan dan menstabilkan posisi tulang patah sebelum mengangkut korban

c)

Memberikan obat penghilang rasa sakit

d)

Memberikan korban makanan dan minuman

e)

Meninggalkan korban untuk mencari bantuan medis

175.

Apa yang perlu dilakukan apabila korban mengalami luka bakar ringan akibat kontak dengan api?

a)

Menyiramkan air dingin pada luka bakar

b)

Menutupi luka bakar dengan kain bersih dan memberikan obat salep

c)

Memberikan korban minuman panas untuk mengurangi rasa sakit

d)

Memijat area yang terbakar untuk meredakan peradangan

e)

Mengoleskan minyak pada luka bakar

176.

Jika korban mengalami luka dengan benda tajam yang menembus tubuh, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menarik benda tajam dengan hati-hati

b)

Menekan luka dengan kain bersih untuk menghentikan pendarahan

c)

Memijat area luka untuk mengurangi peradangan

d)

Memberikan air dingin pada luka

e)

Mencuci luka dengan alkohol

177.

Apa yang harus dilakukan pada korban yang mengalami hipotermia (kedinginan ekstrem)?

a)

Memberikan minuman panas untuk menghangatkan tubuh

b)

Menutup tubuh korban dengan selimut dan memberi panas tubuh

c)

Membiarkan korban beristirahat di luar ruangan

d)

Menyiram tubuh korban dengan air panas

e)

Memberikan korban makanan berlemak

178.

Jika korban terhirup gas berbahaya atau karbon monoksida, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menunggu di lokasi dan memeriksa korban secara manual

b)

Membawa korban ke tempat terbuka atau area yang memiliki ventilasi yang baik

c)

Memberikan korban minuman untuk mempercepat pemulihan

d)

Menyiram tubuh korban dengan air dingin

e)

Memberikan korban makanan untuk meningkatkan energi

179.

Korban kecelakaan yang mengalami luka lecet akibat terjatuh harus segera:

a)

Membersihkan luka dengan air hangat dan memberikan salep

b)

Menutupi luka dengan kain kering tanpa membersihkan

c)

Menggunakan obat antibiotik untuk menghindari infeksi

d)

Membiarkan luka terbuka tanpa perawatan

e)

Mengompres luka dengan es untuk mengurangi rasa sakit

180.

Pada korban yang mengalami dehidrasi ringan akibat keracunan makanan, apa yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama?

a)

Memberikan banyak air secara cepat untuk menggantikan cairan tubuh

b)

Memberikan korban cairan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang

c)

Memberikan korban makanan berat

d)

Memberikan minuman manis untuk meningkatkan energi

e)

Menenangkan korban dan membiarkannya beristirahat

181.

Jika korban mengalami luka gigitan hewan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menyiram luka dengan air mengalir dan membersihkannya

b)

Menutup luka dengan kain bersih tanpa membersihkan

c)

Memberikan korban obat pereda nyeri

d)

Menjaga luka tetap kering dan membiarkannya

e)

Mengoleskan salep antibiotik pada luka

182.

Saat memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terjatuh dan kehilangan kesadaran, namun masih bernapas, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Membaringkan korban dalam posisi terlentang dengan kepala sedikit terangkat

b)

Membaringkan korban dalam posisi tengkurap

c)

Memberikan korban minum

d)

Memindahkan korban ke tempat yang lebih aman tanpa memperhatikan kondisi fisik

e)

Menekan dada korban untuk mengembalikan kesadaran

183.

Jika korban kebakaran mengalami luka bakar tingkat dua, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menutupi luka bakar dengan kain kering

b)

Menyiram luka bakar dengan air dingin selama 10-20 menit

c)

Memberikan obat penghilang rasa sakit

d)

Mengoleskan salep untuk mempercepat penyembuhan

e)

Memijat luka untuk meredakan rasa sakit

184.

Jika korban kebakaran memiliki luka bakar di area wajah dan mulut, tindakan pertama yang tepat adalah:

a)

Memberikan korban air dingin dengan menggunakan kain basah

b)

Menutupi luka bakar dengan kain bersih dan menunggu bantuan

c)

Memberikan korban salep antibiotik untuk mencegah infeksi

d)

Mengoleskan minyak pada luka untuk mempercepat pemulihan

e)

Menyiramkan air panas pada luka untuk meredakan rasa sakit

185.

Apakah yang dimaksud dengan "sistem komunikasi yang efektif" dalam situasi darurat pemadam kebakaran?

a)

Menggunakan radio komunikasi untuk memberi tahu korban tentang langkah evakuasi

b)

Menggunakan sirene sebagai satu-satunya bentuk peringatan

c)

Menggunakan telepon genggam untuk berkomunikasi dengan korban

d)

Mengandalkan komunikasi suara tanpa alat bantu apapun

e)

Memastikan bahwa semua komunikasi dilakukan oleh satu orang saja

186.

Pakaian yang digunakan oleh Pemadam dan pegawai Perangkat Daerah yang Menyelenggarakan Sub Urusan Kebakaran untuk melaksanakan tugas sehari-hari:

a)

Pakaian Dinas Harian (PDH)

b)

Pakaian Dinas Lapangan (PDL)

c)

Pakaian Dinas Upacara (PDU)

d)

Pakaian Siaga

e)

Pakaian Penyelamatan

187.

Pakaian yang digunakan oleh Pemadam dan pegawai Perangkat Daerah yang Menyelenggarakan Sub Urusan Kebakaran untuk melaksanakan tugas lapangan:

a)

PDH

b)

PDL

c)

PDU

d)

Pakaian Siaga

e)

Pakaian Teknik

188.

Pakaian yang digunakan pada saat menghadiri upacara:

a)

PDH

b)

PDL

c)

PDU

d)

Pakaian Penyelamatan

e)

Pakaian Benkel

189.

Pakaian digunakan oleh Pemadam pada saat melaksanakan tugas siaga dan tugas piket:

a)

PDH

b)

PDL

c)

PDU

d)

Pakaian Siaga

e)

Pakaian Teknik

190.

Pakaian yang digunakan oleh Pemadam pada saat melaksanakan tugas perbengkelan:

a)

PDH

b)

PDL

c)

PDU

d)

Pakaian Siaga

e)

Pakaian Teknik

191.

Pakaian yang digunakan oleh Pemadam pada saat melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan pada saat kebakaran:

a)

Pakaian Tahan Panas

b)

Pakaian Tahan Api

c)

PDU

d)

PDH

e)

PDL

192.

Pakaian yang digunakan oleh Pemadam pada saat melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan pada kebakaran dengan kondisi tertentu sesuai dengan kebutuhan:

a)

PDH

b)

PDL

c)

PDU

d)

Pakaian Teknik

e)

Pakaian Tahan Api

193.

Pakaian yang digunakan oleh Pemadam pada saat melakukan operasi Pemadaman dan penyelamatan pada saat kebakaran bahan berbahaya beracun kebakaran sesuai dengan tingkatannya

a)

PDH

b)

PDL

c)

PDU

d)

Pakaian Tahan Api

e)

Pakaian Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun Kebakaran

194.

Peralatan yang digunakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam menjalankan tugas dan fungsi yang meliputi peralatan pencegahan, pengendalian, pemadaman, penyelamatan, penanganan bahan berbahaya beracun kebakaran, inspeksi peralatan proteksi kebakaran, investigasi kejadian kebakaran, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta alat pelindung diri, disebut:

a)

Sarana

b)

Prasarana

c)

Alat

d)

Mesin

e)

APAR

195.

Segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya sub urusan kebakaran di daerah, disebut

a)

Sarana

b)

Prasarana

c)

Alat

d)

Mesin

e)

Kantor

196.

Standardisasi Sarana pemadam Kebakaran dalam tahap PENCEGAHAN, meliputi

a)

sistem hydrant kota;

b)

groundtank/reservoir air

c)

alat pemadam api ringan

d)

pompa pemadam kebakaran portable

e)

Semua Benar

197.

Standardisasi Sarana pemadam Kebakaran dalam tahap PEMADAMAN & PENGENDALIAN adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

mobil pemadam Kebakaran pompa/fire boat/kapal pemadam

b)

selang pemadam Kebakaran

c)

pipa cabang pemadam Kebakaran (y connection).

d)

pemancar pemadam Kebakaran (nozzle)

e)

groundtank/reservoir air

198.

Standardisasi Sarana pemadam Kebakaran dalam penanganan bahan berbahaya dan beracun Kebakaran, kecuali

a)

pakaian bahan berbahaya dan beracun;

b)

gas detector

c)

peralatan decontaminasi

d)

helm keselamatan (safety helm)

199.

Termasuk alat perlindungan diri petugas pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, kecuali:

a)

jaket tahan panas (fire jacket

b)

jaket tahan api (fire jacket dan trouser);

c)

masker pemadam Kebakaran (fire masker

d)

self contained breathing apparatur (SCBA);

e)

Selang Air

200.

Mutu Pelayanan Dasar meliputi tingkat waktu tanggap (response time) ............ menit sejak diterimanya informasi/laporan sampai tiba di lokasi dan siap memberikan layanan penyelamatan dan evakuasi;

a)

15

b)

14

c)

13

d)

12

e)

11