wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Hemostasis

Total questions: 105

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Apa fungsi utama pemeriksaan waktu perdarahan (Bleeding Time)?

a)

Menilai fungsi trombosit

b)

Menilai waktu pembekuan darah

c)

Menilai jalur koagulasi intrinsik

d)

Menilai jalur koagulasi ekstrinsik

2.

Pemeriksaan waktu protrombin (Prothrombin Time/PT) digunakan untuk mengevaluasi jalur koagulasi:

a)

Intrinsik

b)

Ekstrinsik

c)

Jalur fibrinolitik

d)

Jalur trombosit

3.

Tes apa yang digunakan untuk mengevaluasi jalur koagulasi intrinsik?

a)

Waktu trombin

b)

Waktu protrombin

c)

Waktu tromboplastin parsial (APTT)

d)

Waktu perdarahan

4.

Apakah peran utama fibrinogen dalam hemostasis?

a)

Mengaktifkan faktor VII

b)

Menstabilkan trombin

c)

Membentuk jaring fibrin

d)

Menghambat plasminogen

5.

Apakah tujuan pemeriksaan D-dimer?

a)

Menilai kerusakan fibrin

b)

Menentukan jumlah trombosit

c)

Menilai waktu perdarahan

d)

Mengevaluasi jalur koagulasi ekstrinsik

6.

Faktor pembekuan darah yang tergantung vitamin K adalah:

a)

Faktor I, II, V, VIII

b)

Faktor II, VII, IX, X

c)

Faktor XI, XII, XIII

d)

Faktor VIII, IX, XI

7.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendeteksi hiperkoagulasi?

a)

PT dan APTT

b)

D-dimer

c)

Antithrombin III

d)

Tes agregasi trombosit

8.

Apa fungsi utama antithrombin III dalam proses hemostasis?

a)

Aktivasi plasminogen

b)

Menghambat trombin dan faktor Xa

c)

Mengaktifkan faktor VII

d)

Menstabilkan fibrin

9.

Penyakit yang ditandai dengan defisiensi faktor VIII adalah:

a)

Hemofilia A

b)

Hemofilia B

c)

Penyakit von Willebrand

d)

DIC

10.

Pada kondisi Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), hasil pemeriksaan laboratorium yang sering ditemukan adalah:

a)

PT dan APTT memanjang

b)

D-dimer normal

c)

Jumlah trombosit meningkat

d)

Fibrinogen meningkat

11.

Pada kondisi trombositopenia, hasil pemeriksaan yang umumnya ditemukan adalah:

a)

Waktu perdarahan memanjang

b)

PT dan APTT normal

c)

D-dimer meningkat

d)

A dan B benar

12.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk menilai fungsi agregasi trombosit?

a)

Waktu perdarahan

b)

Tes agregasi trombosit

c)

PT

13.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk menilai fungsi agregasi trombosit?

a)

Waktu perdarahan

b)

Tes agregasi trombosit

c)

PT

d)

D-dimer

14.

Faktor koagulasi yang tidak disintesis di hati adalah:

a)

Faktor VIII

b)

Faktor II

c)

Faktor VII

d)

Faktor X

15.

Apa yang dimaksud dengan INR (International Normalized Ratio)?

a)

Rasio standar untuk tes APTT

b)

Rasio standar untuk tes PT

c)

Rasio antara waktu perdarahan dan pembekuan

d)

Rasio standar untuk kadar fibrinogen

16.

Pemeriksaan waktu trombin (Thrombin Time) digunakan untuk mengevaluasi:

a)

Aktivasi fibrinogen menjadi fibrin

b)

Jalur koagulasi intrinsik

c)

Aktivitas trombosit

d)

Jalur fibrinolisis

17.

Kondisi di bawah ini dapat menyebabkan waktu protrombin (PT) memanjang, kecuali:

a)

Defisiensi faktor VII

b)

Penyakit hati

c)

Defisiensi vitamin K

d)

Peningkatan jumlah trombosit

18.

Penyakit von Willebrand berhubungan dengan:

a)

Kekurangan faktor VIII

b)

Gangguan fungsi trombosit

c)

Defisiensi faktor von Willebrand

d)

Semua benar

19.

Faktor utama yang dinilai pada tes Ristocetin Cofactor adalah:

a)

Aktivitas fibrinogen

b)

Aktivitas faktor VIII

c)

Aktivitas von Willebrand Factor

d)

Aktivitas trombosit

20.

Pada kondisi defisiensi fibrinogen (afibrinogenemia), hasil yang mungkin ditemukan adalah:

a)

Waktu trombin memanjang

b)

PT memanjang

c)

APTT memanjang

d)

Semua benar

21.

Pada terapi heparin, pemeriksaan apa yang digunakan untuk memantau efektivitasnya?

a)

PT

b)

APTT

c)

Waktu trombin

d)

D-dimer

22.

Apa fungsi utama pemeriksaan faktor koagulasi?

a)

Menentukan jumlah trombosit

b)

Menilai aktivitas masing-masing faktor pembekuan

c)

Menilai fungsi plasminogen

d)

Menentukan kadar fibrinogen

23.

Pada pasien dengan hemofilia B, pemeriksaan faktor koagulasi akan menunjukkan defisiensi pada:

a)

Faktor VIII

b)

Faktor IX

c)

Faktor VII

d)

Faktor XI

24.

Terapi antikoagulan warfarin memengaruhi jalur koagulasi melalui mekanisme:

a)

Menghambat vitamin K

b)

Mengaktifkan trombin

c)

Menghambat fibrinogen

d)

Mengaktifkan plasminogen

25.

Pemeriksaan apa yang paling tepat untuk mengevaluasi pasien dengan dugaan hemofilia?

a)

PT

b)

APTT

c)

Waktu perdarahan

d)

D-dimer

26.

Apa hasil yang diharapkan pada pemeriksaan PT dan APTT pada pasien dengan defisiensi fibrinogen berat?

a)

PT memanjang, APTT memanjang

b)

PT normal, APTT memanjang

c)

PT memanjang, APTT normal

d)

PT normal, APTT normal

27.

Apakah pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis trombofilia herediter?

a)

Tes protein C dan S

b)

Tes antitrombin III

c)

Tes mutasi faktor V Leiden

d)

Semua benar

28.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendeteksi hiperfibrinolisis?

a)

D-dimer

b)

PT

c)

APTT

d)

Tes agregasi trombosit

29.

Pada pasien dengan DIC (Disseminated Intravascular Coagulation), kemungkinan hasil laboratorium yang ditemukan adalah:

a)

D-dimer meningkat

b)

Trombosit menurun

c)

PT dan APTT memanjang

d)

Semua benar

30.

Apakah fungsi utama plasmin dalam hemostasis?

a)

Mengaktifkan fibrinogen

b)

Menghambat trombin

c)

Menguraikan fibrin

d)

Menstabilkan bekuan darah

31.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk menentukan kadar fibrinogen dalam plasma?

a)

PT

b)

APTT

c)

Tes Clauss Fibrinogen

d)

Waktu trombin

32.

Faktor pembekuan yang pertama kali diaktifkan pada jalur intrinsik adalah:

a)

Faktor XII

b)

Faktor VIII

c)

Faktor X

d)

Faktor IX

33.

Pada pasien dengan gangguan fungsi hati, hasil pemeriksaan hemostasis yang paling sering ditemukan adalah:

a)

PT memanjang

b)

APTT memanjang

c)

Penurunan kadar fibrinogen

d)

Semua benar

34.

Faktor pembekuan darah yang dikenal sebagai faktor antihemofilia B adalah:

a)

Faktor VIII

b)

Faktor IX

c)

Faktor X

d)

Faktor XI

35.

Pemeriksaan apa yang dapat digunakan untuk mendeteksi sindrom antifosfolipid?

4 lines
36.

Pemeriksaan apa yang dapat digunakan untuk mendeteksi sindrom antifosfolipid?

a)

Tes lupus anticoagulant

b)

Tes antikardiolipin

c)

Tes beta-2 glikoprotein

d)

Semua benar

37.

Pada pasien dengan defisiensi protein C, kemungkinan hasil yang dapat ditemukan adalah:

a)

Peningkatan risiko trombosis

b)

Waktu perdarahan memanjang

c)

D-dimer menurun

d)

PT memanjang

38.

Tes apa yang digunakan untuk mengevaluasi jalur fibrinolisis?

a)

D-dimer

b)

Tes euglobulin lysis time

c)

Tes plasminogen

d)

Semua benar

39.

Pemeriksaan antithrombin III dilakukan untuk:

a)

Menilai hiperkoagulasi

b)

Menilai fungsi fibrinogen

c)

Menilai fungsi trombosit

d)

Menentukan waktu perdarahan

40.

Defisiensi vitamin K akan memengaruhi sintesis faktor koagulasi berikut, kecuali:

a)

Faktor II

b)

Faktor V

c)

Faktor VII

d)

Faktor IX

41.

Pada pasien dengan terapi antikoagulan langsung seperti rivaroxaban, pemeriksaan apa yang paling tepat untuk memantau efektivitasnya?

a)

PT/INR

b)

Anti-faktor Xa assay

c)

APTT

d)

Waktu trombin

42.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendiagnosis hemoglobinuria paroksismal nokturnal (PNH) yang sering menyebabkan trombosis?

a)

Tes Ham

b)

Tes flow cytometry untuk GPI-anchor

c)

Tes D-dimer

d)

A dan B benar

43.

Pada pemeriksaan APTT, aktivator apa yang digunakan untuk menginisiasi jalur intrinsik?

a)

Kalsium

b)

Silika

c)

Faktor VII

d)

Protrombin

44.

Pemeriksaan hemostasis apa yang digunakan untuk menilai fungsi pembuluh darah kecil?

a)

Tes Rumpel-Leede

b)

Waktu perdarahan

c)

Tes agregasi trombosit

d)

Tes PT/APTT

45.

Peningkatan kadar D-dimer sering ditemukan pada kondisi berikut, kecuali:

a)

Tromboemboli vena

b)

Kehamilan normal

c)

DIC

d)

Hemofilia

46.

Pemeriksaan ROTEM (Rotational Thromboelastometry) digunakan untuk:

a)

Menilai fungsi fibrinogen

b)

Menilai waktu pembentukan bekuan

c)

Menilai fibrinolisis

d)

Semua benar

47.

Apakah pemeriksaan yang dapat digunakan untuk menilai resistensi aspirin pada pasien dengan penyakit kardiovaskular?

a)

Tes agregasi trombosit

b)

Tes waktu perdarahan

c)

PT

d)

APTT

48.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendeteksi adanya inhibitor pada jalur koagulasi intrinsik?

a)

Mixing test

b)

PT/INR

c)

Waktu trombin

d)

Tes fibrinogen

49.

Pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat, pemeriksaan PT akan menunjukkan:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

50.

Pemeriksaan apa yang paling relevan untuk menilai aktivitas plasminogen?

a)

D-dimer

b)

Tes euglobulin lysis time

c)

Tes antithrombin III

d)

PT/APTT

51.

Defisiensi faktor XIII dapat menyebabkan:

a)

Gangguan pembentukan bekuan darah

b)

Gangguan stabilisasi fibrin

c)

Pemanjangan waktu trombin

d)

Penurunan kadar D-dimer

52.

Pemeriksaan APTT tidak memanjang pada kondisi berikut, kecuali:

a)

Defisiensi faktor VIII

b)

Defisiensi faktor IX

c)

Defisiensi faktor XII

d)

Defisiensi fibrinogen

53.

Pemeriksaan tromboelastografi (TEG) digunakan untuk:

a)

Menilai pembentukan dan stabilitas bekuan darah secara keseluruhan

b)

Menilai kadar fibrinogen

c)

Menentukan waktu protrombin

d)

Mengevaluasi jumlah trombosit

54.

Kondisi yang paling sering menyebabkan waktu perdarahan memanjang adalah:

a)

Trombositopenia

b)

Hemofilia A

c)

Defisiensi faktor IX

d)

Kekurangan antithrombin III

55.

Pada defisiensi faktor VII, hasil pemeriksaan yang paling mungkin adalah:

a)

PT memanjang, APTT normal

b)

PT normal, APTT memanjang

c)

PT dan APTT memanjang

d)

PT dan APTT normal

56.

Pada pasien dengan DIC, bagaimana hasil kadar fibrinogen?

a)

Meningkat

b)

Normal

c)

Menurun

d)

Tidak terukur

57.

Pemeriksaan apa yang dapat digunakan untuk mendeteksi defisiensi protein S?

a)

Tes aktivitas protein S

b)

Tes kadar protein S bebas

c)

Tes kadar protein S total

d)

Semua benar

58.

Peningkatan kadar fibrinogen sering ditemukan pada kondisi berikut, kecuali:

a)

Kehamilan

b)

Infeksi

c)

Peradangan kronis

d)

DIC

59.

Tes apa yang digunakan untuk menilai gangguan adhesi trombosit pada penyakit von Willebrand?

a)

Tes Ristocetin Cofactor

b)

Waktu trombin

c)

Tes PT

d)

Tes fibrinogen

60.

Faktor koagulasi mana yang menjadi kunci pada jalur bersama (common pathway)?

a)

Faktor VIII

b)

Faktor X

c)

Faktor XII

d)

Faktor IX

61.

Kondisi yang ditandai dengan pemanjangan PT, APTT, dan penurunan trombosit adalah:

a)

Hemofilia

b)

DIC

c)

Penyakit hati

d)

Defisiensi vitamin K

62.

Defisiensi antithrombin III dapat menyebabkan:

a)

Hiperkoagulasi

b)

Hipokoagulasi

c)

Pemanjangan PT dan APTT

d)

Penurunan kadar fibrinogen

63.

Pada kondisi kekurangan vitamin K, pemeriksaan laboratorium akan menunjukkan:

a)

PT memanjang, APTT normal

b)

PT memanjang, APTT memanjang

c)

PT normal, APTT memanjang

d)

PT dan APTT normal

64.

Apa pemeriksaan utama untuk memantau pasien yang menerima terapi warfarin?

a)

PT/INR

b)

APTT

c)

D-dimer

d)

Tes fibrinogen

65.

Pada pasien dengan mutasi faktor V Leiden, kondisi yang paling mungkin terjadi adalah:

a)

Hiperkoagulasi

b)

Hipokoagulasi

c)

Pemanjangan waktu perdarahan

d)

Defisiensi faktor V

66.

Tes apa yang digunakan untuk menilai defisiensi faktor XII?

a)

PT

b)

APTT

c)

Tes fibrinogen

d)

D-dimer

67.

Kondisi di mana fibrinogen meningkat, kecuali:

a)

Kehamilan

b)

Inflamasi kronis

c)

Infeksi

d)

DIC

68.

Faktor pembekuan mana yang tidak tergantung vitamin K untuk aktivasi?

a)

Faktor II

b)

Faktor V

c)

Faktor IX

d)

Faktor VII

69.

Peningkatan kadar D-dimer sering ditemukan pada kondisi berikut, kecuali:

a)

Tromboemboli vena

b)

Kehamilan

c)

Hemofilia

d)

DIC

70.

Peningkatan kadar D-dimer sering ditemukan pada kondisi berikut, kecuali:

a)

Tromboemboli vena

b)

Kehamilan

c)

Hemofilia

d)

DIC

71.

Apa fungsi utama tes ROTEM (Rotational Thromboelastometry)?

a)

Menilai fungsi trombosit

b)

Mengevaluasi pembentukan dan stabilitas bekuan darah

c)

Menentukan waktu perdarahan

d)

Menilai kadar fibrinogen

72.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk menilai risiko trombosis pada pasien dengan defisiensi antithrombin III?

a)

Tes antithrombin III

b)

D-dimer

c)

Tes fibrinogen

d)

APTT

73.

Pada pasien dengan hemofilia A, pemeriksaan APTT akan menunjukkan:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

74.

Pemeriksaan untuk menilai defisiensi protein C adalah:

a)

Tes aktivitas protein C

b)

Tes kadar protein C total

c)

Tes faktor V Leiden

d)

Tes fibrinogen

75.

Pada penyakit von Willebrand, tes yang paling sering memanjang adalah:

a)

PT

b)

APTT

c)

Waktu trombin

d)

Waktu perdarahan

76.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mengevaluasi jalur koagulasi ekstrinsik?

a)

PT

b)

APTT

c)

Tes fibrinogen

d)

Waktu trombin

77.

Pada kondisi trombositopenia, hasil pemeriksaan waktu perdarahan akan:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

78.

Pada pasien dengan defisiensi fibrinogen berat, kemungkinan hasil PT dan APTT adalah:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

79.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendeteksi defisiensi faktor VIII?

a)

PT

b)

APTT

c)

Tes fibrinogen

d)

D-dimer

80.

Pada pasien dengan defisiensi faktor IX, hasil pemeriksaan APTT akan:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

81.

Kondisi berikut sering menyebabkan peningkatan kadar D-dimer, kecuali:

a)

Tromboemboli vena

b)

Kehamilan

c)

Infeksi ringan

d)

Hemofilia

82.

Tes apa yang digunakan untuk memantau terapi heparin dengan dosis tinggi?

a)

PT

b)

APTT

c)

Anti-faktor Xa assay

83.

Tes apa yang digunakan untuk memantau terapi heparin dengan dosis tinggi?

a)

PT

b)

APTT

c)

Anti-faktor Xa assay

d)

D-dimer

84.

Pemeriksaan fibrinogen dilakukan pada kondisi berikut, kecuali:

a)

DIC

b)

Penyakit hati

c)

Infeksi kronis

d)

Hemofilia

85.

Defisiensi faktor XIII dapat menyebabkan:

a)

Waktu trombin memanjang

b)

Ketidakstabilan bekuan darah

c)

Pemanjangan PT

d)

Pemanjangan APTT

86.

Tes apa yang digunakan untuk mendeteksi resistensi terhadap protein C aktif?

a)

Tes mutasi faktor V Leiden

b)

PT

c)

APTT

d)

Tes fibrinogen

87.

Pada kondisi defisiensi fibrinogen, pemeriksaan waktu trombin akan:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

88.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk menilai hiperfibrinolisis?

a)

D-dimer

b)

Tes euglobulin lysis time

c)

Tes plasminogen

d)

Semua benar

89.

Pemeriksaan yang paling relevan untuk menilai jalur koagulasi bersama (common pathway) adalah:

a)

PT dan APTT

b)

D-dimer

c)

Tes fibrinogen

d)

Tes antithrombin III

90.

Kondisi berikut meningkatkan risiko trombosis, kecuali:

a)

Defisiensi protein C

b)

Defisiensi antithrombin III

c)

Mutasi faktor V Leiden

d)

Hemofilia

91.

Tes apa yang paling sesuai untuk mendeteksi defisiensi faktor VII?

a)

PT

b)

APTT

c)

Tes fibrinogen

d)

Waktu trombin

92.

Kondisi berikut sering menyebabkan waktu perdarahan memanjang, kecuali:

a)

Trombositopenia

b)

Penyakit von Willebrand

c)

Defisiensi fibrinogen

d)

Aspirin

93.

Pada pasien dengan penyakit hati kronis, hasil pemeriksaan PT dan APTT biasanya:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

94.

Apa hasil khas dari tes lupus anticoagulant pada pemeriksaan APTT?

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

95.

Pada pasien dengan defisiensi faktor XI, hasil pemeriksaan APTT biasanya:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

96.

Pada pasien dengan defisiensi faktor XI, hasil pemeriksaan APTT biasanya:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

97.

Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendiagnosis Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)?

a)

PT/APTT memanjang, D-dimer meningkat, fibrinogen menurun

b)

PT/APTT normal, D-dimer meningkat, fibrinogen meningkat

c)

PT/APTT memanjang, D-dimer normal, fibrinogen meningkat

d)

PT/APTT normal, D-dimer normal, fibrinogen menurun

98.

Pada pasien dengan trombositopenia berat, hasil pemeriksaan waktu trombin akan:

a)

Normal

b)

Memanjang

c)

Memendek

d)

Tidak terukur

99.

Kondisi apa yang paling mungkin menyebabkan pemanjangan APTT dengan PT normal?

a)

Defisiensi faktor VIII

b)

Defisiensi faktor VII

c)

Defisiensi fibrinogen

d)

Penyakit von Willebrand

100.

Pada pasien dengan mutasi gen protrombin G20210A, kondisi yang paling mungkin terjadi adalah:

a)

Hipokoagulasi

b)

Hiperkoagulasi

c)

Pemanjangan PT

d)

Pemanjangan APTT

101.

Pemeriksaan ROTEM dapat digunakan untuk menilai kondisi berikut, kecuali:

a)

DIC

b)

Fibrinolisis berlebihan

c)

Hemofilia

d)

Jumlah trombosit

102.

Tes agregasi trombosit dengan ADP digunakan untuk menilai:

a)

Adhesi trombosit

b)

Agregasi trombosit

c)

Aktivasi fibrinogen

d)

Aktivasi plasminogen

103.

Pada pasien dengan defisiensi fibrinogen, hasil pemeriksaan D-dimer biasanya:

a)

Normal

b)

Meningkat

c)

Menurun

d)

Tidak terukur

104.

Apa hasil yang mungkin pada pasien dengan mutasi lupus anticoagulant pada tes PT dan APTT?

a)

PT normal, APTT memanjang

b)

PT memanjang, APTT normal

c)

PT memanjang, APTT memanjang

d)

PT normal, APTT normal

105.

Pada pasien dengan hemofilia B, hasil pemeriksaan PT dan APTT adalah:

a)

PT normal, APTT memanjang

b)

PT memanjang, APTT normal

c)

PT memanjang, APTT memanjang

d)

PT normal, APTT normal